VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Seks Teman Sekantor Di Mobil

VIMAX ASLI Obat Kuat

Cerita Seks Teman Sekantor Di Mobil

Hendra adalah laki-laki umur 29 tahun, berpenghidupan lumayan dengan pekerjaan sebagai seorang pialang di suatu perusahaan sekuritas sedang. Tidak ada yang aneh dengan kehidupannya. Semua berjalan lancar. Bila ada tekanan-tekanan dalam pekerjaan bahkan membuatnya merasa bergairah untuk menjalaninya. Ini hidup katanya dalam hati. Kehidupan seks-nya juga demikian, hampir tidak ada masalah.

Hari ini ia sangat puas. Pasar sangat bersahabat dengannya. Sejumlah keuntungan berhasil dibuatnya dalam one day trade. Sebagian masuk ke dalam rekening pribadi. “Aku memang patut mendapatkan,” pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya terangsang secara seksual. Dipandangnya sekitarnya. Ada beberapa wanita rekan kerja yang masih berkutat. Ia segera memalingkan wajahnya. Perlu beberapa tahapan untuk mengajak salah seorang dari mereka ke tempat tidur, dan itu menyita waktu dan emosinya. Lebih baik aku pulang batinnya. Ada sesuatu yang mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.

Cerita Seks Teman Sekantor Di Mobil

Dikemudikan mobilnya keluar dari basement perlahan. Beberapa anak SMU tampak bergerombol di halte dekat gedung kantornya. “Ahh..” kernyitnya. Ia terjebak di kemacetan rutin sore hari. Dirinya sudah mengingatkan agar menunda. “Instingku semakin bagus saja,” senyumnya kecut. Dilihatnya ke luar jendela mobil. Antrean mobil sepanjang kira-kira 200-an mobil tidak bergerak sama sekali. Dilihatnya ke belakang dengan putus asa. Keadaan di belakang sama buruknya dengan pemandangan di depannya.

Hendra menarik nafas dalam-dalam. Digerakkan cermin di atas ke wajahnya. “Tenang Rud, ini bukan alasan yang bagus untuk merusak sehari tenangmu,” katanya sambil membenarkan letak rambutnya. Tiba-tiba seseorang berseragam LLAJR mengetuk kaca mobilnya. Dengan segan ditekannya switch jendelanya. Petugas itu memberitahu kalau terjadi kecelakaan beruntun di depan dan mungkin lalu lintas baru dapat lancar paling cepat 25 menit.

Cerita Seks Teman Sekantor Di Mobil – Dihempaskan tubuhnya ke kursi mobil. “Bagus!” ia menutup wajahnya. Itulah alasan yang paling tepat untuk merusak moodnya. Dibukanya TV mobil. Dipilihnya satu film porno kesayangannya di remote. Ditatapnya adegan-adegan itu dengan hambar. “Huh! Di tengah kemacetan nonton film porno malah menambah masalah,” sungutnya sambil mematikan. Hendra menyerah. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.

Tampak di luar gadis-gadis berseragam SMA masih bergerombol menunggu bis kota. Beberapa di antaranya duduk di trotoar. Diperhatikannya satu persatu. “Dasar gadis remaja, mereka tidak mempedulikan cara duduknya,” katanya dalam hati. Tiba-tiba darahnya berdesir. Tungkai-tungkai indah itu milik gadis yang sangat muda. Diperhatikannya lagi lebih seksama. Ada yang bertumpu dengan tangannya di belakang sehingga dadanya membusung ke depan.

Wajahnya begitu bersih dan muda. Rambutnya sebahu dengan leher yang jenjang. Hendra mulai termakan fantasinya sendiri. Ia memang tidak pernah bercinta dengan gadis belia. Itukah yang diinginkannya saat ini? “Tidak,” sahutnya sendiri, “Itu terlalu gila.” sambil menatap ke depan ia tak dapat menahan diri untuk melihat kembali ke arah kirinya. Diperhatikan dengan seksama lekukan pantat yang padat itu dengan lutut indah dan kulit yang bersih. Segala gerakan gadis itu ditangkap matanya dan dialirkan ke otaknya dalam format gerakan erotis.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka tersingkap roknya. Hendra bersorak dalam hati. Diperhatikannya dengan seksama paha bagian dalamnya.. begitu kencang, dan perlahan ia mulai ereksi. Kaca film mobilnya membuatnya sangat aman dalam bereksplorasi. Ia mulai menurunkan reitsleting celananya. Dibelainya lembut batang kejantanannya tanpa melepaskan pandangan dari gadis itu.

