VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Gara-Gara Skorsing

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Gara-Gara Skorsing – Nurul keluar dari ruangan HRD dengan membanting pintu, raut wajahnya terlihat sangat masam kendati tidak mampu menyembunyikan wajah cantiknya. Wanita semok dengan tinggi 170 cm dan berat badan 58 kg ini memiliki postur yang proporsional, ditambah dengan ukuran dada 36 B yang membulat tampak sangat menantang di balik kemeja putih yang dikenakannya dibalut dengan blazer formal yang ketat namun terlihat sangat elegan menutupi tubuh bagian atas Nurul.

Dia berjalan menghentakkan kakinya, Nurul terlihat sangat marah, dia berjalan dengan cepat, suara sepatu stilletonya menggema di lorong gedung menuju pintu keluar, cara berjalannya yang cepat itu menambah sexy penampilannya terutama pantatnya yang montok yang membulat melenggok ke kanan dan ke kiri seiring langkah kakinya, betis yang padat dan sexy makin terlihat menarik karena ditopang stilletonya. Wajah yang anggun namun memancarkan aura binal yang sangat kentara, hari ini rambutnya digelung ke atas sehingga menampilkan lehernya yang jenjang dan sexy ditambah kacamata yang bertengger di atas pangkal hidungnya sukses menggurat kesan anggun namun nakal di wajahnya.

Cerita Mesum Gara-Gara Skorsing

Cerita Sex Gara-Gara Skorsing
Cerita Ngentot Gara-Gara Skorsing

“Anjrit tuh orang HRD, bisa-bisanya gue diskorsing! Awas lu pada ya, gua sumpahin PENIS lo nggak bisa berdiri ntar!” rutuk Nurul dalam hati.

Hari ini Nurul dikenakan sanksi oleh manajemen HRD di tempatnya bekerja, skorsing 1 bulan ditambah penundaan gaji membuatnya uring-uringan sejak tadi pagi berujung acara ngamuk-ngamuk di ruangan HRD. Namun acara ngamuk-ngamuknya tidak membuat sanksi pelanggarannya dihapus atau berkurang, yang ada malah ancaman skorsing Nurul akan bertambah.

“Salah gua sendiri sih, dugem ampe pagi rutin 2 kali seminggu jadi telat ngantor terus. Mana si Diah nggak ngebantu gua di ruang HRD, padahal dia terus yang cekokin pikiran gue biar nemenin dia dugem.” Nurul terus merutuk dalam hati.

Diah adalah teman sekantor Nurul, wanita cantik berusia 25 tahun dengan postur agak mungil namun cantik dan manis dengan body yang aduhai membuat dia menjadi taksiran seorang manajer di perusahaan tempat mereka bekerja. Diah yang baik postur dan wajahnya sangat mirip dengan artis dalam negeri Syahrini ini tahu bahwa dirinya ditaksir oleh manajer itu memanfaatkan posisinya dan melendotkan pantat montoknya di pangkuan manajer yang lumayan gagah itu acapkali mereka berdugem ria, jadi Diah tidak terkena skorsing atau hukuman sama sekali dari HRD karena kedekatannya dengan sang manajer. Apes bagi Nurul, Diah seolah “buang badan” dan “buang muka” saat Nurul mulai mendapatkan surat teguran dari HRD.

“Pulang dulu, ah. Gua mau mandi sama tidur sepuasnya di apartment. Daripada stress gue mikirin skorsing, mending gua tidur abisnya semaleman gua nggak tidur gara-gara dugem. Mana si Wando semalem cepat keluarnya lagi, udah kontolnya mini, ejakulasi dini pula.” batin Nurul sambil melangkah menuju mobilnya di halaman parkir kantor itu.

Pertemuannya dengan eksekutif muda bernama Wando di tempat dugem berujung dengan “pertempuran” di kamar Wando, hanya saja belum 5 menit kontol mini Wando sudah memuntahkan pejunya dan langsung tertidur. “Mana gua belum puas lagi, pengen digaruk-garuk nih memek” batinnya.

