Cerita Sex Kuserahkan Tubuhku Demi Cinta

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Kuserahkan Tubuhku Demi Cinta – Di taman ketika aku mulai menyesali semua yang telah terjadi, semua yang telah aku lakukan. Di guyur hujan deras yang membasahi setiap nanometer tubuhku. Mencoba meresapi dan merenungi semua yang terjadi. Hingga sapuan air mata langit tak lagi mengenai tubuhku. Sebuah payung melayang di atasku dengan tangan indah memegang. Kulihat wanita itu tersenyum kepadaku.

Cerita Mesum Kuserahkan Tubuhku Demi Cinta

Cerita Sex Kuserahkan Tubuhku Demi Cinta

“Pulang… begitu ucapnya”
“Tidak aku ingin disini ucapku”
“Pulang… kata wanita tersebut untuk kedua kalinya”
“Jangan paksa aku… ucapku, wanita tersebut kemudian berjongkok disampingku”

aku tak tahu apa yang terjadi kepadamu namun hujan tak mampu menjawab semua kegelisahanmu… ucap wanita tersebut, aku hanya memandangnya dan kemudian tersenyum kepadanya. Ya, hujan tak mampu menjawab pertanyaanku, hanya mampu menghapus panas dikepalaku. Aku kemudian berdiri dan berjalan menuju ke REVIA, diiringi oleh wanita tersebut. Perjalanan menuju pulang yang sebenarnya tak aku mengerti. Tapi aku tahu kemana arah tujuanku.

buka semua pakaianmu ucap wanita tersebut. Kini aku berada didala kamar yang tidak asing lagi, aku melepas semua pakaianku dan duduk hanya dengan menggunakan celana dalam. Wanita itu kemudian mengambil pakaianku dan membawanya ke luar untuk dimasukan ke dalam mesin penggiling

Klek… pintu tertutup dan wanita itu menuju kearahku. Dia duduk didepanku dengan senyumannya. Merangkank maju ke arahku dan mendaratkan bibirnya. Tak mampu aku menolakny, ciuman disertai dengan pelukan dileherku.

“Luapkan emosimu…” ucap wanita tersebut,
“Luapkan ke mbak..” lanjut ucapa wanita tersebut, mbak erlina.
“mmmmhhhh… mmmm slurp slurp…. hah hah hah hah slurrrp slurrp slurrrp slurrrp aku hanya mengikuti apa yang harus aku lakukan”

“katakan yang kamu inginkan sekarang, kalau kamu ingin berkata kasar katakanlah sayangku, adikku owhhhh mmmmmhhhh… ucapnya yang kemudian kuciumi lehernya yang masih berbalut kerudung itu”

“aku pengen mbak… ucapku”
“pengen apa sayang… ucapnya”
“pengen itu mbak… ucapku”

“pengen apa yang jelas adikku sayang… ucapnya yang tak gubris sama sekali”
“arghhhhh… ayo katakan luapkan semuanya… ucapnya”
“aku pengen ngenthu mbak, pengen banget mbak… ucapku”

“pengen ngentot ya? Pengen masukin kontol kamu ke memek mbak kamu ini sayang? Ucapnya”
“Iya aku pengen ngenthu mbak, pengen ngentot mbak, pengen masukin kontolkuke mbak, pengen arrghhhhhh… mmmmmhhhhhhh…. ucapku yang kemudian”
“ayo sayang, lakukan puaskan dirimu, keluarkan penatmu… ucap mbak erlin”

Aku menubruknya, wanita yang masih menggunakan kerudung putih, kaos berwarna putih dan juga roknya yang berwarna putih. Aku mengangkangi pahanya, kedua tanganku meremas payudaranya yang masih terbungkus oleh kaos. Bibirku melumat bibirnya, hanya desahan tersumbat yang aku dengar dari bibirnya. Perlahan kedua tanganku turun dengan bibirku masih melumat bibirnya. Kusingkap keatas kaosnya dengan perlahan. Terlihatlah payudara indah yang masih terbungkus BH, kubenamkan wajahku di antara kedua buah payudaranya. Kugesek-gesekan wajahku diantaranya.

“Mainkan susu mbak, sayang ehhhh…. emmmmhhhhh…. ucap mbak erlina”

Kedua tanganku menarik BH-nya ke atas, tersembulah payudara indah milik mbak erlin. Segera aku kulum puting susu mbak erlin secara bergantian dengan remasan pada kedua buah. Mbak erlin mendesah sedikit keras. Tak aku pedulikan jika ada teman kosnya mendengar.

