Cerita Seks Tante Girang

 Cerita Seks Tante Girang

Ini adalah bener2 pengalamanku dengan seorang wanita baya, sebut saja namanya Tata usia 31 tahun dan Wenny 30 tahun. Aku menglamai semua ini berawal saat aq sering mencari sosok tante-tante di internet. Yang pada akhirnya aku menemukan sosok Tata memlalui chating.

Aku bisa menilai, Tata adalah sosok yang hot dalam bercinta. Dengan ciri-ciri tinggi sekitar 167cm, berat badan sekitar 60kg, berambut panjang pirang, berdada sintal, berpinggul sexy dan kelihatan sekali dia adalah seorang wanita yang suka sekali senam sehingga badannya terasa padat berisi. Itu semua aku ketahui setelah dia kirim aku foto dan aku tahu kalau dia penganut sex bebas juga dengan para karyawan-karyawan yang ada di surabaya, itupun aku ketahui setelah Tata banyak cerita tentang kehiduapn sexnya.

Cerita Seks Tante Girang

Langsung saja begini ceritanya , kita janjian untuk ketemuan, dengan catatan dia harus bawa teman karena menurut dia, tidak pernah ada acara copy darat sendirian. Dan gilanya lagi dia sudah booking hotel, saat acara ketemuan nanti. Itu karena supaya dia tidak ketahuan suaminya, dia pilih Hotel. Karena menurut Tata, Hotel adalah tempat yang paling aman.

Sesuai dengan hari yang sudah dibicarakan bersama, akhirnya aku bergegas meluncur menuju hotel yang dia booking. Setelah di depan hotel, aku berusaha menelpon dia untuk menanyakan di kamar nomor berapa.

“Hallo Robin, kamu ada dimana” tanya Tata.
“Aku sudah di depan lobby, Mbak Tata di kamar no. Berapa?”aku berusaha mencari tahu.
“Naik aja lift ke lantai 3, terus cari nomor 326,” suara Tata dengan jelas.
“Ok Mbak, aku segera naik,” jawabku.
“Ok aku tunggu,” suara Tata dengan ceria.
Setelah aku tutup celluler ku, bergegas aku menuju kamar yang disebut oleh Tata.
“Tok-tok-tok” aku mengetuk pintu yag betuliskan nomor 236.
Setelah pintu terbuka, aku sedikit terpana dengan tubuh Tata yang tinggi semampai.
” Robin ngapain bengong, masuk dong,” sambil menggapai lenganku.

Sesampai di dalam kamar, ternyata benar Tata bersama dengan temannya, sesuai dengan janji dia.
“Robin” aku ulurkan tanganku. “Robin, ini temenku Wenny” Tata mengenalkan temannya dan sambari begitu, si Wenny bangkit dari duduknya langsung menyalami aku.
Keadaan berikutnya memang sedikit kaku karena aku juga kikuk, mengingat dalam kamar itu ada kami bertiga. Seandainya cuman berdua dengan Tata aku lebih berani.

“Robin, kamu nggak seperti di foto deh, sepertinya kamu lebih berisi” Tata membuka omongannya.
“Jangan-jangan yang difoto bukan kamu” tuduh Tata.
“Tidak kok Mbak, itu memang foto Robin,” aku coba membela diri.
“Rob, kata Tata kamu jago banget ya.. Ngesexnya?” tanya Wenny.
  Pertanyaan itu bagaikan menghantam dadaku. Deg! jantungku terasa berhenti sekian detik.
“Mmm anu biasa kok Mbak,” jawabku gugup.
“Nggak apa-apa kok Rob, santai aja Wenny sama kok seperti Tata” hibur Tata.

Pembicaraan semakin menjurus ke arah yang berbau sex, kedua wanita sebaya ini aku tafsir merupakan wanita-wanita yang doyan banget ngesex. Aku sempat memutar otak dengan keadaan ini dan bertanya dalam hati, suami mereka itu gimana kok ‘menelantarkan’ istri-istri sexy begini. Apalagi Wenny, sepertinya membiarkan mataku melihat bongkahan paha mulus di balik rok mininya. Sesekali dia merubah posisi duduknya tanpa harus riskan dengan aku yang duduk di depannya. Disaat aku melamun tentang khayalan aku, tiba-tiba Tata sudah berada di pangkuan aku, jantungku berdetak semakin kencang.

“Rob, buktikan omongan kamu di chatting selama ini,” pinta Tata sambil menempelkan dadanya ke muka wajahku. Aroma parfumnya yang begitu membangkitkan gairahku mengusik adik kecilku yang menghentak-hentak dinding CD-ku.

“Mbak” belum sempat aku selesaikan jawaban itu, bibir Tata yang tipis segera melumat bibirku. Aku sedikit gugup menerima serangang yang mendadak ini. Tetapi aku berusaha mengontrol keadaan aku. Disaat bibir Tata sedang asyik menikmati bbibirku, tanganku yang nakal mulai mengelus punggung wanita paruh baya tersebut.