Breeemmmm, raungan knalpot mobil Nurul membahana meninggalkan area kantor tersebut menuju apartemennya di bilangan Kelapa Gading, mobil itu kemudian melaju kencang di jalan raya, tampaknya Nurul ingin cepat-cepat sampai di apartmentnya. Namun pikirannya yang stress dan memek yang berkedut minta pelampiasan membuat Nurul kurang konsentrasi mengendarai mobilnya.

‘“Nih memek lonte kok nggak mau diajak kompromi ya?” umpat Nurul dalam hati. Nurul mencoba meredam nafsu binalnya dengan mencoba melihat video lucu yang tersimpan di hp nya saat mobil mulai memasuki daeRul yang macet. Sial memang tak terelakkan, dalam video playlistnya ternyata banyak tersimpan video porno. Nafsunya yang sudah diujung jembut menimbulkan rasa penasaran dan tanpa ragu dia memutar video bokep itu dan kontan saja adegan mesum video itu membuat nafsu Nurul semakin menjadi-jadi. Nafasnya mulai berubah berat dan dia mulai meremas-remas toketnya yang indah dari luar kemejanya. Tak puas, Nurul membuka dua kancing kemejanya dan menyelipkan tangannya ke dalam kemeja terus ke dalam bra. Nurul mulai meremas-remas toketnya sendiri di dalam mobil.

“Sssssshhhhhhh… aaaahhhhhhhhh!” desah Nurul saat tangannya mulai meremas toketnya sendiri.
“Aacccchhhhhhh….mmmmmmhhhhhhh! Anjrittthhhh, p..p..p…PENTIL GUA GATELHHH BANGETTHHHHHH…… MMMMMMHHHHHHH!” racau Nurul menikmati remasannya sendiri. Untunglah mobilnya memakai Window Tint sehingga aktivitas di dalam tidak terlihat dari luar.
“Sialan….! Neh memek lonte kok malah makin gini ya…….. ANJRIITTHHHH, MEMEK GUA NEH MAU DISUMPEL PAKE KONTOLHHH YACHHHHHHH?????” racaunya mulai tak terkendali.

Suara klakson dibelakang mobilnya menyentakkan Nurul dari aktifitasnya.

“SIAL… mana gua lagi asik” umpat Nurul langsung menginjak pedal gas mobilnya dan melaju meninggalkan daeRul rawan macet itu.

Saat memasuki jalan yang agak sunyi, memek Nurul berkedut-kedut serasa ingin dijejali benda gemuk dan panjang.

“Persetan lah, memek gua gatel banget” rutuk Nurul.

Cerita Sex – Dia pun mengangkat rok nya hampir sampai sepinggang, kemudian melepas CD nya dan melemparkannya sembarangan, tanpa piker panjang jari-jari lentiknya langsung merogoh memek nya yang tembem, menguak bibir vaginanya dan mencari daging kecil sebesar jagung di pangkal memeknya.

“Aaaccchhhhhhhhhhhhhhhhhhh, sssssshhhhhhhhhhhh…..mmmhhhhhhhhhhh!” racau Nurul.
“Mmmmmmmmmmhhhhhhhhh,…. Ennnyakkkkkkhhhh bangettthhhhh!” desahnya sembari mengocok klitorisnya. “Nih memekhhhhhh lonthe rasainhhhh” desahnya lagi.
“Yessssssssssssshhhhhhhhhh, d..d..d..dikit lagiiiiiii, aaauuhhhhhhhhhhhhhh meki gue enak bangetttttthhhhhhhhhh” racau Nurul hampir mencapai orgasme.

Brrrtttt,,..brmmmmttttt, ckrssshhhhhhh, mendadak mobil yang dikendarai Nurul berhenti…. Mogok,,,

“Anjrit, ini mobil kenapa pake mogok segala sih. Nggak tau ya gua udah mau klimaks!, mana tempatnya rada serem gini, banyak preman lagi nongkrong lagi!” umpat Nurul sambil melepas blazernya, merapikan roknya yang tergulung ke atas dan kemudian keluar dari mobil diiringi dentam pintu mobil yang dibanting.

