Ngentot Pacar Teman

Aku sudah pacaran dengan Intan sejak kelas 2 SMA sampai sekarang kuliah semester 4 di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Hubungan kami selama ini berjalan damai, mungkin terlalu damai. Akhir-akhir ini aku merasa hubunganku dengan Intan terasa hambar. Aku benar-benar cinta kepadanya, karena Intan sangat mengerti aku dan menerimaku apa adanya. Secara fisik Intan tergolong  petite  kalo orang bule bilang. Tingginya yang hanya 160cm sangat cocok dengan wajahnya yang  babyface. Kulitnya putih mulus, tubuhnya padat berisi dengan ukuran yang sangat ideal.

Ngentot Pacar Teman

Aku tidak ingin hubunganku dengan Intan yang sudah kujalin selama 4 tahun lebih ini putus begitu saja. Aku butuh Intan sebagai penyemangat hidupku, dan aku merasa Intan juga membutuhkan kasih sayangku karena dia hanya tinggal berdua dengan ibunya yang pengusaha furniture. Bisnis furniture ibunya sangat maju karena sudah sampai diekspor ke luar negeri. Konsekuensinya, sang ibu harus sering meninggalkan Intan sendiri di rumah untuk mengontrol pabrik furniturenya di Jepara. Orangtuanya bercerai sejak Intan masih SD sehingga Intan sangat membutuhkan figur laki-laki dewasa, figur yang menurut Intan dia temukan pada diriku.

Pada suatu weekend, seperti biasa aku meneleponnya untuk mengajak jalan-jalan.
Sayang, nanti malem kamu mau nggak nyobain restoran baru di Kemang?
Duh Intan mau banget mas, tapi tante Intan dari Semarang baru dateng nih. Intan musti nemenin dia, nggak enak soalnya mama kan lagi di Jepara.

Oh ya udah gak papa deh kalo gitu..
Yaaa sayang, jangan marah ya, kamu mau ngapain dong sendirian..
Gak papa sayang, aku di rumah aja kalo gitu nonton
Maap ya sayang, Intan janji deh nanti ketemu di kampus Intan kasih sejuta cium buat yayang Intan yang paling sabar sedunia..
Hehehehe janji yaa Awas loh kalo ketemu aku tagih
Hihihi iya sayang, ya udah aku nemenin tanteku lagi ya
Oke sayang, kiss dulu mmmwah
eeeMmmmwah love you too sayang.

Telepon kututup dengan pelan. Tanganku meraih remote VCD dan menekan play. 15 menit aksi Bruce Wilis dalam Die Hard tidak mampu mengusir rasa hampaku. Kumatikan televisi dan VCD. Kuputuskan untuk keluar saja jalan-jalan. Kuambil kunci Honda Jazz kesayanganku dan meluncurlah aku menuju entah kemana.

Di tengah jalan, aku melewati toko kue langgananku. Aku teringat Intan dan kue kegemarannya, kue mangkok. Aku mendapat ide untuk membelikannya beberapa kue dan mengantarkannya sebagai surprise, hitung-hitung cari muka juga di depan tantenya hehehe Setelah membeli selusin kue mangkok, akupun meluncur menuju rumah Intan. Mobilku sengaja kuparkir agak jauh supaya Intan tidak bisa mendengarnya, karena dia sudah hafal dengan suara mesin mobil kesayanganku.

Sampai depan rumahnya, ada sebuah motor terparkir. Aku agak heran karena pagarnya tidak terkunci, padahal biasanya kalau ibunya sedang pergi keluar kota, Intan selalu menguncinya karena memang dia tinggal sendirian di rumah. Demi menjaga surprise, aku diam-diam masuk. Pintu depan rumahnya kutemukan terkunci. Aku tidak ingin mengetuk supaya tetap surprise. Aku berjalan ke samping rumahnya menuju jendela kamarnya. Semakin dekat aku mendengar suara-suara dari dalam kamarnya. Persis di depan jendela kamarnya, kusibakkan sedikit gordennya untuk mengintip. Apa yang kulihat kemudian membuat darahku menggelegak.

