Cerita Sex Dua ABG Hobi Ngentot

Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto sex terbaru secara gratis dan selalu update : Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita ABG, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa : Cerita Sex Dua ABG Hobi Ngentot – Angga adalah seorang anak yang berkecukupan dan bisa dibilang kaya. Angga mempunyai dua rumah, rumah yang satu dipakai oleh kedua orang tuanya, sedangkan rumah yang satunya lagi oleh orang tuanya dikontrakkan ataupun dikoskan kepada para pegawai atau mahasiswa, dan kebetulan sekali Angga diam di rumah yang dikontrakkan tadi. Dengan alasan biar tidak susah dan jauh dari sekolah dan ingin belajar hidup sendiri, maka Angga diperbolehkan tinggal di rumah yang satunya itu. Memang kebutuhan hidup Angga selalu dipenuhi oleh orang tuanya, dimana kedua orang tuanya bekerja dan Angga mempunyai adik 2 orang, tetapi masih kecil–kecil. Di rumah Angga yang dikoskan tersebut, dari sekian banyak orang yang tinggal, ada seorang wanita yang bernama Putri.

Cerita Dewasa Dua ABG Hobi Ngentot

cerita sex abg, cerita mesum hot, cerita ngentot abg, cerita dewasa terbaru
Cerita Mesum Dua ABG Hobi Ngentot

Sebut saja Mbak Putri, Mbak Putri tersebut mempunyai bentuk tubuh yang aduhai, Dengan ciri-ciri dia mempunyai tinggi sekitar 160 cm Dengan badan ideal dan wajah imut–imut, kulit putih, pokoknya cantik dan rambut hitam panjang sebahu. Mbak Putri tersebut sudah keluar sekolah SMA telah 2 tahun dan pada waktu itu Mbak Putri bekerja di perusahaan swasta yang masuk kerjanya selalu kebagian masuk siang atau biasa disebut shift dua. Angga dan saya sendiri suka pulang sekolah siang hari, kira–kira pukul 13:00 siang, karena saya sekolah pagi. Setiap pulang sekolah Angga selalu pulang ke rumah. Yang ada di rumah hanyalah tersisa Mbak Putri saja, sebab yang lainnya bekerja berangkat pagi dan baru pulang sore hari.

Setiap sehabis pulang sekolah, Angga sering sekali dan bahkan hampir tiap hari mengintip Mbak Putri yang sedang mandi untuk pergi ke kantor. Kamar mandi di rumah Angga hanya satu, dan Angga tidur di kamar atas, sedangkan kamar mandi tersebut ada celah yang menembus dari atas. Kata si Angga biar cahaya matahari masuk ke kamar mandi untuk mengirit uang. Angga mengintip Mbak Putri yang imut–imut dan berbody mulus itu. Mbak Putri pun mempunyai payudara yang tidak kalah dari model–model majalah top Idonesia dan mempunyai bulu–bulu yang seksi di sekitar alat kelaminnya. Pada saat mandi Mbak Putri sering sekali selalu seperti meraba–raba payudaranya sendiri, dan tidak jarang juga Mbak Putri suka seperti menggosok–gosokkan tangannya ke alat kelaminnya. Pernah juga Mbak Putri sepertinya memasukkan tangannya sendiri ke dalam alat kelaminnya atau goa hiro-nya itu Dengan mendesah seperti kesakitan dan kenikmatan, “Eeh… ehhh… uuuhh.. uuuhh… iiihhh… ahhh…”

Karena Angga sering sekali mengintip Mbak Putri mandi pada siang hari untuk pergi ke kantor, Angga menjadi terobsesi untuk menyetubuhi Mbak Putri. Angga pun setelah mengintip Mbak Putri mandi, dia sering sekali langsung melakukan kocokan terhadap alat kelaminnya, karena Angga terangsang oleh bentuk tubuh sensual milik Mbak Putri. Karena Angga sering melakukan hal tersebut, akhirnya Angga pun meminta foto-nya Mbak Putri Dengan alasan buat kenang–kenangan. Mbak Putri pun memberikannya tanpa curiga sedikit pun. Rasa nafsu birahinya Angga pun semakin meningkat, sebab Angga melakukan onani terhadap alat kelaminnya sambil memandangi foto Mbak Putri. Hampir tiap hari Angga setelah pulang sekolah selalu melakukan aktifitasnya seperti itu.

