VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Bidan Desa

VIMAX ASLI Obat Kuat

Nita adalah seorang bidan yang di tugaskan PTT provinsi yang teletak di desa pedalaman di daerah malang. Setelah tamat dari akademi kebidanan di salah satu akademi kebidanan di malang,dia bekerja menjadi bidan desa.

Nita adalah seorang gadis dengan usia 25 tahun,sebetulnya Nita asli bandung,tp kedua orang tuanya di tugaskan bekerja di malang sebagai pegawai negeri.

Cerita Sex Bidan Desa

Nita memiliki perawakan yang cukup sempurna bagi seorang laki2,dengan tinggi 165cm,kulitnya putih,mulus,ramping,rambutnya hitam panjang dan lurus. Dia sangat menjaga kecantikan dan kesehatan kulitnya,mungkin karena dia seorang bidan.

Saat masih kuliah,banyak teman2nya yang iri dengannya,karena kalau jalan2 dengannya,setiap laki2 yang berpapasan dengannya selalu tak berkedip melihat kecantikannya. Namun hanya Deny yang dapat menaklukkan hatinya. Deny adalah pacarnya,bekerja di salah satu perusahaan yang ada di kota malang.Mereka merencanakan untuk menikah setelah Nita memberikan keperawanannya kepada deny,tapi mereka hanya 1 kali melakukannya,mereka berjanji tidak akan melakukannya lagi sampai mereka menikah 1 tahun lagi.

Hari pertama Nita di desa itu, cukup jauh perjalanan yang dia tempuh dari kota malang,angkutan umum pun jarang sekali ada d desa ini,Nita diantar oleh deny menuju puskesmas untuk berkenalan dengan pegawai yang lain dan kemudian menuju ke rumah dinasnya yang berada cukup jauh dari puskesmas.Nita di temani oleh Dewi dan Erna yang juga seorang bidan PTT.

Nita juga dikenalkan dengan tetangganya Pak Sapto ketua RT di desa itu,Pak Sapto sangat di segani oleh warga nya,sebenarnya dia mau di calonkan sebagai kepela desa,tapi dia menolaknya,dengan alasan sudah banyak memiliki urusan,Pak Sapto berusia 42 tahun,dia mempunyai  seorang istri yang lebih muda kira2 6 tahun darinya,maklum Pak Sapto mempunyai banyak lahan perkebunan dan pertanian. Pak Sapto di tugaskan oleh kepala desa untuk membantu Nita dan temannya yang lain apabila memerlukan bantuan,dengan alasan rumah Pak Sapto lebih dekat dengan rumah dinas mereka.

Bersama Dewi dan Erna, Nita sering bergantian ke rumah2 warga untuk membantu ibu2 yg mau partus normal ataupun mengobati bayi yang sakit. Untuk bertugas ke desa yang jauh,Pak Sapto lah yg sering mengantarkan Nita atau temannya yg lain,karena mereka tidak mempunyai dengan senang hatinya pak Sapto selalu siap sedia mengantarkan bidan2 tersebut.

Suatu ketika Nita bertugas mau ke rumah warga yang hendak partus,karena larut malam,Nita takut sendirian berangkat,teman2nya pun sudah tidur,beruntung saat Nita keluar rumah,dia melihat Pak Sapto duduk di teras sambil merokok dan minum kopi,Nita pun meminta bantuan kepada pak Sapto.Sejak saat itu Nita dan Pak Sapto lebih akrab,Nita selalu mengandalkan pak Sapto untuk menemaninya bertugas,mungkin karena pak Sapto memiliki kewibaan dan badan yg kekar sehingga Nita merasa lebih terlindungi.

Karena seringnya Nita berboncengan dengan pak Sapto dan jalanan yg rusak,Nita sering berpegangan ke pinggang pak Sapto,dan dada Nita terus menerus bergeskan dengan punggung pak Sapto, walaupun Nita tidak menyadarinya,sebenarnya pak Sapto mulai menyukai Nita dan nafsunya semakin menggebu2 setiap kali membonceng Nita cantik, pak Sapto pun selalu merasakan kekenyalan dada Nita. Namun Nita mempunyai perasaan yg berbeda,dia hanya menganggap pak Sapto adalh sosok yg diseganinya dan selalu di hormatinya.

