Cerita Seks Birahi Asmara Anjelia

Cerita Seks Birahi Asmara Anjelia

Perkenalkan namaku Robet, umurku 20 tahun, perawaknku tinggi 170cm berat badan 60kg. Berikut ialah ceritaku beberapa bulan lalu di kost2an kekasihku Anjelia. Aku sudah terbiasa keluar masuk di tempat kost itu baik itu bersama Anjelia atau sendirian. Kadang aku juga nginep kalau kemalaman. Kost ini memang nggak ada yang ngawasi, pemiliknya hanya datang sebulan sekali ambil duit.
Suatu hari aku datang ke kost Anjelia, sialnya pas saat itu Anjelia sudah keburu pergi ke Bromo bersama teman kuliahnya. Dalam hatiku aku mengumpati si Anjelia yang nggak lagi pamit kek atau ngasih tahu seperti biasanya. Mentang-mentang dia ada yang naksir lagi trus aku mulai nggak dianggap lagi.

Cerita Seks Birahi Asmara Anjelia

Cerita Seks Birahi Asmara Anjelia – Sore itu iseng-iseng aku nyalakan komputer di kamar Anjelia, ntar biar aku masukin virus makro-nya MS-Word lagi biar ilang semua ketikan dia. Tapi aku main DOOM dulu biar medongkolku agak berkurang. Belum lima belas menit aku main tiba-tiba pintu kamar yang nggak aku kunci terbuka. Tania dengan celana pantai dan kaos dagadunya sudah menerombol masuk ke kamar Anjelia. Waduh aku kena jadi sembur monster Doom deh.

“Hai mas,… sedang apa ?” si Tania teman sekost nya Anjelia datang, wah si Tania nih pasti minta tolong ngetik lagi.
“Minta tolong dong mas,…” pintanya sambil berganyut di daun pintu. aku pura-pura nggak mau
“Aduh,.. aku bener-bener capek sekarang Tan,… kalau kamu sendiri mau pake komputer ini pake aja” Tania memonyongkan bibirnya, aku tahu dia nggak lancar ngetik maklum nggak sering make komputer.
“Tolonglah mas,… aku nggak bisa ngetik lancar nih apalagi ini banyak rumusnya, bisa-bisa dua lembar selesai dua hari “. Memang sih kalo Mikrosof Word pake rumus mesti klak-klik terusan ngerjakannya.
“Kamu bawa ke rental saja deh, ntar disana ada kok yang mau ketikin”.
“Penuh,… besok sudah harus dikumpulin” jawabnya singkat.
“Duh mahasiswa, kebiasaan pake acara dadakan tuh,… Oke aku ketik tapi nanti kamu harus pijitin aku. Bagaimana ?” aku mengajukan penawaran.
“Nanti kalo ketahuan Anjelia ?” Tania memandang langit-langit dan aku memandangi pahanya.
“Enggak,… kan Anjelia lagi ke Bromo”

Singkatnya penawaranku diterima dan aku langsung ketik naskah punya Tania. Baru dua paragraf aku ketik, aku jadi teringat kalau aku juga pernah ketik naskah semacam ini untuk Anjelia. So jadi tinggal Copy dan Paste lalu Edit sedikit dan selesai.
“Di print sekalian nggak nih Tan ?” tanyaku pada Tania yang malah asik bolak-balik majalah punya Anjelia.

“Lho kok cepet sekali, nggak ada yang salah ketik apa ?” ia bangkit dan mendekat ke arah monitor memeriksa naskah itu. Tania agak membungkuk membaca hasil ketikanku di monitor. Eh ada kesempatan baik, leher kaosnya jadi turun dan aku bisa melirik tetek milik Tania. Luar biasa, sekilas saja aku bisa pastikan tetek milik Tania masih kencang.