Emosinya memuncak karena mobilnya berulah ditambah orgasme yang belum sempat dicapainya.

“Sialan nih mobil, nggak tau diuntung. Padahal lo gue servis rutin, dasar mobil bangsat!” makin Nurul dalam hati sembari membuka kap mobilnya berusaha untuk menemukan kendala di mobinya yang berujung menambah kebingungan Nurul karena dia sama sekali tidak memahami dunia otomotif.
“Kenapa mobilnya neng? Mogok ya? Mending neduh dulu sini bareng abang, neng. Di situ panas lho, ato mau abang anterin sekalian?” goda lelaki dari sebuah pondok yang terbuat dari kayu yang dipancang ke tanah dan ditutupi oleh sebuah terpal biru yang menjadi atap bagi podok itu.

Sementara di bawahnya terdapat kursi-kursi panjang yang menjadi tempat tongkrongan bagi lelaki-lelaki yang berjumlah 6 orang itu.

Nurul memilih diam dan tidak menyahut. Dalam hati Nurul mulai ketakutan, tempat itu memang sangat tidak memberikan kondisi yang nyaman bagi Nurul karena sepi dan tidak terlihat aktivitas warga, hanya beberapa kendaraan yang lalu lalang melewati lokasi yang dipenuhi pepohonan di kanan dan kiri jalan itu.

“Busett dah, si eneng sombong amat! Udah nggak usah tengsin neng, sini duduk dulu bareng abang! Kasian tuh bokongnya kagak dikasih duduk neng.” goda salah satu pria dari pondok itu.

Memang posisi Nurul yang sedang memeriksa mesin mobilnya itu sedikit nungging sehingga mempertontonkan pantatnya yang montok. Sontak Nurul pun berdiri tegak.

“Bujubuseeetttt, susu si eneng kayaknya mau tumpah tuhhh,.. sini abang bantu pegangin neng!” teriak pria yang lainnya. Ups, Nurul lupa bahwa dua kancing kemejanya masih terbuka karena permainan “solo”nya tadi. Piassss, wajah Nurul pun memerah. Dia mulai gemetar mengancingkan kemejanya mengingat dia hanya seorang wanita sendirian di tempat semacam itu, dikontaknya Diah tetapi Diah tidak mengangkat teleponnya. Nurul mulai panik, walaupun dia adalah wanita yang menganut free sex tetapi dia takut juga digangbang oleh preman-preman yang kelihatannya dekil dan beringas itu.

“Nurul?? Lo ngapain disini?? Mogok ya mobil lo?” seru seorang pria yang melongokkan kepala dari jendela sebuah mobil SUV hitam yang diberhentikan tepat di depan mobil Nurul.

Sontak Nurul langsung menoleh dan menyahut ke pria dalam mobil itu, “Iya nih, pake mogok segala. Nggak tau apa masalahnya padahal baru gua servis.” namun sebenarnya Nurul tidak mengenal siapa pria tersebut yang sudah keluar dari mobil SUV nya sambil menyingsingkan lengan kemejanya dan berjalan keaRul Nurul. Dalam hati Nurul bersyukur si pria tak dikenal ini datang menyambanginya, minimal preman-preman kampung itu berpikir dua kali untuk berbuat jahat padanya.

“Kayaknya aki lo ?” tanya pria yang belum dikenal Nurul itu sembari memeriksa keadaan mesin mobil Nurul.
“Astaga, gua nggak tau. Gimana nih? Mana tempat gua masih jauh lagi.” Jawab Nurul.
“Ya udah, nggak jauh dari sini ada bengkel kok, tinggal 1,5 kilo abis pengkolan itu. Mobil lo biar kita derek aja pake mobil gua pelan-pelan.” Sahut pria tak dikenal itu.

