VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Birahi Terpendam Gadis Pemalang 1

VIMAX ASLI Obat Kuat

SexCrit situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update  || Cerita Sex Birahi Terpendam Gadis Pemalang 1 – Di kamar kostnya Dika berbaring sambil ngelamun. Di luar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, di kota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Dika suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Nelly, ibu kostnya. Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Pemalang.

Dibayangkannya perempuan itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam dan panjang panjang. Membuka satu persatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.

Cerita Dewasa Birahi Terpendam Gadis Pemalang

Cerita Sex Birahi Terpendam Gadis Pemalang 1
Cerita Mesum Birahi Terpendam Gadis Pemalang

Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna dengan BHnya, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari striptease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu-bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.

”Blarrrrrrrrr!” suara guntur membuyarkan lamunannya.

Dika bangkit berdiri sambil menggaruk batang penis di selangkangannya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia kos. Baru sekitar 1 bulan ia kos di rumah keluarga Pak Hamdan setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Pak Hamdan telah beristri dengan anak satu berumur tujuh tahun.

Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Nelly sudah tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Dika duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Dika mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya. Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Dika selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.

Tiba2 Dika mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Nelly. Dika kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba.

Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya? tanya Dika tergagap
Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok jawab perempuan itu dengan logat Pemalang yang kental.

Yang membuat Dika kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Nelly, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Nelly. Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alis matanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.

Entah mengapa Dika selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Nelly tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Nelly yang masih dibawah tiga puluh tahun.

Akhirnya jadilah ia kost di paviliun di samping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Hamdan. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Nelly dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.

Tapi malam ini Nelly berpenampilan lain, tanpa kerudung! Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Nelly memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Dika, Nelly seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.

Gambar tivinya jelek ya? tanya Nelly mengagetkan Dika.
Eh, iya. Antenenya kali jawab Dika sambil menunduk.

Dika semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Dika kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Dika menelan ludah.

Semuanya jelek,  kata Nelly Nonton VCD saja ya?
Terserah Teteh kata Dika masih berdebar menghadapi situasi itu.
Tapi adanya film unyil, nggak apa? kata Nelly sambil tersenyum menggoda.

Dika faham maksud Nelly tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.

Ya terserah Teteh saja jawab Dika.

Nelly kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya. Dika semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Nelly keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.

Mau nonton yang mana? tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Dika.

Dika menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno.

Eh, ah yang mana sajalah kata Dika belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.

Yang ini saja, ada ceritanya kata Nelly mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV. Dika mencoba menenangkan diri.
“Memang Teteh suka nonton ya? tanya Dika memancing
“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk jawab Nelly sambil tertawa kecil
“Bapak juga? tanya Dika lagi
“Nggalah, marah dia kalau tau kata Nelly kembali duduk setelah memencet tombol player.

Memang selama ini Nelly menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.

Bapak kan orangnya kolot lanjut Nelly dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!

Dika tertegun mendengar pengakuan Nelly tentang hal yang sangat rahasia itu. Dika mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya di tempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.

Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Dika tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan di sebelahnya.Nelly duduk sambil mengangkat satu kakinya ke atas kursi dengan tangannya ditumpangkan di lututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Dika sudah tidak ragu lagi.

Teteh kesepian ya? tanya Dika sambil menatap perempuan itu
Nelly balik menatap Dika dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.

Kamu mau tolong saya? tanya Nelly sambil memegang tangan Dika.
Bagaimana dengan Bapak ? tanya Dika ragu-ragu tapi tau maksud perempuan ini.
Jangan sampai Bapak tahu kata Nelly
Itu bisa diatur lanjut Nelly sambil mulai merapatkan tubuhnya.

Dika tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora di mata Nelly. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk dikecup. Tanpa menunggu lagi bibir Dika segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu. Dika semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Nelly.

Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Nelly memegang belakang kepala Dika menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Dika mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Nelly.

Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya. Nelly bergetar ketika jemari Dika menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Dika memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Nelly telah merenggangkan kedua pahanya.

Dan rupanya Nelly telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Dika dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu.

Segera saja tangan Dika merambahi kembali lembah hangat milik Nelly yang telah terbuka itu. Dirasakannya bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Dika membelai bulu-bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.

