VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Malu-Malu Binal

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Malu-Malu Binal – Nama Aku Rido. Aku mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ternama di Surabaya. Aku adalah anak kembar (tetapi bukan kembar identik). Saudara kembar Aku bernama Doni, dan dia juga kuliah di tempat yang sama dengan Aku.

Sebelum kuliah di Surabaya, Doni kuliah di perguruan tinggi di Jakarta. Di sana, ia mempunyai seorang pacar bernama Andin. Setelah setahun kuliah di Jakarta, Doni dan Andin tidak betah, dan akhirnya mereka berdua pindah ke Surabaya (di universitas & fakultas yang sama).

Cerita Mesum Malu-Malu Binal

Cerita Sex ABG, Cerita Mesum ABG, Cerita Ngentot ABG, Ngesex Memek ABG, Ngentot ABG HOT
Cerita Ngentot Malu-Malu Binal

Ketika pertama kali Aku bertemu dengan Andin, Aku terpana dengan parasnya yang cantik. Aku merasa Doni sangat beruntung mendapatkan pacar seorang gadis yang cantik seperti Andin. Memang, Doni bercerita bahwa Andin merupakan rebutan cowok-cowok di kampusnya (baik di Jakarta maupun Surabaya). Ketika bersalaman dengannya, Aku tidak dapat melepaskan pandangan dari wajahnya yang sangat cantik dan imut itu.

Setelah perkenalan pertama dengan Andin, dia selalu terbayang dalam pikiranku. Apalagi Andin sering main ke rumah kami (o iya, Aku dan Doni tinggal berdua di sebuah rumah di Surabaya). Setiap Andin datang ke rumah, Aku pasti merasa deg-degan. Seakan-akan Andin adalah pacar Aku sendiri (apa karena Doni dan Aku kembar, jadi Aku merasakan hal ini ya?). Kadang-kadang, Doni & Andin suka berduaan di kamar Doni, dan Aku sering mendengar mereka cekikikan berdua di kamar. Aku jadi merasa iri dengan Doni. Aku belum pernah punya pacar sejak dulu. Memang dibanding Doni, Aku anaknya agak lebih pendiam. Aku tetap punya teman-teman cewek, tapi bukan pacar.

Suatu kali, Doni sedang pergi keluar kota bersama teman-temannya untuk beberapa minggu (hampir sebulan kalau tidak salah). Andin tetap di Surabaya, karena dia mengambil semester pendek. Aku sempat merasa agak kesepian juga di rumah, karena Aku hanya sendirian saja. Apalagi kalau Doni tidak di sini, berarti Andin juga nggak akan datang ke rumah Aku kan?

Nah, pada suatu siang di rumah, tiba-tiba Aku seperti mendengar suara motor Andin dari kejauhan. “Ah, aku pasti terlalu merindukan kehadiran Andin”, pikirku, sampai suara motor lewat pun Aku sangka suara motor Andin.

Cerita Sex – Eh, ternyata suara motor itu memang menuju ke rumahku, and guess what, itu memang Andin! Dia mengenakan kaos ketat berwarna oranye-biru, dan celana jeans ngatung yang juga ketat. Sunggu menggairahkan sekali penampilannya saat itu. Aku gembira campur bingung, kenapa Andin datang ke sini, padahal Doni kan lagi pergi? Cerita Sex Malu-Malu Binal

“Halo Rido.. Sendirian aja ya di rumah? Kasian, ditinggal Doni sendirian. Pasti sepi ya?”, kata Andin sambil menuntun motornya masuk.
“Iya nih Win, sendirian terus tiap hari. Kamu tumben dateng ke sini? Ada angin apa Win?”
“Ini No, aku mau ngambil catetanku yang dulu dipinjem Doni. Soalnya ada perlu buat semester pendek.”
“Ooo.. kalo gitu masuk aja Win. Aku kurang tau di mana Doni nyimpen catetanmu. Liat aja di kamarnya.”, jawabku lagi.

Andin pun masuk ke kamar Doni dan mencari catetannya di laci meja komputer Doni. Sepertinya dia memang sudah tau kalau Doni menyimpannya di sana. Untuk membuka laci itu, dia mesti agak membungkuk. Ketika membungkuk, bagian belakang baju kaosnya agak terangkat, dan tampaklah olehku punggungnya yang putih mulus. Wahh.. walaupun hanya sedikit yang tampak, tapi itu sudah membuat pikiranku melayang dan otomatis penisku pun ikut berdiri.