Saat malam minggu,Nita baru saja pulang dari tugasnya,setelah selesai mandi dengan handuk putih yang melilit tubuhnya,Nita mendengar ketukan dari pintu,dengan santai Nita membuka pintu,ternyata adalah pak Sapto.

“Oo..pak Sapto,,silahkan masuk pak..”. Setelah masuk pak Sapto duduk di kursi. “Ada apa ya pak?,,”Nita bertanya sambil menutupi belahan dadanya yg sedikit terbuka. “Nda’ apa2,,cuma mau mampir saja,sambil bawakan nasi goreng ini,,kok kelihatn sepi,,?mba dewi sama mba erna kemana,,?”. Pak Sapto bertanya sambil matanya jelalatan seperti mencari sesuatu. “Wah bapak kok repot2 begini,makasih ya pak.. mmm,,dewi sama erna pulang ke kota,katanya kangen sama orangtua,,kalau begitu,saya mau ganti baju dulu,bapak mau minum apa?”..kata Nita sambil berjalan menuju kamarnya yang dekat dengan ruang tamu.

“Begitu ya,tidak usah repot2 mba,cukup air putih saja,,apa mba Nita nda’ kangen juga sama ibunya,,?” pak Sapto berkata sambil menyalakan sebatang rokok sampoerna.
“sebenarnya kangen sii,,tapi ortu saya lagi ada di bandung,terpaksa deh saya tinggal sendirian disini,,”Nita pun keluar dari kamarnya dengan membawa air aqua gelas dan makanan kecil.
Mata pak Sapto tercengang saat melihat Nita keluar dengan pakaian serba minimnya,Nita memakai gaun tidur warna putih tanpa lengan dan celana yang pendek sepaha.

Lalu Nita berbincang2 dengan pak Sapto sambil makan nasi goreng yang di beli pak Sapto, tiba2 saja hujan dengan lebatnya,Nita pun menutup pintu karena takut dengan kilat2 yang menyambar.
Karena sudah akrab,mereka berbincang2 kesana kemari dari masalah pekerjaan sampai masalah seks. bagi Nita,seks adalh hal yang biasa dan pak Sapto bukan orang lain baginya.
Lalu perlahan2 pak Sapto pun menggeser duduknya mendekati Nita, Nita pun membiarkannya,karena dia tidak curiga sama sekali.

“Mba Nita,saya rasa mba sudah cukup umur untuk menikah, apa pacar mba belum merencakannya..?”.
“Iya pak,sebenarnya saya sudah kepingin menikah,tapi mas deny masih terlalu sibuk sama pekerjaannya,mungkin karena dia baru beberapa bulan di terima bekerja di perusahaan..yaa,,saya tunggu saja..”.
“Wah,kalau begitu mba sabar saja dulu,,ngomong2 baju tidur mba bagus sekali,boleh saya pegang kainnya,,?barang kali nanti mau belikan istri2 saya yang kaya gini..”.
“Boleh,ini,,”kata Nita sambil memajukan badannya ke hadapan pak Sapto.

Tapi,bukannya memegang kain baju Nita, pak Sapto malah mengelus2 perut Nita dari luar. Sontak Nita pun terkejut dan sedikit menjauh, “Yee,,bapak kok elus2 perut saya,,?saya kan tidak hamil pak”..
Kemudian pak Sapto kembali mendekati Nita,,”Bapak minta maaf,bapak kira Nita sudah hamil,,hehe” pak Sapto tersenyum bercanda sambil memegang tangan Nita.

“Enak aja bapak bilang gitu,saya kan belum menikah,,”Nita berkata sambil melepas genggaman tangan pak Sapto secara perlahan.
“Jangan begitu,malu saya pak,,masa bapak begitu..?” Nita menambahkan.
“Mba sih terlalu cantik, badan mba membuat saya nafsu, bapak kan jadi gemes sama mba,,mba Nita mirip sama syahrini,yg d tv2 itu lo,,”. Pak Sapto mulai mengeluarkan rayuan2nya.
“Masa sih pak? Saya rasa, bapak berlebihan deh,,”. Nita pun merasa tersanjung karena di puji2 oleh seseorang yg di hormatinya.

Pak Sapto semakin mendekati dan melingkarkan tangannya ke bahu Nita. ”Jangan begini pak, nanti ketahuan istri2 bapak, lagian saya menganggap bapak sudah seperti ayah saya sendiri.,,”.
”Mba tenang saja,istri saya kalaupun tahu nda’ akan berani marah,,bapak sangat menyukai mba Nita lebih dari apapun,,”. Nita hanya tersenyum sambil memandangi pak Sapto.
”maafkan saya pak,,saya bukan istri bapak,dan saya tidak mau jadi istri bapak,,kan bapak sudah punya 2 istri”. Nita berkata dengan sopan.

