Cerita Seks Memek Sempit Tante Jablay

Cerita Seks Memek Sempit Tante Jablay

Perkenalkan namaku Alfian, mahasiswa di salah satu universitas negri di Jogjakarta. Saat ini usiaku 21 tahun. Perawakanku lumayan bagus dengan tinggi 167cm dan dengan berat badan sekitar 55kg, lumayan lah layaknya cowok seusiaanku. Kisah seks ini terjadi waktu aku masih duduk di bangku smp sekitar usia 15 tahun. Saat itu karena Mamaku bekerja sebagai TKW di arab dan ayahku pergi merantau ke kalimantan maka aku dititipkan ke Tanteku yang tinggal di sleman. Aku pindah sekolah di sleman tempat tanteku tinggal. Aku diantar oleh Mamaku sebelum keberangkatannnya ke korea. Sebelum berangkat Mamaku memeluku dan menitipkan pesan pada Tanteku.

Cerita Seks Memek Sempit Tante Jablay

Mama : Tolong jaga anaku yah Kak, ajari dia biar jadi pinter.
Tante Hanim : yaiya lah Ran, Alfian akan ku anggep anaku sendiri kok…
Mama : makasih yo mba..
Tante Hanim : alah nda usah dipikirin lah itung nemenin Raka disini…
Mama : jaga diri yah nak
Aku : iyah mah…

Mama pun pergi bersama tetanggaku yang mengantarkan ke Jakarta akupun di tinggal Mama untuk waktu yang cukup lama.

Tante Hanim adalah kakak kandung Mamaku usianya saat itu adalah 37 tahun, dia janda seksi beranak 2. Anak pertamanya Kak Jaka sudah bekerja dan hijrah ke Jakarta. Anak keduanya Kak Resta sudah menikah dan ikut bersama suaminya di Surabaya.

Walau sudah berusia dan sudah janda, Tante boleh di bilang masih sangat aduhai dan tubuhnya sangat seksi dan montok. Dengan kira-kira tingginya 168cm dengan berat badan kira-kira 70kg, tetapi pada masa mudanya dia dikenal sebagai bunga desa di kampungnya. Oh ya pada saat itu tinggiku masih 145cm, yah namanya juga masih kecil.

Sebelum kedatanganku ke sleman, Tante sudah mengurus surat kepindahanku di salah satu sekolahan di sleman. Jadi keesokan harinya aq sudah mulai bersekolah di sekolah baru.

Cerita Seks Memek Sempit Tante Jablay – Keesokannya aq diantar Tante bersama raka pergi bersekolah. Tante mengantarku terlebih dahulu karena sekolahku lebih dekat dengan rumahnya. Baru setelah itu dia mengantar raka. Waktu pun cepat berlalu dan tanpa terasa aku sudah tinggal di rumah Tante selama 3 bulan. Selama tiga bulan itu Tante sudah sangat baik kepadaku, setiap hari memberikan sarapan, membelikan aku pakaian, dan segala benuk kebutuhannku Tante yang mengurus.

Pada saat itu aku adalah seorang anak yang masih sangat polos, jangan kan berpacaran, mengenal perempuan saja belum pernah sampai kejadian itu terjadi. Suatu saat anaknya terpilih untuk mengikuti jamboree pramuka di salatiga selama kurang lebih 6hari. Alhasil di rumah itu hanya aku dan Tanteku saja.

Suatu malam Tanteku menghampiriku dan bertanya :

Tante : alfian “tante memanggilku”
Aku : nggeh Tante …
Tante : kamu sudah makan?
Aku : sudah Tante..
Tante : gimana perasaannya tinggal sama Tante,
Aku : wah seneng Tante, Tante tuh baik banget.
Tante : yaudah kalo gtu. Oh ya Al, kamu besok sekolah?
Aku : iya Tante. Kenapa?
Tante : ndak papa, gimana kalau besok bolos ajah….
Aku : lha kenapa to Tante.
Tante : Tante mau ngajakin kamu ke suatu tempat.
Aku : kemana to Tante?
Tante : dah nurut aja, pokoknya kamu bakalan seneng dan ini akan menjadi pengalamnmu seumur hidupmu.