Nurul kemudian berjalan masuk ke mobil pria itu dengan tatapan penuh kemenangan ke aRul kumpulan preman di bawah pondok tenda biru itu sementara diiringi tatapan dongkol preman-preman kampung itu karena tontonan dan “buruan” mereka lepas.

Mobil itu berjalan pelan, sementara suasana dalam mobil itu terasa senyap dan kaku karena sebenarnya Nurul tidak mengenal siapa pria yang menolongnya itu. Nurul merasa pernah melihat wajah itu tapi dia tidak mampu mengingatnya dengan jelas. Pria itu memiliki tinggi 176 cm dengan berat 77 kg, postur tubuhnya atletis namun tidak kekar berlebihan. Rulangnya terlihat kokoh sekali menegaskan raut wajahnya yang gagah.

1 menit…
2 menit..
3 menit… suasana masih hening, hanya suara halus deru mesin mobil yang terdengar.

“Lo nggak ingat gua ya?” kata pria itu tiba-tiba seolah-seolah bisa membaca pikiran Nurul.

Nurul yang memang tidak mengingat siapa gerangan pria ini mulai gelagapan dan salah tingkah.

“waduh parah lo udah ditolongin tapi nggak kenal siapa yang nolongin lo, kalo gua ini pemerkosa udah gimana lo sekarang ya?” lanjutnya.

Mendengar itu sontak Nurul gemetar dan wajahnya langsung berubah pucat pasi. Dia benar-benar tidak tahu siapa pria ini, bahkan sekarang dia sudah paranoid akan diperkosa, saking takutnya dia tidak mampu berbicara.

“sekarang lo masih nggak kenal gua juga?” pria itu kemudian memakai kacamata di wajahnya.

Tringgg… lampu pijar di kepala Nurul menyala,

“Deon! Cupuuuu! Anjrit, gua tadi nggak kenal ama lo. Apa kabar lo? Gila, berubah banget lo sekarang!” Nurul baru ingat bahwa pria ini adalah teman sekelas masa SMA nya yang paling cupu, Deon, saking cupunya dulu Deon bahkan tidak berani hanya untuk sekedar berbincang dengan siswi-siswi di sekolahnya, setiap ada PR, Nurul sang siswi popular akan menyeRulkan tugas menyelesaikan PR miliknya kepada Deon sambil memberikan ancaman-ancaman.

Cerita Mesum – Nurul terkagum-kagum dalam hati melihat perubahan Deon, pria yang dulunya dianggap bocah oleh Nurul kini sudah bermetamorfosis menjadi pria dewasa yang sangat gagah dan atletis. Ditambah wajahnya yang tegas dihiasi Rulang yang kokoh membuat penampilan Deon elegan namun sangat menggoda.

Nurul melirik ke arah kemeja Deon yang terbuka dan mengintip dada bidang di dalamnya. “Gila, gua kok horny gini ya ngeliat nih bocah? Mana memek gua belum sempat dipuasin lagi.” Tapi Nurul hanya mampu berkata-kata dalam hati.

Udara yang panas kemudian memunculkan inisiatif Deon untuk menyetel AC mobilnya menjadi lebih dingin. Otomatis hembusan udara yang menerpa tubuh Nurul dari lubang AC di dashboard semakin kencang sehingga menimbulkan efek belaian bagi tubuhnya. Sebenarnya bagi orang normal hembusan AC seperti itu merupakan hal yang biasa saja, tapi bagi Nurul yang sedari tadi dilanda “sindrom kentang”, hembusan udara dingin AC itu menjadi hal yang luar biasa atas tubuh bahenol nya.

“Uhhh…. Nih AC niup-niup toked gua…. Jadi makin horny…!” ucap Nurul dalam hati.

Efeknya luar biasa, memek Nurul yang dari tadi butuh belaian jadi semakin gatal ingin digaruk. Nurul mulai menggigil, menggigil bukan karena kedinginan tapi karena nafsu yang semakin memuncak. Nurul memutar otak, dia tidak ingin terlihat seperti wanita gatal di mata Deon, walaupun sebenarnya Deon sudah mengetahui dan mengenal tingkah laku Nurul sejak SMA. Nurul yang populer, Nurul siswi SMA mereka yang sexy, Nurul yang bergonta-ganti pacar sekaligus rekan tidur, tapi kali ini Nurul memang berniat menahan nafsu biRulinya yang sudah mencapai ubun-ubun.