Nita melepaskan tangan Sapto dari tubuhnya,Tapi Sapto tidak menyerah,dia kemudian meniupkan nafasnya ke tengkuk Nita yg di tumbuhi rambut halus,dan telinga sampai dada Nita. Nita bergidik merasa geli, lalu Sapto membelai2 rambut Nita yg panjang dengan lembut. Karena suasana mendukung,hawa dingin karena hujan, dan bubuk perangsang yg di masukkan Sapto ke dalam nasi goreng Nita, maka Nita pun terbawa hanyut dalam pelukan pria yg hampir seusia ayahnya itu.

Nita terbawa arus gairah laki2 itu,badannya panas dingin karena sentuhan2 Sapto..
Dengan Nitarnya tangan Sapto, dia memasukkan jari2nya ke dalam baju Nita dan meremas2 bongkahan dada yg tidak terlalu besar namun sangat menggairahkan dan juga kenyal. Sementara mulut Sapto menempel di bibir Nita yg kemerah2an,lidahnya menyusup mencari2 lidah Nita, cukup lama mereka berciuman dengan penuh nafsu, Nita pun hanya bisa mendesis,,”Sssshh,,Paak,,”.

Walaupun hujan deras di luar sana, Nita mengeluarkan keringat, terlihat wajah Nita memerah menahan nafsu. ”Sssshh,,Apa yg mau bapak lakukan ke saya,,,? Kenapa badan saya begini pak,,?”. Sapto pun tersenyum mendengar perkataan Nita,,menandakan bahwa Nita sudah pasti takluk di pelukannya.

Kemudian Sapto menggendong Nita ke kamar, dan membaringkannya d ranjang. ”Apa mba Nita bersedia untuk saya cumbui malam ini,,?” Sapto berkata sambil melepas kaosnya dan celana panjangnya. ”Jangan paak,,! saya masih perawan..”. Nita masih sempat berpikir dengan akal sehatnya, dia berbohong kepada Sapto agar Sapto merasa kasian dan menghentikan kelakuannya.
”Tenang sayang,,saya akan pelan2..”. Bukannya kasihan tapi Sapto semakin antusias ingin cepat meniduri Nita. Dan Nita semakin tidak berdaya saat Sapto mulai menindihnya.

Kembali Sapto mengulum bibir Nita yg merekah pasrah. Sapto membuka baju Nita, terpampang lah tubuh bagian atas Nita yg indah. Nita hanya mendesis dan memejamkan matanya saat celananya di tarik Sapto. Nita terlihat malu karena dia tinggal mengenakan BH dan CD berwarna putih saja.

Cerita Sex Bidan Desa

Sapto kemudian bergerak menciumi pipi, leher, telinga, dan dada Nita berulang ulang kali,,Nita tak kuasa di perlakukan seperti itu, kedua tangannya mulai memeluk tubuh Sapto. ”Aaahh..Paak, Jangan begini,,Nita geli..”. Sapto berhenti sebentar untuk melepas kaitan BH Nita,dan saat terlepas, Sapto kagum melihat puting Nita yg sudah membesar mencuat ke atas berwarna merah muda,, langsung di hisapnya puting sebelah kanan, sedangkan puting yg sebelah kiri di main2kan dengan jari Sapto. Nita mengeluh saat Sapto menjilat2 putingnya, ”Uuuuh.,,Mmm,,.. Sudah pak, Nita ngga’ tahan, Ssshh,,”.

Tangan Sapto menarik keluar CD Nita yg sudah cukup basah, kembali Sapto mengagumi kemolekan tubuh bidan ini, memek nya memerah merekah, mungkin karena kulitnya yg puting. di daerah sekitarnya tumbuh bulu2 halus,tapi tidak lebat.

Langsung saja mulutnya menciumi bibir vagina dengan buasnya,, ‘Ssllurp ssllurp,,’ terdengar bunyi mulut Sapto sedang beradu kenikmatan dengan vagina Nita,, ”Aahhh,,aahh,, Ssshh,,”. Nita memegangi kepala Sapto dengan erat,sedangkan kepalanya sendiri bergerak ke kiri dan ke kanan menahan nafsu.