“Arghhh… mmmmmhhh terus jilat sedot yang kuat… remas yang kuaaaathhhhh ahhhhh… racaunya”

dengan penuh nafsu, pandangan mataku menjadi pandangan mata yang tak biasanya. Aku memandang tubuh wanita ini seperti memandang mangsa yang harus segera aku terkam. Kusingkap roknya, kulorotkan celana dalam mbak erlina. Dan kulempar celanda dalamnya, langsung kudaratkan bibrku di vagina mbak erlin. Dengan jari tengah kananku masuk ke dalam vaginanya. Lidahku bermain-main di klitorisnya sedangkan jariku mengocok vaginanya. Tangan kiriku mencoba melepas celana dalamku sendiri dan toeeeeeeenggg. Cedrita Sex HOT

Sebenarnya aku sedang tidak mood tapi kalau dikasih ndak papa kakak ucap dedek arya

“Mainkan memek mbak sesukamu sayang owhhh… kocok teruussshhhhh kocok lebih kuat… sedot itil mbak lebih kuat lagi… puaskan dirimu owh sayangkuwhhhhhh erghhhhh…. nikmat sekali sayanghhhh… racaunya”

“Ouuuuuuuuuuwhhhh nikmat sayanghhhhhhh… errrghhhhhh… pas sekali jilatanmu owhhh jarimu menyentuh owhhhh pas sekalihhhhhh owhhhh emmmmmhhhhh… teruuuusssssshhhhh…. Racaunya”

“Arghhh aryaaaa…. mbak mau keluar…. essshhhhhhh…. aaaaaahhhhhhhhh racaunya”

Seketika itu cairan hangat keluar dari vagina mbak erlina. Tubuhnya melengking ke atas dan mengejang beberapa kali. pandanganku buram akan kesadaran, kulihat mbak erlin sedang menghela nafas panjang untuk beristirahat. Sejenak, dia kemudian mencoba bangkit tapi aku langsg mengankangi tubuhnya tepat diatas payudaranya. Tubuhnya kembali ambruk.

“Kulum mbak kulum kontolku… aku ingin kontolku dikulum mbak… paksaku”

Dengan pandangan yang sipit menandakan dia tersenyum kepadaku. Langsung dilahapnya dedek arya dengan rakusnya. Dijilatinya dari pangkal dedek arya menuju lubang pipis dedek arya. sangat nikmat, aku benar-benar menikmati kulumannya. Menikmati kegilaanku yang diselubungi kegundahan hatiku. Kulumannya sangat keras ketika menyedot batang dedek arya. walau tak masuk keseluruhan ke dalam mulutnya tapi aku sangat menikmatinya.

“owhhh mbak enak sekali mbak, nikmat sekali bibiru owhhhh… racauku”

Ketika mbak erlin mengeluarkan dedek arya dari mulutnya dan hendak menjilatinya. Kutarik batang dedek arya dan kuposisikan tubuhku diantara selangkanganya. Kuarahkan dedek arya ke vaginanya.

“Arhhh hangat sekali… enaaak sekali memekmu mbak owghhhhh… racauku”
“Egh… pelan ughhh… emmmmmhhh…”

“iya erhhhhh… terus lebih dalam lagi… entot memek mbak kamu ini adiku… kamu suka memek mbak kamu kan adikku sayang… owhhh… racaunya, aku hanya memejamkan mata dan menikmati setiap nanometer dedek arya masuk kedalam vagina mbak erlina”

“owhh…. kontolku keenakan di memekmu mbakku sayang… owghhh… kontolku masuk ke memekmu, aku manu ngenthu memekmu keras… racauku”

“iya, entot memeku yang keras, entot memek mbakmu ini, aku akan berikan kepuasan pada kontol kamu, kontol adikku… owhhhh… ayo goyang yang keras, entot yang keras…arhhhhh aaaaaaaaaa…. racaunya dan diakhiri sedikit teriakan ketika aku mulai menghujam keras vaginanya”

Aku pompa vagina indah itu dengan sangat keras. Tak ada dalam pikiranku untuk berpindah dari posisi ini. Yang aku inginkan hanya memompa vagina mbak erlina.

Aku kenthu kamu mbak, aku kenthu memekmu, “owgghhhhh memekmu enak mbak, kontolku keenakan owhhh… yahh…. enak sekali owhhhh…. Racauku”

“Arhhhh entot lebih keras sayangku… memeku owh untukmu aryaaa… owhh… entot lebih keras lagi… entot mbak ini, mbak mu butuh kontol kamu owh… racaunya”
“iya… aku entot kamu mbak… ucapku”

Gelombang permainan dedek arya dan vagina mbak arya semakin keras, semakin panas. Tubuhku tidak terkontrol, aku semakin memompanya dengan sangat keras.

