Cerita Sex Bersama Mahasiswi Dikantor

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Bersama Mahasiswi Dikantor – Kisahku ini berawal saat aku salah sambung, keRena menghubungi teman chattingku yang lain. Dan dari sinilah kenikmatan itu aku alami. Kejadian itu terjadi sekitar bulan Januari 2015 yang lalu, saat itu aku bermaksud menghubungi salah satu teman chattingku.

“Hallo, gimana kabar kamu Sita?” tanya dengan percaya diri.
“Hallo, ini siapa ya?” suara dari celullerku.
“Aduh, mentang-mentang baru kerja jadi sombong gitu,” godaku.
“Ini Dandy, yang tempo hari ngebahas masalah sex itu lho,” jelasku.
“Maaf, kalo boleh tahu ini siapa ya?” tanyanya kembali.
“Apa benar ini dengan Sita?” tanyaku ganti.

Cerita Mesum Bersama Mahasiswi Dikantor

Cerita Sex Berama Mahasiswi Dikantor
Cerita Ngentot Bersama Mahasiswi Dikantor

“Maaf, sepertinya Mas, salah sambung,” jelas gadis itu.
“Lho memangnya ini siapa?” tanyaku penasaran.
“Aku Rena,” kata gadis itu.
“Ups! maaf banget Mbak Rena.. Aku kira ini nomor temanku,” kataku malu.
“Emang nomornya berapa 081xx,” jawabku pasti.

“Tuh kan salah belakangnya,” kata gadis itu sambil tersenyum.
“Tapi tidak apa-apa kok Mas, kita bisa kan berteman?” tanyanya.
“Nama Mas siapa?” tanya sekali lagi.
“Bbbisa.. Bisa.. ” jawabku gugup dan malu.
“Namaku Dandy,” jawabku singkat.

Obrolan tersebut terjadi sampai 10 menit lamanya, dari suaranya yang sexy aku menjamin pasti deh orangnya cakep juga.

“Oke deh Mas, Rena mau kuliah dulu nih,” paparnya.
“Oke deh Rena, terima kasih atas waktunya,” kataku singkat.
“Oya, Mas Dandy Surabayanya daerah mana?” tanya Rena.
“Aku di Surabaya kota, kamu pernah main ke sini?” balas tanyaku.

“Iya nih Mas, kebetulan Sabtu besok aku ke Surabaya” jelasnya.
“Oh ya, sama siapa kamu ke Surabaya?” tanyaku balik.
“Sendirian Mas, kenapa mau nemenin?” Rena balik bertanya.
“Siapa takut,” jawabku lugas.
“Tapi aku belum tahu jalannya Mas,” kata Rena.
“Apa aku jemput di Terminal bus?” aku menawarkan diri.
“Tidak usah Mas, aku bawa mobil sendiri kok,” jelas Rena.

Setelah kami bercakap-cakap, akhirnya Rena memnutuskan untuk ketemuan di kantorku. Karena yang Rena tahu hanya daerah kantorku dan berikutnya Rena langsung memutuskan hubungan cellulernya.

Hari Sabtu, kebetulan aku ada rencana mau kerjakan berkas-berkas yang masih belum terselesaikan. KeRena starletku melaju kencang di jalan tol, cellulerku dengan kencangnya berdering, memainkan lagu dangdut.

“Hallo, Mas Dandy.. kamu ada dimana?” suara yang 4 hari lalu aku kenal.
“Hey Rena, aku sudah mau keluar pintu gerbang tol,” jelasku.
“Oke deh Mas, sampai ketemu nanti.. Bye” kata Rena singkat.
Tanpa terasa aku sudah sampai dihalaman kantorku.
“Selamat pagi Pak Dandy,” sapa satpamku.
“Selamat pagi Mas,” balasku menyapa.
“Aku mita tolong ambilkan kunci ruanganku Mas,” perintahku.
“Baik Pak,” kata Pak satpam sambil bergegas mengambil kunci dalam pos.

