VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Karena Kesepian I

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Karena Kesepian I – Kisah ini terjadi sekitar tiga bulan setelah Milla mengalami mimpi buruknya dengan Imron, si penjaga kampus bejat itu.

Saat itu adalah lima hari menjelang Lebaran, Milla sudah tiga hari di rumah tanpa orang tuanya karena keduanya sedang ke luar kota menghadiri pernikahan famili. Tinggallah dia di rumah yang besar itu dengan dua orang pembantunya Mbak Jum dan Mbak Narti serta seorang tukang kebun tua, Pak Jhoni. Sebenarnya ada seorang pembantu lagi, Mbak Milah tapi dia sudah minta ijin mudik sehari sebelum kedua orang tuanya berangkat.

Cerita Mesum Karena Kesepian

Cerita Sex Karena Kesepian I

Hari itu jam sepuluh pagi, Mbak Jum dan Narti pun berpamitan pada Milla untuk mudik, Milla sebelumnya memang sudah diberitahu hal ini oleh mamanya dan dititipi sejumlah uang untuk mereka. Maka Milla pun menyerahkan kedua amplop berisi uang itu kepada mereka sebelum mereka meninggalkannya.

“Cepetan balik yah Mbak, saya sendirian nih jadinya !” pesan Milla.
“Non nggak usah takut kan disini masih ada Pak Jhoni, oh iya makanan buat siang nanti Mbak udah siapkan di meja, kalau dingin masukin oven aja yah” kata Mbak Narti.

Akhirya kedua wanita itupun berangkat. Milla sebenarnya agak risih di rumah hanya berdua dengan Pak Jhoni, apalagi masih belum hilang dari ingatannya kenangan pahit diperkosa mantan sopirnya, Nurdin dulu.

Dia ingin memanggil pacarnya Frans untuk menemaninya, namun sayang pemuda itu baru berangkat bersama keluarganya ke Singapura kemarin. Namun dia agak lega karena menurutnya Pak Jhoni bukanlah pria berbahaya seperti mantan sopirnya itu, dia adalah pria berusia lanjut, 67 tahun dan orangnya cukup sopan, kalau berpapasan selalu menyapanya walaupun seringkali Milla cuek karena sedang buru-buru atau tidak terlalu memperhatikan.

Ia baru bekerja di rumah mewah itu sebulan yang lalu menggantikan tukang kebun sebelumnya, Pak Maman yang mengundurkan diri setelah istrinya di kampung meninggal. Setelah mengantarkan kedua pembantunya hingga ke pagar, Milla kembali ke dalam dan masuk ke kamarnya. Di sana dia mengganti bajunya dengan baju fitness yang seksi, atasannya berupa kaos hitam tanpa lengan yang menggantung ketat hingga bawah dada sehingga memperlihatkan perutnya yang seksi, belum lagi keketatannya menonjolkan bentuk dadanya yang membusung indah, sementara bawahannya berupa celana pendek yang membungkus paha hingga sepuluh centi diatas lutut.

Setelah mengikat rambutnya ke belakang, dia segera turun ke bawah menuju ruang fitness di belakang rumah. Ruang itu berukuran sedang dengan dilapisi karpet kelabu, beberapa peralatan fitness tersedia disana seperti treadmill, training bike, perangkat multi gym, hingga yang kecil-kecil seperti abdomenizer dan barbel. Ruang fitness keluarga ini memang cukup lengkap, disinilah Milla sering berolahraga menjaga kebugaran dan bentuk tubuhnya.