Untuk mengurangi efek hembusan udara AC dari dashboard ke bagian atas tubuhnya, Nurul menurunkan panel AC sehingga hembusan AC mengaRul ke bawah.

Namun gawat, hembusan AC itu sekarang malah megaRul ke belahan paha nya, termasuk memek Nurul, menimbulkan sensasi luar biasa, sensasi gatal bercampur dingin yang membuat Nurul semakin menggigil.

“Uuuuhhhhfffff…. Nggak kuat guaaaaa…… memek gua rasanya pengen digesek-gesek biar angettttt!” rutuk Nurul dalam hati, sembari tubuhnya semakin menggigil hebat.
“Kenapa lo, Rul?? AC nya terlalu dingin buat lo, ya? Lagi sakit?” tanya Deon yang sedari tadi sudah mengamati tubuh Nurul yang menggigil.
“E..e..e..eng…enggak kok, Jer. Ng..Nggak dingin kok. G..gua cuma lagi flu aja d..d..dikit…hhhhh. Ttt..tapi gua nggak papa kok.” sanggah Nurul. Padahal dia sedang berjuang menahan konak di tubuh dan memek nya.

Berinisiatif,sambil memegang kemudi mobil dengan tangan kiri Deon menempelkan punggung tangan kirinya ke dahi Nurul, mencoba mengukur suhu tubuh Nurul, kemudian menempelkan tangannya lagi di leher Nurul. Saat menarik tangannya dari leher Nurul, secara otomatis menggesek kulit leher Nurul yang sedang hyper sensitive, membuat Nurul menggelinjing dan menggeliat akibat gesekan tangan Deon di kulit leher nya, sehingga tak sadar dia mendesah pelan.

“Uuuuuuuuuugggghhhhhhhhhhhhhh..ssshhhh….”
“Yakin lo nggak papa?” cecar Deon yang mulai curiga.
“Uuhhmmmmmm,.. yakin, Jer.” Nurul berdalih.

Kecurigaan Deon pun bertambah saat Nurul menyilangkan kedua pahanya, dan sembunyi-sembunyi menggesek-gesekkan kedua pahanya bersamaan dengan mata Nurul yang merem melek, ditambah pula dengan nafas Nurul yang berat dan dalam dan terkadang mendesah pelan dan berat.

“Perek satu ini pasti lagi horny berat…! Ngentotnya tadi nanggung kali, awas lo! Kali ini lo gua garap, Rul!” batin Deon.
“Lo pake seatbelt dong, Rul… biar aman…” Deon berdalih sambil berusaha memasangkan seatbelt Nurul dengan tangan kirinya.

Padahal ini hanya alibi Deon, sembari menarik sabuk seatbelt, lengan Deon menggesek toked bulat Nurul persis di bagian putting susunya. Efeknya luarrrr biasa, Nurul merasakan memeknya berkedut semakin keras, dia menggigit bibirnya, dan tanggannya mencengkeram roknya. Melihat itu, Deon menjadi kegirangan.

“Beneran lo gak papa? Lo kayak nahan sakit gitu” Deon mulai mengorek.
“Mmmmmmffffffffff… Benerhhh, Jerr! Gg.. ghua… enggghhakkhh phh..papaa…” Nurul mendesah di sela jawabannya.
“Nurul,… lo lagi horny ya?” tanya Deon.

Sontak Nurul menyanggah, “ENGGAK LAH! Emang lo pikir gua cewe apaan??!”

“Oh, ya? Yakin lo lagi nggak horny?” Sergah Deon, langsung meremas lembut toked montok Nurul.

Kali ini Nurul hampir tidak sanggup lagi mengelak, tubuh jalangnya menikmati remasan yang diberikan Deon di tokednya, membuat biRulinya semakin membuncah. Cengkeraman tangan Nurul di roknya semakin kencang, tangannya juga gemetar menahan nikmat.