Intan sedang di atas tempat tidurnya dalam keadaan telanjang bulat, dengan posisi menungging dan seorang lelaki jelas-jelas sedang menyetubuhinya dari belakang. Betapa terkejutnya aku, pacarku sedang disetubuhi orang dengan gaya doggy style. Jelas kulihat ekspresi muka Intan yang seperti menahan rasa puas dan sakit bersamaan. Tubuh seksi pacarku maju mundur terdorong oleh hentakan pinggang lelaki yang sedang menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Intan. Pinggul Intan dicengkeram erat oleh kedua tangan lelaki itu. Terlihat kontras sekali warna pantat putih Intan yang mulus beradu dengan pinggul lelaki yang berkulit coklat gelap itu.

Aku mencoba pindah melihat dari sisi jendela satunya lagi. Sekarang dapat kulihat penis lelaki itu ternyata besar dan panjang sekali, sekitar 23 cm panjangnya, 4 kali lebih besar dari penisku. Vagina Intan yang mungil ternyata mampu menampung penis sebesar itu. Penis raksasa itu keluar masuk vagina pacarku dengan lancarnya, itu berarti Intan sudah sangat terangsang sampai becek vaginanya.
Ouh ouh ouh enak banget bang terus entot Intan bang, ceracau Intan sambil terengah-engah penuh kenikmatan.

Oooh si eneng memeknya rapet banget abang kayak ngentot sama perawan, lelaki itu dengan kurang ajarnya mengomentari memek pacarku.
Ahh ahh ahhh kontol abang sih gede banget Aahhhh enak baaang Intan menjawab dengan melenguh keenakan.

Belum pernah kudengar Intan menggunakan kata-kata kasar seperti itu. Tak kusadari, penisku sudah mengeras tertahan celana jeansku. Aku terangsang melihat pacarku disetubuhi orang, aku terangsang melihat vagina pacarku dihantam oleh penis yang besar milik lelaki asing itu.
Owh bang terus bang, Intan mo keluar lagi bang terus entot memek Intan bang ooh ooh…oooooooooooooooooh.. Tubuh Intan mengejang tanda telah mencapai orgasme. Lelaki itu melepaskan cengkeramannya. Tubuh Intan terkulai lemas di kasur. Sekarang terlihat jelas penis raksasa itu tegang hitam mengkilat berselaput cairan vagina pacarku.

Duh abang kuat banget sih, Intan udah empat kali keluar tapi peler abang masih ngaceng aja Intan meraih penis besar lelaki itu dengan ekspresi muka penuh kepuasan.
Yah maklum neng, bini abang lagi hamil tua, abang udah 5 bulan lebih kagak ngewe. Mangkenye sekalinya ketemu memek, si otong semangat juang empat lima dah ucap lelaki itu dengan seringai kepuasan karena mampu membuat cewek secantik dan seseksi Intan melayang ke langit kenikmatan.
Uh Intan ngiri deh sama bininya abang, bisa ngerasain ngentot sehebat ini tiap hari ucap Intan sembari mulai mengocok penis besar itu.

Hehehe.. Lelaki itu terkekeh, Bini abang mah kalo udah mulai cerewet, ntu brarti memeknya udah gatel minta ditancep neng. Hampir tiap malem dah die minta dientot mulu, kadang sampe pagi, mangkanye abang selalu ngojeknya siang.
Bangsat! Ternyata lelaki ini tukang ojek langganan Intan. Aku ingat Intan selalu bercerita kalau dia punya tukang ojek langganan yang selalu mengantarnya ketika aku sedang tidak bisa menjemputnya. Aku semakin terangsang memikirkan seorang tukang ojek berwajah kampungan berkulit coklat gelap yang sedang menyetubuhi pacarku Intan yang putih, cantik dan seksi.