Sebelum mulai berolah raga Milla menyalakan CD playernya dan terdengarlah musik R&B mengalun dari speaker yang terpasang pada dua sudut ruangan itu. Milla memulai latihan hari itu dengan treadmill, kira-kira dua puluh menit lamanya dia berjalan di atas papan treadmill itu lalu dia berpindah ke perangkat multi gym. Disetelnya alat itu menjadi mode sit up dan mulailah dia mengangkat-angkat badannya melatih perut sehingga tidak heran jika dia memiliki perut yang demikian rata dan mulus. Cerita Sex

Butir-butir keringat mulai membasahi tubuh gadis itu, dari kening dan pelipisnya keringatnya menetes-netes. Tiba-tiba Milla merasa dirinya ada yang sedang mengawasi, dia melayangkan pandangannya ke arah pintu geser yang setengah terbuka dimana dilihatnya Pak Jhoni, si tukang kebun itu sedang berdiri memandangi dirinya.

“Heh…ngapain Bapak disitu !?” hardik Milla yang marah atas kelancangan Pak Jhoni yang masuk diam-diam itu.
“Nggak Non, abis nyiram tanaman aja kebetulan lewat sini ngeliat Non lagi olahraga” jawab pria itu.
“Ga sopan banget sih, masuk diem-diem gitu, keluar !!” bentak Milla sambil menundingnya.

Milla mulai merasa tidak enak dan takut ketika melihat pria tua itu bukannya pergi malah diam saja menatap padanya lalu mengembangkan senyum. Tidak, peristiwa seperti dulu tidak boleh terjadi lagi demikian pikir Milla, lagipula dia hanya seorang pria tua, bisa apa dia terhadapnya, seburuk-buruknya kemungkinan pun paling melarikan diri dan si tua itu tidak mungkin tenaganya cukup untuk mengejar.

“Bapak mulai kurang ajar yah” Milla marah dan berdiri menghampirinya, “denger gak tadi saya bilang keluar !?”
“Keluar ya keluar Non, tapi ngomongnya baik-baik dikit dong, dasar lonte” kata Pak Jhoni.

Kedua kata umpatan terakhir itu memang diucapkan Pak Jhoni dengan suara kecil, namun Milla dapat mendengarnya sehingga kontan darahnya pun semakin naik.

“Hei…omong apa tadi ?! Keluar sana, cepat beresin barang Bapak, Bapak saya pecat sekarang juga, dasar orang tua ga tau diri !” Milla membentaknya dengan sangat marah.

Pak Jhoni tentu saja kaget karena umpatannya terdengar sehingga memancing kemarahan nona majikannya itu, tapi sebentar saja senyumnya mengembang kembali.

“Lho kenapa emangnya Non, emang bener kan kata saya tadi, sama penjaga kampus dan sopir aja Non mau kan ?” ujarnya enteng.

Mendengar itu Milla langsung merasa seperti ada belati dilempar tepat mengenai dadanya, dia langsung mati kutu dan terdiam selama beberapa detik, rasa takut pun mulai melingkupi dirinya.

“Jangan ngomong sembarangan yah, saya telepon papa atau polisi kalau perlu kalau Bapak macam-macam !” gertaknya sambil menutupi kegugupan.
“Ya silakan Non, telepon aja, ntar juga saya laporin Non pernah ada main sama si Nurdin dulu, terus sama penjaga kampus Non juga”

Kemudian pria tua itu mulai menjelaskan bagaimana dia mengetahui skandal-skandal seks gadis itu yang ternyata didapatnya dari Nurdin, mantan sopirnya, yang juga tidak lain adalah keponakan pria itu.

Milla diam seribu bahasa, rasanya lemas sekali membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pak Jhoni lalu mendekati Milla yang berdiri terpaku, tangan keriputnya memegang kedua lengannya yang mulus. Milla tidak bereaksi, batinnya mengalami konflik, dia sama sekali tidak ingin melayani nafsu pria seusia kakeknya ini, namun apa daya karena pria ini telah mengetahui aibnya yang dipakainya sebagai alat mengintimidasinya.

Tangan pria itu mulai membelai lengannya sehingga menyebabkan bulu kuduk gadis itu serentak berdiri merasa geli dan jijik. Tangan kanannya naik membelai pipinya lalu ke belakang kepalanya menarik ikat rambutnya sehingga tergerailah rambut indahnya yang seminggu lalu baru diluruskan dan dihighlight kemerahan.