Cerita Sex – Sebelum aku meninggalkan pos satpam, tidak lupa aku pesan jika ada wanita mencari aku, langsung saja diantar ke ruanganku. 5 menit kemudian, aku sudah berada di depan mejaku. Setelah menyalakan AC, aku segera bergegas mengaktifkan komputer dan menata kembali berkas-berkas yang masih berserakan diatas meja.

Tidak lama kemudian, suara pintu ruangan aku diketuk seseorang,

“Tok.. Tok.. Tok” bunyi papan pintuku.
“Masuk..,” aku berteriak agak pelan.
“Maaf Pak Dandy, tamu bapak sudah datang,” kata Pak satpam.

Muncullah seorang gadis yang sexy, menggunakan rok mini warna soft dikombinasikan dengan blus putih belahan rendah, menambah anggun penampilannya. Kulitnya yang putih, ditumbuhi bulu-bulu yang halus menambah darah kelaki-lakianku spontan meletup.

“Maaf Pak saya mau balik ke pos jaga,” suara satpam memecahkan lamunanku.
“Iya iiyaa Pak, terima kasih,” kataku gugup.
“Mas Dandy ya?” tanya gadis cantik itu.
“Iya.. Iya.. Kamu Renan kan?” balasku bertanya.

Kami berdua bersalaman sambil mempersilahkan Rena duduk di depan meja kerjaku, setan burik yang dari tadi sudah mulai menggedor keimanan aku tentang hal-hal yang ngeres, semakin mendesak pikiranku.

“Gimana perjalannanya Rena?” tanyaku membuka obrolan.
“Sepi tuh Mas, jadinya agak cepet datangnya,” jelas Rena.
“Besar sekali tempat kerja Mas Dandy,” puji Rena.
“Ah biasa aja kok Rena, kamu sendiri bekerja dimana,” tanyaku balik.
“Cuman perusahaan swasta bergerak dibidang konsultan Mas,” jelas Rena.

Obrolan selanjutnya membawa kami berdua seperti orang yang sudah kenal lama, tidak ada batas dan jarak. Sesekali kami berdua tertawa dengan cerita yang kami ungkapkan. Dari obrolan tersebut, baru aku ketahui status Rena yang baru cerai beberapa bulan lalu karena dijodohkan orang tuanya.

Pantas saja tubuhnya masih kencang karena hanya dipakai 2 bulan saja oleh mantan suaminya. Sampai akhirnya, waktu menunjukkan pukul 10.25 wib.

“Mas, Rena boleh tanya sesuatu?” tanya Rena.
“Waktu Mas Dandy call kemaren, kok bisanya salah pencet nomor sih?” tanyanya.
“Ya nggak tahu, emang aku pikir pencetnya sudah benar tuh” kataku membeli diri.
“Oya, kok Mas bilang.. yang tempo hari ngebahas masalah sex itu lho.. Memangnya Sita tuh siapa Mas?” tanyanya menyelidik.

“Sita adalah teman chattingku, walaupun aku kami belum pernah ketemu tapi aku seperti sudah seperti sahabat lama” jelasku.
“Kok sampai ngebahas masalah sex, memang ada apa Mas?” tanya Rena.
“OOo.. Itu, dia tuh ingin tahu banyak style yang ada saat ngesex. Makanya aku sering kirim gambar-gambar porno sama dia” jelasku panjang.

“Boleh lihat nggak Mas?” pinta Rena. Sambil bertanya seperti itu, Rena tidak menunggu jawabanku. Dia langsung bangkit dari duduknya dan berdiri membungkuk disamping kananku menghadap layar monitorku.

Aroma parfum yang mahal, membuat birahiku naik turun. Ditambah dinginnya AC membuat aku semakin gemes melihat tubuh Rena yang sexy. Ingin rasanya aku langsung mendekapnya dan bercinta dengannya.

Tanganku yang lincah memainkan mouse, untuk membuka file-file yang berbau pornografi. Nafas Rena terasa di telingaku keluar tidak beraturan dan sesekali kakinya yang tinggi dirapatkan seperti menahan sesuatu. Air liurku terasa menetes, melihat bongkahan daging dibalik setelan blusnya yang pendek. Rena seakan memancing mataku untuk terus melihat dadanya yang putih.