Hubungan Angga dan Mbak Putri memang dekat, karena Mbak Putri pun kepada Angga sudah menganggap seperti adik sendiri, sedangkan Angga ingin sekali menjadi pacar Mbak Putri, apalagi berhubungan badan Dengannya, itulah impian Angga. Mbak Putri memang selalu hobby nonton film yang semi porno, seperti film remaja barat. Tidak jarang juga menonton bersama Angga di ruang tengah tamu. Bila ada film baru, Angga selalu membawa teman–teman kami, khususnya cowok dan kalau cewek sulit diajaknya, bahkan banyak yang bilang film yang kami tonton itu jorok. Hingga suatu hari, Mbak Putri kebetulan libur dan Angga setelah habis pulang sekolah langsung bertanya kepada Mbak Putri, “Mbak kok belum mandi..? Enggak masuk kantor yah Mbak..?” Dengan nada semangat Mbak Putri pun menjawab, “Enggak Ngga, kan Mbak hari ini libur Angga…” Pada waktu itu munculah ide gila dibenak Angga.

Angga langsung pergi ke sebuah rental VCD yang letaknya tidak jauh dari rumah Angga. Waktu itu Angga sangat beruntung, Angga mendapatkan kaset vcd tersebut, dan film yang dipinjam Angga bukanlah film cerita tentang kehidupan remaja yang selalu dipinjam dan ditonton oleh kami. Film yang dipinjam Angga pada waktu itu film luar yang memang sebuah film yang bukanlah film semi, melainkan film vulgar atau blue film ataupun bisa dibilang film porno. Setelah dari tempat penyewaan VCD, Angga segera pulang Dengan perasaan sudah tidak sabar ingin menonton film tersebut bersama–sama Mbak Putri.

Sesudah sampai, Mbak Putri bertanya pada Angga, “Angga habis dari mana, kok kayaknya capek Ngga..?” Angga langsung menjawab Dengan nafas kelelahan.

“Ohh… oh.., i.. ini Mbak, habis pinjam film, Mbak mau nonton enggak..?” Dengan hati yang berharap supaya Mbak Putri pun ikut menonton.

Dan Mbak Putri pun menjawab, “Emangnya film apaan tuh Ngga..?” “Oh.., ini filmnya pasti deh okey, Mbak pokoknya pasti ingin nonton deh..!” Mbak Putri pun akhirnya ingin tau juga apa film tersebut.

“Oke deh Ngga, tapi Mbak Putri beres–beres dulu yach Ngga..!”

“Iyah deh Mbak, Angga tunggu di atas…”

Memang di kamar Mbak Putri tidak ada TV dan kebetulan di kamar Angga ada TV. Setelah menonton Mbak Putri sangat terkejut melihat film tersebut.

“Ngga kok ini film-nya full gar amat, dan Kamu harusnya enggak nonton yang ginian Ngga..?”
“Ah Embak.., kan Angga udah gede Mbak, masa harus nonton film Doraemon melulu, bosankan Mbak… lagian biar tidak jenuh.”

Mbak Putri pada waktu itu terlihat dirinya terangsang oleh adegan–adegan yang diperagakan di film tersebut, terlihat Mbak Putri saat menonton duduknya tidak mau diam dan sekali-kali Mbak Putri pun sepertinya menelan air ludahnya. Angga pun pada waktu itu sudah pasti batang kejantanannya sudah menegang, yang rasanya ingin juga melakukan adegan–adegan seperti di film tersebut, karena sang putri sebagai lawan mainnya sudah di depan mata dia. Tapi setelah film kedua selesai, Mbak Putri langsung meminta ijin untuk pergi ke kamar tidurnya dan Angga pun membereskan kaset VCD tersebut.

Tidak lama kemudian Mbak Putri masuk ke kamar mandi, tetapi Angga pada saat itu tidak ingin lagi mengintip Mbak Putri, melainkan ingin sekali berhubungan tubuh bersama Mbak Putri. Angga sambil menunggu Mbak Putri keluar dari kamar mandi, berpura-pura menonton TV di tengah rumah tersebut. Tidak lama kemudian terlihatlah Mbak Putri keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk saja sehingga pada saat itu Angga pun semakin terangsang ingin sekali langsung menerkam Mbak Putri.

