Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan

Tempat Berbagi Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Tante-Tante, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Sedarah, Foto HOT, Foto Sex, Foto Dewasa, Foto ABG Sange, Foto Gadis Hyper Sex, Foto SPG Bugil, Koleksi Memek Tante Girang : Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Cerita Sex ku kali ini tak kalah dengan cerita Sex ku yang sebelumnya, bisa dibilang kejadian ini terjadi lebih cepat. Dengan waktu kurang dari satu minggu saja aku sudah bisa meniduri wanita ini. Namanya Zhenda, wanita ini ku kenal di dalam sebuah bis, saat itu pada waktu akuberangkat dengan tergesa-gesa aku mengejar sebuah bis yang menuju ketempatku kerja, setelah naik, akhirnya aku melihat tempat duduk yang masih kosong, dan aku pun mendudukinya. Terlihat disampingku ada seorang wanita yang kutafsir umurnya masih sekitaran 33 tahunan. Setelah jantungku berdetak kembali normal, aku pun mengajak wanita itu ngobrol, dari obrolan itulah aku mengetahui namanya tadi. Dan dari obrolan tadi aku juga mengetahui dimana tempat dia bekerja dan dimana tempat tinggalnya, tak juga lupa aku meminta no HP nya juga. Cerita Sex Terbaru

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Setelah perkenalan pagi itu aku dan Zhenda sering berhubungan lewat sms ataupun telpon. Kami banyak mengobrol tengtang kehidupan kami masing-masing. Sampai akhirnya Zhenda membuka cerita kalau ternyata dia memilki suami yang jauh lebih tua dari Zhenda dan dari penikahan itu Zhenda dikaruniai 3 orang anak yang masih juga kecil-kecil. Zhenda juga bercerita kalau kebutuhan Sex nya bulan-bulan ini tidak pernah menyampai klimaks karena suaminya yang sudah tak sanggup lagi memuaskannya. Akupun dengan tidak sengaja, langsung nyeplos untuk menawarkan diri, agar bisa memuaskan Zhenda, sebelum dijawab akupun sudah meminta maaf terlebih dahulu aku takut tawarkanku tadi menyinggung perasaan Zhenda. Tapi diluar akal pikiranku, Zhenda menjawab lain, dia tidak marah tapi malah dia menantangku, apakah aku bisa memuaskan Zhenda sampai berapa ronde. Dengan semangat aku langsung menjawab “kita buktikan saja, aku duluan yang lemas, apa kamu dulu, kalau kamu yang lemas duluan apa konsekuensinya” tanyaku. “Aku akan selalu siap melayani kamu kapan saja yang kamu mau” jawab Zhenda. Gila banget wanita ini pikirku, dan dengan sangat semangat aku membalasnya “Okeee, tunggu tanggal mainnya saja, kita buktikan”. Cerita Sex Tante

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Maaf saking semangatnya aku bercerita aku lupa memperkenalkan diri, Namaku Ajik. Setelah percakapan lewat telpon malam itu akhirnya kita berjanjian untuk bertemu. Dan akhirnya kita bertemu disalah satu hotel mewah, awalnya kita bertemu di restoran bawah dihotel tersebut selanjutnya setelah makan dan mengobrol akhirnya kita memutuskan untuk langsung masuk kamar hotel yang sudah Zhenda pesan. Kita masuk lift menuju kamar, dan di dalam lift sempat terjadi kita saling berciuman karena lift yang kosong. Lalu kulepas sepatu dan menghempaskan badan di kasur yang empuk. Kulihat si Zhenda tak tampak, ia di kamar mandi. Kupandangi langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang jauh tak karuan. Senang, takut (kalau-kalau ada yang lihat) terus berganti. Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka. Zhenda keluar, sudah tanpa blaser dan sepatunya. Kini tampak di hadapanku pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Hanya memakai baju putih tipis tanpa lengan. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung isinya, sehingga dua gundukan besar dan kenyal itu membentuk lipatan di tengahnya. Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan ludah. Cerita Sex HOT