“Udah dapet nih No, catetannya.”, kata Andin kepadaku.
“Oh, di sana ternyata dia simpen ya? Oke deh. Itu aja yang perlu Win?”, kataku dengan agak sedikit kecewa, karena kalau memang hanya itu tujuan dia ke sini, berarti dia udah mau balik dong..?
“Iya, ini aja. Aku pulang dulu deh ya No.”

Yaahh.., sebentar banget aku sempat ketemu dengan Andin, pikirku.:((Kemudian Andin keluar menuju motornya. Di depan motornya aku melihat dia menggantungkan sebuah tas yang agak besar.
“Bawa apaan tuh Win?”, tanyaku sama Andin.
“Oh, ini? Sebenarnya setelah ini aku bukan mau pulang sih. Aku rencananya mau ke tempat temenku. Numpang mandi. Abis, air di kosku lagi habis. Sumurnya kering No. Wah, jadi ketauan deh kalo aku belum mandi nih.. Jadi malu..”, kata Andin dengan agak malu-malu.

Wah.., kesempatan nih!

“Kenapa nggak mandi di sini aja Win? Airnya banyak kok di sini. Daripada repot-repot ke tempat temenmu lagi. Gimana? Mau?”, cecarku dengan penuh semangat (campur nafsu:)
“Mmm.., nggak apa-apa nih No?”, tanya Andin agak ragu.
“Nggak apa-apa kok. Bener. Suwer. Samber geledek.”, jawabku dengan sedikit bercanda.
“Ya oke deh kalo gitu. Aku numpang mandi ya..”

Cerita Mesum – Yess.. Akhirnya aku punya kesempatan untuk bersama Andin lebih lama lagi.. Andin langsung masuk lagi menuju kamar mandi. Aku hanya dapat membayangkan apa yang terjadi di dalam kamar mandi itu. Aku membayangkan Andin membuka baju ketatnya, dan melepaskan celana jeansnya. Cerita Sex Malu-Malu Binal

Aku membayangkan bagaimana tubuh seksi Andin hanya berbalutkan BH dan celana dalam saja. Hhhmm.. penisku langsung tegang dengan sendirinya tanpa perlu kusentuh. Sedang enak-enak melamun, tiba-tiba pintu kamar mandi Andin terbuka. Oh, ternyata Andin masih mengenakan pakaiannya, tidak seperti dalam bayanganku.

“Rido, aku bisa pinjem handuk nggak? Aku lupa bawa nih. Sori ya ngerepotin.”
“Oh, nggak apa-apa. Ntar ku ambilin.”

Ketika aku memberikan handukku kepada Andin, terlihat tali BH Andin yang berwarna hitam di bahunya. Walaupun itu hanya seutas tali BH di bahu, tapi itu sudah cukup untuk membuatku berimajinasi yang bukan-bukan tentang Andin.

“Makasih ya Rido..”, wah, suaranya benar-benar bisa membuatku terbang ke langit ketujuh..
“eh, iya..”, jawabku.

Lalu Andin masuk kembali ke kamar mandi. Tak lama kemudian sudah terdengar suara cebyar-cebyur air. Aku tak dapat berhenti membayangkan tubuh Andin yang telanjang.. Kulitnya pasti mulus.., putih.., dan badannya sangat seksi sekali.. mmhh.. aku tak kuasa untuk menahan nafsuku.. Aku masuk ke kamar, dan masuk ke kamar mandiku (letaknya tepat di sebelah kamar mandi tamu tempat Andin mandi).

Di dalam kamar mandi, aku langsung melepaskan seluruh pakaianku dan mengambil sabun untuk onani. Aku memegang penisku yang sudah sangat tegang (rasanya belum pernah “dia” sebesar ini.Bayangan akan Andin benar-benar telah membuatnya sangat keras..). Dengan sedikit sabun, aku mulai meremas-remas penisku, dan pelan-pelan mulai mengocoknya maju-mundur.. mm.. aku membayangkan ini adalah tangan Andin yang mengocok penisku.. oohh Andin.. andaikan kamu mau mandi bersamaku di sini.. hhmm.. Imajinasiku telah melayang ke mana-mana. Sedang asyik-asyiknya onani, tiba-tiba pintu kamar mandiku diketuk dari luar.

“Rido.. Kamu lagi mandi ya? Sori mengganggu lagi. Kamu ada sabun cuci muka nggak? Aku lupa bawa tadi..”, terdengar suara Andin memanggil.

