Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Tempat Berbagi Cerita Sex & Foto Sex, Dewasa, ABG, HOT : Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Kehidupan didesa sangat kental dengan aroma gotong royong, setiap ada acara,hajatan, atau nikahan pun semua warga didesa selalu ikut membantu berbeda jauh dengan kehidupan dikota. Naah cerita sex ku saat ini ketika belakang rumahku yang bernama pak Maman mau menikahkan anak perempuannya. Dia memiliki anak perempuan yang sangat cantik dan seksi. Dia bernama Vira, usianya waktu akan dinikahkan 24 tahun. Dia memiliki perawakan yang bagus untuk seorang gadis desa. Tinginya sedang-sedang saja, buah dadanya gak terlau besar tapi juga gak terlalu kecil tapi sangat ketat, ditambah face wajahnya yang manis setiapkali tersenyum terdapat lesung dipipinya. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Waktu karena rumah pak Maman sangat kecil jadi pak Maman ayah dari Vira menyewa rumahku untuk tempat resepsi dan juga kamarku sebagai kamar pengantinnya. Tapi aku bilang pada pak Maman gak usah disewa, tinggal dipakai saja, karena keluargaku dengan keluarga pak Maman sangat dekat bahkan sudah seperti saudara. Lagian dengan gotong royong dan saling membantu dapat membuat rejeki menjadi lancer. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Pernikahan Vira sebetulnya bukan kehendak Vira sendiri tapi semua itu adalah kehendak orang tuanya karena orang tuanya memiliki hutang kepada Farid dan tak bisa membayarnya jadi terpksalah dinikahkannya anak perempuan terakhirnya kepada Farid itu. Vira pun tak bisa menolak, karena selain membantu ayahnya juga Vira ingin menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya dengan tidak menolak permintaan ayahnya itu. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Beberapa hari sebelum pernikahan, rumahku sudah mulai ditata, dari tempat resepsi sampai kamar pengantin yang berada dikamarku. Terlihat suasana rumah yang sangat ramai orang mandar-mandir membantu pak Maman. Vira pun juga sudah mulai merawat tubuhnya, saat itu dia sedang melulur badannya dan aku mengintipnya. Terlihat jelas badannya yang sangat aduhai seksinya. Payudaranya menonjol, sejenak membuat birahiku naik. Andai saja aku yang menikahimu san, ucaku dalam hati. Sekilas pandangan Vira mengarah padaku, akupun lekas pergi supaya Vira tidak tahu dan supayu birahiku hilang karena Vira. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Malam hari sebelum pernikahannya berlangsung, suasana rumah pak Maman semakain ramai, banyak tetangga datang untuk membantu memasak dan menyiapkan semua yang diperlukan. Lantas tiba-tiba pak Maman mendatangiku dan memintaku untuk menasehati Vira agar mau dinikahkan dengan Farid sebab sebelum-sebelumnya Vira sempat menolak untuk dinikahkan. Walau akhirnya mau tapi pak Maman kawatir kalau Vira melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Akupun meng’iyakan perintah pak Maman dan lantas aku lekas menuju kamarku/kamar pengantin dan menemui Vira. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Setelah aku membuka pintu kamar pengantin, aku tidak melihat sosok Vira, tapi kudengar gemricik air, mungkin Vira lagi mandi, pikirku. Dan ternyata benar, tak lama kemudian Vira keluar dari kamar mandi dengan hanya berlilitkan handuk. Sejenaka aku terdiam sambil menelan ludah memandangi tubuh seksi Vira. Sunguuh sangat menggoda sekali, tubuh Vira yang hanya terbalut handuk menonjolkan sedikit payudaranya keluar. Tubuhnya yang sangat kuning merona tampak bercahaya membuatku semakin birahi, sejenak penisku langsung mencuat dari celana dalamku, tapi aku berusaha menutupinya. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

 “Ehhh om Bernard, masuk om, maaf Vira baru selesai bilas abis luluran,” katanya.
Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Lamunanku buyar mendengar suara Vira. Dengan sedikit jaim aku masuk sambil mengunci pintu kamar, takut ada orang lain yang menguping pembicaraaan. Aku duduk di kursi kecil dekat ranjang pengantin. Vira duduk di tepi ranjang, masih hanya dengan menggunakan handuk yang terlilit di tubuhnya. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

“Ada apa om, kok tiba-tiba kemari?” tanyanya polos. Tidak ada nada keberatan dalam omongannya itu. Aku jelaskan aja maksud kedatanganku, kalo aku disuruh sama bapaknya untuk menasehati dia supaya mau menikah dengan Farid. Aku bilang sebagai anak dia harus bisa membalas budi baik orang tuanya.

