Nafsu Birahi Seorang Pembantu

Suatu hari, seorang hansip datang ke rumah kami. Dia menawarkan sodaranya yang baru datang dari kampung (waktu itu memang habis lebaran) untuk bekerja di rumah aku. Awalnya nyokap nolak, namun karena kesibukan nyokap, akhirnya nyokap menerima lamaran itu.

Saat itu bulan september 2003 (kalo nggak salah). Pembantu itu datang. Namanya Anik. Usianya sekitar 26-28 gituh. Mbak Anik langsung diperkenalkan kepada aku dan adik aku. Nggak tahu kenapa, aku langsung ngaceng begitu melihat Mbak Anik. Mungkin juga karena aku habis liat gambar bokep di komputer di kamar aku.

Kalo anda-anda semua ingin tahu seperti apa tampangnya mbak Anik.dia berambut panjang, tinggi sekitar 158cm, kulit kecoklatan. wajahnya manis tidak terlalu cantik, tapi enak diliat (gak berantakan).

Nafsu Birahi Seorang Pembantu

Mbak Anik bekerja cukup baik di rumah kami. Masakannya enak dan pekerjaannya bersih. Kalau ada kesempatan aku sering mencuri pandang ke arah pantatnya yang montok. Dan tidak usah ditanya, berapa kali aku masturbasi sambil membayangkannya. Mbak Anik diberi kamar tidur dan kamar mandi sendiri di lantai 2 rumah kami. Memang tidak besar dan pintunya terbuat dari triplek saja.

Saat rumah sepi, dan mbak Anik sedang bekerja di bawah, aku sering diam-diam ke atas untuk mencari-cari celana dalamnya. Kalau aku beruntung, aku bisa mendapatkan celana dalamnya yang kotor dan habis dipakai namun belum sempat dicuci, aku memakai celana dalam itu untuk masturbasi. Entah kenapa aku sangat terangsang dengan bau celana dalam kotor punya mbak Anik.

Hal itu terus berlangsung selama beberapa bulan. Suatu hari, nyokap aku ngajak Mbak Anik pergi ke mall Citraland karena nyokap mau belanja, dan Mbak Anik di suruh menenteng belanjaan saat pulangnya. Bokap aku kerja, Adek aku main ke rumah temannya. Alhasil, saat aku pulang sekolah, aku sendirian di rumah. Langsung aja aku buka koleksi gambar2 bokep aku di komputer. Salah satu gambar itu menunjukkan gambar seorang wanita yang sedang berganti pakaian di ruang ganti dan diambil menggunakan spycam. Aku masturbasi sambil melihat gambar2 itu. Begitu aku klimaks, sebuah ilham muncul di kepala aku.

Aku emang gak punya spycam. Tapi aku punya obeng dan palu. Aku langsung ke atas, menuju kamar mandi Mbak Anik. aku senang melihat bahwa pintu kamar mandi itu sudah agak keropos karena terkena air. aku segera bekerja. aku mencari Spot yang cocok dan membuat dua lubang kecil di pintu itu. Lubang itu cukup besar untuk aku melihat kedalam, tapi cukup kecil untuk dilihat secara sepintas, karena tersamarkan oleh noda-noda air yang melekat di pintu. posisinya Satu dibawah, satu lagi agak ke atas. Setelah itu aku turun.

Aku tidak bisa langsung menikmati hasil kerjaku. Karena aku harus menunggu rumah kosong dan mbak Anik sedang mandi. Kesempatan itu tidak kunjung datang. Kadang, rumah kosong tapi mbak Anik sudah selesai mandi.

Suatu hari, saat itu tiba. Kami sekeluarga merencanakan untuk liburan akhir tahun di lembang bersama keluarga besar kami. Aku bersikap biasa saja, namun saat hari keberangkatan, aku mengeluh pusing dan tidak mau ikut. Tentu aja itu cuma alasan aku. Hampir rencana aku gagal, karena nyokap mengusulkan kalau rencana liburan itu dibatalkan saja, tapi dengan kelihaian omongan aku, mereka(bokap, nyokap, adek) tetap berangkat.

Sebelum cerita ini berlanjut, perlu diingat, rencana aku saat itu hanya untuk mengintip mbak Anik, bukan untuk ngentot dengan dia. Saat itu, aku mana berani begituan…

Oke, rencana berjalan mulus, pagi itu mbak Anik bekerja seperti biasa. Nyuci,nyapu ngepel. Aku nonton TV sambil sesekali mencuri pandang ke pantatnya. Aku sangat horny dan hampir gak tahan buat masturbasi. Tapi aku bertekat akan masturbasi setelah mengintip Mbak Anik.

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Setelah selesai bekerja, Mbak Anik mandi. Begitu dia naik, aku tunggu agak lama. Kemudian aku pelan-pelan naik. Di lantai 2 ada sebuah lemari berisi buku-buku komik aku. Dan aku akan beralasan sedang mencari komik, jika tiba-tiba dia keluar.