“Eh nakal ya,…” aduh ketahuan deh. Tania segera bangkit dan menutup leher kaosnya. aku nyengir-nyengir saja. Tapi dia nggak serius tuh marahnya, Tania malah senyum-senyum malu sambil memaksakan diri melotot.
“Ntar aku bilangin Anjelia lho, mas suka ngintip” ancamnya lagi.
“Ah bukannya kamu yang suka ngintip kalo aku pas tidur sama Anjelia”, aku balikan kata sambil menyalakan printer. Memang Tania pernah ketahuan ngintip pas aku sedang minta jatah biologis sama Anjelia.
“Nih ” empat lembar naskah itu sudah tercetak dan aku serahkan sama Tania.
“Trims ya mas,…. Jadi nggak pijit nya ?”
“Oh ya jadi dong,…”

Cerita Seks Birahi Asmara Anjelia – Aku tiduran di ranjang dan Tania memijiti punggungku. Pintu aku tutup tapi nggak aku kunci. aku melepaskan baju yang aku pakai, aku bilang takut kusut. Pijatan Tania terasa enak sekali malah seperti sudah prof. Dari leher sampai pinggang diurut dengan seksama.

“Tan,… kamu cerita sama Gendut (pacarnya Tania) nggak ?” tanyaku membuka kebisuan.
“Cerita apa ?”
“Tentang yang kamu intip itu”
“Ah ya enggak dong “
“Bener ?”
“Iya,..!!!”
Sekitar 15 emnit aku dipijitin sama si Tania lalu dia mengeluh capek. aku menawarakan diri untuk gantian pijit.
“Ah enggak ah, geli,…”.
“Tapi enak lho Tan percaya deh” mulanya dia nolak tapi akhirnya mau juga. aku bangkit sambil aku geser dia untuk naik ke ranjang. aku pijit mulai dari lehernya lalu turun ke punggung dan pinggang. aku perhatikan paha bagian belakang Tania mulusnya bukan main, putih lagi.
“Tan kamu pernah nggak main sama Gendut ?” aku beranikan diri untuk masuk ke dalam topik yang rada ngeres.
“Main apaan ?”
“Main kayak aku sama Anjelia”
“Ehm,… mulai aneh-aneh ya,…”
“Cuma nanya kok “
“Kalo pernah kenapa dan kalo belum pernah juga kenapa ?”
“Yah nggak apa-apa, cuma pingin tahu aja, kamu tahu aku sama Anjelia, aku juga kepingin tahu kamu dengan Gendut”
“Nggak ah,… nggak aku jawab”
“Ah berarti pernah nih”
“Lho kok bisa ambil kesimpulan?”
“Iya biasanya kalo belum pernah pasti jawabnya tegas belum”
“Terus, kalo aku sudah pernah main sex begitu sama Gendut kenapa juga”
“Yah,… barangkali,….” aku sengaja nggak nerusin kata-kataku.
“Barangkali apa ?!”
“barangkali aku boleh coba”
“Ah nggak mau,….”
“Kenapa,…”
“aku takut, punya mas besar sekali”
“Justru yang besar itu yang enak tahu “

“Ah masak ?” Tania memutar badannya dari yang tadinya telungkup jadi telentang. aku nggak buang waktu lagi, aku segera menindihnya. Tania gelagepan ketika aku serang teteknya yang membuat aku penasaran dari tadi. aku ciumi lehernya sampai dia terengah-engah kehabisan nafas. Ketika aku dapatkan bibirnya tanganku mulai melepasi kaos dan celana pantai sekalian cd-nya. aku tangkap gundukan daging di selangkangannya dan dengan jari tengahku aku gosok lipatan dagingnya yang sudah becek dengan lendir. Tania jadi Ahhh uhhhh sambil menggelinjang ke kanan dan ke kiri.

Cerita Seks Birahi Asmara Anjelia

Tiba-tiba Tania jadi buas, ia mendorong tubuhku dan duduk diatas perutku membelakangi aku. Dengan terburu-buru ia melepaskan ikat pinggang celana yang aku pakai. aku ngeri takut kalau resleting celanaku makan korban. Dan sebentar saja Tania sukses menurunkan celana yang aku pakai sebatas lutut. Dan bongkahan daging yang sedari tadi sudah membengkak diselangkanganku menyembul keluar. Tania meremasnya kuat-kuat sebelum ia memundukkan pantatnya ke arah mukaku dan “slup” bongkahan dagingku itu sudah masuk dalam mulutnya. Nggak nyangka, Tania yang selama ini aku kira diem eh ternyata,…. Boleh juga permainannya.

Aku juga nggak tinggal diam, memiaw Tania yang hampir tanpa bulu itu sudah terpampang didepan mukaku dan aku hisap serta jilati sepuasnya. Lidahku aku julurkan mencoba menerobos ke dalam lobang memiaw Tania. Sejenak ia melepaskan kulumannya dan menengadah sambil merancu “Ehhh lagi mas ehhh terus terus yah yang itu ehhhh”.