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Setelah kusampaikan semua nasehat yang bisa aku sampaikan, Vira hanya diam saja dengan muka menunduk. Kulihat ia mulai menangis. Dengan maksud menenangkan hatinya, aku pindah tempat dudukku di tepi ranjang, di samping Vira. Aku rangkul dia, dan aku bilang, “Jangan sedih begitu, terima saja, toh ini semua sudah digariskan sama yang di Atas,” kataku menghibur.

“Vira tidak mau om, Vira ga mau nikah sama orang tua yang sudah punya anak itu,” katanya terisak-isak. Aku rengkuh tubuh Vira supaya merapat ke tubuhku. Kupeluk ia lebih rapat, kepalanya menempel di dadaku. Kucium bau harum lulur dan shampo. Kontiku yang tadi sudah tidur bangun lagi. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

“Om, Vira ga mau menyerahkan tubuh Vira yang masih perawan ini ke lelaki tua lintah darat itu om, tolong Vira om,” katanya menghiba.
“Apa yang bisa om lakukan, Vira?” tanyaku tidak mengerti maksudnya.

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Tiba-tiba kepala Vira menengadah, dan bibirnya mengecup bibirku. Aku tidak berreaksi. Akal sehatku masih bisa berjalan, aku tidak mau ada skandal di malam perkawinan. Tapi Vira sudah semakin nekat. Kecupan bibirnya di bibirku sekarang semakin liar, dia lumat bibirku dan tanngannya melepas handuk yang melilit tubuhnya. Kemudian tangan yang satu dia letakkan di kepalaku, membuatku tidak bisa lepas dari ciuman panasnya. Mendapat serangan mendadak seperti itu, pertahanan akal sehatku mulai goyah. Kubalas juga ciumannya. Kami saling pagut, saling menghisap lidah dan minum air ludah masing-masing. Kurasakan ludah Vira bercampur pasta gigi. Aku sudah ga bisa lagi mengontrol akal sehat, langsung tanganku bergerilya meremasi payudaranya yang kencang, padat dan berisi, pentilnya sudah tegak, tanda dia sudah horny. Vira mendesah kenikmatan saat jariku bermain di payudaranya, dan memilin-milin putingnya. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

“akhhhhhhhh ooommmm bantu Sannnntttiii iooooooommm” desahnya.

