VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Perkasanya Client Suami

VIMAX ASLI Obat Kuat

Situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Perkasanya Client Suami – Cerita ini berawal dari clien suami yang nakal  , aku jadi tergoda . oke selamat membaca.

Malam itu Putri terlihat cantik dan sexy sekali, saat itu Putri mengenakan gaun malam yang bisa membuat mata lelaki yang memandangnya menelan air liur dan terbangkit birahinya, gaun malam mini warna hitam dengan belahan yang menampakkan bulatan payudaranya serta bagian punggung yang terbuka lebar memperlihatkan kemulusan punggungnya, sementara tali gaunnya yang kecil terikat di tengkuknya.

Cerita Dewasa Perkasanya Client Suami

Cerita Sex Perkasanya Client Suami
Cerita Mesum Perkasanya Client Suami

Warna hitam gaunnya sangat kontras dengan warna putih kulitnya, kedua puting susunya tercetak samar-samar di gaun malamnya, nampaknya Putri tidak mengenakan bra dibalik gaunnya itu, karena warna gaunnya yang hitam tonjolan kedua putingnya tidak terlalu kentara jika hanya sekilas memandang Putri, gaun warna hitam yang Putri kenakan tidak terlalu ketat membalut tubuh Putri, memang Putri memilih yang tidak terlalu ketat agar bisa leluasa bergerak, tetapi tetap memperlihatkan bentuk tubuh Putri yang sexy.

Malam itu Putri memang diajak oleh suaminya untuk makan malam, dan seperti yang suaminya jelaskan ditelpon tadi siang, suaminya akan mengadakan jamuan makan malam untuk clientnya, sebetulnya Putri merasa malas untuk datang, karena ia pikir acara makan malam ini pasti membosankan, karena selama makan malam ia hanya akan mendengarkan obrolan soal bisnis saja, dan ia hanya akan jadi pajangan selama makan malam berlangsung, apalagi ia berpikir pasti teman bisnis suaminya ini seumuran dengan suaminya yang sudah kepala 5, Putri sudah membayangkan acara itu bakalan betul-betul membosankan. Tapi suaminya memaksa ia untuk ikut alasannya suaminya sudah lama tidak mengajak makan malam karena kesibukannya.

Tepat jam 6 sore, mobil suaminya tiba dihalaman rumahnya, melihat itu Putri keluar rumah dan mengunci pintunya, saat itu supir suaminya telah turun dari mobil dan membukakan pintu mobil dibagian penumpang, Putripun bergegas naik kedalam mobil.

“Sore, Bu,” supirnya menyapa Putri.
“Sore, Din, Bapak mana?,” jawab Putri dilanjutkan dengan bertanya keberadaan suaminya.
“Tadi sudah saya antar duluan ke hotel xxx, lalu saya disuruh kesini untuk jemput ibu dan mengantar ibu ke tempat tadi,” jawab Udin menjelaskan.
“Oh, ya sudah, ayo jalan, Din,” kata Putri.

Setengah jam kemudian Putri tiba di hotel xxx, kemudian ia turun dan langsung menuju ke restoran yang telah disebutkan oleh suaminya tadi siang, saat ia melewati lobby semua mata lelaki yang berada di situ tidak berkedip memandangi Putri, sesampainya di restoran seorang pelayan menyambutnya, kemudian Putri menanyakan meja suaminya, pelayan ini kemudian mengantar Putri ke meja suaminya.

“pak Adrian, ini Putri istriku, dan Mah, ini pak Adrian clientku yang tadi siang kuceritakan,” kata suaminya setibanya Putri di meja mereka.
“Malam, Bu,” Adrian menyapa Putri, sambil menyorongkan tangannya untuk menjabat tangan Putri.
“Malam, Pak,” jawab Putri sambil menyambut tangan Adrian.

Kemudian dengan penuh sopan Adrian mempersilahkan Putri untuk duduk, Putri sedikit terkejut dengan client suaminya ini, tebakan dia jauh meleset, karena kalau dilihat dari wajahnya, umur dari client suaminya ini paling seumuran dia, wajahnya ganteng, tubuhnya atletis beda jauh dengan tubuh suaminya, genggaman tangannya hangat ia rasakan, tatapan matanya membuat jantungnya berdetak kencang.