“Cantik, bener-bener cantik !” gumam Pak Jhoni mengagumi kecantikan Milla, “Cuma sayang sifatnya jelek !” sambungnya sambil mendorong tubuh gadis itu hingga jatuh tersungkur di lantai berkarpet.

“Aaaww !” jerit Milla, namun sebelum dia sempat bangkit pria itu telah lebih dulu meraih kedua lengannya, mengangkatnya ke atas kepala dan mengunci kedua pergelangannya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya menyibak kaos fitnessnya sehingga payudaranya yang putih montok berputing kemerahan itu terekspos. Mata Pak Jhoni melotot seperti mau copot melihat keindahan kedua gunung itu. Tatapan mata itu membuat Milla bergidik melihatnya.

“Dasar anak jaman sekarang, udah jadi lonte aja masih suka belagu !” kata Pak Jhoni sambil meremas payudara kirinya dengan gemas. “Tau gak, Bapak sebenernya kasian ngedenger si Nurdin cerita tentang Non itu, saya sempat tegur dia, terus saya pikir Non juga udah bertobat, tapi selama saya kerja disini ternyata masih gitu-gitu aja. Non tetap sombong dan suka marah-marah ke pembantu seperti kita, emang Non pikir kita ini apa sih !?” pria itu dengan keras memarahinya.

“Jangan Pak, jangan begitu !” kata Milla dengan suara bergetar.

Sementara Pak Jhoni terus mengagumi kedua payudara Milla yang menggemaskan itu, tangan kanannya terus berpindah-pindah meremasi kedua payudara itu. Milla sendiri menggeliat-geliat dan meronta tapi kuncian Pak Jhoni pada pergelangan tangannya cukup kuat. Sentuhan tangan keriput itu pada payudaranya mulai menimbulkan sensasi aneh, darahnya bergolak dan nafasnya mulai tidak teratur.

“Cewek kaya Non gini emang harus dikasih pelajaran biar tau diri dikit, sekalian Bapak juga mau ngerasain cewek cantik mumpung masih hidup hehehe !” katanya terkekeh-kekeh.
“Aahh…sshhh….nngghh !” desah Milla saat mulut Pak Jhoni melumat payudaranya, lidahnya yang panas itu langsung mempermainkan putingnya yang sudah mengeras.

Milla benar-benar tidak berdaya saat itu karena nikmatnya, dia sudah terbiasa mengalami pelecehan sejak menjadi budak seks Imron sehingga nafsunya dengan cepat naik walau bercampur perasan benci pada orang-orang yang mengerjainya.

Sambil masih mengunci pergelangan dan menciumi payudara nona majikannya, pria tua itu menyusupkan tangan satunya ke celana pendek itu. Telapak tangannya menyentuh vagina gadis itu yang ditumbuhi rambut-rambut lebat. Tubuh Milla berkelejotan dan mulutnya mengeluarkan desahan ketika jari-jari pria itu menyentuh bibir vaginanya dan mulai mengorek-ngorek liangnya, Milla merasakan daerah itu semakin basah saja.

Pak Jhoni tersenyum puas melihat wajah terangsang Milla yang bersemu merah. Merasa Milla sudah takluk dan tidak memberontak lagi, pria itu mulai melepaskan kunciannya pada pergelangan gadis itu. Setelah melepas kunciannya tangannya langsung menarik lepas kaos fitness yang tersingkap itu sehingga membuat gadis itu topless. Keringat bagaikan embun membasahi tubuh bagian atasnya hasil dari fitness barusan. Milla hanya bisa pasrah, matanya nerawang menatap langit-langit sambil sesekali merem-melek menahan nikmat. Cerita Mesum

Mulut Pak Jhoni kini merambat naik ke lehernya sementara kedua tangannya tetap bekerja meremas payudaranya dan mengobok-obok di balik celananya. Milla membuang muka ketika pria itu mencoba mencium bibirnya, terus terang dia enggan dicium oleh tua bangka ini, melihat giginya yang mulai ompong dan hitam-hitam saja jijik apalagi dicium. Dua kali dia membuang muka ke kiri dan kanan sampai akhirnya Pak Jhoni berhasil memagut bibirnya yang indah itu.