Jantungnya berdetak kencang. Imajinasinya meluapkan perasaan baru yang sangat dahsyat, bercinta dengan belia. Butir keringat mengalir ke lehernya. Ditariknya beberapa lembar tissue apabila ia orgasme nanti. Tiba-tiba para gadis itu berdiri dan berjalan menjauhi halte karena beberapa orang berkulit gelap berbadan besar memasuki halte itu. Hendra meraung keras sekali.

“Aaaarrgh!” Ditatapnya para lelaki itu. Mereka menyerupai segerombolan kera besar daripada manusia. Dilemparnya box tissue ke belakang. Ia percaya bahwa saat itu kecepatan batang kejantanannya menyusut lebih cepat dari cahaya. Dengan mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali.

Langit semakin gelap. Rupanya awan berkumpul membentuk sebuah awan gelap besar. Kilat dan guntur bersahutan, diakhiri oleh curahan air yang berirama semakin cepat dan lebat. Di dalam mobil Hendra tampak melambai-lambaikan tissue putih di atas kepalanya, tanda menyerah kepada nasib buruknya. Para gerombolan kera itu bergerak melewati depan mobilnya menyeberang ke seberang jalan. Salah seorang dari mereka memukul kap mobilnya. Hendra membalas dengan mengacungkan jari tengahnya. Ia merasa aman. Toh mereka takkan melihatnya.

Dinyalakannya mesin mobilnya karena kaca mulai mengembun. Dinyalakan stereo mobilnya sambil memandang ke kiri. Hendra hampir memekik girang. Salah seorang dari gadis SMU itu ada di sana dalam keadaan basah kuyup. Hendra memutar kepalanya untuk mencari yang lain. Ah, tampaknya ia sendirian, sesal Hendra. Tapi tunggu.. dalam keadaan basah semua lekuk tubuh gadis itu menjadi tercetak jelas. Rambutnya yang basah, pakaian putihnya melilit erat tubuhnya yang sintal, payudaranya menggelembung indah dengan pantat yang bundar, Hendra kembali ereksi.

Bibirnya bergetar menahan nafsu birahinya yang melintas menabraknya berulang-ulang. Matanya terasa panas. Dibukanya pintu mobilnya kemudian ia berlari mendekati gadis itu. Sengaja ia berdiri di belakangnya supaya leluasa menatap tubuh gadis itu. Betapa belianya gadis ini, tubuh yang belum pernah tersentuh oleh lelaki. Payudaranya sangat penuh menyesaki branya sekitar 34. Pinggul yang ramping dengan pantat bundar yang berisi ditopang oleh lutut dan tungkai yang indah dan bersih.
Gadis itu memutar tubuhnya dan berhadapan dengannya yang sedang menjadi Juri festival foto bugil. Hendra tergagap dan secara refleks menyapanya.

Gadis itu tersenyum sambil memeluk tasnya menutupi seragamnya yang transparan. Dengan berdalih bosan di mobilnya, Hendra mendapatkan banyak alasan dan obrolan ringan di halte itu. Gadis itu bernama Rista, kelas satu SMA swasta berusia sekitar 18 tahun. Hendra tak menghiraukan secara detail percakapannya karena suara Rista terdengar sangat merangsangnya.

“Kita ngobrol di mobil yuk, capek berdiri nih,” kata Hendra.
Rista menatap ragu. Hendra menangkap maksud pandangan itu.
“Ok, begini.. Kamu nggak perlu takut. Ini dompet saya. Ini kunci mobil. Di dalamnya ada semua kartu identitas saya. Kalo saya berniat jahat dengan kamu, kamu boleh buang kunci ini dan bawa dompet saya ke polisi, ok?” Rista tersenyum riang menerima dompet itu, lalu mereka bersama-sama memasuki mobil.

Di dalam mobil Rista merasa gugup. Baru kali ini ia manuruti orang asing, laki-laki lagi. Sekilas teringat pesan ibunya untuk menjaga diri, dan bayangan pacarnya yang tidak menjemputnya. Rista menjadi kesal. Rista membuka dompet itu, terdapat beberapa credit card dan kartu identitas. Diambilnya KTP lalu diselipkan di saku bajunya. “Ini cukup,” ujarnya. Dengan tersenyum acuh Hendra menerima dompetnya kembali sambil menyalakan stereo setnya. “Kamu keRistginan? saya punya kemeja bersih. Kamu bisa ganti baju di belakang. Saya janji tidak akan menegok ke belakang,” tanya Hendra penuh harap. Rista menggelengkan kepalanya.