“Ap..pphha… a..paan lo, J..Jerrr???! Bhh… B.. Bangsathh lo!” Umpat Nurul.

Namun umpatan Nurul makin membuat Deon meremas toked Nurul lebih intens lagi. Kini kedua toked Nurul berganti-gantian diremas oleh tangan jahanam Deon.

“OOOOOUUGGGHHHHHHHHHHHH…. MMMMMMMMMMMMMMMHHHHHHHHHHH…. Acchhhhhh, Jerrrrrr…..!” Nurul tidak bisa lagi menyembunyikan desahannya.
“Dasar lonthe! Pake acara ngeles segala lo! Bilang aja lo lagi konak, dasar perek!” cecar Deon, kemudian menepikan mobil sisi jalan.
“Iyaaaa, Jerrrhhh,! Gua lagi horny berat! Ooouuuggghhhhhh…, enak banget remasan lo Jerrrr… Aaaccccccchhhhhhhhhhh…. Jangan brentii, jerrrr!” pinta Nurul memelas.
“Buka dulu kemeja, lo!” Deon mulai mengambil alih kondisi. Nurul manut, dia segera membuka kancing kemejanya, membuka kaitan bra di punggungnya.

Plooppppphhh,,, toked Nurul langsung meloncat begitu dia meloloskan bra dari tubuhnya. Mempertontonkan keindahan tokednya yang bulat menantang dengan puting mungil meRul muda yang mengacung tegak, sempurna, putih mulus tanpa cacat sedikitpun.

Kontan saja mata Deon terbelalak melihat keindahan toked Nurul, “Buset toked lo, Rul, gede banget!” Deon langsung merogoh puting susu Nurul, mempermainkan puting itu, menggelitik ujung pentilnya dan memutar-mutarnya dengan jari jempol dan telunjuknya.

Cerita Ngentot – Sensasi nikmat mulai menjalari kedua toked Nurul yang bergantian dipermainkan Deon. Sensasi nikmat itu juga mulai merambat dan menjalar di selangkangan Nurul. Berkumpul dari pangkal paha dan pusat menuju ujung selangkangan, mengalir dengan rasa gatal yang sangat besar pada memek Nurul. Nurul menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri sambil meremas jok kuat-kuat menikmati aliran hebat di memeknya.

“ANJRIITTTTTTTTT…….. JEERRRRR…….HHHHMMMMMMMMMMPPPFFHHHHHHHHH…!” meki Nurul berkedut-kedut kencang, serrrrr… memek Nurul langsung banjir oleh pejunya sendiri.

Pinggulnya terangkat, tubuhnya kelojotan tak mampu menahan gelombang orgasme yang melandanya.

“Dasar! Emang lonthe lo, baru toket lo aja yang gua mainin udah nyemprot aja lo, perek! Belum lagi gua mainin yang ini!” Deon langsung meraih rok Nurul, mengangkatnya sampai ke pinggul.
“Bener kata gua, lo emang lonthe, buktinya lo udah nggak pake CD lagi,… anjirrr,… meki lo mulus amat, tembem lagi… bagus banget memek lo, Rul… Abis ngentot ama siapa lo?? ” cecar Deon.
“huufffht… Hosh..Hosh… gua abis ‘swalayan’ tadi di mobil gua sebelum mogok,Jer…” nafas Nurul tersengal-sengal menikmati sisa orgasmenya.

Belum lagi nafasnya stabil, Deon langsung melumat bibir sexy Nurul. Tentu saja Nurul gelagapan menerima serangan mendadak seperti ini. Tangannya berusaha menjauhkan Deon,

“Mmmmfff, M,.. Jer,mmm, mmhffntar dulu,..mmfff.” Tapi Deon tidak berniat untuk memberikan jeda bagi Nurul, dia mulai menyusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Nurul, mencari lidah Nurul dan menjilatinya, serta membelitnya, tangan Deon mulai bergerilya lagi di atas toked mulus Nurul,
“Gila bener toked lo, Nurul. Nggak bosen-bosen gua grepein toked lo. Bulat banget. Kencang…. Penuh tangan gua grepein toked lo!” Puji Deon, sementara Nurul hanya pasrah.