Aku nggak tahan lagi didiemin barangku. Segera aku dorong pantat Tania sehingga ia telungkup lagi dan aku arahkan rudal scottku ke balik pahanya.

“Agak diangkat dikit dong Tan” pintaku supaya Tania agak nungging. Ia menuruti sambil membuka selangkangannya lebih lebar. Dan aku mulai membenamkan rudalku dalam memiawnya. Ia meringis dan katanya punyaku lebih besar dari pada milik si Gendut. Tapi ketika aku mulai membenamkan lebih dalam lagi Tania melotot dan mengaduh kesakitan. Mungkin karena ia baru pertama kali ini mendapatkan the real penis macam punya aku. aku diamkan sebentar sambil menenangkan Tania. Kalau gara-gara ini akhirnya di cancel wah rugi dong aku.

Cerita Seks Birahi Asmara Anjelia – Aku mulai pelan pelan menarik dan membenamkannya lagi sampai Tania terbiasa. Nggak seberapa lama kok, lima enam kali memiaw Tania sudah bisa adaptasi dengan punyaku. Meskipun begitu lobang memiaw Tania masih terasa menggenggam batang dagingku erat sekali. Jadi ingat rasanya seperti pertama aku memperawani si Anjelia dulu. Nggak sampai sepuluh menit Tania sudah kejang melepaskan orgasmenya yang pertama. Ah dasar pemula sih. aku berhenti sejenak disaat aku sudah sampai pada tujuh puluh lima persen hampir orgasme.

Aku bangkitkan lagi gairahnya dengan meremas kedua puting tetek Tania dari belakang. Berhasil, Tania mulai menggoyangkan lagi pantatnya dan aku nggak buang waktu lagi, aku segera mengayunkan ke depan dan kebelakang mengimbanginya. Tania orgasme sampai empat kali sebelum yang kelimanya aku dan Tania orgasme bareng-bareng. aku hamburkan semua spermaku dalam memiaw Tania yang berdenyut kuat dan aku tertidur.

Aku bangun sekitar pukul setengah sembilan dengan kemaluan masih menancap dalam memiaw Tania. aku bangunkan dia dan,… asiknya si Tania jadi minta lagi. Malam itu aku ganti ganti style mulai dari frontal, berdiri, doggy style juga dengan duduk diatas kursi. aku bermalam di tempat kost itu kali ini bukan di kamar Anjelia tapi di kamar Tania. aku jadi nggak kesepian lagi meski Anjelia ke Bromo sampai empat hari dan empat hari itu aku dan Tania menggunakan kesempatan sebaik-baiknya.

Tania pindah kost setelah dua minggu sejak itu. Tempat kost baru Tania sejenis dengan tempat kost sebelumnya bebas keluar masuk. aku dapat dua jatah satu dengan Anjelia satu lagi dengan Tania. Terus terang aku lebih suka main dengan Anjelia yang lebih prof daripada Tania. Beberapa hal yang aku suka pada tubuh Tania adalah memeknya yang nggak terlalu banyak bulu dan payudaranya yang begitu ranum, sedang yang aku suka pada Anjelia adalah teknik main sexnya yang luar biasa.

                                                                                                                                                               Cerita Seks Daun Muda, Cerita Sex Abg 17 Tahun, Cerita Seks Model, Cerita Seks Mahasiswi, Cerita Seks Terbaru, Cerita Seks Spg Bohay, Cerita Seks Abg Binal, Cerita Seks Terpanas, Cerita Sex Tante Jablay, Kumpulan Cerita Seks Bebas, Cerita Seks Tante Girang, Cerita Seks Abg Birahi, Cerita Seks perselingkuhan, Cerita Seks Birahi Perawat, Kumpulan Cerita Seks Seru, Cerita Seks Memek Ibu Kost, Cerita Seks Kenangan, Cerita Seks Kenikmatan, Cerita Seks Teman Sekantor, Cerita seks dewasa, Cerita Seks Darah Perawan, Cerita Seks Anak Kos, Cerita Seks Ayam Kampus, Cerita Seks Janda Hot, Cerita Seks Abg Sange Berat, Cerita Seks Abg Hot, Cerita Seks Pemerkosaan, Cerita Seks Janda Kembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.