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung gemburnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku, “Mas..” katanya tanpa melanjutkan kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan. Aku yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke bibirnya. Kami larut dalam lumat-lumatan bibir dan lidah tanpa henti. Kadang berguling, sehingga posisi kami bergantian atas-bawah. Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. Posisi ini kami hentikan atas inisiatifku, karena aku tidak terbiasa ciuman lama seperti ini tanpa dilepas sekalipun. Tampak ia nafsu sekali. Aku melepas bajuku, takut kusut atau terkena lipstik. Kini aku hanya memakai Celana Dalam. Ia tampak bengong memandangi Celana Dalamku yang menonjol. “Lepas aja bajumu, nanti kusut,” kataku. “Malu ah..” katanya. “Kan nggak ada yang lihat. Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka semua kancing. Kulempar bajunya ke atas meja di dekat ranjang. Kini tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan. Karena malu, akhirnya dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya, nafsuku naik lagi satu tingkat, “burung”-ku tambah mengencang. Cerita Sex Janda

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Dalam posisi begini, aku cium dan jilati leher dan bagian kuping yang tepat di depan bibirku. “Ach.. uh..” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Mulai terangsang, pikirku. Setelah puas dengan leher dan kuping kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Kuulangi gerakan jilat leher dan pangkal kuping kirinya, persis yang kulakukan tadi. Kini erangannya semakin sering dan keras. “Mas.. Mas.. geli Mas, enak Mas..” Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol, naik-turun.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Selanjutnya gerilyaku pindah ke leher depan. Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. Sengaja aku belum melepas BH, karena aku sangat menikmati wanita yang ber-BH hitam, apalagi susunya besar dan keras seperti ini. Jilatanku kini sampai di lipatan susu itu dan lidahku menguas-nguas di situ sambil sesekali aku gigit lembut. Kudengar ia terus melenguh keenakan. Kini tanganku meraih tali BH, saatnya kulepas, ia mengeluh, “Mas.. jangan, aku malu, soalnya susuku kegedean,” sambil kedua tangannya menahan BH yang talinya sudah kelepas. “Coba aku lihat sayang..” Kataku memindahkan kedua tangannya sehingga BH jatuh, dan mataku terpana melihat susu yang kencang dan besar. “Mah.. susumu bagus sekali, aku sukaa banget,” pujiku sambil mengelus susu besar menantang itu. Putingnya hitam-kemerahan, sudah keras.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Kini aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku. Kujilat, kupilin putingnya, kugigit, lalu kugesek-gesek dengan kumisku, Zhenda kelojotan, merem melek, “Uh.. uh.. ahh..” Setelah puas di daerah dada, kini tanganku kuturunkan di daerah selangkangan, sementara mulut masih agresif di sana. Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Kuulangani beberapa kali, Zhenda terus mengaduh sambil membuka tutup pahanya. Kadang menjepit tangan nakalku. Semua ini kulakukan tahap demi tahap dengan perlahan. Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak terburu-buru, benar-benar kunikmati dengan tujuan agar Zhenda punya kesan berbeda dengan yang pernah dialaminya. Kuplorotkan celananya. Zhenda sudah telanjang bulat, kedua pahanya dirapatkan. Ekspresi spontan karena malu.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Kupikir dia sama saja denganku, pengalaman pertama dengan orang lain. Aku semakin bernafsu. Berarti di hadapanku bukan perempuan nakal apalagi profesional. Kini jari tengahku mulai mengelus perlahan, turun-naik di bibir vaginanya. Perlahan dan mengambang. Kurasakan di sana sudah mulai basah meski belum becek sekali. Ketika jari tengahku mulai masuk, Zhenda mengaduh, “Mas.. Mas.. geli.. enak.. terus..!” Kuraih tangan Zhenda ke arah selangkanganku (ini kulakukan karena dia agak pasif. Mungkin terbiasa dengan suami hanya melakukan apa yang diperintahkan saja). “Mas.. keras amat.. Gede amat?” katanya dengan nada manja setelah meraba burungku. “Mas.. Zhenda udah nggak tahan nikh, masukin ya..?” pintanya setengah memaksa, karena kini batangku sudah dalam genggamannya dan dia menariknya ke arah vagina. Aku bangkit berdiri dengan dengkul di kasur, sementara Zhenda sudah dalam posisi siap tembak, terlentang dan mengangkang. Kupandangi susunya keras tegak menantang.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Ketika kurapatkan “senjataku” ke vaginanya, reflek tangan kirinya menangkap dan kedua kakinya diangkat. “Mas.. pelan-pelan ya..” Sambil memejamkan mata, dibimbingnya burungku masuk ke sarang kenikmatan yang baru saja dikenal. Meski sudah basah, tidak juga langsung bisa amblas masuk. Terasa sempit. Perlahan kumasukkan ujungnya, lalu kutarik lagi. Ini kuulangi hingga empat kali baru bisa masuk ujungnya. “Sret.. sret..” Zhenda mengaduh, “Uh.. pelan Mas.. sakit..” Kutarik mundur sedikit lagi, kumasukkan lebih dalam, akhirnya.. “Bles.. bles..” barangku masuk semua. Zhenda langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. enak, Mas enak.. enak sekali.. kamu sekarang suamiku..” Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Zhenda tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, “Aduuh.. Mas.. aku.. enak.. keluaar..” tangannya mencengkeram rambutku. Aku hentikan sementara tarik-tusukku dan kurasakan pijatan otot vaginanya mengurut ujung burungku, sementara kuperhatikan Zhenda merasakan hal yang sama, bahkan tampak seperti orang menggigil. Setelah nafasnya tampak tenang, kucabut burungku dari vaginanya, kuambil celana dalamnya yang ada di sisi ranjang, kulap burungku, juga bibir vaginanya. Lantas kutancapkan lagi. Kembali kuulangi kenikmatan tusuk-tarik, kadang aku agak meninggikan posisiku sehingga burungku menggesek-gesek dinding atas vaginanya. Gesekan seperti ini membuat sensasi tersendiri buat Zhenda, mungkin senggamanya selama ini tak menyentuh bagian ini. Setiap kali gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak, “Enak.. terus, enak terus.. terus..” begitu sambil tangannya mencengkeram bantal dan memejamkan mata. “Aduuhm Mas.. Zhenda keluar lagi niikh..” teriaknya yang kusambut dengan mempercepat kocokanku.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Tampak dia sangat puas dan aku merasa perkasa. Memang begitu adanya. Karena kalau di rumah, dengan istri aku tidak seperkasa ini, padahal aku tidak pakai obat atau jamu kuat. Kurasakan ada sesuatu yang luar biasa. Kulirik jam tanganku, hampir satu jam aku lakukan adegan ranjang ini. Akhirnya aku putuskan untuk terus mempercepat kocokanku agar ronde satu ini segera berakhir. Tekan, tarik, posisi pantatku kadang naik kadang turun dengan tujuan agar semua dinding vaginanya tersentung barangku yang masih keras. Kepala penisku terasa senut-senut.

