Ngentot Janda Hiper Sex

Suatu ketika pada waktu senam usai aku merasa lapar, kusempatkan sebentar mampir di kantin depan untuk minum, disana kulihat banyak sekali wanita dengan riang dan tertawa lepas. Sambil minum aku merasa ada sepasang mata melihatku dengan serius dan kucoba menoleh dia tersenyum. Kutaksir umurnya 29 tahun tetapi badannya masih sip.

Ngentot Janda Hiper Sex

Kubuang pandang mataku menjauhi untuk menghindari tatapan matanya tapi tak lama kemudian aku dibuat terkejut oleh suaranya yang sudah berada didekatku.

” Sendirian ya,……… Boleh aku duduk disini,” pintanya sambil meletakkan pantatnya dikuris depanku.

Sehingga dia sekarang jelas berada dihadapanku. Dia memperkenalkan diri dengan nama Amel dan aku menyambut dengan memberikan namaku TEGUH. Saat dia ngobrol kuperhatikan bodynya cukup bagus, dadanya kutaksir nomor 34B besar dan padat, pinggangnya ramping.

 Perkenalan awal ini akhirnya aku dan Amel menjadi lebih akrab. Suatu ketika saat aku pulang senam kulihat Amel sendiri, dengan baik hati aku menwarkan dia untuk aku antar ketujuannya dan dia tidak menolak.Didalam mobil sesekali mataku mencuri pandang kearah dadanya, kali ini Amel memakai kaos dengan leher rendah dan ketat sehingga nampak jelas garis Bhnya. Tanpa terasa dia juga melihat ekor mataku dan berkata.

“Hayo guh,… kamu lihat apa barusan,…. Kalo nyetir yang bagus dong jangan lihat samping ntar kalo nabrak bagaimana,” tanyanya pura-pura marah.”Ah,…. Nggak ada cuman lihat aja kog,” jawabku bingung sambil menggaruk kepala yang tidak gatal tanda aku manyun.”Ah,…. Sudahlah,.. toh sama juga khan dengan punya istrimu dirumah,” timpalnya sambil tersenyum. Aku jadi salah tingkah saat pertama kali berkenalan kami memang sama-sama mengaku jujur tentang kondisi masing-masing. Kendaraan memasuki halaman yang cukup luas dengan taman yang cukup bagus,………” Masuk dulu DE,… aku ada perlu pengin cerita-cerita ama kamu,” pintanya.

Tanpa persetujuan lagi aku memasuki ruang tamunya. Tak lama kemudian Amel keluar dengan memakai rok mini dan kaos tanpa lengan. Pandanganku jadi kacau melihatnya, dari sela ketiaknya kulihat jelas BH nya hitam dengan daging yang menyembul indah.”Lho,… Kog sepi nih, mana keluargamu yang lain,……” tanyaku menyelidik.”Anakku masih sekolah sedangkan suamiku sudah 4 hari ini tidak pulang, biasa bisnis,” jawabnya. Sambil kulihat tangannya mengutak-atik remote televisi.

“Nah terus kegiatanmu apa kalo lagi sepi begini,………” tanyaku lagi. Sambil sesekali mataku kuarakhan pada pahanya yang mulus terlihat dibalik rok mininya.”Yach biasanya sih abis senam aku kumpul-kumpul ama beberapa ibu-ibu dan dilanjutkan dengan santai-santai, belanja atau putar Video,…… e,…..e,…. Yah tahu sendiri lah,…” senyumnya menggoda. Gaya duduk Amel berubah ubah sehingga aku semakin bebas mengarahkan mataku pada pahanya yang terkadang menyembul banyak disela rok mininya. Timbul niat isengku untuk menggodanya lebih jauh,….. “Video apaan sih,…”, tanyaku pura-pura bodoh.

Lama Amel terdiam dan akhirnya dia mengarahkan tangannya pada televisi dan tak lama kulihat Teguhgan yang cukup mendebarkan yaitu seorang lelaki hitam dengan penis yang lumayan besar sedang dikulum oleh perempuan kulit putih. Kontras sekali nampaknya, aku terkejut sambil memandang Amel, dia tersenyum aku jadi salah tingkah. Akhirnya televisinya dimatikan.”Yah itulah yang sering kami tonton bersama guh,…. Kami puas setelah menonton terus rumpi sama-sama, kebetulan hari ini mereka ada acara dan aku tidak sehingga aku sendirian saat ini,’ ceritanya pasrah.