Waduh mau diajak kemana yah aku ini. Aku sama sekali tidak menduga Tante mau mengajakku kemana, hingga membuatku tidak bisa tidur. Jujur pada saat itu aku belum membayangkan Tanteku yang macam2 karena memang saat itu aku memang polos.
Akupun tertidur sambil memikirkan besok hendak di ajak kemana oleh Tante. Aku pun tertidur hingga ada suara yang memanggilku.

“Alfian sini…” oh ternyata Tante yang memanggil, “ ada apa Tante?” jawabku. “Bobo sama Tante yuh Tante sendirian nih takut “pinta Tante. Akupun menghampiri Tante yang berdiri d depan kamarku. “ mangkenapa toh Tante? “
“ yah gak apapa, mang nda boleh Tante kamu bobo bareng sama kamu?
“Eeee… iya deh Tante” jawabku
“ gtu donk, hayuu”

Cerita Seks Memek Sempit Tante Jablay – Saat itu aku melihat jam, dan menunjukan angka 1 ternyata aku sudah tertidur selama 3 jam, dan alhasil aku sudah tidak mengantuk. Aku lalu menuju kamar Tante bersamanya.

“ayo sini ann bobo disini” kan klo disini enak bias bbo bareng Tante” sapa Tante dengan nada genit..
“ ohh iya Tante, kamar Tante luas sih jadi anget” jawabku polos
“kamu ini loh polos betul jawabnya’’
‘’ ehh Alfian dah punya pacar d sekolah”
“Belom Tante gak berani” jawabku. “Loh kenapa” Tanya Tante balik.
“gak boleh sama Mama, Tante katanya aku gak boleh pacaran dulu sebelom sma.” Jawabku.
“ ohh, kasihan yah kamu, berarti kamu belom pernah menyentuh tubuh perempuan?”
“ maksud Tante” jawabku kaget?
“giniloh maksud Tante” sambil memegang tanganku dan menaruhnya di payudaranya yang berukuran lumayan besar. Mungkin kira-kira 36B.

Aq langsung kaget dan gemetaran, baru kali ini aku memegang dada perempuan dan lebih parahnya dada budeku sendrir.

“ ndak usah malu Al, ini kan Tantemu sendiri, Tante gak bakalan bilang ke Mama kok”
“tapi Tante” sanggahku”
“Alfian mau nolongin Tante gak?” bisiknya ditelingaku.
“ nolongin apa Tante?” jawbku gemetaran
“dah pokoknya kamu nurut aja sama Tante”
“ eh eh eh iya Tante “ jawabku terbata bata.

Saat aku menjawab iya sekejab Tante langsung menciumku.. much. Aq langsung kaget dan tidak bias berbuat apa apa. Aku terdiam dan tak membalas apapa.

“oala kamu ini benar polos ternyata yah an. Sampe ciuman aja gak tahu.Ya dah Tante ajarin yah biar kamu pinter “
“coba kamu julurin lidah kamu”
Aku pun menjulurkan lidah ku sesuai pinta Tante.
“ an gini nih caranya ciuman “ langsung Tanteku menyedot lidahku, Tante menyedot lidahkua cukup lama, sedotannya sangat kencang sampai aku kehabisan nafas. Tak lama aku mulai terbiasa dan membalas menyedot lidahnya
“wah sudah mulai pintar yah kamu”

Cerita Seks Memek Sempit Tante Jablay

Cerita Seks Memek Sempit Tante Jablay – Tante langsung membuka bajuku dan sekejam menjilati putingku, ya ampun aku sungguh merasakan geli segeli gelinya, aku tak bias berontak, semakin aku berontak Tante malam memeluku, Tante pun mengelus2 celanaku dan memegangi burung kecilku.