“Zhenda.. aku mau keluar nikh..” kataku.
“He.. eeh.. terus.. Mas, aduuh.. gila.. Zhenda juga.. Mas.. terus.. terus..”
“Crot.. crot..” maniku menyemprot beberapa kali, terasa penuh vaginanya dengan maniku dan cairannya. Kami akhiri ronde pertama ini dengan klimaks bareng dan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. Satu untukku dan tiga untuk Zhenda.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Setelah bersih-bersih badan, istirahat sebentar, minum kopi, dan makan makanan ringan sambil ngobrol tentang keluarganya lebih jauh. Zhenda semakin manja dan tampak lebih rileks. Merebahkan kepalanya di pundakku, dan tentu saja gunung kembarnya menyentuh badanku dan tangannya mengusap-usap pahaku akhirnya burungku bangun lagi. Kesempatan ini dipergunakan dengan Zhenda. Dia menurunkan kepalanya, dari dadaku, perut, dan akhirnya burungku yang sudah tegang dijilatinya dengan rakus. “Enak Mas.. asin gimana gitu. Aku baru sekali ini ngrasain begini,” katanya terus terang. Tampak jelas ia sangat bernafsu, karena nafasnya sudah tidak beraturan. “Ah..” lenguhnya sambil melepas isapannya. Lalu menegakkan badan, berdiri dengan dengkul sebagai tumpuan. Tiba-tiba kepalaku yang sedang menyandar di sisi ranjang direbahkan hingga melitang, lalu Zhenda mengangkangiku.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Posisi menjadi dia persis di atas badanku. Aku terlentang dan dia jongkok di atas perutku. Burungku tegak berdiri tepat di bawah selangkangannya. Dengan memejamkan mata, “Mas.. Zhenda gak tahaan..” Digenggamnya burungku dengan tangan kirinya, lalu dia menurunkan pantatnya. Kini ujung kemaluanku sudah menyentuh bibir vaginanya. Perlahan dan akhirnya masuk. Dengan posisi ini kurasakan, benar-benar kurasakan kalau barang Zhenda masih sempit. Vagina terasa penuh dan terasa gesekan dindingnya. Mungkin karena lendir vaginanya tidak terlalu banyak, aku makin menikmati ronde kedua ini. “Aduuh.. Mas, enak sekali Mas. Aku nggak pernah sepuas ini. Aduuh.. kita suami istri kan?” lalu.. “Aduuh.. Zhenda enak Mas.. mau keluar nikh.. aduuh..” katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke susunya. Kuelus, lalu kuremas dan kuremas lagi semakin cepat mengikuti, gerakan naik turun pantatnya yang semakin cepat pula menuju orgasme.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Akhirnya Zhenda menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai. Dengan posisi aku di bawah, aku lebih santai, jadi tidak terpancing untuk cepat klimaks. Sedangkan Zhenda sebaliknya, dia leluasa menggerakkan pantat sesuai keinginannya. Adegan aku di bawah ini berlangsung kurang lebih 30 menit. Dan dalam waktu itu Zhenda sempat klimaks dua kali. Sebagai penutup, setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot burungku. Setelah kami masing-masing melap “barang”, kumasukkan senjataku ke liang kenikmatannya. Posisinya aku berdiri di samping ranjang. Pantatnya persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Aku sudah siap memulai acara penutupan ronde kedua. Kumulai dengan memasukkan burungku secara perlahan. “Uuh..” hanya itu suara yang kudengar. Kumaju-mundurkan, cabut-tekan, burungku. Makin lama makin cepat, lalu perlahan lagi sambil aku ambil nafas, lalu cepat lagi. Begitu naik-turun, diikuti suara Zhenda, “Hgh.. hgh.. ” seirama dengan pompaanku.