Dengan jari telunjuknya, Sapto mulai mengucek2 Nitang vagina Nita,sontak Nita pun semakin meracau ”Aaaghh,,apa itu paak yg ada d vagina Nitaa,,Uuuhh..”. Sapto malah menjawab pertanyaan Nita dengan cara memasukkan lidahnya ke lobang Nita..

”Uuuu,,,Nita pengin pipiiis,,Aaaghhh,,”. Akhirnya Nita pun mengalami orgasme yg cukup deras hanya karena cumbuan Sapto di vagina nya..

Sapto terus menerus mengisap2 cairan Nita sambil melepas celananya,mencuatlah penis Sapto yg sudah tegang. ”Sekarang,tolong isapin penis bapak ya sayang”. Nita terkejut melihat penis Sapto yg terlalu besar baginya, karena penis deny pacarnya tidak sebesar dan sepanjang itu.

”Kenapa kontol bapak besar banget pak?,,saya takut..”. Nita berkata sambil mengocok2 penis Sapto, sesekali memasukkannya ke dalam mulutnya dan di isap2nya. ”Mba tenang saja,bapak akan memberikan kenikmatan yg besar juga”. Sapto menenangkan Nita dan merasakan nikmatnya hisapan Nita yg cantik ini.

Puas dengan mulut Nita, Sapto pun merubah posisi kembali menindihnya sambil membuka kedua paha Nita. ”Pelan ya pak”, Nita khawatir. Sedikit demi sedikit kepala penis Sapto memasuki lobang Nita, ”Sshhh,,paak, Aduuh..”, Nita merasakan vaginanya mulai terisi oleh penis Sapto. ”Aaaaaghh,,perih paak”, Dengan sekali sentakan penis Sapto masuk semuanya ke dalam vagina Nita yg terus berdenyut2.

cukup lama Sapto mendiamkan penisnya d dalam vagina Nita,setelah Nita mulai menggeNitat2 barulah Sapto melakukan penetrasi,mengeluar masukkan dan memutar2 mencari2 titik kenikmatan Nita. ”Ouh,,Sssh,,Enak sekali kontol bapak,, teruus, masukkan lebih dalam, Aahhhhh..”. Nita begitu menikmati genjotan2 Sapto yg mulanya dia tolak.

”Vagina kamu juga enak,lebih enak daripada punya istri2 saya, jarang ada vagina seperti punya kamu yg bisa menyedot penis bapak terus2an begini, Ouhh..”. Sapto kemudian membalik badan Nita agar posisi menungging, kembali di sodok Sapto lobang kenikmatan itu dari belakang. Susu Nita menggantung dengan indahnya sambil diremas2 oleh Sapto. ”vagina saya rasanya penuh paakk,,Aaaahh,,Aaaaah,,”. Tak berapa lama kemudian Nita memuncratkan Cairan maninya saat orgasmenya yg kedua, menyusul Sapto juga tidak dapat menahan kenikmatan karena pijatan2 vagina Nita. Banyak sekali sperma yg di muntahkan Sapto kedalam rahim Nita, rasa hangat yg Nita rasakan.

Merekapun roboh,diam tanpa suara sambil berpelukan. Akhirnya Sapto dapat menaklukkan dan memuaskan Nita gadis impiannya walaupun dia curiga bahwa Nita tidak perawan lagi. Nita terus menerus disetubuhi oleh Sapto sampai menjelang pagi, 4 ronde percintaan yg mereka lakukan. Vagina Nita dipenuhi dan diisi terus menerus oleh Sapto. Nita pun sadar dia akan segera hamil, karena waktu itu adalah masa suburnya.

Keesokan harinya Nita terbangun tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya, pak Sapto sudah tidak ada lagi di sampingnya, mungkin sudah pulang pikirnya. Jam menunjukkan pukul 10 pagi, terdengar ada ketukan pintu, Nita mengira itu adalah pak Sapto, ternyata saat dia bukakan pintu, betapa kagetnya Nita yg datang adalah Deny,pacarnya. Deny menjemput Nita untuk pulang ke kota, dan melamar Nita untuk menjadi istrinya, Nita pun menerimanya.

Akhirnya selang 5 minggu Nita sudah menikah dengan Deny tapi Nita tidak akan bisa melupakan kenangan nikmat yg telah diberikan oleh Pak Sapto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.