Dia menggeleng-gelengkan kepala berusaha lepas, tapi saat itu pria itu menekankan jari tengahnya pada klitoris yang telah berhasil ditemukannya sehingga otomatis pemiliknya mendesah dan mulutnya membuka. Saat itulah lidah Pak Jhoni menyeruak masuk dan langsung menyapukan lidahnya di dalam mulut. Ketika Pak Jhoni melumat bibirnya, Milla memejamkan mata menahan jijik, betapa tidak bibir Pak Jhoni yang sudah berkerut itu sedang beradu dengan bibirnya yang mungil dan tipis.

Semula dia menanggapi ciuman tukang kebunnya itu dengan pasif, tapi karena serangan-serangan pria itu pada daerah lainnya cukup gencar dan membuat birahinya semakin bergolak, lidah Milla mulai ikut bergerak beradu dengan lidah kasar tukang kebunnya itu. Selama tiga menit lamanya Pak Jhoni menindih tubuh anak majikannya itu sambil menciumi dan menggerayangi tubuhnya. Pria itu merasakan jari-jarinya makin basah oleh lendir dari kemaluan gadis itu.

Kemudian Pak Jhoni melepas ciumannya, air ludah mereka nampak saling menjuntai ketika bibir keduanya berpisah. Berikutnya dia menarik lepas celana pendek Milla beserta celana dalamnya. Dia bangkit berdiri tanpa melepaskan pandangan matanya yang penuh nafsu itu dari tubuh telanjang nona majikannya. Dia mulai melepaskan kemeja lusuhnya memperlihatkan tubuhnya yang hitam kerempeng lalu dia buka celananya sehingga terlihatlah penisnya yang sudah tegang, bentuknya lumayan panjang, pangkalnya ditumbuhi bulu-bulu yang setengah memutih.

Pak Jhoni memapah Milla lalu membaringkannya di alat sit up, sebuah platform yang berdiri membentuk sudut 45 derajat dengan lantai. Pria itu berjongkok di depannya dan membuka kaki gadis itu. Wajahnya mendekat hingga berjarak hanya sepuluh centi dari vagina gadis itu, matanya menatap nanar kemaluan yang berbulu lebat dengan bagian tengah yang memerah itu. Milla memalingkan wajah ke samping dan memejamkan mata, dia merasa malu diperlakukan demikian, namun juga ada seperti rangsangan aneh yang membuatnya merasa seksi. Dia bisa merasakan dengus nafas pria itu menerpa vaginanya dan menambah sensasi nikmat.

“Ooohh…Paakk !” Milla mendesah panjang sambil menggenggam erat pegangan alat itu ketika lidah Pak Jhoni menyapu bibir kemaluannya.

Demikian lihainya mulut ompong Pak Jhoni menjilati dan menyedot vagina Milla sampai membuat gadis itu menikmatinya. Milla mendesis-desis dan kakinya mengejang, dia mulai berani melihat ke bawah dimana selangkangannya sedang dijilati dan dihisap-hisap oleh pria tua itu. Lidah Pak Jhoni bergerak dengan lincah, kadang dengan gerakan lambat, kadang cepat, kadang menjilati memutar di daerah itu sehingga tanpa disadari Milla merasa terbang ke awang-awang, tanpa disadari tangannya meraih tangan Pak Jhoni dan meletakkannya pada payudaranya, tangan keriput itupun langsung bekerja meremas dan memilin-milin putingnya.

Setelah setengah jam lebih sedikit, tubuh Milla mengejang hebat, cairan orgasme meleleh dari liang vaginanya.