“mbak aku mau keluar…. Rracauku”
“sama-sama, aku juga, keluarhhhh kan di memek mbakmu… aku ingin merasakan pejuhhhhhmuuuhhhh owhhh…. Racaunya”
“Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot”

Dan seketika itu dedek arya menghujam sangat keras ke dalam vagina mbak erlina. spermaku tumpah kedalam vagina itu. Tubuh mbak erlina melengking, aku ambruk dan memeluknya. Tubuh mbak erlina mengejang sejadi-jadinya. Kupeluk dengan sangat erat.

“terima kasih mbak… ucapku”
“sama-sama… balasnya. Hanya itu yang terakhir aku dengar, Kesadaranku mulai hilang dan ku tertidur di dalam dekapan mbak erlina.”

Sayup-sayup aku merasakan elusan lembut di kepalaku. Aku membuka mataku, mbak erlina tersenyum kepadaku dengan ramah. Aku pun tersenyum kepadanya. Aku tertidur dengan kepala di pangkuannya, dengan tubuh telanjangku dan juga tubuh telanjang mbak elrina.

“tidurlah, aku akan menjagamu… ucapnya, aku kemudian membenamkan wajahku di perutnya”
“na… na… naaaa… na… naaa…. alunan lagu Sutike dane di nyanyikan oleh mbak erlina, walau hanya dengan nada na na na tapi membuatku teringat akan ibu.”
“mbak… ucapku”

“Hmmm… balasnya, hening sesaat seperti mengisyaratkan bahwa aku ingin ditanya olehnya”
“kamu kenapa? ucap mbak erlina”
“Kuceritakan pertemuanku dengan bu dian dan semua detail yang aku sampaikan kepadanya, tapi tidak persetubuhanku dengan Ibu.”

“Seharusnya kamu tidak perlu mengatakannya… ucapnya”
“aku tidak bisa membohonginya… balasku”
“karena kamu mencintainya bukan? Ucapnya”
“iya… balasku pelan”

Baca Juga : Gelora Sang Pengusaha kesepian

“Aku kagum kepadamu ar, sejak pertama kali aku melihatmu, pertama kali kita bisa bercengkrama, kamu adalah sosok laki-laki yang sangat ideal bagi kamu perempuan. ganteng, bersih dan ceria serta jujur…”

“Dan dian sangat beruntung karena dia dicintai olehmu… lanjutnya”
“tapi aku terlalu ko… ucapku menghentikan ucapanku sendiri”
“Aku juga, sama sepertimu kan ar? Ucapnya”
“tapi.. aku tak mampu melanjutkan”

“jangan pernah berpikir kamu akan jauh darinya, dia pasti akan memilih bersamamu apapun resikonya…”
“dan kamu jangan pernah berpikir mencari penggantinya, karena hanya akan ada rasa sesal dihatimu…. ar, jujur saja aku juga menginginkanmu, aku sempat jatuh cinta kepadamu… ucapnya, yang langsung kulingkarkan tangan kiriku pinggangnya”

“ketika aku merasakan cinta kepadamu, aku marah, dan pada saat aku marah kamu datang dan aku tidak menggubrismu, bahkan waktu itu aku jutek kan hi hi hi… ucapnya aku hanya menganggukan kepala”

tapi kamu bukan buatku, ketika cinta itu datang aku menyapanya dan menyuruhnya untuk pulang. Ketika rasa sayang itu datang aku menyapanya dan mempersilahkannya untuk menetap. Karena cukup bagiku sayang kepadamu, karena aku memiliki Alan dan dia mau menerimaku apa adanya. Walau aku tahu yang kita lakukan salah, tapi sejak pertama kali kita melakukannya dan betapa heroiknya kamu menolongku. bahkan hingga saat ini aku tidak menolaknya ketika kamu menginginkannya. Cerita Sex Mesum

dan dihari ini pun, aku memberikannya kepadamu bukan untuk janjimu kepadaku. Karena aku melihatmu jatuh dan tak ingin kamu berlama-lama didalamnya. Banyak yang membutuhkanmu selain aku, jika kamu jatuh dan tak ingin bangkit mungkin akan ada beberapa orang lagi yang menyusul ayahku ucapnya. Aku kemudian bangkit dan duduk disampingya, membelakanginya. Dia bersandar pada punggungku.