Disaat sedang asyik menikmati gambar-gambar porno tersebut, tiba tiba Rena sudah berada di belakangku. Payudaranya terasa kencang keRena tangannya yang sedikit berbulu, menarik kepalaku sampai mendongkak kebelakang. Jari jemarinya yang lentik memainkan punting susuku, serr.. nafsu birahiku seperti meledak keluar. Dadaku berdegub kencang.

KeRena kepalaku mendongkak ke belakang, bibirku langsung di sumbat oleh bibirnya yang mungkil. Lidahnya menari-nari di bibirku dan sesekali menantang lidahku untuk beradu dengan lidahnya. 15 menit keadaan itu bertahan, sampai akhirnya Rena menarik kursi yang aku duduki. Sehingga posisiku yang pertamanya merapat dengan bibir meja, sekarang kurang lebih 50 cm bergeser menjauhi bibir meja.

Dengan sigap Rena sudah berada dipangkuanku.

“Mas, aku ingin seperti yang digambar itu” kata Rena sambil mendesah.
“Berikan kenikmatan yang sudah 2 bulan hilang dalam hidupku” rengeknya.
“Tikk.. ” belum selesai aku menjawab, bibirnya yang liar mulai mengoyak bibirku yang masih tertegun dengan apa yang sedang terjadi.

Jari Rena yang lentik mulai memereteli satu persatu kancing blusnya, sambil bibirnya memegut bibirku tiada hentinya. Adik kecilku berontak, ingin lepas dari dinding CD yang membatasinya. Goyangan pantat Rena diatas pangkuanku, membuat semakin tegang penisku. Aku terhanyut dengan keadaan tersebut dan lupa jika itu aku lakukan dikantor, ditempat kerjaku!

Tanganku bergerak bagaikan seperti dikontrol, menggerayangi punggung Rena. Dan sesekali memainkan jariku dengan nakal, sehingga menimbulkan reaksi yangluar biasa pada tubuh Rena. Wajahku dibenamkan ke permukaan dadanya dan tangannya meremas, menjambak rambutku yang sedikit gondrong.

“Sss.. Mas.. Ooohh.. ” desah Rena.
“Mas.. Beri aku kenikmatan.. ” rintihnya.

Cerita Mesum – Aku sudah tidak sabar ingin melihat bongkahan daging dibalik BHnya yang ukuran 32. Karena jari jemariku sudah hapal betul untuk mengetahui letak pengait BH, maka dengan mudah aku bisa melepas nya. Alamak. Sepasang bongkahan daging menantang di depan mataku dengan kedua puntingnya yang berwarna merah kehitam-hitaman. Tanpa dikomando, bibirku yang sedikit sensual mulai menyentuh permukaan payudaranya.

“Uggh.. Mas.. Teruss.. Uughh” tubuh Rena menggeliat saat lidahku mulai bekerja menjilati payudaranya”

Geliatan tubuh Rena diatas pangkuanku membuat aku semakin berani mengoyak dadanya, puntingnya yang mengeras tidak lupa aku isap dalam-dalam. Sesekali aku gigit puntingnys yang mengencang, liarnya lidahku memainkan kedua puntingnya membuat birahi Rena semakin menggebu. Lidahku dengan liar menjilati, mengulum, menghisap, puntingnya dengan lembut sehingga membuat gerakan Rena dipangkuanku semakin liar.

Disaat aku rasa libidonya mulai menanjak, aku mengangkat tubuh Rena utnuk duduk di bibir meja kerjaku. Keadaan Rena yang setengah bugil membuat aku sangat bernafsu sekali menyetubuhinya.

Setelah Rena duduk di tepi meja, kakinya yang jenjang dibuka dan dijejakkan pada pegangan kursiku. Terlihat jelas CD transparan yang sudah mulai basah oleh cairan yang menetes dari lubang memeknya. Aroma wangi, muncul dari arah lubang kewanitaan Rena. Posisiku yang duduk di kursi seperti semula, memudahkan aku untuk mulai menyerang bagian selagkanan Rena.