Dengan kemahiran gigiku, aku melepas kancing blus belahan rendah yang ada pada dada Tata. Sampai akhirnya 4 kancing atas blus Tata terbuka, dan mulailah aku bisa mengusasi keadaan. Dengan belaian yang halus dan penuh perasaan, jari-jemariku mulai membuka pengait kancing BH Tata.
Dengan sedikit sentuhan, ‘tess’ BH Tata yang berwarna hitam terbuka. Dan muncullah 2 bukit yang masih kencang didepan mukaku lengkap dengan sepasang puntingnya yang memerah.

Aku bisa membaca apa yang sedang terjadi pada diri Tata, dengan jilatan maut lidahku membuatnya merintih, “Ughh, geli sayang” Jilatan lidahku yang mendarat di puting Tata, membuat wanita itu menggeliat tidak beraturan. Karena Tata masih menggunakan baju kantor (baca: rok mini). Tanganku semakin berani untuk mengelus pahanya yang putih mulus.

Sesekali tubuhnya yang sintal bergoyang dipangkuan aku dan sekitar 25 menit aku di posisi itu, semua inderaku bekerja sesuai fungsi masing-masing. Disaat aku sedang melakukan foreplay, Wenny masih duduk di tempatnya semula. Akan tetapi sekarang kedua kakinya yang jenjang dibuka lebar sedangkan tangannya meremas buah dadanya sendiri.

“Mm.. ” sesekali Wenny merintih, mendesah melihat adegan Tata dengan aku.
Setelah 25 menit, aku mencoba menyandarkan tubuh Tata ke dinding kamar. Posisi ini sangat menguntungkan aku untuk mulai menikmati setiap cm tubuh Tata. Aku lumat bibir Tata, kemudian turun ke lehernya dan berlanjut ke buah dadanya yang sintal. Aku menjongkokkan tubuhku untuk menjilati puser Tata.

Cerita Seks Tante Girang – “Akhh.. Rooob, beri aku janjimu sayang.. Ughh,” lidahku mulai nakal menjelajahi perut Tata. Sampai akhirnya aku mencium aroma bunga di lubang surga Tata. Tanpa melepas CD yang dipakai, aku segera memainkan lidahku diatas kemaluannya. Dan bersamaan dengan itu kepala Tata menggeleng kekanan-kekiri, seperti iklan sampho clear yang lagi berketombe di diskotik. Dengan sentuhan perlahan, aku melepas Tata, karena posisinya berdiri sangat mudah sekali melepas CD warna putih berenda yang dikenakan.

Tanganku berusaha membuka kedua kaki Tata yang masih menggunakan sepatu hak tingginya. Sehingga memudahkan lidahku untuk mengocok lubang kewanitaanya.
“Srupp.. Srupp, crek.. Crek” lidahku mulai menghujam vagina Tata.
“Roooob, kamu memang asyik.. Geli sekali.. Ooohh”

Tata merintih panjang saat lidahku mulai, mengulum,menjilat dan menghisap clitorisnya yang sudah mulai membesar dan berwarna merah. Aku mulai merasakan sesuatu akan meletup dalam diri Tata. Dengan segala pengetahuan aku dalam ilmu bercinta, aku angkat satu kaki Tata keatas pangkuan pundakku sehingga lidahku bisa leluasa menikmati cairan yang mulai meleleh di lubang surgawinya.
Dengan posisi berdiri kaki satu, aku semakin mempercepat jilatan lidahku, sampai akhirnya Tata tidak kuasa membendung orgasmenya.

“Rob, aku keluar.. Aakkhh” bersamaan dengan itu pula cairan kental muncrat ke wajahku.
Dan diisaat aku masih bingung untuk membasuh wajahku tiba-tiba dari belakang Wenny mengangkatku sambil berkata “Rob, sekarang giliranku”.

Rupanya Wenny dari awal sudah memainkan jarinya diatas clitorisnya sambil menonton adegan antara aku dengan Tata. Terbukti Wenny tidak lagi menggunakan CD yang tadi dikenakannya. Wenny membungkukkan badannya ke bibir meja, sehingga belahan merah pada selangkangannya terlihat jelas dari belakang. Bagaikan segerombolan tawon yang melihat madu, lidahkan langsung menari-nari di lubang kemaluan Wenny.

“Rob, enak.. Sekali sayang.. Akhh” Wenny merintih.

Dengan posisi aku duduk di lantai menghadap selangkangan Wenny, yang membuka lebar pahanya. Memudahkan aku beroperasi secara maksimal untuk menekan lidahku lebih dalam, sedangkan tanganku meremas pantat Wenny yang sexy.

Disaat aku sedang asyik menikmati lubang vagina Wenny, tiba-tiba Tata sudah memereteli celanaku. Sehingga adikku yang berukuran 17 cm kurang dikit dan mempunyai bentuk yang sedikit bengkok ke kiri, menyembul keluar setelah sekian menit dipenjara oleh CD ketatku merk crocodille.