Saat makan malam berlangsung Putri sering mencuri pandang tanpa diketahui oleh suaminya, kadang-kadang tatapan matanya bentrok dengan mata Adrian yang kebetulan sedang menatap ke dia. Putri merasakan jantungnya berdetak dengan kencang setiap mata mereka beradu, kedua pipinya merona merah entah karena tatapan Adrian atau karena pengaruh Wine yang mereka minum yang entah sudah berapa gelas yang mereka minum, wajah Putri semakin Nampak mempesona dengan semburat merah yang menghiasi pipinya, Adrian sendiri semakin sering mencuri pandang melihat Putri saat mendengarkan penjelasan soal kontrak bisnis dari suaminya.

Putri melihat suaminya begitu antusias menjelaskan tentang kontrak bisnis itu dan nampaknya suaminya mendominasi pembicaraan ini, Putri melihat wajah suaminya yang sudah memerah karena pengaruh alcohol, Putri melihat Adrian kadang-kadang mengangguk tanda setuju lalu tersenyum.

“Jadi, bagaimana, pak Adrian?” tanya suaminya
“Apanya,”Adrian balik bertanya, ia agak sedikit kaget karena saat itu ia sedang memperhatikan Putri.
“Soal, kontrak bisnis kita, Apa proposal yang saya berikan tadi siang sudah dipelajari?” tanya suaminya lagi.

“Oh, soal itu, sudah saya pelajari dan ada beberapa syarat tambahan yang ingin saya tambahkan dalam proposal itu,” jawab Adrian.

“Syarat apa saja, Pak?” kembali suaminya bertanya.
“Wah, saya lupa, tapi saya sudah kasih note kok di proposal bapak tadi,”Adrian menjawab.
“OK..OK..proposalnya pak Adrian bawa sekarang?” suaminya bertanya kembali.
“Hahaha…pak Hendro memang pebisnis tulen, kita kan lagi makan malam jadi saya tidak bawa,”Adrian menjelaskan.

“Hehehe…bukan begitu pak Adrian, alangkah bagusnya kalau kita bisa selesaikan malam ini, syarat-syarat tambahan pak Adrian akan saya lihat, kalau tidak terlalu memberatkan pihak kami, saya akan langsung setujui, terus kita bisa tanda tangani pra-kontrak itu, baru besok kita buat kontrak kerjasamanya,” suaminya menjelaskan.

“Baik..baik.. saya ambil proposal dulu, pak Hendro dan ibu bisa tunggu saya disini,”Erin berkata sambil tersenyum.

“Oh, gak usah repot-repot, pak, bagaimana kalau kita ikut bapak saja, itu kalau bapak gak keberatan, soalnya begini pak, daripada bapak bolak-balik,lebih baik kami yang kekamar bapak, setelah selesai, kami langsung pulang dan pak Adrian bisa langsung istirahat,” Suaminya menimpali tawaran Adrian.

“Hhmmm…baiklah, tapi apa tidak lebih kalau bapak saja yang ikut dan ibu bisa menunggu disini, soalnya takut nanti orang berprasangka buruk tentang ibu” Adrian berkata kembali.

“Ah, bapak, tidak apa-apa, kan saya ini suaminya, jadi tidak akan ada yang berprasangka buruk soal dia, lagipula lebih kurang baik kalau dia sendirian duduk disini,” suaminya menjelaskan.

“Oh, iya pak Hendro betul juga,” Adrian mengangguk setuju setelah mendengar penjelasan suaminya.

Akhirnya mereka beranjak meninggalkan restoran itu menuju kekamar Adrian, ternyata Adrian tinggal di salah satu kamar yang mewah yang ada di hotel ini, kamarnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama saat masuk terdapat Bar dipojok sebelah kanan pintu masuk, lalu ada sofa 321 dan meja kerja, sementara tempat tidurnya terletak dibagian yang satunya lagi, Putri memperkirakan kamar mandi dan toiletnya ada di dalam kamar tidurnya, Adrian mempersilahkan Putri dan suaminya duduk, sementara dia sendiri menuju meja kerja untuk mengambil proposal, Adrian menyerahkan proposal tersebut ketangan suaminya, suaminya langsung membaca kembali proposal tersebut yang telah banyak coretan-coretan dan tambahan-tambahan dari Adrian, nampak kepala suaminya manggut-manggut saat membaca proposal tersebut.