Hanya sedikit membungkukkan tubuhku, bibirku sudah tepat berada di depan selangkangan Rena. Lidahku yang panjang mulai menjilati permukan CD Rena yang sudah ditembus oleh cairan kenikmatnya.

“Aoow.. Mass.. Ggellii” desah Rena.

Kedua tanganku memegang erat pinggul Rena, sehingga wajahku bisa benar-benar optimal di selangkangannya. Jilatan lidahku di permukaan CD Rena dirasakan menghentak-hentak birahinya. Ini terbukti dengan gerakan tubuhnya yang sedikit kayang, keRena jilatan aku semakin menjadi.

Disaat posisi kayang inilah, kesempatan tidak aku sia-siakan untuk melepas CD dengan motif rendra yang digunakan oleh Rena. Untuk memdudahk operasiku, aku hanya menyingkap rok mini yang dikenakan Rena. Sedangkan CDnya tidak aku lepas seluruhnya, karena hanya aku buka dari sisi kanannya saja sedangakn yang sisi kiri aku biarkan menyangkut di betisnya yang mulus.

Belahan yang nampak jelas diselangkangan Rena dan ditumbuhi rambut-rambut yang terawat, membuat birahi spontan merasuk ke seluruh tubuhku. Lidahku yang dari tadi sudah ingin menikmati lubang itu langsung mendarat dipermukaan memek Rena.

“Ohh.. Mas.. Teruss.. Jangan.. Lepass.. ” Rena menggelinjang hebat.
“Srrupp.. Srupp.. ” mulutku menghisap seluruh cairan yang sudah mulai menyiram bibir memeknya.
“Mmm.. ” bibirku melumat memek Rena dengan liar.

Sesekali tubuhnya kembali kayang, dengan kedua tangannya digunakan menopang tubuhnya diatas meja. Dan sesekali kembali duduk di bibir meja dengan getaran-getaran penuh birahi. Gerakan tubuhnya naik turun, kekanan kekiri bergerak tidak beraturan mengiringi setiapa jilatan, hisapan dan kocokkan lidahku di memek Rena.

“Mass.. Amppun.. Bibir kamu.. Aagh nikkmaat” desahan Rena berkali-kali.

Sampai akhirnya, aku melihat jelas clitoris Rena sebiji kacang mulai nongol di sudut atas memeknya. Dengan lembut, sentuhan lidahku langsung membuat tubuhnya bergetar hebat sambil kembali ke posisi kayang.

“Mass.. Adduh.. Aaku.. nggak.. Tahann.. Uuuhh” rintihnya.
“Gila.. Kamu Mas.. Ooo teruss..” berkali kali Rena merintih.

Clitoris Rena yang semakin memerah karena hisapan bibirku, semakin nampak membesar sebiji kacang sehingga memudahkan aku untuk menghisapnya dalam-dalam. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali tubuh Rena menggelinjang dengan posisi kayang.

Detik-detik orgasme akan diraih ole Rena dan aku tahu persis indikasi itu, dan keRena posisi kayangnya tinggi. Aku langsung menahan pantatnya dengan bertumpu siku tanganku diatas meja.

“Mas.. Renaa.. nggak tahan.. Akuu.. Gaa..” rintih Rena.
“Mass.. Aaampunn” seiring rintihan panjang tersbut, tubuh Rena mengejang dalam posisi kayang. Cairan bening keluar dari sudut memeknya.

“Crutt.. Crut.. Crutt” cairan itu tidak aku lewatkan setetespun untukmasuk dalam mulutku. Lidah berputar-putar di datas bibir memeknya dimana cairan bening Rena muntah untuk pertama kalinya. Dengan lahapnya aku menelan semua cairan yang dimuntahkan ole Rena.

Walaupun aku tahu Rena sudah orgasme untuk yang pertama, lidahku yang bandel tetap saja memainkan clitorisnya. Terkadang lidahku bergerak keluar masuk mengoyak lubang memek Rena, dinding-dinding vagian Rena yang mengencak setelah orgasme pertama terasa asin dan manis.