“Aahh…oohhh…!” Milla mengerang panjang dalam orgasme pertamanya dengan si tukang kebun itu.

Pak Jhoni sengaja menghentikan jilatannya untuk mengamati lendir vagina gadis itu yang membanjir sampai menetes ke lapisan kulit pada alat fitness itu. Sebuah senyum mesum tergurat pada wajah tuanya, sepertinya dia senang sekali berhasil menaklukkan nona majikannya seperti ini.

“Huehehe…gila banjir gini, Non juga konak yah, Bapak suka banget sama mem*k Non, hhhmhh…ssllrrpp !” Pak Jhoni mengakhiri kata-katanya dengan menghirup lendir vagina nona majikannya.

Mulutnya sampai menyedoti bibir vagina gadis itu sehingga membuat tubuhnya makin mengejang dan menambah nikmat orgasmenya.

“Hhmm..enak yah rasa pejunya, Bapak udah lama nggak ngerasain seperti ini !” gumamnya sambil terus menghirup cairan orgasme Milla.

Gairah Milla dengan cepat bangkit kembali karena Pak Jhoni terus menjilati vaginanya dan melahap cairan orgasmenya hingga habis menyisakan bercak ludah di daerah selangkangan gadis itu. Gairah itu menghapus sementara rasa marah dan jijik yang sebelumnya melingkupinya, entah mengapa dia kini merasa ingin penis lelaki tua ini segera menusuk vaginanya.

Jantung Milla semakin berdebar-debar ketika kepala penis pria itu menyentuh bibir vaginanya. Nuraninya menghendaki agar dirinya memberontak dan kabur, tapi tubuhnya yang berkata lain malah menggerakkannya untuk membuka kakinya lebih lebar. Dia melihat jelas bagaimana penis pria itu memasuki vaginanya juga ekspresi puas di wajah tuanya karena berhasil menikmati tubuh gadis cantik yang baru pernah dirasakan seumur hidupnya. Cerita Ngentot

“Hhsshhh…enngghh…me…mek Non seret…banget !” gumam tukang kebun itu disela-sela nafasnya yang memburu.
“Ahhh…Pak Jhoni…ooohh !” rintih Milla menahan nikmat saat penis itu mulai bergerak menggesek dinding vaginanya.

Pak Jhoni mulai menggenjoti vagina nona majikannya itu dengan kecepatan makin meningkat tapi tidak sebrutal Imron atau sopirnya dulu karena faktor usia. Pak Jhoni pun nampaknya sadar akan hal ini sehingga dia tidak mau menggenjotnya terlalu cepat agar tidak terlalu menghamburkan tenaga dan dapat menikmati kenikmatan langka ini lebih lama.

Milla sendiri mulai terhanyut oleh gaya Pak Jhoni yang khas itu. Tanpa disadari dia menggerakkan tubuh bagian bawahnya menyambut hujaman-hujaman penis Pak Jhoni. Mata pria tua itu menatap kedua payudaranya yang turut bergoyang-goyang mengikuti goyangan tubuhnya sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menjulurkan tangan kanannya meremasi benda itu sambil tangan yang satunya tetap menyangga lutut gadis itu. Milla nampak meringis-ringis dan mendesah sambil sesekali menggigiti bibir bawah atau tangannya yang terkepal.

“Balik Non, nungging !” perintah pria itu setelah 20 menitan dalam posisi yang sama.

Milla kini berpijak dengan kedua lututnya dan tangannya bertumpu pada alat sit-up itu. Pria itu melebarkan sedikit kakinya lalu kembali memasukkan penisnya ke liang senggama gadis itu yang telah licin oleh lendir. Milla merasakan sodokan tukang kebunnya ini kini terasa lebih bertenaga dan lebih dalam sehingga tubuhnya lebih terguncang daripada sebelumnya. Sambil menggenjot, kedua tangan keriputnya juga menggerayangi sepasang payudara yang menggantung itu. Suara benturan antara pantat Milla dengan selangkangan pria itu bercampur baur dengan irama musik R&B yang masih mengalun dari CD player. Cerita Sex Karena Kesepian I

“Aarhhh…terus Non, goyang terus !” erang pria itu dengan suara parau.