“Nonton aja apa enaknya ?,… tanyaku menggoda padahal penisku sendiri sudah mulai tegak berdiri. “Mending aku bantuin lho kalo begini,” pintaku sambil senyum, Amel ikut senyum dan menimpali,…..”ah,…. De paling-paling kamu juga takut,… cuman omong aja,…. Mancing ya,……,” dia menimpali,……….Aku merasa tertantang dengan omongannya langsung kujawab,….”Nggak kog bener deh coba aja nyalain televisinya,……”Terus ngapain,…Berani beneran kamu” tantangnya tak kalah ngotot,……”He em,…. Lihat aja,… aku udah tadi kog geregetan lihat kamu,” balasku menantang,…

 kulihat wajahnya memerah dan tanpa menunggu waktu lagi tangan Amel memijit tombol remote dan kulihat kembali bagaimana ganasnya cewek menghisap kemaluan sicowok. Amel menggeser duduknya mendekatiku dan dia berbisik “De terus terang aku sama teman-teman sudah lama memperhatikan dirimu ,….,” belum sempat dia meneruskan aku sudah menyorongkan mulutku padanya, diluar dugaan dia langsung membalas dengan ganas dan buas. Hampir aku tidak bisa bernafas dan dengan sigap tanganku menjelajah seluruh tubuhnya.

 Tiba pada gumpalan daging yang mulai tadi kulirik kini sudah berada digenggamanku. Dengan lembut kuelus dan kuremas, Amel menggelinjang. Karena kursi yang kududuki sempit aku mencoba menggeser Amel pada tempat yang lebih lapang yaitu di karpet bawah. Dengan perlahan tanganku mulai masuk pada gading susunya lewat celah ketiaknya. Kenyal sekali, kuucek terus sampai kurasakan pentil Amel mulai mengeras sementara mulutku masih dikuasai oleh lidahnya yang panas. Kutarik mulutku dan kuangkat kaos Amel lewat kepalanya sehingga kini Amel tinggal hanya BH dan rok mininya.

 Aku melihat tak berkedip betapa besar dan indahnya susu Amel walaupun sudah beranak tiga. Dengan cepat kutarik susu itu keluar dari Bhnya. Perlahan mulutku mendarat mulus pada lingkaran coklat kehitaman ditengah susunya. Kuhisap pentil Amel yang mengeras dan besar. Dia mengerang tak karuan arti. Kuteruskan sambil tanganku mengusap seluruh tubuhnya.

Aku menindih Amel perlahan, kurasakan penisku yang mulai membesar menatap perut Amel dan Amel menarik diri keatas sehingga penisku mengarah tepat diselangkangannya. Tangan kiriku memeluk lehernya mulutku kearah susu kiri dan kanan sementara tangan kananku menjelajah tubuhnya. Kini tangan kiriku berpindah disusunya dan mulutku menciumi perut dan pusarnya sementara tangan kananku kini pada tempat yang tadi ditindih penisku yaitu memeknya.

Amel terkejut dan “Ennnggggghhhhhhh ,….zzzzzzzzzzz”,…..dan suara itu tak beda dengan suara televisi yang kulirik semakin hot saja, tanganku tambah berani saja, kusibakkan rok mininya dan kuelus memeknya. Tanganku tak sabar dengan cepat kumasukkan tanganku pada CD nya dan kurasakan betapa lebat rambut memeknya. Basah dan becak semakin terasa saat lubang memeknya tersentuk jari tengahku.

Kuucek perlahan Amel semakin tak karuan tingkahnya dan jariku yang lain mempermainkan klentitnya. Aku tak bebas kutarik semua yang melekat didaerah pahanya yaitu rok dan cdnya, Amel hanya terpejam merasakan seluruh gerakanku. Kuperhatikan sekarang seorang perempuan telanjang bulat dengan susu yang besar serta rambut kemaluan lebat dan klentit yang cukup panjang keluar agak kaku. Tanganku terus mengucek lubang kemaluan Amel dan kudengar lenguhan tak karuan saat dua jariku masuk ke lubangnya.