Aku kaget! Wah, mana udah mau klimaks, eh Andin ngetuk pintu. Buyar deh imajinasiku yang sudah kubangun dari tadi. Wah, pasti Andin sudah pakai baju lengkap lagi seperti tadi, tidak telanjang seperti dalam bayanganku. Tapi nggak apa-apa deh, kan aku bisa ngeliat Andin lagi jadinya. Aku lingkarkan handuk di pinggangku untuk menutupi penisku yang tegang, lalu aku ambilkan sabun cuci mukaku untuk Andin.

“Ini Win, sabun cuci mukanya”, kataku sambil membuka pintu.

Cerita Ngentot – Wahh.. ternyata Andin hanya mengenakan handukku yang kuberikan tadi, bukannya berpakaian lengkap! Rejeki lagi nih! Dengan balutan handukku yang tidak terlalu lebar itu, tampak kulitnya yang benar-benar putih mulus. Handukku hanya menutupi dari dadanya sampai sekitar 15 cm di atas lututnya. Tampak olehku pahanya yang begitu indah. Rambutnya yang basah juga memberi efek yang membuatnya semakin kelihatan seksi.. Tanpa bisa dibendung, penisku menjadi semakin tegang lagi. Cerita Sex Malu-Malu Binal

“Makasih Rido.. Wah, bener-bener sori ya, jadi ngeganggu mandimu..”, kata Andin lagi.
“Ehm.., nggak apa-apa kok Win.”, jawabku terbata-bata karena nggak kuat menahan nafsuku..

Tanpa kusadari, penisku semakin menyembul dan membuat handukku hampir copot. Jarakku dengan Andin waktu itu sangat dekat, sehingga penisku yang sudah berdiri itu menyentuh bagian perut Andin (penisku dan perut Andin sama-sama masih tertutupi handuk). Andin kaget, karena ada sesuatu yang menekan perutnya.

“Eh, aku mandi lagi ya No.”, kata Andin buru-buru dengan muka yang memerah. Sepertinya dia malu campur bingung.
“Mmm, iya.., aku juga mau mandi lagi”, jawabku juga dengan penuh malu.

Andinpun kembali ke kamar mandinya, dan aku juga masuk lagi ke kamar mandiku.

Di dalam kamar mandi aku berpikir, apa kira-kira tanggapan Andin atas kejadian tadi ya? Apa dia akan lapor ke Doni kalau aku berbuat kurang ajar? Apa dia marah sama aku? Atau apa? Aku jadi takut.. Setelah termenung beberapa menit, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan apa yang kukerjakan tadi. Masalah nanti ya urusan belakangan. Baru saja aku mau mulai untuk onani lagi, pintu kamar mandiku diketuk lagi.

“Rido.., sori mengganggu lagi. Aku ada perlu lagi nih”, kata Andin dari luar.
“oh iya, bentar..”

Sekarang aku pakai celana dalam & celana pendekku. Aku nggak mau terulang lagi kejadian memalukan tadi. Aku keluar dari kamar mandi.

“Ada apa Win? Apa lagi yang ketinggalan? Mau pinjem celana dalam?”, candaku pada Andin.
“Ah, kamu ada-ada aja.”, kata Andin sambil tertawa. Hhh.., manis sekali senyumannya itu.. Btw, dia masih mengenakan handuk seperti tadi. Seksi..!
“Gini No.. Waktu aku minjem sabun cuci muka tadi, aku tau kalo kamu sempat.. mm.. apa ya istilahnya? Terangsang?”, kata Andin.

“Hah? Apa? Maksudnya gimana? Aku nggak ngerti?”, tanyaku pura-pura bego.
“Nggak apa-apa kok No. Nggak usah malu. Kuakui, aku tadi juga sempat membayangkan “itu” mu waktu aku masuk kamar mandi lagi.

Aku bahkan hampir saja mau.. mm.. masturbasi sambil mbayangin kamu. Tapi kupikir, ngapain pake tangan sendiri, kalo “barang”nya ada di sebelah?”, jawab Andin.

“Hhhaahh? Apa maksudmu Win? Aku jadi makin bingung? Aku nggak”

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Andin sudah meraba penisku dari luar celana pendekku.

“Ini yang kumaksud, Rido! Penismu yang tegang ini! Aku menginginkannya!”, kata Andin sambil terus meraba-raba dan meremas penisku.
“hhmm.., Andin.. kamu..”

“Rido.. Walaupun aku pacarnya Doni, kamu nggak usah malu begitu. Sejak bertemu denganmu di Djokdja ini, aku selalu membayangkanmu dalam setiap fantasi seksku. Bukannya aku nggak cinta Doni. Tapi dengan membayangkan sesuatu yang “tabu”, biasanya aku selalu menjadi begitu terangsang, dan selalu kuakhiri dengan masturbasi sambil membayangkan bercinta dengan saudara kembar pacarku sendiri.