Setiap kali aku tekan mulutnya berbunyi, “Uhgh..” Lama-lama kepala batanganku terasa berdenyut.
“Mah.. aku mau keluar nikh..”
“Yah.. pompa lagi.. cepat lagi.. Zhenda juga Mas.. Kita bareng ya.. ya.. terus..” Dan akhirnya jeritan..
“Aaauh..” menandai klimaksnya, dan kubalas dengan genjotan penutup yang lebih kuat merapat di bibir vagina, “Crot.. crott..” Aku rebah di atas badannya. Adegan ronde ketiga ini kuulangi sekali lagi. Persis seperti ronde kedua tadi.

Cerita Sex Janda Tiga Anak Rasa Perawan – Setelah pesetebuhan ini kami selalu berjanjian untuk bertemu untuk memuaskan nafsu Sex Zhenda, yang menurutku Zhenda ini wanita yang sangat buas untuk urusan Sex. Sampaipada akhirnya lama kami melakukan persetubuan, Zhenda hamil dan yang dikandungnya itu sebagian besar adalah hasil hubungan Sex. Tapi aku nyaman-nyaman saja karena Zhenda masih mempunyai suami, jadi aku tidak bertanggung jawab, dan Zhenda pun juga tidak memintaku untuk tanggung jawab, malah dalam posisi hamil Zhenda masih sering mengajaku bertemu hanya untuk sekedar melampiaskan nafsu SEX nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.