Neng, ayo dong mulai lagi si otong udah ga sabar nih pengen ngebor Tukang ojek itu rupanya tidak sabar ingin menyetubuhi lagi pacarku yang cantik.
Uuhh si abang tapi Intan di bawah ya bang, kaki Intan lemes nih Ucap Intan dengan senyum nakal menggodanya itu.

Ah tenang aja neng, si eneng tinggal ngangkang, trus rasain dah enaknya dientot kanjut abang Tukang ojek itu berujar sambil bergerak ke atas tubuh molek Intan.
Mmmmmhhhh ayo bang masukin entot lagi memek Intan bang Intan melebarkan kedua kakinya, membuat vaginanya yang sudah merah dan basah tepat berada di depan penis besar sang tukang ojek.
Nih, neng rasain lagi titit abang yah Tukang ojek itu kembali menancapkan penis besarnya ke vagina Intan.

Aaaaaauuuhhhh… Intan merintih antara sakit dan nikmat. MMMmhhhhhh… Auh tancep memek Intan bang…aahhh…
Bless…bless… Clop clop clop terdengar jelas penis besar itu dengan lancarnya menembus vagina Intan yang sudah sangat basah. Mulut si tukang ojek dengan rakusnya menghisap-hisap payudara Intan. Intan semakin melenguh tidak karuan.
Oooh…ahhhh… isep toket Intan bang… Entot memek Intan…oooh…..ahhhh Intan semakin meracau dan merintih.

Selama 5 menit kemudian kulihat ranjang Intan ikut bergetar karena hunjaman pinggang si tukang ojek. Mata Intan tertutup dengan ekspresi menggigit bibir. Aku semakin terangsang hebat melihat pacarku sedang terbaring pasrah disetubuhi tukang ojek kampungan itu. Tak tahan lagi kubuka retsleting celana jinsku dan kukeluarkan penisku. Aku bermasturbasi sambil menyaksikan pacarku yang cantik disetubuhi seorang tukang ojek berpenis besar.

Tanpa kusadari, aku mulai menikmati pemandangan vagina pacarku yang sedang dibor penis berukuran besar tersebut. Tak membutuhkan waktu lama bagiku untuk mencapai ejakulasi. Akupun menumpahkan spermaku ke dinding luar kamar pacarku sendiri. Sungguh aneh, pacarku sedang disetubuhi orang lain sedangkan aku hanya bisa bermasturbasi sambil menonton mereka memadu birahi.

Oooh neng abang mau keluar nih neng Rupanya tukang ojek itu sudah hampir mencapai klimaksnya.
Oooh terus bang Intan juga mau keluar lagi bang…oohhhh…ahhhh….auhhhh Intan memeluk erat punggung tukang ojek itu seperti tidak rela melepasnya.
Ooouuuhhh….bentar neng abang cabut ya… Aaahhhh. Abang keluarin di luar biar eneng nggak hamil.

Jangan bang ouuuhhhh…aahhhh… jangan dicabut aaahhh. Terus entot Intan bang. keluarin di dalem aja sama-sama ya bang aaahhhh….oooh Intan memeluk erat punggung tukang ojek itu, tidak rela berhenti disetubuhinya. Oooooooooh Intan keluar lagi baaaaaang…ahhhh…….
Ooohhh…iya neng….auuhhhh.abang keluar nih neng. AAAAAAaahhhhhh…… Tubuh tukang ojek itu menegang dengan penis besarnya yang masih tertancap di vagina pacarku, menumpahkan spermanya langsung ke rahim Intan. Selama 10 detik kulihat si tukang ojek orgasme mengucurkan benihnya ke vagina pacar kesayanganku.

Pelan-pelan tukang ojek itu memutar badannya. PLOP! Suara penis besar yang tercabut itu jelas terdengar. Cairan putih kental mengalir pelan keluar dari vagina pacarku. Rupanya banyak sekali sperma yang dikeluarkannya sampai luber. Dua manusia itu terbaring lemas setelah mencapai puncak birahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.