Sebagai gadis yang sudah berpengalaman soal seks, Milla tahu bahwa bajingan tua ini sudah mau klimaks. Maka dia pun merespon dengan menggoyangkan pinggulnya lebih cepat. Benar saja, tak lama kemudian dia merasakan adanya siraman hangat di dalam vaginanya. Pria itu mengerang menikmati spermanya mengisi rahim anak gadis majikannya tersebut.

Genjotannya makin menurun kecepatannya hingga akhirnya berhenti dan penisnya tercabut. Akhirnya pria tua itu duduk berselonjor di lantai dengan nafas ngos-ngosan. Milla terlalu seksi baginya sehingga dia menggenjotnya terlalu bernafsu di saat-saat terakhir sehingga tenaganya banyak terkuras.

Milla buru-buru memunguti pakaiannya dan keluar dari ruangan itu setelah terlebih dahulu mematikan cd-player. Dia menatap kesal pada pria itu ketika melintas di depannya sementara Pak Jhoni sendiri hanya tersenyum puas sambil mengatur nafasnya yang masih putus-putus. Milla langsung masuk ke kamarnya dan membanting pintu serta menguncinya. Kurang ajar sekali tua bangka ini, marahnya, tidak disangka si tua itu ternyata adalah paman dari bekas sopir yang pernah mempecundanginya dulu.

Sekarang dirinya telah jatuh dalam kekuasaan bajingan tua ini tanpa dapat berbuat apa-apa karena dia memegang kartu trufnya. Setelah air di bathtub penuh, Milla menaburkan sabun ke dalamnya hingga berbusa lalu dia masuk ke dalam dan membasuh tubuhnya dari sisa-sisa persetubuhan. Rasa lelah dari berolah raga dan persetubuhan tadi membuatnya merasa ngantuk di dalam air hangat yang memberi kenyamanan itu sehingga tanpa terasa dia mulai tertidur di bak.

Lebih dari setengah jam kemudian barulah dia terbangun karena ponselnya yang diletakkan di pinggir bathtub berbunyi. Dia segera mengangkat telepon dari mamanya yang mengabarkan mereka besok sore baru pulang dan berpesan agar jaga diri di rumah, dan jangan lupa kunci rumah yang benar. Betapa dongkolnya Milla karena dengan demikian berarti dia tidak bisa melepaskan diri dari Pak Jhoni hingga besok dan masih harus iklas dikerjai orang tua itu.

Diapun bangkit dan keluar dari bak menyudahi mandinya. Setelah mengeringkan tubuh dengan handuk dipakainya sebuah kaos longgar warna biru muda dan celana pendek. Jam telah menunjukkan pukul setengah dua ketika itu, diluar sana matahari sedang terik-teriknya. Milla merasa perutnya telah berbunyi minta diisi. Dibukanya pintu sedikit dan melongokkan kepala keluar melihat keadaan, sepi…Pak Jhoni sepertinya sedang di belakang sana. Cerita Sex Pribadi, Cerita Sex Kiriman Pembaca, Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Bokep, Cerita Porno, Cerita Ngentot ABG, Cerita Sex Mahasiswa, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex SPG, Cerita Sex Model, Cerita Sex Bispak, Cerita Sex Tante Girang, Cerita Sex Artis, Cerita Sex Guru, Cerita Sex Sekertaris, Cerita Sex Perawat, Cerita Sex Bidan, Cerita Sex Pramugari, Cerita Sex Pegawai Bank, Cerita Sex Penjaga Toko, Cerita Sex Kasir Swalayan, Cerita Sex Threesome, Cerita Sex Perkosaan, Foto Hot Terkini, Foto Bugil Artis.


BERSAMBUNG…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.