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Mendengar desahan itu nafsuku langsung on, aku ga peduli lagi pada amanat pak Maman atau kesetiaan istriku. Kepalaku langsung nyosor ke payudaranya yang tegak menantang. Kuisep-isep bergantian payu dara yang montok itu, kugigit-gigit lembut putingnya yang sudah mengeras. Desahan Vira makin menggelora merasakan permainan mulutku. Tangannya kini sibuk memereteli bajuku, lalu dilepasnya celanaku, reflek aku berdiri supaya dia mudah melepas seluruh celanaku. Pertama celana pendekkku dilepasnya, kemudian celana dalamku. Kami sudah bugil tanpa sehelai benang menempel di tubuh. Penisku yang sudah tegang dielus lembut oleh Vira. Tapi elusan itu sering berubah menjadi tekanan saat Vira merasakan geli-geli nikmat waktu pentilnya aku isep dengan mulutku. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Kurebahkan Vira di tempat tidur, pantatnya tepat di pinggir ranjang, kutekuk kakinya ke atas, dan terpampang jembut yang rapi karena habis dicukur dan Vagina yang masih rapat tapi sudah basah. Aku langsung jongkok, kepalaku tepat di muka memeknya. Aku cium bau lendir khas perempuan. Kumainkan memeknya dengan jari-jariku, kupilin klitorisnya. Vira makin menggila, desahannya berubah menjadi erangan….”Ohhhhh ommmmm aku mau dientottt saaamma ommmm ga mau dientot ama orang tua jelekkkk itu….. puasin sanntiii ooooommmmm.” Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Aku jilati memeknya yang harum itu, lidahku naik turun di sepanjang memeknya. Sesekali lidahku menusuk ke dalam memeknya. Sesekali aku isap clitnya. Terus berganti-ganti aku nikmati memek Vira yang perawan itu. Kujilat-jilat lagi clitnya, sedang jari telunjukku memainkan memek bagian bawah. Vira semakin kelenjotan, tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan tak beraturan. Kutusukkan lidahku ke dalam memeknya, kuisap lendir kewanitaannya yang segar sruuuuuppppppp. Dan Vira memekik tertahan, “oooooooommmmmmmm Sannnnnntttttttttttttttttti keeeeeeeeeeeluuuuarrr,” dan pahanya menekan kepalaku, satu kakinya menekan kepalaku agar tidak lepas dari memeknya. Kubiarkan lidahku tetap di dalam memeknya sampai orgasme Vira selesai. Sambil kujilat habis cairan memek Vira. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Setelah jepitan paha dan dorongan telapak kakinya mengendur, aku mulai bisa bernafas lega. Aku berdiri dan merebahkan tubuhku di samping Vira. “ouhhhh enak sekali ommmm, makasih ya….” kata Vira sambil mencium keningku. Saat itu aku merasa bersyukur karena dapat memuaskan Vira tanpa harus membobol keperawanannya. Tapi rupanya Vira belum puas. Dia balikkan tubuhnya, dan sekarang tubuhnya menindih tubuhku. Vira maunya penis om masuk ke memek Vira, Vira mau sperma om di memek Vira.” Katanya sambil menciumi dadaku. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Aku kaget mendengar kata-kata jorok yang keluar dari mulut Vira, dan aku tak habis pikir kenapa Vira senekat itu. Tanpa mempedulikan keherananku, ciuman Vira terus melorot sampai ke Penisku yang masih tegang. Precum yang ada diujung penis diusap pakai lidahnya. Ada rasa geli diPenisku. Dan seperti anak kecil yang dikasih permen, Vira langsung mengemut Penisku. Dimasukkannya Penisku ke dalam mulutnya, lalu dikeluarkan lagi, dimasukan lagi begitu seterusnya. Tangannya meremas-remas lembut biji Penisku. Oughhhhhhh luar biasa. Aku tidak tau darimana Vira belajar nyepong seenak itu. Aku Cuma bisa merem melek keenakan, dan tanganku menjambak rambutnya. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Karena sudah ga tahan, aku tarik Vira ke atas, dan kubalik tubuhnya, dia sekarang menengadah, dan tubuhku menindih tubuhnya yang ramping itu. Tangan Vira menuntun Penisku masuk dalam liang kenikmatannya. Karena masih perawan, memek Vira sangat sempit, dan Penisku yang lumayan besar sulit masuk. Saat itu akal sehatku bekerja. Aku akan berikan lagi kenikmatan pada Vira, tanpa harus menjebol keperawannya. Pelan-pelan kumasukkan Penisku, sampai kepalanya bisa masuk, lalu kutarik keluar, kumasukkan lagi, kukeluarkan lagi, inci demi inci Penisku masuk. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Dan kurasakan betul sentuhan kulit-kulit sensitif itu. Waktu kepala Penisku merasakan ada benda tumpul yang menahan, segera kuhentikan sodokan Penisku. Aku tahu benda itu selaput dara, aku tidak mau mengoyaknya. Irama permainan mulai berubah cepat. Vira yang baru pertama kali merasakan senggama menggelinjang-gelinjang seperti kuda binal. Kupompakan Penisku maju mundur ke dalam memeknya, meski tetap menahan diri supaya tidak menerobos keperawanannya. Hanya bagian pangkal Penisku yang bisa keluar masuk ke memek Vira. Itupun sudah mengalirkan kenikmatan yang luar biasa buatku. Dan Vira sepertinya juga menikmati permainan itu. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – “Akkkkkhhhhh ommmmmmm trrrrruuuuuussss ommmm ennnnnaaaakkkk….. enttttttootttt aaakk ooomm, puuuuaaassssinnn aaaaakkkku ssssaaayyyyyaaaaanggg” Vira terus mendesah dan tubuhnya menggelinjang ga karuan. Desahan Vira seperti minyak yang menyulut api nafsuku. Kugenjot Vira dengan kecepatan tingggi. Akhhhhh oughhhhhh ssshhhhh Cuma itu yang keluar dari mulutku. “oooooooooooommmmmmmmmmm ssssaaannnnttttttiiiiiiiiiiiiii nggggeeeeccccoooooottttt” kata Vira. Tubuhnya bergetar hebat, tanda dia mengalami orgasme yang ketiga kalinya. Dan jepitan diPenisku makin kuat, ditambah omongan jorok Vira, serta gelinjang tubuhnya, membuat aku ga kuat lagi menahan dorongan air mani. “santttttiiiiiii aaakuuuuu mau kellllllluuuuuuarrrrrrrrr.” Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Langsung kucabut Penisku dari memeknya, dan kusemprotkan spermaku di dada Vira. Crrrrrrooooottttt crooooottt crottt. Lima kali spermaku menyemprot di tubuh Vira, itung-itung sebagai tambahan lulur di badan pengantin. Setelah keluar semua spermaku badanku rebah di samping Vira. “oughhhh enak banget memek kamu Vira, makasih ya….” kataku, sambil menatap langit-langit kamar. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Sesaat kemudian terdengar isak tangis Vira. Deggg jantungku deg-degan. Mungkin Vira menyesal sudah bersetubuh denganku. Akal sehat dan rasa berdosa mengganggu pikiranku. “Kenapa kok kamu menangis Vira?” tanyaku.