Cerita Sex ABG – Rido.. saat ini sudah lama kutunggu-tunggu. Aku selalu membayangkan bagaimana rasanya mengulum penismu dalam mulutku. Bagaimana rasanya memainkan penismu dalam vaginaku.. hhmm.. You’re always on my fantasy, Rido..”, cerocos Andin sambil semakin kuat meremas penisku (masih dari luar celana pendekku). Cerita Sex Malu-Malu Binal

“Ohh.., oohhmm.., Andin.. Aku.., juga.. selalu membayangkanmu dalam setiap onaniku. Aku nggak tahan melihat kecantikan dan keseksianmu, sejak pertama kali aku bertemu denganmu. Aku cemburu dengan Doni. Aku selalu membayangkan tubuhmu yang putih, halus, lembut, dan seksi ini.. Aku menginginkanmu Andin..”, jawabku sambil meraba bahu dan tangannya yang begitu halus dan lembut.

Kemudian tanpa berpikir lagi, aku raih rambutnya dan kutarik mukanya ke mukaku, dan kucium Andin dengan buas. Kulumat bibirnya yang merah dan mungil itu. Inilah pengalaman pertamaku mencium wanita. Rasanya benar-benar nikmat sekali. Apalagi tangannya masih terus meremas penisku yang sudah berdenyut-denyut dari tadi.

“Hmmpp.., mmhhmmhh..”, Andin juga membalas ciumanku dengan lumatan bibirnya dan lidahnya bermain-main di dalam mulutku.

Aku terus menghisap bibir & lidahnya, dan tanganku mulai meraba payudaranya yang masih tertutup handuk. Payudaranya cukup besar. Belakangan kuketahui ukurannya 36B. Terasa putingnya yang mengeras dari balik handuk.

“Ohh.. Rido.. remas susuku! Remas, Rido.. Ohhmmhh..”

Desah Rido di telingaku, semakin membuatku bernafsu.. Tanpa pikir panjang, langsung kulepaskan handuk Andin, sehingga tampaklah di depan mataku keindahan tubuh telanjang Andin yang selama ini hanya ada dalam fantasiku.

“Andin.. kamu sunguh-sungguh cantik.. Aku menginginkanmu..”.

Aku pun langsung menerkamnya dan tanpa membuang waktu langsung kuhisap payudaranya yang bulat & padat itu. Sebelumnya aku hanya dapat membayangkan betapa indahnya payudara Andin yang sering mengenakan kaos ketat itu. Bahkan pernah sekali dia mengenakan kaos ketat tanpa BH, sehingga tampak samar-samar putingnya yang merah olehku waktu itu.

“Rido.. Mmmhhmm.. Kamu benar-benar hebat Rido.. Bahkan Doni tidak pernah bisa membuatku jadi gila seperti ini.. Ooohh.. hisap putingku Rido. Jilat.. hhmm..” jerit Andin yang sudah benar-benar penuh nafsu birahi itu.

Aku terus menjilati dan menghisap payudaranya, dan sekali-sekali kugigit karena gemas, sehingga payudaranya menjadi merah-merah. Tapi Andin tidak marah, malah sepertinya ia sangat menikmati permainan mulutku.

Bosan bersikap pasif, Andin pun melepaskan celana pendekku dengan penuh nafsu, sehingga tampaklah olehnya penisku yang sudah berdiri tegak hingga keluar dari pinggang celana dalamku.

“Besar sekali penismu Rido! Wow.. Lebih besar dari pacarku yang dulu. Bahkan lebih besar dari punya Doni! Kukira punya sudah yang terbesar yang ada!”, puji Andin dengan mata berbinar ketika melihat penisku.

Andin menarik celana dalamku hingga lepas, berlutut di depan penisku dan langsung menjilati telorku yang penuh bulu itu.

“Aahhmm.. enak sekali Andin..! mmhhmm.. Kamu memang hebat sekali..”,

Aku meracau kenikmatan sambil terus membelai rambutnya yang indah.

“oohhmm.. aku suka sekali penismu Rido.. besar, panjang, dan hitam.. oohhoohhmm..”,

Andin memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil, dan menghisapnya dengan kuat.

“Ahh.., Andin.. AAhhmmhh..”,

Aku benar-benar dalam puncak kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Kenikmatan onani hanyalah sepersekian dari kenikmatan dihisap dan dijilat oleh mulut dan lidah Andin yang sedang mengulum penisku ini.