Cerita Ngentot – Kali ini tubuh Rena terkulai lemas diatas meja kerjaku, kakinya masih terbuka lebar dan kepalanya terjuntai di bibir meja. Sehingga rambutnya yang sebahu terjuntai ke bawah, aku mencoba bangkit dari dudukku. Kali ini tanganku menahan lutut Rena (Rena mengatur posisinya seperti orang melahirkan), sehingga belahan di selangkangan Rena terbuka menganga. Kesempatan ini langsung aku gunakan untuk mengocok lubang memek Rena dengan leluasa. Kedua tangan Rena mencengkeram bbir meja tatkala. Lidahku yang panjang untuk kesekian kalinya mengoyak dinding-dinding memeknya.

“Adduhh.. Mass.. Kamu pandai sekali..” rintih Rena.
“Sss.. Geli banget Mass..” desahnya kembali.

Aku mengambil soft dink Cola yang sempat aku buka, setelah aku minum sedikit aku lelehkan dikit demi sedikit ke bibir memek Rena sehingga tubuh Rena kembali menggelinjang tidak beraturan.

“Ooogghh.. Mass.. Aaaoo” rintihan Rena kali ini, hanya bisa diikuti gerakan kepalanya yang sedang menjuntai kebawah. Bak seorang yang tripping, kepalanya mengikuti irama jilatan lidahku.

10 menit lidahku memborbardir clitoris dan memek Rena sampai akhirnya aku melihat gelagat Rena untuk mendapatkan orgasmenya yang kedua.

“Mass.. Mas.. Rena.. Mau.. Keluaarr lagi..” rintihnya.

“Mass.. Ooohh.. Aku nggak taahhaann Mas..” rintih Rena sambil memindahkan tangannya, yang tadinya mencengkeram erat bibir meja. Kali ini menggapai-gapai kepalaku utnuk membantu membenamkan lidahku dalam-dalam ke lubang kewanitaannya.

“Maass.. Aampunn.. Aaakkhh” dibarengi tubuh Rena yang mengejang bebrapa saat. Cairan bening kembali meleleh berkali-kali dari lubang memeknya. Dan dengan rakusnya lidah dan mulutku membersihkan seluruh cairan yang keluar untuk kedua kalinya.

Tubuh Rena tetap terlentang menikmati orgasme yang 2 kali didapatkannya, kepalanya terjuntai.

“Sebentar Rena, aku kunci dulu pintunya.”

Aku bangkit dari tempatku dan menuju ke pintu ruanganku. Posisi Rena masih tetap seperti semula terlentang diatas meja, blusnya putih masih terlingkar dipinggulnya karena beberapa kancing bajunya belum terlepas. Begitu juga dengan rok mininya masih melingkar kusut dipinggulnya.

KeRena aku balik kedepan mejaku, tiba-tiba tangan Rena menggapai pinggulku, dan dengan sigap, Rena bisa mengeluarkan adik kecilku yang mulai tadi sudah terbelenggu oleh ketatnya CDku.

“Waow.. Besar sekali Mas punya kamu..” puji Rena.

Dengan posisi kepala yang menjuntai di bibir meja, mulut Rena langsung melahap batang penisku yang berukuran 16 cm kurang sedikit dab bentuknya akan melengkung. Dengan posisi berdiri mataku menyaksikan, mulut Rena yang menghisap, mengulum dan menjilati penisku.

“Oh.. Rena..”

Aku menggerakkan kepala melihat langit-langit ruangan merasakan sentuhan lidah Rena yang menari-nari di penisku. Kedua tangan Rena, meremas pantatku (yang kata teman-teman kencanku tergolong sexy). Tangan Rena menggerakkan pinggulku bergark maju mundur, keluar masuk mulutnya yang tipis.

“Aduh Rena sayang.. Terus sayang..” desahku.