“Om jahat….. om ga mau membantu Vira,” katanya sambil menangis. Aku makin bingung, apa maunya anak ini.
“Lho bukannya tadi sudah aku bantu, kamu juga sudah empat kali orgasme?” tanyaku.
“Iya… tapi om nggak mau menjebol keperawananku. Kata orang kalo keperawanan dijebol itu sakit, tapi tadi Vira ga ngerasa sakit, artinya Vira masih perawan.”
“Iya, kamu masih perawan, om pikir biarlah suamimu yang menjebol keperawananmu, bukan aku.” Kataku menghibur.
“Nggak mau, aku mau om yang menjebol keperawananku. Aku mau sperma om di memek Vira. Aku mau kasih si tua jelek itu sisa-sia aja. Om ga tau kalo dari dulu Vira tertarik ama om, Vira cinta ama om…..” tangisnya makin tersedu-sedu.

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Mendengar pengakuannya itu aku jadi makin bingung. Aku ga tau harus bagaimana. Akhirnya aku berpikir lebih baik menuruti kemauannya, daripada dia besok menolak dikawinkan sama Farid. “Okelah Vira, om kabulkan kemauan Vira, tapi kamu janji besok kamu mau nikah sama Farid,” kataku. Vira mengangguk. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Aku ajak Vira ke kamar mandi yang ada di dalam kamar, kubersihkan tubuh dan memeknya, kubersihkan juga Penisku. Setelah bersih kutuntun ia ke ranjang pengantin. Di situ kami kembali saling berpagut. Bahkan sekarang ciuman Vira lebih liar dari sebelumnya. Aku juga ga mau ketinggalan, aku lepaskan semua beban pikiran yang menghambat nafsuku. Aku pengen ngentot Vira sampai aku puas. Pikiranku sudah benar-benar dikuasai nafsu. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Ciumanku turun ke payudaranya yang sudah mengeras lagi, dan tanganku menari-nari di paha Vira yang licin dan bening. Lalu ciumanku bergeser ke perut, kujilati tali pusarnya. Vira menggelinjang, geli dan nikmat. Setelah lidah puas menari-nari di pusar, lidahku menyusur ke bawah, menjilati dan menciumi pahanya. Lalu mulai menyerang memeknya, tanganku ganti ke atas, meremas-remas payudara yang montok. Penisku semakin tegang mendengar lenguhan Vira. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

“Ommmm entot Vira om, puasin Vira malam ini…”
 “Iya sayang, malam ini kamu punya om…..”