Andin dangan penuh semangat terus menghisap penisku, dan karena ia memaju mundurkan kepala & badannya dengan kencang, tampak olehku payudaranya bergoyang-goyang kesana kemari.

Cerita Ngentot Perawan – Ketika aku hampir mencapai klimaks, langsung kutarik penisku dari mulutnya, dan kupeluk Andin erat-erat sambil menjilati & menciumi seluruh mukanya. Mulai dari keningnya, matanya, hidungnya yang mancung, pipinya, telinganya, lehernya, dagunya, dan kuteruskan ke bawah sampai akhirnya seluruh tubuhnya basah oleh air liurku dan di beberapa tempat bahkan sampai merah-merah karena hisapan dan gigitan gemasku. Andin benar-benar menikmati perlakuanku terhadap tubuhnya, terutama ketika aku menjilati dan menghisap daun telinganya. Dia benar-benar merinding ketika itu. Cerita Sex Malu-Malu Binal

“oohh Rido.., kamu hebat sekali.. Belum pernah ada sebelumnya yang bisa membuatku orgasme tanpa perlu menyentuh vaginaku. Ohhmm.. you’re the greatest..!”, kata Andin lagi.
Setelah beristirahat sejenak, aku mulai menjilati vagina Andin.

“Ridoo.. nikmat sekali.. kamu hebat sekali memainkan lidahmu.. mmhhmm.. aahhgghh..”, Andin benar-benar menikmati permainan lidahku yang mengobok-obok vaginanya dengan buas.
“Andin.., boleh aku memasukkan penisku ke dalam” belum selesai kata-kataku, Andin langsung memotong.

“Nggak usah minta ijin segala, masukin penismu yang gede itu ke vaginaku cepat, Rido!”, potong Andin sambil memegang penisku dan mengarahkannya ke lobang vaginanya.
“Ahh.. sempit sekali Andin.. Mmmgghh..”, vaginanya benar-benar menjepit penisku dengan kencang sekali, sehingga sensasi yang kurasakan menjadi benar-benar tak terlukiskan dengan kata-kata. Pokoknya enak banget!!
“Ooohh Rido.. penismu besar sekali!! HHhhmmhh.. aahh.. nikmat sekali Rido!”

Perlahan-lahan, aku pun mulai menggoyangkan pantatku sehingga penisku yang gede dan hitam mulai mengocok-ngocok vaginanya. Andin pun juga menggoyangkan pantatnya yang putih mulus itu sehingga makin lama goyangan kami menjadi semakin cepat dan buas.

“Diinoo.. hh.. hh.. hh.. aku suka penismu! mmhh.. lebih cepat, cepat.. keras.. aku.. hhoohhmmhh..”, racauan Andin makin lama makin tidak jelas.
“Aku hhaammpir keluuaar.. Anddiiin.. hhmmhh..”,

campuran antara goyangan, desahan, dan tampang Andin yang benar-benar seksi, merangsang, dan penuh keringat itu membuatku nggak tahan lagi.

“Keluarkan di dalam saja, Rido.. Aku jugaa.. mauu.. sampai.. hh..”.
“AAHHMMHH.. AARRGGHH.. OOHHMMHH.. NIKMAAT SEKAALLII.. AAHHMMHH..!!” kami berdua mencapai klimaks pada saat yang bersamaan.

Setelah permainan yang dahsyat itu, kami sama-sama terlelap di kamarku.

Sewaktu terbangun ternyata hari sudah malam. Andin langsung pulang karena takut kos-kosannya sudah dikunci kalau kemalaman. Tapi kami berjanji untuk bertemu lagi esok hari, karena kami berdua masih ingin melanjutkan hubungan yang “tabu” ini. Kami sama-sama menikmatinya. HHmm.. Can’t wait ’til tomorrow comes. Cerita sex 2016, cerita sex dewasa, cerita dewasa, cerita abg dewasa, cerita abg ngentot, cerita tante sex, cerita sex ngentot, cerita dewasa umum, sex ditempat umum, cerita sex anak, cerita sex hot, cerita hot, cerita sex ibu, cerita sex sedarah, cerita sex terbaru, cerita hot dewasa, cerita dewasa tante, cerita dewasa panas, cerita sex mesum, cerita mesum ngentot, cerita mesum tante, cerita ngentot memek, cerita hot ngentot, cerita bokep ngentot, cerita hot bokep, bokep hot, foto sex.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.