Aku terkejut tiba-tiba Amel bangun dan menarik tanganku menjauh dari lubang kemaluannya,… dengan mendesah Amel menarik kancing bajuku dan menurunkan retsleting celanaku hingga terlepas dan kini aku tinggal memakai CD saja. Amel menelusuri tubuhku dengan mulut mungilnya. Kini aku yang merasakan gejolak nafsu yang luar biasa, kurasakan tangan Amel mengelus penisku dari luar CD ku.

 Mulut Amel semakin tak karuan arahnya leher, dada, pinggangku digigit kecil dan perutku juga tak luput dari ciumannya aku didorong sehingga posisku terlentang saat ini, tangaku hanya bisa menggapai kepala Amel yang kini berada diperutku. Kurasakan tangan mungil mulai meremas-remas keras penisku dan penisku semakin kaku saja. Kuperhatikan wajah Amel terkejut saat tanganya mulai masuk CD dan memegang penisku. Cepat-cepat disibaknya semua penghalang penisku dan kini dia nampak jelas bagaimana penisku meradang.

Kepala penisku memerah dan tangan Amel tak sanggup menutup semua bagian penisku. Diremas-remas dengan gemas penisku dan memandangku mesra,…. Aku mengikuti matanya dan mengangguk. Amel mengerti anggukanku dan dengan perlahan mulut Amel disorongkan pada kepala penisku. Aku merasa hangat saat mulut kecil itu mendarap pada penisku. Amel mulai menggila dengan menghisap dan menjilat seluruh bagian penisku.

Aku merasakan penisku berdenyut keras menahan hisapan kuat mulut Amel,……..”ahhhhhhh,…zzzzzzzzzt,..” Amel semakin menjadi mendengar eranganku,seluruh tubuhku terasa melayang merasakan panasnya lidah yang menjilat dan mulut mungil yang menghisap, dan kuperhatikan kepala Amel naik turun dengan mulut penuh. Tangan Amel juga tidak tinggal diam kuperhatikan tangan kirinya sibuk meggosok memeknya sendiri dan tangan kanannya memegang penisku dan mengocoknya sementara mulutnya tetap aktif menghisap dan terus menghisap.

Amel kini mulai menjauhkan mulutnya pada penisku dan tak seberapa lama dia duduk sambil menuntun penisku diarahkan pada memeknya, rupanya Amel juga tidak sabar ini terbukti dengan dipaksakan dengan keras memeknya untuk tertusuk penisku dan kurasakan penisku hangat saat menembus lubang memek Amel. Kusaksikan wajah Amel meringis menahan laju penisku di memeknya, dia tidak bergerak menyesuaiakan diri dengan penisku.

Aku merasakan penisku berdenyut seperti dipijat, Amel perlahan mulai menggoyangkan pantatnya naik turun sambil rambutnya tergerai dan kulihat susu Amel bergerak dan brgoyang indah, cepat-cepat kuremas dan kuusap-usak susu besar itu dan tak seberapa lama kusaksikan Amel mengejang dengan memelukku erat dan kurasakan ada kuku yang menancap dipunggungku,……

 “ssssssssszzzzttttt,…eeeennnnnggggghhhhhh.,…. Aku nggak tahan guh,….. lenguhnya,….. aku menjadi giat menggoyang penisku menusuk-nusuk memeknya yang semakin basah, suara kecipak memek Amel saat kutusuk membuatku semakin bergairah dan,….. aku memegang pinggang Amel untuk mengarahkan semua penisku pada lubangnya, aku mulai merasakan penisku panas dan mau keluar,…. Akhirnya,….”Amel,…… aku mulai nggak tahan nih,… mau keluar,………..ahhhhhhhzzzzzzzzz,” sambil terus kugoyang pantatku berputar dan meremas pinggulnya yang berisi,.. Amel semakin menjadi ,.. dan,…. Creeeeeet,… creeetttt,….creeeeeetttt,… bersamaan dengan keluarnya spermaku aku merasakan ketegangan yang luar biasa bahkan lebih hebat dari yang tadi,… kaki Amel kaku dan melingakar pada kakiku dan erangannya semakin keras dan binal.

Pagutan tangannya kurasakan sampai aku hampir tak bernafas,……………… Kami berdua puas dan sama-sama kelelahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.