Mbak Putri pun sambil jalan menuju ke kamar tidurnya bertanya kepada Angga, “Angga Kamu mau mandi juga..?”

Angga langsung menjawab, “Ah enggak Mbak..!”

Tidak lama kemudian Mbak Putri masuk kamar, dan Angga pada saat itu langsung saja secara diam–diam ingin mengintip Mbak Putri. Hari itu adalah suatu keberuntungan bagi Angga, karena ternyata pintu kamar Mbak Putri tidak ditutup rapat. Pada waktu itu Angga yang tidak berpikir panjang langsung saja masuk ke dalam kamar Mbak Putri dan langsung menutup pintu Mbak Putri dan menguncinya. Mbak Putri sangat terkejut karena pada saat itu Mbak Putri sedang memakai celana dalamnya yang baru sampai ke pahanya.

“Angga.., Kamu apa–apaan Angga..? Kamu berani kurang ajar Ngga..?” kata Mbak Putri terkejut.

Tanpa dihiraukannya omongan Mbak Putri, Angga langsung menerkam Mbak Putri bagaikan harimau menerkam rusa. Langsung saja Mbak Putri berontak dan marah. Angga mendorong Mbak Putri ke kasur tidur dan langsung menutup mulut Mbak Putri agar bungkam seribu kata. Angga pada saat itu memang sudah kemasukan setan, Angga langsung menyiumi bibir Mbak Putri sampai Dengan payudara Mbak Putri sambil memegang kedua tangan Mbak Putri. Posisi merPutri pada saat itu Angga di atas badan Mbak Putri yang hanya memakai celana dalam sampai Dengan pahanya.

Mbak Putri pun berontak, sehingga Angga menyiumi bibir Mbak Putri tersebut merasa sulit. Setelah itu, Angga menyiumi bibir, leher dan sampai payudara Mbak Putri. Setelah ada 10 menit Dengan gigitan kecil, akhirnya Mbak Putri sepertinya sudah pasrah akan tindakan Angga tersebut. Karena terlihat di wajah Mbak Putri sudah pasrah dan tidak berontak lagi sambil meneteskan air mata, akhirnya Angga melepaskan bajunya dan celananya hingga Angga tidak memakai sehelai kain apa pun. Angga langsung saja melepaskan celana dalam yang akan dipakai oleh Mbak Putri yang hanya sampai di pahanya. Secara sepontan Angga memegang kedua kaki Mbak Putri dan langsung menariknya sehingga alat kelamin Mbak Putri sudah di ujung pintu kenikmatan.

Tanpa basa–basi Angga memasukkan batang kejantanannya yang sudah menegang dari tadi Dengan bantuan tangannya, tetapi anehnya batang kejantanan Angga sulit sekali dimasukkan ke dalam liang keperawanan Mbak Putri, sehingga Angga berusaha secara paksa. Akhirnya Angga dapat menembus tembok sempit liang kewanitaan Mbak Putri, sehingga Mbak Putri langsung menjerit kesakitan, “Ahhh… ahh… aawww…” karena pada saat itu kesucian Mbak Putri sudah hilang oleh batang kejantanannya Angga. Karena mendengar Mbak Putri menjerit, nafsu birahinya Angga semakin bertambah. Angga terus mengayun batang keperkasaannya ke depan, mundur-depan-mundur untuk menuju gerbang kenikmatan yang diharapkan Angga pada klimaksnya berhubungan seks.

Sekitar 20 menitan kemudian, Mbak Putri merasakan liang senggamanya sudah lecet, sehingga Mbak Putri ingin sekali melepaskan batang kejantanan Angga dari liang kewanitaannya. Tetapi Angga tidak melepaskannya, malahan menarik paha Mbak Putri agar tetap pada keadaannya. Hal ini mengakibatkan Mbak Putri terlihat lemas sekali dan tidak lagi berontak, karena memang sudah benar-benar lelah di 30 menit terakhir setelah perlakuan tidak senonoh yang dilakukan Angga terhadapnya. Tidak lama kemudian, batang kejantanan Angga pun terasa hangat, lecet, dan akhirnya terasa deyutan–deyutan seperti ingin mengeluarkan cairan.