“ahhh Tante geli”
“ndak papa nanti kamu juga suka’’ budepun melepas celana dan celana dalamku
“oala burung mu iki loh leh? Kecil banget, koyo cacing uget2” hihihi ledek Tante sambil terwa..
“yo namanya juga masih kecil Tante”

Saat itu penisku mungkin hanya sebesar jari telunjukku saja. Tantekua terheran2 lalu tak lama dia memegang penisku dan memainkannya.

Sungguh ini adalah kali pertama ada orang memegang penisku, aku saja tidak pernah memeganggnya kecuali saat pipis, bakan saat itu aku belum mengenal onani.

“sini biar burungnya Tante jadiin gede ya” Ehhh iya Tante “
Tantepun mengocokkan penisku. Kocokannya sangat kecang mungkin Karena hasrat yang lama tak terbalas karena di tinggal suaminya 4 tahun lalu.
Tak lama aku merasakan ada yang hendak keluar dari penisku aku pikir aku mau pipis ternyata bukan”
“budhhe aku mau pipis nih “
“wah cepat sekali yah”

Tantepun langsung mengulum penis kecilku, tidak hanya itu dia bahkan menyedotnya, aku pun mengeluarkan pejuhku di dalam mulutnya. Karena kali pertama pejuhku keluar, maka yang keluar cuku banyak dan kental

“Tante kok yang keluar kental yah?” tanyaku bingung
“ oala kamu baru pertama kali yah, o pantes akeh banget, Tante sampe belepotan gini.”
Tantepun membersihkan sisa pejuh yang masih tersisa di ujung penisku, sungguh aku lemas sekali dan tak bias bergerak, Tanteku masih saja mengulum dan mengocok penisku walau dia tahu penisku sudah tidak tegang lagi.

Lalu Tante menyuruhku istirahat dan memberikanku segelas teh hangat.
“gimana rasanya enak nda” Tanya Tante dengan genit
“ enak sih Tante, tapi apa Tante ndak jijik minum pipinya Alfian?” jawabku bengong
“Alfian, itu tuh namanya bukan pipis, itu tuh namanya pejuh”
Pejuh ntu opo Tante” tanyaku lagi..
“ yowislah nanti kamu juga bakal tahu “
“ sekarang kamu yang gentian yah yang jilatin pepeknya Tante”
“opo meneh tu Tante” tanyaku lagi.

Tantpa menjawa dia langsung membuka daster batiknya yang sedari tadi masih dia kenakan. Dan terpampanglah tubuh sintal dan dada yang menjulang. Tante pun membuka bhanya dan menaruhnya di pinggiran kasur.

“kamu nenenin susunya Tante yah”

Tanpa menjawab Tante langsung mengarahkan kepalaku ke susunya yang super besar tanpa diajari aku langsung mengulum pentil Tante yang agak kecoklatan. Aku menyedotnya. Lalu terdengarlah rintihan dari Tante yang sekakan menikmati aksi dari keponakannya ini.. “ terus ann, hisap susu Tante ann, dah lama Tante gak di nenenin”

“slruuppp slruup,kurang lebih sekitar 20 menit aku menyedot susu Tanteku, sungguh nikmat susu Tanteku ini dia pun mengerang kenikmatan.
“achhh achhhh , kamu pintar aann… achhhhh”
Slruuppp aku terus saja menyedotnya bergantian antara kanan dan kiri.

Tak lama Tanteku menciumku kembali, dan kami berciuman cukup lama.. sluurppp bunyi ceplak ceplok pun terdengar.