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Permainan lidahku di memek Vira lebih berani. Lidahku berani menusuk lebih dalam memek Vira. Kugigit-gigit pelan clit Vira. Dan dari mulut Vira Cuma terdengar lenguhan. “oooooughhhhhhh ssshhhhhhhh aaaaakhhhhhh aaakhhhhhhhh” Kurasakan memek Vira makin banjir lendir, membuat aku semakin bergairah menyedot semua cairan lendirnya. Dan kurang dari lima menit tubuh Vira kembali menegang, pahanya kembali menjepit kepalaku, dari mulutnya terdengar desahan. “aaaakkkkhhhhhhh aakkkkkkkuuuuuuu kkkkkkkeeeelrrruuuuaarrr.” Lendir semakin banjir di memeknya dan kusedot semua sampai habis. Lendir perawan memang enak dan sedap. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

“ayo oooommmm entot Viraiii.” Katanya.

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Lalu aku bangun dan kuarahkan Penisku ke memeknya. Kumasukkan pelan-pelan Penisku ke memeknya yang sempit. Masih butuh perjuangan biar kepala Penisku bisa masuk ke memeknya. Dengan beberapa kali maju mundur akhirnya kepala Penisku berhasil menerobos memeknya. Tubuhku kurebahkan menindih Vira, kucium bibirnya dengan penuh nafsu. by www.ceritahot.info Lalu aku berbisik, “Kalo kamu kesakitan bilang aja, nanti om tahan.” Vira Cuma mengangguk. Pantatku mulai maju mundur mendorong Penisku mmenerobos pertahanan anak perawan yang besok pagi mau dinikahkan itu. Pelan-pelan kumaju-mundurkan Penisku. Inci demi inci Penisku masuk ke memeknya. Sampai aku merasa selaput dara menahan laju Penisku. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Dan sekarang aku tak ambil pusing lagi, dengan pelan-pelan kutekan Penisku biar bisa menerobos keperawanan Vira. Dan kulihat mata Vira terbelalak menahan sakit. Biar dia ga berteriak, kulumat bibirnya dengan rakus. Pantatku masih terus bekerja maju mundur berusaha menjebol gawang Vira. Dan tangan Vira memegang pinggangku seperti ingin menahan. Aku tahu ia menahan sakit, tapi sudah terlanjur. Selaput dara Vira sudah mulai robek, Penisku sudah mulai bisa masuk tanpa halangan lagi. Semakin cepat kupompa Penisku ke delam memeknya, biar Vira ga terlalu lama merasakan sakit. Beberapa saat kemudian rasa sakit sudah hilang digantikan rasa nikmat. Vira kembali meracau keenakan. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

“ommmm trruuuusssssss yakhhhhhhh…. eeeennnnnnnaaaakkkkk ommmmmmmmmmmmm”
“Ouuuughhhhhhh yeaaahhhhhhh ommmm jugaaa ennnnakkkkk, memekmu peret banggggeeettt”
Semakin cepat sodokan Penisku dimemek Vira, semakin rasa desahannya.
“Akhhhhsssshh ommmmm Vira mooo kellurrraarrrr”
“Sammmma ommmmm jjjuggga. Keluarin dimana??”
“Di dalem ajahhhh ooommmmm”
Semakin kupercepat sodokanku, dan Vira mengimbangi dengan memaju mundurkan pantatnya. Sampai kemudian kami bersamaan ngecrot. “Ommmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm”.
“Akkkkkkkkkkkkkkkkhhhhhssss Saaaannnnnnnnnnnnnnn”
Croooooooot crooorrrr croooooorrrr. 15 kali spermaku nyemprot di memek Vira. Dan sepertinya Vira juga banyak keluar lendirnya.

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Kulirik jam dinding sudah jam 2 malam. Segera kucabut Penisku dari memek Vira. Dan kukecum keningnya. Vira terpejam sebentar dan mengucapkan terima kasih. “Vira puasssssss banget ngentot sama om, om hebat. Vira juga puas ngerjain si tua bangka itu. Kapan-kapan ngentot lagi ya om.” Kujawab dalam hati, siapa yang nolak diajak ngentot sama gadis seliar Vira?? Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Cerita Sex Birahi Calon Pengantin – Dan esoknya, di pelaminan kulihat Vira duduk sambil senyum-senyum memandangku. Senyum kemenangan dan kepuasan. Sedang Farid yang sudah penuh uban itu, duduk dengan jaim. Kadang muncul rasa kasihan dalam diriku pada Farid, karena keperawanan istri diberikan padaku. Aku yang mendahului malam pertamanya. Tapi apa boleh buat, Vira yang menentukan. Cerita Sex Birahi Calon Pengantin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.