“OK…OK…pak Adrian, saya sudah baca kembali dan saya tidak keberatan dengan penambahan-penambahan dari bapak,”kata suaminya.

“Well…bagus kalau begitu saya senang jika bapak dan ibu menyetujui syarat tambahan dari saya, selanjutnya bapak tinggal paraf di setiap coretan-coretan saya dan tandatangani, lalu saya akan melakukan hal yang sama,” Adrian berkata sambil tersenyum penuh arti.

“Hahaha..bapak bisa aja, istri saya pasti setuju dengan syarat tambahan bapak, kan kontrak kerja ini akan menambah keuntungan untuk kedua perusahaan kita dan otomatis menambah keuntungan juga buat dia,”suaminya berkata menjelaskan, sementara Putri sendiri hanya dapat tersenyum tanpa mengerti sedikitpun tentang hal ini.

“Ok, saya akan suruh pelayan untuk memfotocopy proposal ini, nanti aslinya saya simpan, pak Hendro bawa copyannya, jadi besok bapak bisa suruh orang bapak untuk buat proposal yang sudah direvisi ini, saya akan datang kekantor bapak besok untuk menanda tanganinya,”kata Adrian.

“Ok, pak,” jawab suaminya singkat.

Kemudian Adrian beranjak menuju kekamar tidurnya, Putri mendengar sayup-sayup suara Adrian dari dalam kamar, nampaknya Adrian sedang menelpon pelayan untuk datang kekamarnya, Putri sedikit heran kenapa Adrian menelpon dari dalam kamarnya, sementara dimeja kerja juga ada telpon.

Tak lama berselang Adrian keluar dari ruangan dan ia menjelaskan kepada suaminya untuk menunggu sebentar, karena ia sedang memanggil pelayan untuk memfotocopykan proposal yang sudah mereka tanda tangani. Sambil menunggu kedatangan pelayan, kami mengobrol ringan, Putri melihat suaminya sudah agak mabok akibat pengaruh Wine yang mereka minum saat makan malam tadi.

Kira-kira lima belas menit kemudian bel pintu berbunyi, Adrian beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu, Nampak oleh Putri pelayan hotel berjumlah 2 orang masuk sambil membawa bucket (ember dari stainless steel), disetiap bucket itu terisi oleh botol, nampaknya waktu menyuruh pelayan datang itu Adrian sekalian memesan Champagne, pelayan itu meletakkan pesanan Adrian di meja Bar, kemudian Adrian menyerahkan proposal dan meminta mereka untuk memfotocopykannya.

“Pak Hen, bagaimana kalau kita merayakan kerjasama ini sambil minum Champagne,” tawar Adrian.

“OK, pak, hal ini memang wajib untuk dirayakan agar kerjasama kita semakin baik,”sambut suaminya semangat.

Putri sedikit khawatir melihat keadaan suaminya, ia takut nanti suaminya mabok dan tertidur disini, tidak mungkin dia harus memapahnya kalau sampai hal itu terjadi, tapi dalam hatinya membatin biar kalau nanti suaminya tertidur dia akan meminta pelayan untuk memapahnya ke mobil, sementara pikirannya sedang memikirkan hal itu, Adrian sedang berjalan kearah mereka sambil membawa gelas berisi Champagne di kedua tangannya.

“Mari kita bersulang semoga kerjasama kita ini akan sukses, minumnya harus sekaligus habis, karena dengan itu menandakan bahwa tidak akan ada penundaan dalam hal kerja sama kita ini”kata Adrian setelah menyerahkan gelas kepada Putri dan suaminya.

“Beres, pak, ‘Bottom Up’,” kata suaminya, Putri sendiri hanya membalas dengan senyuman.

Mereka bertiga langsung menenggak habis minuman masing-masing, setelah habis Adrian mengambil gelas kosong itu dan kembali beranjak ke Bar untuk mengisi lagi gelas kosong tersebut.