“ahhh Tante dah gak tahan lagi nih an” kmu jilatin pepek Tante yah”

Cerita Seks Memek Sempit Tante Jablay – Tante pun membuka celana dalamnya. Dan tak disangaka aku melihat kelamin perempuan untuk pertama kalinya pada malam itu. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Memek Tanteku sungguhlah indah bulunya sangat lebat bahkan dinding memeknyapun tidak terluahat. Jembutnya tumbuh mulai dari bahaw pusar hingga ke lubang anuspun ditumbuhi oleh bulu hitam halus. Beda dengan ku yang saat itu belum di tumbuhi bulu sehelaipun.

“Al ini yang namanya pepek, kamu baru pertama kali ngelihatnya juga kan?”
“iya Tante” jawabku sambil terpana melihat memek Tanteku itu
“ nih kamu jilatin yah seperti yang Tante lakuin ke burung kamu”

Aku ragu2 untuk melakukannya, tetapi akhirnya memberanikan diri mendekatkan kepalaku kedepan liang kewanitaan budeku ini. Setelah cukup dekat, aku sungguh kaget, ternyata memek wanita itu baunya cukup has dan sangat menyeruak hidung, awalnya aku jijik karena baunya, tetapi aku mencoba untuk menjilatnya, ledahku pun aku masukan kedalam belahan daging yang di tumbuhi oleh hutan rimba. Aku langsung terbatuk dan hendak muntah.

“jijik yah ann, gak papa emang baunya seperti itu” tapi enak kok cobain aja”
“iya Tante” lalu aku menjilatinya, perlahan aku mulai memberanikan diri untuk memeganya, lalu aku menyibak belahan memeknya menggunakan tanganku. Lalu tersibaklah belahan memek Tanteku, tak seseram penampilan luarnya, ternyata bagian dalam memek Tantekua berwarna merah muda tetapi agak kehitaman di pinggirnya

Aq pun menjilati bagian dalam memek Tanteku cukup lama hingga ia mengerang dan menggencetnya dengan pahanya yang montok

“terus Alfian, kamu pintar saying, rintihan kecil itu membuatku semakin cepat menjilatinnya, ternyata tak sesuai duagaanku, ternyta lama kelamaan memek Tanteku ini rasanya sungguh nikmat dan membuatki ketagihan, Tante tidak tinggal diam, dia pun mengulum penis kecil ku yang sudah mengeras.

“ahhh Tante enak budeh, Alfian suka”
“bagus sekarang kamu mulai pintar” jawab Tante
“an bude mau keluar nih”
“achhh annn achhh
Enak banget ann”
Crooooooorttt….ccrrrrooootttt….ccrrroooottthhhhh…………

Tanteku mengeluarkan cairannya di dalam mulutku, terasa sekali cariran kental agak asin menyeruak didalam tenggorokanku.

“ahh enak banget ann, kamu cepet belajar yah”
“kan diajarin sama Tante” hehehe

Sejenak kami tertawa bersama. Tak terasa kami sudah melakukan ini sekitar 3 jam, lalu tanpa di sadari kami berduapun tertidur pulas dengan keadaan telanjang.

                                                                                                                                                              Cerita Sex Tante Jablay, Cerita Seks Kenikmatan, Cerita Sex Abg 17 Tahun, Cerita Seks Daun Muda, Cerita Seks Model, Cerita Seks Mahasiswi, Cerita Seks Terbaru, Cerita Seks Spg Bohay, Cerita Seks Abg Binal, Cerita Seks Terpanas, Kumpulan Cerita Seks Bebas, Cerita Seks Tante Girang, Cerita Seks Abg Birahi, Cerita Seks perselingkuhan, Cerita Seks Birahi Perawat, Kumpulan Cerita Seks Seru, Cerita Seks Memek Ibu Kost, Cerita Seks Kenangan, Cerita Seks Teman Sekantor, Cerita seks dewasa, Cerita Seks Darah Perawan, Cerita Seks Anak Kos, Cerita Seks Ayam Kampus, Cerita Seks Janda Hot, Cerita Seks Abg Sange Berat, Cerita Seks Abg Hot, Cerita Seks Pemerkosaan, Cerita Seks Janda Kembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.