“Waow Robin, gila banget besar sekali sayang.. Mmm” selanjutnya tidak ada suara lagi karena penisku sudah dilahap oleh mulut Tata yang rakus. Aku merasakan betapa pandainya lidah Tata menari di batang kemaluanku. Sesekali aku melepas kulumanku di vagina Wenny, karena merasakan kenikmatan permainan oral dari mulut Tata. Wenny sudah mulai bocor pertahanannya dan berkata sambil mendesah.

“Robin.. Aku.. Aku.. Mau.. Kelu.. Arr.. Aahh,” tangan Wenny yang tadinya beroperasi dibuah dadanya sekarang menekan kepalaku dalam-dalam pada selangkangannya, seolah memohon jangan dilepas isapan fantastis itu. Untuk yang kedua kalinya wajahku belepotan oleh cairan wanita sebaya yang keluar dari lubang surgawi mereka. Disaat aku sedang membasuh wajahku yang penuh cairan, tiba-tiba Tata menarik lenganku, hingga badanku berdiri.

“Rob, aku ingin style berdiri,” ajak Tata sambil menarik tanganku untuk mengikuti dia berdiri.
Sambil bersandar di dinding, aku langsung mengarahkan adik kecilku dari bawah. Sehingga posisi berdiri tersebut sempurna sekali, dan itupun ditambah posisi Tata yang masih belum melepas sepatu hak tingginya. Karena dengan demikian posisi Tata lebih tinggi dari posisi aku berdiri.
“Bless” suara adik kecilku menembus belahan kecil diselangkangan Tata
“Rob, enakk bangett.. Punyamu ” erangan Tata.

Gerakan maju mundurku semakin mentok di pangkal vagina Tata, hal itu disebabkan karena pantat Tata ditahan oleh dinding.
“Crekk.. Crekk.. Sslleepp” suara penisku menghujam keluar masuk dalam lubang vagina Tata. Buatku, Tata termasuk orang yang bisa megimbangi permainan sex. Buktinya dengan posisi sulit seperti itu, dia juga sedikit mendoyongkan tubuhnya ke dinding sehingga batang penisku benar-benar masuk semua. Keadaan ini terjadi sekitar 1 jam, dan akhirnya Tata berteriak
“Roby.. Ampun.. Aku.. Mau.. Kelu.. Ar lagi.. Gila” rintih Tata.

Tubuh Tata mendekapku erat-erat seolah tidak mau lepas dari batang penisku yang masih menancap lubang surgawinya. Dan sedetik kemudian tubuh Tata merosot ke bawah dengan lunglai.
Aku berjalan menghampiri Wenny yang sedang menyandarkan tangannya untuk melihat keluar jendela. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, sambil memeluk dia dari belakang, penisku yang masih kencang menerobos liang vagina Wenny sehingga membuat dia terpekik.

“Aaowww.. Rob kamu nakal deh, aku masih capek.. Uuughh” aku tidak mempedulikan erangannya.
Seraya meremas buah dadanya yang kencang dari belakang, pinggulku mulai bergerak maju mundur. Posisi seperti ini benar-benar membuat aku melayang, lubang Wenny yang sedikit sempit dan seret dibanding punya Tata. Dan hal itu membuat aku lebih bernafsu untuk menyetubuhinya. Itu wajar karena Wenny belum punya anak walaupun sudah menikah beberapa tahun.

Selang beberapa menit, “Roby.. Aku nggak tahann.. Gila banget punya kamu terasa masuk sampai ulu hatiku.. Aaugghh,” rintih Wenny panjang, sambil tetap menggoyang pinggulnya. Dengan posisi setengah nungging dengan berdiri, memudahkan aku untuk memasukan penisku secara maksimal.
“Ughh.. Mbak.. Asyik banget punya Mbak” desah kenikmatanku untuk memuji kedua wanita itu sering keluar dalam mulutku.

“Rob.. Ampunn.. Aku.. Akkhh” Wenny merintih panjang.

Wenny merapatkan pahanya sehingga penisku terasa tersedot ke dalam semua. Gila, terasa copot penisku dibuatnya. Karena hebatnya permainan itu hingga tak terasa dinginnya AC yang ada dalam kamar itu. Aku coba mengambil segelas air es di kulkas, Tata yang tadi terkulai menarik tanganku.
Peminat tante tante girang di internet makin hari makin marak, mengingat kenikmatana dan sensasi yang didapat dengan tante girang di internet lebih bersensasi ketimbang daun muda, salah satunya pelaku diatas yang sangat menikmati tubuh tante girang, dimana dia mendapatkan tante girang di internet.

Demikian cerita Ngesek ku dengan tante girang di internet kali ini. Ada juga ceritaku Ngeseks Dengan Tante Sindy yang pastinya gak kalah seru dengan yang ini.
                                                                                                                   

cerita dewasa, kumpulan cerita sex seru, cerita sex dewasa, cerita sex tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis, cerita sex artis, cerita porno artis, cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita Abg 17 tahun,cerita bokep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.