Pelan-pelan aku mendekati pintu kamar mandi. Jebar-jebur air sudah terdengar. aku berjongkok, mengintip melalui lubang yang bawah dan aku terpaku. Karena tepat di mata aku tampak memek mbak Anik yang tertutup jembut tebal. Nafas aku terasa agak tercekat. aku pindah ke lubang atas dan aku lihat nenen-nya yang coklat. Segera aku buka celana dan aku kocok-kocok titit. Sambil berpindah-pindah melihat melalui lubang atas dan lubang bawah. Mbak Anik tampak sedang menyabuni memeknya dan kemudian pantatnya. Gak berapa lama aku langsung muncrat. Aku pun segera turun kebawah.

Keluarga aku liburan selama 4 hari 3 malam. Sehingga aku punya kesempatan untuk mengulang perbuatan aku saat Mbak Anik Mandi sore. Dan selama dua hari, aku selalu mengintip mbak Anik saat sedang mandi sambil masturbasi. Awalnya aku takut, jika aku sedang mengintip, lalu mbak Anik membuka pintu dan aku ketahuan. Namun, kemudian aku berpikir seperti ini : “Mbak Anik gak akan mungkin buka pintu kalau lagi mandi, soalnya dia kan telanjang.”

Artinya, selama mbak Anik telanjang, aku bebas ngintip tanpa cemas dia buka pintu. Karena kalo dia mau buka pintu pasti dia bakal ambil handuk, dan itu cukup waktu buat aku menyingkir dari pintu.

Pada hari yang ketiga saat mbak Anik mandi pagi, aku kembali ke-atas.
Saat aku naik, mbak Anik lagi pipis. Aku segera membuka celana siap-siap masturbasi. Karena capek jongkok, aku senderan di tembok di samping pintu kamar mandi. Di tanganku ada celana dalam mbak Anik yang masih bersih, baru ku ambil dari lemari bajunya.

aku duduk dan mengocok titit menggunakan celana dalam mbak Anik. membayangkan memeknya saat pipis tadi. Saking enaknya, aku gak dengar kalo jeburan air berhenti. Aku terus mengocok. Mengocok,mengocok. Sampaii…”CROOOTTTT..CROTT..CROT..”

Tiba-tiba

“Jetrek! Jeblak!” pintu kamar mandi terbuka.

Mbak Anik melangkah keluar tanpa memakai handuk.

Aku kaget. Memandang memeknya. Celana Dalam mbak Anik yang basah karena sperma tergeletak di lantai.

Mbak Anik juga kaget. Dia terpaku menatapku.

Aku lebih kaget lagi. Aku diam. Muka mbak Anik datar. Aku gemetar. Dan mulai menangis.

“Ampun mbak..” jangan bilangin ke mama ya mbak.

Mbak Anik tidak menjawab, hanya memandagiku dengan muka datar.

“mbak…aku gak ulangin lagi deh”. aku merengek

“masuk kamu.” kata mbak Anik sambil menunjuk kamar mandi.

Aku diam menangis.

“AYOK CEPAT MASUK!!” Mbak Anik berteriak.

aku langsung masuk ke kamar mandi.

Mbak Anik mengikutiku masuk dan menutup pintu tapi tidak menguncinya.
Aku berdiri menempel tembok dekat dengan kakus

“sudah berapa lama kamu ngintipin mbak?”

“sejak papa, mama ke lembang mbak”

“kamu lihat semuanya?”

“iya mbak”

“jadi kamu lihat memek mbak, pantat mbak, nenen mbak…ckckckck…”
“….”

“Awas kamu jangan di situ. Mbak mau boker”

Aku menyingkir ke kanan.

“sekarang kamu jongkok di depan mbak, dan lihat mbak boker. Lihat tai mbak. Awas kalau kamu tutup mata!”

Aku jongkok di depannya. Dia mulai mengeluarkan kotorannya. kira2 10 menit dia boker.

“Sekarang ambil air dan cebokin pantat mbak!”

aku merasa jijik.

“ayo cepat!! atau mbak laporin ke mama??”

Aku segera mengambil air dan membilas pantatnya.

“Udah gini aja deh yog!! Kamu umur berapa sih?”

“15 mbak”

“oke, kita buat kesepakatan aja, kamu nggak akan mbak laporin ke mama kamu, asal kamu mau ngentot sama mbak kapanpun mbak mau.Gimana?”

“tapi aku blm pernah mbak”

“itu gampang. Kamu diem aja. Nih kayak gini.!

Tiba-tiba dia berdiri dan mencocokan titit aku ke dalam memeknya

“kamu diem aja ya!!” Aku diam menahan nyeri karena itu adalah kali pertamaku.

kami tidak berubah gaya, dia terus menyodok-nyodokan memeknya ke titit aku. Dan dia meletakkan tangan aku ke pantatnya untuk diremas-remas…hingga memeknya basah oleh spermaku dan lendirnya. Setelah itu dia menyuruhku keluar.

Sejak saat itu, selama 4 tahun dia bekerja di rumah aku, minimal seminggu 3 kali, dia selalu minta di entot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.