Rena benar-benar lihai memainkan lidahnya, sampai-sampai aku dibuatnya merem melek. Untuk mengimbangi permainan Rena yang semankin menjadi. Kedua jariku memilin punting Rena yang sudah mulai mengencang lagi. Sesekali aku membungkukkan badanku, untuk sekedar menghisap punting Rena.

“Uuuff.. Renaaaa..” aku mendesah saat penisku bagaikan ditelan oleh mulut Rena.

Tanganku yang jahil, mulai meraba perut Rena. Dan aku berusah menggapai kelentit Rena yang terbuka lebar. Jari telunjukku bergerak menggesek-gesekan di permukan clitorisnya. Aku lihat tubuh Rena bergetar dengan sentuhan jati telunjukku, dan keRena posisinya meguntungkan aku langsun meraih kedua paha Rena sehingga posisi kita menjadi 69. Posisi ini tidak seperti 69 biasanya, karena aku berdiri setangah membungkuk sedangkan Rena kepalanya menjuntai di bibir meja.

“Sss.. Mas.. Kamu jaahaat..” rintih Rena sesekali melepaskan mulutnya dari batang penisku. Dan sesekali jarinya yang lentik mengocok penisku.
“Mas.. Aduhh.. Aku nggak kuaat nihh.. Mass” rintih Rena.
Hisapan mulutku aku perkuat dengan kencang, sampai seakan-akan semua cairan yang meleleh di dinding memek Rena masuk semua kemulutku.
“Mass..” Rena merintih panjang keRena cairan di memeknya muncrat untuk kesekian kali.

Adik kecilku yang begitu tegang merengek untuk menikmati lubang surgawi Rena. Akhirnya aku segera merubah posisi, ke bawah selangkangan Rena. Rena yang masih lemas akibat orgasme ketiga tadi, langsung aku balikkan menghadap ke bibir meja. Posisi badannya yang setengah nungging dan tengkurap diatas meja kerjaku, membuat birahiku langsung melonjak. Tanpa memberi kesempatan Rena bernafas, batang penisku aku arahkan ke lubang memek Rena melalui belakang

“Bless..”
“Maass.. Gilaa.. Besar sekali.. Ooohh,” Rena terengah-engah menerima penisku yang memang berukuran diatas rata-rata.

Gerakan maju mundur di belakang tubuh Rena secara berirama aku gerakan, terkadang telapak tangan Rena menahan perutku. Agar supaya penisku tidak masuk semua.

“Akhh.. Mas.. Amppunn.. Nikmat sekali rasanya..” rintihnya.
“Terus Mas.. Jangan berhenti.. Aku suka sekaallii” rintih Rena untuk kesekian kalinya. Sesekali tangannya mencengkeram bibir meja dengan kencang, saat penisku menghujam dalam lubang Rena. Aku merubah sedikit posisi, aku angkat satu kaki Rena untuk naik diatas meja. Sehingga selangkangannya bersudut 90 derajat, sehingga penisku benar-benar terbenam sampai mentok.

“Ughh.. Eeennaakk Mass..” desah Rena saat penisku terasa mentok menyentuh batas langit-langit memek nya.
“Crek.. Crek.. Crek..” suara batang penisku menghujam keluar masuk di lubang kemaluan Rena.

Cengkraman tangan Rena di bibir meja, memperjelas pendapatku bahwa gadis wanita ini benar-benar menikmati hebatnya batang penisku.

Aku berusaha mempermainkan birahi Rena dengan cara memperlambat tempo pergerakan pinggulku. Aku melepas penis dan mulai membalikkan tubuh Rena tepat berhadapan dengan tubuhku. Kali ini posisi Rena duduk di tepi bibir meja kerja dan aku sendiri berdiri menghadapnya, dengan penuh perasaan aku masukkan penisku kembali ke lubang surgawi miliknya.

“Sss..” desah Rena keRena aku mulai menggerakkan penisku keluar masuk.
Tangan Rena menopang tubuhnya, sedangkan kakinya melingkar di pinggulku.
“Hheekk.. Teruss.. Mas..” rintih Rena.