“Satu kali lagi kita bersulang,” sahut Adrian setelah menyerahkan gelas yang sudah terisi oleh Champagne ke Putri dan suaminya.

“OK, once more,”kata suaminya sambil terkekeh-kekeh, Putri melihat keadaan suaminya dan ia tahu bahwa suaminya sudah semakin dipengaruhi oleh alcohol.

Mereka kembali menegak minuman itu kembali dalam satu tegukan gelas mereka kembali kosong, kemudian Adrian beranjak ke Bar untuk mengambil botol champagne, setelah itu ia kembali mengisi gelas-gelas mereka yang sudah kosong tadi, sekarang ini Adrian tidak mengajak untuk bersulang, Adrian dan Putri meminum satu teguk saja dan menaruh gelas mereka di meja, sementara Hendro meminum Champagne tersebut sampai habis dengan sekali teguk saja, dan tanpa menunggu Adrian untuk mengisi kembali gelasnya yang sudah kosong, ia mengambil sendiri botol Champagne itu dan menuangkannya ke gelasnya yang sudah kosong, saat itu bel pintu kembali berbunyi, Adrian beranjak menuju kepintu dan membukanya, Nampak oleh Putri salah satu pelayan yang tadi datang menyerahkan dokumen ke Adrian, sambil mengucapkan terimakasih Adrian menyelipkan tip ketangan pelayan tersebut, dan menutup pintu kamarnya.

Yang tidak disadari oleh Putri dan suaminya adalah ketika Adrian menuangkan minuman yang pertama dan kedua, saat itu Adrian memberikan campuran kedalam minuman mereka, cairan itu berasal dari dua botol kecil yang berbeda. Nampaknya Adrian sudah merencakan hal ini saat dia menelpon dari dalam kamarnya, cairan yang dia masukkan kedalam gelas Putri adalah cairan perangsang sementara yang dimasukkan kedalam gelas suaminya adalah cairan obat tidur.

“OK, pak terimakasih, akan saya suruh anakbuah saya untuk merevisi proposal sesuai dengan kesepakatan kita, sekarang kami pamit pulang dulu,”kata Hendro dengan mata hampir terpejam, saat ia menerima dokumen tersebut dari Adrian.

“OK, sampai ketemu besok dikantor bapak,” balas Adrian.

Putri dan suaminya berdiri, kemudian melangkah menuju kepintu, tetapi baru sekitar enam langkah tubuh Hendro mulai limbung, untung Adrian yang berada disampingnya sempat meraih tubuh tersebut, kelihatannya Hendro sudah betul-betul tumbang akibat pengaruh alKohol dan pengaruh obat tidur yang dicampurkan oleh Adrian tadi, bukan hanya suaminya saja yang sudah terpengaruh, tapi Putri sendiri yang berjalan dibelakang juga sudah dipengaruhi oleh obat perangsang yang dicampurkan oleh Adrian tadi, Putri merasakan keganjilan ditubuhnya terutama di daerah sensitifnya seperti dipayudara dan divaginanya, ia merasakan gatal dan geli yang aneh dan ia menginginkan daerah-daerah tersebut disentuh, dibelai, dan diremas, sementara lubang kemaluannya menginginkan sodokan-sodokan batang kemaluan lelaki. Putri berusaha untuk menutupi hal tersebut tetapi semakin ia lawan semakin kuat hasratnya.

Sambil berusaha untuk melawan hasrat tersebut, Putri membantu Hendro untuk memegangi suaminya, yang ia lihat sudah tertidur, kemudian Putri mendengar Adrian berkata untuk membaringkan sebentar suaminya ditempat tidur, tanpa membantah Putri mengikuti gerakan Adrian yang memapah suaminya keruangan tidur, setelah merebahkan suaminya ditempat tidur Putri meminta ijin kepada Adrian untuk menggunakan kamar mandinya, Adrianpun mempersilahkan Putri untuk menggunakan kamar mandinya.