Seolah tidak mau melewatkan keindahan toked besar montok nan bulat menantang di hadapannya, Jerru langsung melumat putting susu Nurul, piting satunya lagi disentil-sentilnya dengan jarinya, digelitiknya dan memainkannya dengan telujuk dan jempolnya.

“Gilaaaaa,… enak banget toked gua dikenyot ama si Deon… Uhhhfff, gua mulai konak lagi nih…” Nurul membatin.

Desahannya mulai muncul tapi Nurul berusaha keras menahannya. Dia tidak mau dipermalukan lebih jauh oleh nafsunya sendiri di hadapan Deon yang notabene baru berjumpa lagi dengannya setelah sekian tahun tidak bersua sejak masa SMA.

“Pentil lo kok masih pink aja, Rul? Padaha gua yakin pentil lonte lo ini udah dikenyot ama banyak cowo. Dikenyot kayak gini kan?”. Tiba-tiba Deon menggigit putting Nurul dan mempermainkan ujung putingnya dengan lidahnya.

“JEEEEERRRRRR….. ooouuuuggghhhhhhh, oh,oh…” Nurul menjerit tertahan.

Dia tidak bisa lagi menyembunyikan desahannya. Serangan Deon yang tiba-tiba di luar kemampuannya untuk menahan diri tidak mendesah menjunjukkan bahwa dia memang sudah konak lagi. Deon meremas toked satunya lagi dengan semangat ’45. Kemudian menghisap kedua toked Nurul bergantian sambil tangannya memberikan rangsangan di selangkangan Nurul tanpa menyentuh memeknya., hanya di sekeliling memek Nurul.

“Ssssssssshh… Oooohhh…oh, Ouchh!” Nurul mendesah tidak karuan, jelas Deon berusaha mempermainkan libido Nurul dengan tidak menyentuh memeknya, membuat memek nya penasaran.

Wow, hasilnya luar biasa, kali ini Nurul yang berusaha, pinggulnya bergerak seiring gerakan tangan Deon di selangkangannya berusaha menempatkan tangan Deon tepat di mekinya, tapi Deon tidak memberikan peluang bagi memek Nurul untuk menemukan tangannya, malahan Deon menghentikan kenyotannya di toked Nurul. Tangannya yang menganggur dia gunakan untuk memegang kedua tangan Nurul,menguncinya di atas perut Nurul, mencegahnya untuk mengaRulkan tangan Deon yang bermain di selangkangan menyentuh mekinya.

Nurul blingsatan, kedua tangannya dikunci oleh Deon sehingga tidak mampu menangkap tangan Deon dan mengaRulkannya ke memeknya. Dia berusaha menggeol-geolkan pinggulnya agar memeknya menyentuh tangan Deon, tapi sia-sia.

Tiba-tiba Deon menyentuhkan tangannya ke memek binal Nurul, hanya sentuhan singkat seperti menyerempet saja, tapi memberikan efek yang tidak disangka bagi tubuh Nurul, tubuhnya kelojotan, pantatnya terangkat ke atas sambil bergoyang-goyang.

“HHHHH,…Hkk..Hkk,..Hekkkkk….” suara Nurul tidak keluar, hanya napasnya yang terputus-putus seperti orang yang sekarat. Matanya terpejam, tubuhnya bergetar menerima sentuhan di memeknya.

Deon kembali memainkan selangkangan Nurul, membuat gerakan melingkar di sekeliling memeknya. Nurul menatap Deon dengan tatapan memelas, berharap tangan nakal Deon menyentuh memeknya lagi, tapi Deon tidak terpancing, dia tetap bertahan pada metode yang dilakukannya.