Beberapa saat kemudian aku lihat Rena semakin memacu birahinya untuk mendapatkan orgasme berikutnya. Sesekali aku memutar-mutar penisku sehingga dinding memek Rena terasa sekali menggesek penisku.

“Sss.. Nikmat sekali.. Mmm..” desahan Rena sekarang dibarengi dengan merubah posisi tangannya. Yang pertama menopang tubuhnya supaya tidak terlentang di atas meja, sekarang kedua tangann melingkar di punggungku.

Mulutnya yang haus berusaha menjilat dan menghisap puntingku, setiap genjotan batangku semakin bertubi-tubi. Semakin liar saja bibirnya yang mungil meraih puntingku. ceritasexhot.org Posisi ini benar-benar membuat rangsangan yang luar biasa, persendian tubuhku seperti mulai meluncur terfokus ke penisku yang diguyur kenikmatan yang luar biasa.

“Uggh.. Mass.. Aampunn.. Tikkaa.. nggak taahaan..” tintih Rena sambil menggapai-gapai puntingku yang semakin mengencang.
“Tahaann.. Sayang.. Kitaa.. Keluar saama-samaa..” rintihku yang tidak kalah hebatnya untuk meraih klimak yang didambakan setiap orang saat bercinta.

Gerakan kedua tubuh kami semakin tidak berirama, bagaikan kuda liar kami memacu birahi. Sampai-sampai meja kerja bergoyang dan sedikit berbunyi.

“Ohh.. Mass.. Keluarin.. Di dalam.. Ohh..” pinta Rena.

Yang aku tahu jika seorang wanita mengijinkan sperma kita untuk keluar didalam memeknya, artinya dia sudah memprotek dirinya supaya tidak hamil. Birahiku berlomba dengan birahi Rena untuk mengejar puncak kenikmatan.

“Mass.. Aaakuu.. Kee.. luuaarr” Rena merintih panjang sambil menghisap puntingku dalam-dalam.
“Tahan.. Saayaanngg.. Aku jugaa.. Mauu..” rintihkan tak kalah hebatnya.
“Akkhh..” aku merintih panjang mendapatkan kenikmatan tersebut.

Seluruh kekuatanku saat itu, semua terfokus pada penisku. Dan kenikmatan itu semakin menjadi keRena Rena sedikit menggoyang pinggulnya. Aduh alamak, rasanya aku terbang keawan. Aku tidak bisa lagi menghitung, berapa kali semburan spermaku di lubang memek. Sengaja aku tidak melepas penisku dari lubang memek Rena, aku rasakan denyutnya masih terasa memeras sisa-sisa kenikmatan yang ada.

“Mas, kamu memang hebat” Rena memuji permainan sex ku.
“Kamu tidak hanya jago di teori tetapi juga prakteknya.”

Aku mengecup keningnya yang penuh dengan peluh, sekejap kemudian kepala Rena bersandar di dadaku yang bidang. Adik kecilku yang tadinya tegang, sekarang mulai mengkerut dan keluar dari lubang Rena dengan sendirinya.

Sejenak kami bergegas memperbaiki baju kami berdua, blus Rena yang sedikit kusut akibat hebatnya permainan tersebut. Rok mininya dirapikan seperti semula dan celana dalamnya dikenakan lagi. Komputer, meja, dan dinding kantorku, menjadi saksi bisu permainan sex kami berdua.

Setelah merapikan rambut dan Rena memoles wajahnya dengan perlengkapan make upnya, kami bergegas keluar ruangan. Sengaja, aku tidak membawa mobilku karena memang aku akan mengantar Rena ke tempat yang dituju.

Sepanjang permainan Rena tidak henti-hentinya memuji permainan sex yang baru aku tunjukkan. Dan kami berdua, bagaikan seorang sahabat yang sudah mengenal. Sehingga tidak ada jarak lagi untuk saling bercanda, saling tertawa.

Kenangan yang indah di tempat kerjaku, seakan hanya kami berdua yang bisa merasakan keindahan permainan tersebut. Kami berdua telah mereguk kenikmatan bersama. Cerita Sex 2016, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Mesum HOT, Cerita Sex Ngentot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.