Putri tidak melihat Adrian saat ia keluar dari kamar mandi, setelah melihat keadaan suaminya yang Nampak tertidur dengan lelapnya, Putripun beranjak kearah ruang tamu dan ia melihat Adrian sedang berada di Bar sedang membuka botol Champagne yang satunya lagi dan ia melihat botol Champagne yang pertama sudah kosong, melihat kedatangan Putri, Adrian menawarkan minuman lagi, yang dijawab dengan anggukan oleh Putri, sambil berjalan kearah Bar.

Setelah menuangkan minuman kedalam gelas, Adrian berjalan kearah Putri yang sudah berdiri di meja Bar, diserahkannya gelas yang berisi Champagne ke Putri, kemudian Adrian mengadukan bibir gelasnya ke bibir gelas Putri, merekapun meminum satu teguk minuman itu kemudian menaruh gelas mereka di meja Bar, mereka kemudian terlibat perbincangan ringan, saat itu Putri baru menyadari posisi berdiri Adrian yang sangat dekat dengan dirinya, aroma tubuhnya yang harum tercium oleh Putri dan menambah rangsangan aneh kepada dirinya.

Tiba-tiba dengan lembut Adrian membalikkan tubuh Putri, wajah mereka begitu berdekatan, Putri merasakan nafas yang keluar dari hidung Adrian menerpa wajahnya, dengan lembut Adrian mengangkat dagu Putri lalu Adrian mengecup perlahan bibir Putri, Putri merasakan getaran aneh yang mengalir saat bibirnya tersentuh oleh bibir Adrian, matanya terpejam mulutnya sedikit terbuka, Adrian yang melihat ini tersenyum, kemudian ia mengecup kembali bibir Putri dengan lembut, dilanjutkan dengan jepitan bibirnya kebibir bagian bawah Putri, dihisapnya bibir bagian bawah Putri sehingga membuat Putri mendesah.

“Ohhhh…,” Putri mendesah.

Adrian melanjutkan aksinya dengan melumat seluruh bibir Putri, lidahnya mulai menerobos masuk ke dalam rongga mulut Putri, kemudian lidahnya menari didalam rongga mulut Putri, Putri membalas dengan menyentuhkan lidahnya kelidah Adrian, lidah mereka menari bersentuhan didalam rongga mulut Putri.

Sambil tetap mencumbu mulut Putri, tangan Adrian mulai beraksi, diraihnya ikatan tali gaun Putri lalu ia tarik, dan ia lepaskan ikatannya, dengan perlahan tapi pasti gaun yang dikenakan oleh Putri mulai meluncur perlahan kebawah kakinya, saat ini hanya celana dalam hitam yang masih melekat ditubuh Putri, kedua tangan Adrian perlahan-lahan mulai turun dari leher Putri yang jenjang ke arah kedua bukit kembar Putri, setelah kedua bukit kembar Putri berada dalam genggamannya Adrian mulai meremas-remas kedua payudara Putri, yang kadang-kadang ditingkahi oleh pilinan-pilinan lembut di kedua puting susunya.

“Hhhmpp…ssshhh…oohh…,”desah Putri merasakan nikmatnya sentuhan dan remasan tangan Adrian di kedua payudaranya, pikiran sehatnya sudah terpengaruh oleh rangsangan obat dan belaian jemari Adrian, ia tidak memperdulikan bahwa suaminya sedang tertidur diruangan sebelah dan mungkin saja bisa bangun kapan saja.

Aksi Adrian semakin menjadi, ia tahu bahwa Putri sudah dalam pengaruh obat perangsang yang ia berikan tadi, dan ia juga tidak takut akan suaminya yang bisa bangun kapan saja, karena ia tahu bahwa suaminya tidak akan bangun sampai besok pagi, obat tidur yang ia berikan tadi cukup membuat orang akan tertidur sampai 20jam, jadi ia akan punya kesempatan untuk menikmati tubuh indah istri clientnya ini sampai puas.