Obrolan sore itu menjadi lancar didukung suasana gelap mendung dan derasnya hujan. Bahkan Rista pun mulai berani menceritakan dirinya. Mata Hendra mencuri pandang untuk menatap paha Rista yang tersingkap. Hendra menceritakan dirinya, pacarnya dan secara halus iapun menceritakan pengalaman seksualnya, bagaimana ia melakukan foreplay. Ia ceritakan dengan lancar dan halus hingga Rista tidak tersinggung. Hendra menangkap beberapa kali Rista menarik nafas panjang, sepertinya Rista terangsang mendengar cerita Hendra. Wajahnya mulai memerah, jemarinya memilin ujung tali tasnya. “Tampaknya ini tak cukup,” kata Hendra. Lalu ia menawarkan Rista untuk menonton VCD kartun kesayangannya.

Rista berseru gembira. Lalu Hendra membuka TVcar-nya dan berkata, “Kamu tunggu di sini. Kunci pintunya. Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu.” Rista mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap. Hendra keluar mobil sambil membawa remote lalu menyalakan VCD changer dari luar mobil dengan film yang sama ia tonton sebelum hujan tadi. Ia berlari ke pedagang asongan pinggir jalan dan melirik jamnya.. 10 menit dari sekarang! sambil membicarakan cuaca ke pedagang asongan itu.

Rista menatap adegan di mini TV itu. Lelaki sedang menjilati seluruh tubuh wanita pasangannya. Jantungnya berdegub. Ia memejamkan mata, tetapi suara lenguhan dan desisan membuatnya kembali ke layar. Dilihatnya keluar. Ia tak bisa menemukan Hendra dari dalam mobil itu. Kembali ke layar, tertegun ia melihat lelaki itu menjilati puting susu. Tangannya menjadi Ristgin. Lelaki itu sekarang menjilati paha. Rista menyilangkan kaki kirinya di atas kaki kanannya. Lalu lelaki dalam film itu mulai menjilati liang kewanitaan wanita itu. Rista merasa seluruh tubuhnya gemetar, nafasnya terengah-engah. Iapun heran mengapa nafasnya begitu.

“Sorry rada lama, nggak ada kembalian. Terpaksa saya nunggu pedagangnya tukar uang,” sembur Hendra. Rista tersentak dan memalingkan wajahnya. Hendra pura-pura terkejut sambil cepat-cepat mematikan stereonya dan menutup layarnya. “Aduh, maaf.. kenapa bisa ini.. maaf Rist,” kata Hendra tergagap. Lalu ia membuka CD changer dan mengambil piringan porno itu lalu mematahkan menjadi dua dan membuangnya ke luar mobil. Rista sangat terkejut melihat itu lalu berkata, “Udah deh Rud nggak pa-pa.. sorry juga aku nggak bisa matiinnya,” katanya sambil memegang lengan Hendra. Hendra menoleh pelan sambil menatap mata Rista. “Sorry?” Rista menyahut pelan. “Nggak pa-pa,” nafasnya masih terengah-engah. Inilah saatnya, batin Hendra. Now or never.

Dipegangnya lengan Rista. Ditariknya mendekat, disingkirkan tas di hadapannya. Melihat seragam putih yang masih basah dengan bra membayang itu Hendra kehilangan kontrol. Bibirnya langsung mengecup bibir Rista. Rista tersentak ke belakang kaget. Hendra memburunya. Dikulumnya bibir bawah Rista yang masih terengah-engah itu, sambil menurunkan posisi kursi mobilnya sehingga Rista tampak seperti berbaring. Dilepasnya bibir, dilanjutkan ke telinga. Lidahnya menggelitik belakang telinga Rista sambil sesekali menyeruak masuk ke lubang telinganya.

Bau harum rambut Rista memancarkan bau alami gadis belia tanpa parfum, mengundang Hendra untuk berbuat lebih jauh. Dibukanya kancing seragam sekolah Rista sambil mengulum mulut Rista. Rista menggelengkan kepalanya perlahan. Hendra mengangkat kepala sejenak melihat gundukan daging padat dan kenyal terbungkus bra berkain lembut. Betapa muda dan tak berdosanya. Biarkan aku menikmati tubuh beliamu, merasakan dengan seluruh indraku untuk membuatmu menjadi ternoda. Aku ingin menyetubuhimu, menghinakan tubuh sucimu, karena aku pantas mendapatkan tubuhmu, hati Hendra berteriak.

Dibukanya bra itu lalu dengan rakus dijilat puting kiri Rista sambil meremas payudara kanannya. Dikulumnya semua daging payudaranya, seakan hendak ditelannya. Rista mengerang. Kakinya menjejak-jejak lantai mobil. Lalu Hendra memindahkan tubuhnya ke atas Rista. Dengan kasar dipegangnya celana dalam Rista. Rista tak sanggup berkata dan bergerak, semuanya begitu ketakutan.
Keingintahuan dan kenikmatan berbaur, muncul silih berganti menggempur hati, otak dan nalurinya.

