Ngentot Memek Nara

Cerita ini terjadi sekitar tahun 2003 dulu, cerita sex yang aq alami bersama Nara kekasihku. Perkenalkan namaku Sultan umurku 29 Tahun dan Nara 26 Tahun (nama aku samarkan) Aku memiliki perawakan yang gak terlalu tinggi tapi aq mempunayi kulit yang bersih dan face yang menarik, sementara kekasihku Nara memiliki perawakan tinggi sekitar 165 dan ukuran toketnya 34B.

Ngentot Memek Nara

Suatu hari  ketika aq maen kerumahnya aq lihat dirumahnya terlihat sangat sepi,dan ternyata kedua orang tuanya sedang ke luar kota. Singkat saja ceritanya aku langsung mengajak kekasihku Nara untuk memadu kasih.

Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Nara sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Nara diam saja. Mukanya diselusupkan di dadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.

“Jangan Sult…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku.
Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Dan usaha kedua Nara sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Kucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada putting susu sebelah kiri. Nara menggeliat.

Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Nara menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.

Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Nara diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku.Nara masih diam.

Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher, perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil, turun lagi kebawah ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai ke ujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Nara yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.
Kukangkangkan kakinya, Nara masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Nara tiba-tiba berteriak ,

” Ahhhhhhhh……..”
“Kenapa Nara….Sakit?,” tanyaku.
Nara hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Nara menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..
”Sult… ayo Sultan….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Sultan tuntaskan….Nara udah nggak tahan,” katanya.

Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung ku naiki kedua pahanya dan kutusukkan jNaraorku kelobang surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Nara semakin menggelinjang.

Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme, gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Nara meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang,
“Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak.
Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya.

Tiba-tiba aku dikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku.
“Jangan keluarin di dalam ….aku lagi subur,” suaranya tersengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.
Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya.

“Baik Nara cantik, Sultan keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan JNaraor ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras.
Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Nara agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Nara menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.

Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Nara dan kugencet batang jNaraorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali jNaraorku meludah. Sekujur tubuh Nara yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Nara bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.

“Sultan…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Nara rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.

Dengan persetujuan Nara, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Nara nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Nara. Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.

“Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Nara. Sampai Uda meninggal, Nara tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini.

Sebetulnya Nara masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Nara sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Nara sebelum kami sama-sama tertidur pulas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.