Nelly makin mendesah ketika jemari Dika mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Nelly rasakan pada daerah kemaluannya. Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang penisnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Nelly. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Nelly.

Selama hampir delapan tahun menikah, Nelly belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Hamdan suaminya yang berusia hampir empat puluh lima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.

Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang.

Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan air mani di dalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak. Sehingga selama bertahun-tahun, Nelly tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang air mani suaminya bila tangkinya sudah penuh.

Nelly sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi. Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Nelly bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati.

Dari wanita ini, Lilis namanya, Nelly mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian. Tetapi sebagai perempuan normal Nelly tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu.

Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu di tubuh Nelly. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.

Ah… terus Bi…desahnya membara.

Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Dika mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Nelly mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Nelly dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.

Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah.

Sejak Dika kost dirumahnya, Nelly telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya. Malam ini Nelly tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.

Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Dika mulai menyusuri leher jenjang Nelly yang selama ini tertutup rapat. Mulut Dika menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus ke bawah sepertinya hendak ke daerah belahan dada Nelly, tapi tiba-tiba Dika bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Nelly yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.

Rupanya Dika ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Nelly juga faham maksud Dika. Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Dika lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Nelly menunduk memperhatikan kepala Dika dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hot.

Dihadapan Dika terlihat selangkangan perempuan dewasa yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu-bulu jembut yang menghitam agak keriting dengan sangat lebatnya menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus. Dika menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. LDikaa mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu-bulu jembut menghitam di tepi dan atasnya.

Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu. Kedua tangan Dika bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya

Ahhh…! Nelly mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.

Desahannya semakin menjadi ketika lidah Dika mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Nelly blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dikhayalkan. Dika terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah ke atas meremasi susu yang montok padat.

Rupanya Nelly sudah merasa semakin panas meskipun di luar hujan masih turun.

Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat di sofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya.

Mata Nelly merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Dika. Hasrat yang telah lama dikhayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak khayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno.

Demikian juga dengan Dika, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.

Jilatan dan rabaan Dika rupanya telah menaikkan nafsu Nelly makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Nelly yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas ditariknyanya kepala Dika agar makin rapat ke selangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Dika yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.

Ahhh… duh Gusti…! Ahhh! Enaknya ! jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.

Dika sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat ke selangkangan itu ditambah Nelly merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Nelly menyenderkan kepalanya di sandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Dika kembali membuka sehingga Dika dapat melepaskan diri. Muka Dika basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan birahi yang keluar dari lubang kenikmatan Nelly.

Dika bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.

Hatur nuhun ya Dik kata Nelly berterima kasih sambil membuka matanya sehDikas meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.

Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Dika telah berdiri telanjang bulat dengan batang penis mengacung keras. Batang penis yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Dika mendekat dan meraih tangan Nelly, dan menariknya berdiri. Kemudian Dika mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.

Kenapa sih? tanya Nelly sambil senyum-senyum.
Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup jawab Dika yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.

Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Nelly, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata.

Tubuh Nelly memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi dilengkapi dengan putingnya yang berwarna merah kecoklatan dan tampak sudah tegak mengacung ke atas, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.

Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang penis Dika. Dan Nelly yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Nelly kembali duduk sambil tetap menggengam batang penis itu. Dika mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya.

Dengan mata berbinar diperhatikan batang penis yang tegang dihadapannya. penis yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Nelly ingin merasakan mengulum penis lelaki seperti yang dilihatnya di film porno.

Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala penis yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang penis yang telah basah itu dan dikulumnya.

Dika meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Nelly mulai melumati batang penis di dalam mulutnya dengan semakin bernafsu. Nelly mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya di film. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang penis itu dengan giginya, membuat Dika semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Nelly adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Dika agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya

Nelly yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film. Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.

Dika yang batang penisnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut Nelly meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya.

Ah Teh, sudah mau keluar nih desisnya mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.

Tapi Nelly yang memang mau merasakan semburan mani di mulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang penis itu menumpahkan cairan kenikmatan di dalam mulut Nelly. Dika meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Nelly…

Dirasakannya cairan hangat menyemprot di dalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Nelly semakin keras mengocok batang penis itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang penis Dika, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang penis itu. Tanpa rasa jijik atau mual. Cerita Sex 2016, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Hot.

Next Part 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.