Ciuman Adrian berpindah ke leher Putri, membuat Putri semakin menggeliat, lalu menurun kearah dada Putri, dengan lembut putting susu sebelah kanan Putri dikecup oleh Adrian, dilanjutkan dengan jilatan-jilatan diputing tersebut dan kadang-kadang dihisap-hisapnya susu Putri, tangan kirinya masih aktif dengan remasan dan pilinan disusu dan puting sebelah kiri, sementara tangan kanannya mulai meluncur kearah selangkangan Putri, dengan gerakan perlahan tapi pasti tangan kanan Adrian menyelusup kedalam celana dalam Putri, terasa oleh Adrian kemaluan Putri sudah basah, jemari Adrian menggesek-gesek klitoris Putri dengan lembut, kombinasi aksi yang dilakukan Putri membuat Putri semakin mendesah, rintihan nikmatnya meluncur tanpa henti dari mulut Putri.

“Oohh..enak..terus..kamu hebat oohh..melayang aku jadinya…puaskan aku..ohh..,”rintih Putri.

Tangan kiri Adrian menghentikan aksinya dan meluncur turun kearah celana dalam Putri, iapun menarik keluar tangan kanannya, lalu dengan kedua tangannya celana dalam Putri mulai dilepas perlahan-lahan, sementara ciumannya mulai merambat turun, saat bibirnya sampai diselangkangan Putri, celana dalam Putripun sudah turun sampai ke kaki Putri, dengan lembut diangkatnya sedikit kaki kiri Putri sehingga celana dalam Putri terlepas dari kaki sebelah kirinya, lalu ia meletakkan kaki Putri di pijakan kaki kursi bar, setelah itu ia meregangkan kaki kanannya, selangkangan Putri sedikit terbuka dengan posisi ini, Adrianpun mulai mejilati kelentit Putri dan kadang-kadang ditingkahi dengan hisapan-hisapan lembut, dua jari tangan kanannya ia masukkan kedalam rongga kemaluan Putri dengan perlahan, Putri melenguh akibat double action yang dilakukan oleh Adrian.

“Ohh… Adrian, nikmat sekali, terus Adrian, hisap itilku, yach begitu, Oh..,”lenguh Putri, merasakan nikmat yang luarbiasa, tanpa Putri sadari panggilan bapak yang dari makan malam tadi ia lontarkan sudah berganti menjadi panggilan nama.

“Yach..terus..begitu..oh enak sekali, puaskan aku..Adrian,” kembali Putri melenguh saat Adrian mulai mengocok kemaluannya dengan kedua jari tangannya dan hisapan-hisapan di kelentitnya.

Gerakan tangan Adrian yang keluar masuk di kemaluan Putri semakin menjadi, kadang-kadang ia putar-putar jari tangannya, kadang-kadang ia pijat-pijat dinding memek Putri oleh tangannya, sementara tangannya beraksi mulutnya tidak berhenti menjilati dan menghisap-hisap kelentit Putri.

“Oh..aku tidak tahan lagi, aku mau keluar, oohhh…nikmaat..sekalii…aaaghhh …aaku..keluar,” Putri mengerang saat ia mencapai puncak kenikmatannya.

Sssrrrrr….ssrrrr….sssrrrr….. tubuh Putri mengejang, dan mengejut-ngejut saat vaginanya mengeluarkan cairan kenikmatannya, sementara tangannya meraih kepala Adrian dan menekan kepala Adrian kearah kemaluannya, pantatnya mengejut-ngejut seirama dengan kemaluannya yang menyemburkan lahar kenikmatannya, dinding vagina Putri berkedut-kedut itu yang dirasakan oleh tangan Adrian, Adrianpun merasakan tangannya disiram oleh hangatnya cairan kenikmatan Putri, dan cairan itu mulai mengalir keluar lewat tangan Adrian.

Adrian segera berdiri setelah badai nafsu Putri mereda, dan kejutan-kejutan tubuh Putri berhenti, tangan kirinya merengkuh tubuh Putri, tangan kanannya memegangi dagu Putri lalu diciumi dengan lembut bibir Putri, kemudian tangan kanannya beranjak ke payudara Putri, dengan lembut Adrian membelai-belai bulatan dan puting payudara Putri, mendapat perlakuan tambahan ini Putri merasakan sensasi yang berbeda daripada biasanya, sisa-sisa kenikmatan yang berhasil ia raih semakin indah ia rasakan akibat perlakuan Adrian ini. Cerita Sex 2016, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Hot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.