Srrrrttt…. Deon menyentuhkan tangannya lagi ke memek Nurul, kali ini lebih keras sedikit, seperti menyerempet dekat area klitoris Nurul. Nurul seperti orang yang menerima sengatan listrik singkat. Tubuhnya kelojotan, matanya terpejam, mulut Nurul terbuka, nafasnya tertahan, sexy sekali. Pantatnya kembali terangkat dan bergetar lebih hebat lagi daripada saat mekinya disentuh Deon pertama tadi. Deon jelas seorang pria yang mampu memanipulasi libido lawan main seksnya.

Permainan kembali berlanjut, Deon kembali mengelus-elus selangkangan Nurul dengan gerakan memutar, kali ini lebih dekat ke area memek Nurul.

Tak disangka, Deon melakukan gerakan mendadak, tangannya langsung merogoh memek Nurul dan mengocoknya sedikit kasar, menggesek-gesel klitoris Nurul dengan kasar. Spektakuler! Nurul langsung kelojotan bagaikan orang kesetrum, kepalanya menggeleng ke kanan dan ke kiri, dia meronta-ronta, bukan ingin melepaskan diri, tetapi karena dahsyatnya puncak rangsangan yang diberikan Deon di memeknya.

Belum pernah sekalipun Nurul menemukan permainan seperti yang Deon lakukan. Deon yang dulunya cupu, yang Nurul anggap tidak jantan, Deon yang dia ancam-ancam apabila menolak mengerjakan PR nya dulu, Deon yang dikerjainya berulang kali, Deon yang dibullynya dulu kini memberikan permainan yang luar biasa jauh dari yang Nurul bisa bayangkan.

“HHHHIIIAAAAHHHHHHHHHH,, AAAAUUUCCHHHH… OOHHHH,..OH..OH…” Nurul menjerit –jerit keenakan.

Belum pernah dia rasakan kenikmatan seperti ini dari kocokan pria manapun. Rasa gatal terus menghujam dan menggelitik di memeknya, berputar-putar mendatangkan sensasi gatal yang luar biasa, lama-kelamaan sensasi itu berkumpul jadi satu di ujung kelamin, menggelora, membuncah seperti ingin meledak, dan………………

“……. ANJRIIIIIIIIITTTTHHHHHH… GUA KELUAAAARRRRRR,,,,…HIAAAHHHHHHHHHHH…..!” Nurul menjerit, mulutnya terbuka, matanya melotot seperti hendak keluar dari rongganya, pinggulnya terangkat tinggi-tingi, kelojotan, bergetar-getar, persis seperti orang kesetrum listrik ratusan volt akibat gelombang orgasme yang melandanya, tidak, bukan gelombang, tapi tsunami orgasme.
“Ccrrrooottt….crotttt… Serrrr…..”. Astaga!, Nurul squirting! Belum pernah sekalipun di hidupnya Nurul mengalami hal semacam ini…. “IIIIAAAAAAA,,… IIIIYYAAAAAAAA…. IYAAAAAHHHHHHH…..” Nurul menjerit persis seperti pemeran video bokep ala Jepang.

Kelojotan, tubuhnya menghentak-hentak dengan pinggul terangkat, kepalanya mendongak sehingga badannya melengkung indah. Sesekali kakinya menendang-nendang seperti mengalami kegelian yang luar biasa. Kepala Nurul terasa ringan, tubuhnya bagaikan tidak menyentuh bumi, seperti melayang. ini benar-benar orgasme paling hebat yang pernah dialami Nurul. orgasme akibat stimulasi rangsangan yang diberikan Deon di memeknya.

Hanya melihat cara orgasme Nurul saja membuat nafsu Deon meningkat, kontolnya perlahan-lahan bangun dan mengeras hingga akhirnya tegang sekali, menggeliat di dalam celananya sehingga Deon merasa sakit. “Oke, sekarang gua yang butuh pelampiasan.” Batin Deon dalam hati. “Kali ini lo bakal gua enthot sampe lo merangkak dan nggak bisa bangun lagi. Cerita Sex 2016, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Hot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.