Saat ia merasa takut dengan perbuatan Hendra, sedetik kemudian ia merasa jiwanya melayang, sedetik kemudian otaknya memerintahkan tubuhnya agar bersiap menunggu kejutan berikutnya begitu berulang-ulang. Rista meneriakkan kata jangan sewaktu Hendra dengan kasar melepas celana dalamnya, lalu ia didudukkan di atas kursi mobil bagian atas. Hendra berpindah tempat dengan cepat ke bawah tubuhnya dan mulut Hendra mulai menjilati liang kewanitaannya seperti hewan yang kehausan.

Cerita Seks Teman Sekantor Di Mobil

Cerita Seks Teman Sekantor Di Mobil – Dicengkeramnya pegangan pintu, kakinya diangkat oleh Hendra ke atas. Rista tak tahu apa yang dilakukan Hendra, tapi ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya. Perasaan yang aneh, dimulai dari jantungnya yang berdetak lebih keras lebih cepat menjalar ke pinggulnya, sementara denyutan liang kewanitaannya membentuk impuls yang semakin kuat, semakin cepat, kakinya mengejang, pandangannya mengabur, jiwanya serasa terhempas keatas-bawah. Namun tiba-tiba semua itu berkurang. Dibukanya matanya. Tampak Hendra sedang mengamatinya dengan matanya yang menyala oleh birahi.

Hendra mengambil nafas sejenak. Ditatapnya liang kewanitaan Rista dengan rambut kemaluan yang tumbuh tak beraturan. Kemudian dilanjutkannya lagi jilatan sekitar klitoris Rista. Begitu muda, ditatapnya sebentar, liang kewanitaan belia sekarang milikku. Aku menjilatinya, aku menghisapnya.
Sekarang aku bahkan menggigitnya. Liang kewanitaan ini milikku, akan kunodai sesukaku, dengan caraku, dengan nafsuku. Akan kubuat tubuh suci ini ternoda oleh tubuhku, oleh nafsuku. Akan kutaburi tubuhnya dengan spermaku. Akan kuberi cairanku yang akan menyatu dengan dirinya sehingga ia akan selalu terkotori oleh nodaku.

Hendra semakin liar dan segera menghentikan tindakannya ketika Rista mulai mengejang. Dibukanya cepat celananya, digosokkan batang kejantanannya ke permukaan liang kewanitaan Rista. Dengan mudah dimasukkannya batang kejantanannya perlahan-lahan senti demi senti, sambil mengulum dan meremas payudara kenyal Rista. Lalu dibenamkan semua batang kejantanannya. Betapa hangat, betapa nikmat. Lalu mulai digerakkan maju-mundur, semakin lama semakin cepat. Hendra mendengar suara Rista hanya, “Ssh.. sh..” terputus-putus. Lalu diangkatnya pinggul Rista. Dipercepat gerakan pinggulnya sendiri sampai tubuh Rista melengkung kaku. Kini saatnya.. Hendra mengeluarkan spermanya sambil menekan dalam-dalam.

20menit setelah itu.. Rista menggigit ujung seragamnya yang lusuh, sementara Hendra merapikan rambutnya. Oh puas, dan aku sekarang benci sekali dengan gadis ini, gadis belia yang ternoda. Diambil KTP dari saku Rista lalu sambil diselipkan ke dompet ia mengeluarkan 3 lembar seratus ribu rupiah sambil mencium pipi Rista. “Ini buat kamu.” Rista menolak sambil terkagetkaget. “Aku bukan gadis bayaran Rud..” katanya sambil mulai menangis. “Aku sayang kamu Hendrai..” sambil terisak-isak. “Tapi aku tidak sayang kamu,” kata Hendra sambil meletakkan uang itu di dalam tas Rista, lalu Hendra keluar.

Dalam guyuran hujan ia membuka pintu mobil, lalu menarik Rista keluar. “Lalu lintas akan lancar. Aku harus pulang, kamu juga. Kita pisah di sini. Eh Rist.. thanks ya?!” Rista berteriak histeris sambil lari keluar. Hendra kembali ke mobilnya mengunci pintu dan tersenyum melihat mobil di depannya bergerak ke depan.

Next Story : Skandal Bos Dengan Sekretaris Ngentot Dikantor
                                                                                                       

Cerita Sex Teman Sekantor, Cerita Sex Didalam Mobil, Cerita Sex Tante Jablay, Cerita Sex Seru, Cerita Seks Kenangan, Bacaan Seks, Cerita Imajinasi, Cerita Seks Birahi Perawat, Cerita Seks Daun Muda, Cerita Sex Tante Girang, Kumpulan Cerita Seks Bebas, Cerita Seks Abg 17 Tahun, cerita dewasa, kumpulan cerita sex seru, cerita sex dewasa, cerita sex birahi Abg, pemerkosaan, cerita seks artis, cerita sex artis, cerita porno, cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks sedarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.