Dan akhirnya cairan penyumbur Angga pun menyempot ke dalam liang senggama milik Mbak Putri. Karena Angga melihat Mbak Putri sudah lemas, Angga pun segera mengambil tindakan langsung menggenjot kembali batang kemaluannya ke dalam dan keluar liang senggama Mbak Putri secara cepat. Dari mulai sempit hingga terasa liang senggama Mbak Putri semakin lebar. Memang kali ini tidak menyempit lagi, laju jalannya batang kemaluan Angga tidak terhimpit lagi dan terasa saat itu pula terlihat adanya cairan yang dikeluarkan dari liang senggama Mbak Putri. Pemandangan ini membuat Angga bertambah semangat.

Mbak Putri pada saat kelelahan hanya bisa mengucapkan, “Ahhh… ahhh… iiih… uuhh… aaaw… uuuh… iiihh… eehhh…” saja. Dan Angga tidak berkata apa–apa karena terlalu nikmatnya perasaan yang dapat Angga rasakan saat itu. Hingga ada 1 jam berlanjut, Angga akhirnya melepaskan batang kejantanannya dari dalam liang kewanitaan Mbak Putri. Terlihat cairan mani yang bercampur antara yang dikeluarkan oleh batang keperkasaan Angga Dengan air mani yang dikeluarkan oleh Mbak Putri. Mbak Putri hanya tergeletak setelah Angga tidak lagi menggagahinya. Mbak Putri terhempas ke dalam penderitaan birahi Dengan tubuh tidak tutupi apa–apa dan matanya sayu meneteskan air mata. Angga karena kelelahan juga tergeletak di samping Mbak Putri dan menikmati keberhasilan dirinya yang telah mencapai kenikmatan dalam berhubungan badan yang selalu diinginkannya.

Setelah beberapa lama, Angga dan Mbak Putri tergeletak di kasur. Angga segera bangun dan langsung menerkam Mbak Putri kedua kalinya Dengan memeras payudara Mbak Putri, sehingga Mbak Putri kembali mengucapkan desahannya. “Ahh.. ahhh.. Ngga jangan… diterusin Nggann… jangann… Nggan..!” Angga tidak menghiraukan ucapan Mbak Putri tetapi justru langsung Angga meraba–raba dan sekali-kali memasukkan tangannya ke dalam liang kewanitaan Mbak Putri. Mbak Putri menjerit kesakitan karena liang senggamanya seperti dirobek–robek oleh tangan nakal Angga. “Aaawww… awww… iiihhh… uuuhhh… aaauuw..!” Seteleh itu keluarlah cairan yang hangat dari liang senggama Mbak Putri. Angga langsung menjilati cairan tersebut dari liang kewanitaan yang sudah banjir milik Mbak Putri. Mbak Putri pun anehnya tidak kesakitan, tetapi justru kegelian.

“Ngga… Ngga… aduh… geli… Ngga… geli… Ngga..!” Karena batang keperkasaan Angga masih sangat tegang tetapi Angga juga melihat Mbak Putri sudah benar–benar kelelahan. Akibatnya, Angga langsung mengocok (mengonani) batang kejantanannya Dengan tangannya Dengan frekuensi yang sangat cepat, sehingga Angga ingin mengeluarkan air maninya. Tanpa memberi aba-aba, Angga langsung menyodorkan kemaluabnnya tepat di mulut Mbak Putri. Tidak lama kemudian air mani menyempot ke mulut Mbak Putri dan langsung Angga menyusut-nyusutkan batang kejantanannya ke mulut Mbak Putri yang masih tergeletak kelelahan di kasur.

Angga langsung mengambil tangan Mbak Putri Dengan bantuan tangannya sendiri untuk memegang batang keperkasaannya yang sudah loyo. Angga menyuruh Mbak Putri untuk memegang Dengan kepalan yang keras Dengan bantuan tangan Angga dan langsung mengayunkan keluar ke dalam hingga Angga merasa puas pada saat itu. Setelah kejadian tersebut, hubungan Angga dan Mbak Putri menjadi renggang. Dan beberapa minggu sesudah itu, akhirnya Mbak Putri pindah kontarkan. Tidak lagi di rumah Angga. Dan akhirnya Angga sangat kehilangan Mbak Putri karena memang secara diam–diam Angga pun mencintai Mbak Putri. “Mbak Putri-ku sayang Mbak Putri-ku malang…” ucap Angga Dengan menyesal. Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum HOT, Cerita Ngentot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.