VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Ngesek Dengan Guru di Sekolah

VIMAX ASLI Obat Kuat

Diana adalah seorang guru sejarah disalah satu sekolah SMA. Umurnya 33 tahun, cerai tanpa anak.Ibu guru Diana sangat cantik,Tingginya 167 dan beratnya sekitar 55 kg serta ukuran payudaranya 34A. Semua murid-muridnya, terutama yang laki-laki pengin banget melihat tubuh polosnya telanjang.

Ngesek Dengan Guru di Sekolah

Suatu hari Diana terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Ilham harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Ilham juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.

Bagi Diana, kedatangan Ilham ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang ini.”Sudah selesai Ilham?”, Diana masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Ilham selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.”Hampir bu””Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang..””Iya..””Bu Diana, Saya sudah selesai”, Ilham masuk ke ruang tengah sambil membawapekerjaannya.”Ibu dimana?””Ada di kamar.., Ilham sebentar ya”, Diana berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.

Begitu ia keluar, mata Ilham nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Diana membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.
”Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..”Muka Ilham merah karena malu, karena Diana tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.”Bagus bagus…, Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..?””Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..””oo…, begitu to?””Ilham kamu mau menolong saya?”, Diana merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.”Apa Ibu?”, tubuh Ilham bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Diana yang satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya.”Tolong Ibu ya…, dan janji jangan bocorkan pada siapa–siapa”.”Tapi tapi…, Saya”.”Kenapa?, oo…, kamu masih perawan ya?”.Muka Ilham langsung saja merah mendengar perkataan Diana”Iya””Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya.

Diana kemudian duduk di pangkuan Ilham. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Diana yang agresif karena haus akan kehangatan dan Ilham yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Diana yang mengeras. Lidah Diana menjelajahi mulut Ilham, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.

Setelah puas, Diana kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.”Lepaskan pakaiannmu Ilham”, Diana berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.”Ahh cepat Ilham”, Diana mendesah tidak sabar.

Ilham kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.”Ilham…, letakkan tanganmu di dada Ibu”,Dengan gemetar Ilham meletakkan tangannya di dada Diana yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Diana yang montok itu.”Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat Ilham melakukan apa yang gurunya katakan.”Ibu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”.Diana tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, “Boleh…, lakukan apa yang kamu suka”.

Tubuh Diana menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.”Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”, Tangan Diana mendekap erat kepala Ilham ke payudaranya.

Ilham semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Ilham makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.”mm…, nakal kamu”, Diana tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.”Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu”.Ilham menurut saja. Duduk diantara kaki Diana yang membuka lebar. Diana kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.

”Coba kamu rasakan”, ia membimbing telunjuk Ilham memasuki vaginanya.”Hangat Bu..”Bisa kamu rasakan ada semacam pentil…?””Iya..””Itu yang dinamakan kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu gosok-gosok”Pelan-pelan jari Ilham mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu.”Terus…, oohh…, ya…, gosok…, gosok”, Diana mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Ilham.”Kalo diginiin nikmat ya Bu?”, Ilham tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.”Oohh…, Ilhamo…, mm”, tubuh Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.

Tangan Ilham semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.”Ooaahh…, Anntoo”, Tangan Diana mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya.”Hmm…, kamu lihai Ilham…, Sekarang…, coba kamu berbaring”.Ilham menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya.”Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Diana segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.

Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Diana. Ia segera menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Ilham merintih keenakan.”Ahh…, enakk…,enakk”, Ilham tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Diana. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Diana.”oohh Ibu…, Ibbuu”Muncratlah cairan mani Ilham di dalam mulut Diana, yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.

”Hmm…, manis rasanya Ilham”, Diana masih tetap menjilati penis muridnya yang masih tegak.”Sebentar ya aku mau minum dulu”.
Ketika Diana sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang.”Ilham…, biar Ibu minum dulu”.
”Tidak…, nikmati saja ini”, Ilham yang masih tegang berat mendorong Diana ke kulkas.Gelas yang dipegang Diana jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Diana kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.”Ibu…, sekarang!””Ahhkk”, Diana berteriak, saat Ilham menyodokkan penisnya dengan keras ke liang vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.

”Ilhamo…, enakk…, ohh…, ohh”. Tubuh Diana bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Ilham satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya.”Ibu menikmati ini khan”, bisik Ilham di telinganya”Ahh…, hh”, Diana hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang.”Jawab…, Ibu”, dengan keras Ilham mengulangi sodokannya.

”Ahh…,iyaa””Ilham…, Ilham jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Diana telah merasakan cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.”Uuhgghh”, penis Ilham yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Diana.”Ahh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.