“tapi mbak, aku tak bisa lagi melangkah… ucapku, kemudian kedua tanganya melingkar diperutku”

Janji adalah hutang dan aku harap kamu melunasinya. Dan aku tahu, kau pasti jug apunya janji dengan yang lain walau aku tidak tahu kepada siapa kamu berjanji ucapanya mengingatkan aku pada Pak Koco, Tante War, mbak ara dan Ibu serta kedua orang yang meninggal dalam pelukanku, Kakek Wicak dan Nenek Mahesa.

“Maafkan aku hiks hiks hiks… ucapku”

Menangislah, seorang kesatriapun butuh untuk mengeluarkan air mata tanpa harus meninggalkan tanggung jawabnya. Menangislah karena seorang kesatria juga butuh untuk mengeluh… dan butuh cinta… ucapnya yang kemudian tubuhnya bergeser ke sampingku dan dibenamkannya wajahku di dadanya.

“na… na… naaaa… na… naaa…. alunan lagu Sutike dane di nyanyikan lagi oleh mbak erlina”

“Setiap orang mempunyai masa lalu yang buruk, bukan berarti dia selamanya akan menjadi buruk. Dia bisa mengubahnya dengan tekad yang kuat pasti bisa berubah.”
“na… na… naaaa… na… naaa….”

Sekalipun tak ada Alan bersamaku, aku tidak akan mau memilikimu… karena hati tidak dipaksakan… jangan sekali-kali kamu berpikir untuk memilikiku ar, aku tidak ingin…, aku terhenyak sesaat ketika aku mendengar kata-kata itu, ya aku memang pernah ingin bersamanya ketika aku merasakan sakit darinya bahkan saat inipun perasaanku menginginkan dia sebagai pasanganku

“na… na… naaaa… na… naaa….”

kembalilah ke jalan kesatriamu adikku sayang, disana ada seorang putri sedang menantimu… aku akan selalu ada untukmu, disampingmu sebagai seorang kakak yang selalu mendukung adiknya… ya, seorang kakak perempuan seperti yang kamu katakan kepadaku dan no love between you and me, hanya rasa sayang seorang kakak perempuan kepada adiknya yang seorang kesatria…

“Yakinlah pada jalanmu… lanjutnya”
“Mbak, bagaimana jika dia tidak memilihku, jujur saja aku tidak pantas untuknya… ucapku”
“pantas dan tidak pantas bukan dari pandangan satu pihak…pantas dan tidak pantas adalah kamu yang menjalaninya, jika kamu mau berubah, jika kamu mau menjalaninya kamu pasti bisa… ucapnya”
“na… na… naaaa… na… naaa….”
“tapi aku belum bisa… ucapku lirih”

“Semua butuh waktu, tidurlah adikku sayang, ksatriaku, ksatria semua orang-orang yang tertindas… tidurlah, agar esok kamu bisa bangkit dan mulai melangkah lagi, banyak yang membutuhkanmu… jangan jatuh hanya karena satu masalah, jangan….”

“jika permaisuri itu memilih yang lain, akan ada permaisuri yang lain akan datang kepadamu… tak mungkin dalam jalanmu tak ada permaisuri, pasti ada entah dia atau yang lainnya… tidurlah sayangku, adikku, ksatriaku… ucapnya”

“na… na… naaaa… na… naaa….”

“Aku berharap dia tidak memilihku tapi aku berharap dia memilihku hiks… lirihku, dengan air mata mengalir di pipiku”
“tak ada yang tahu…. balasnya, sayup-sayup kudengar, mata ini kemudian terpejam dan terlelap. Entah esok aku akan menjadi apa…”

“na… na… naaaa… na… naaa….”
“na… na… naaaa… na… naaa….”

Hingga pagi menjelang aku dibangunkan oleh mbak erlina. Segera aku mandi dan mebersihkan diri, senyum dan canda mewarnai pagi ini. pakaianku sudah kering dan sudah disetrika oleh mbak erlina. Seperti tidak ada yang pernah terjadi, mbak erlina terus menyemangatiku. Kami bercanda dan bergurau layaknya kakak dan adik, main game dikomputer bersama, nonton TV bareng hingga jalan-jalan sore bersama. Akhirnya malam tiba, aku pulang kerumah.

“Hai…!Adikku! teriaknya di pintu gerbang kos ketika aku sudah ditepi jalan”
“Keep Fight for me and the other! ucapnya dengan senyuman”
“Ill do it sist, my beautifull big sister teriakku,”
“Kalau mau begini ke mbakmu ini saja ya teriaknya sambil menunjukan jempol kejepit disela jarinya.”

Dasar mbakku ha ha ha teriakku. Aku kemudian memacu REVIA dengan senyuman. Ya, aku harus terus melangkah, ada permaisuri lain tak perlu menangisi satu pintu walau itu adalah pintu emas. Aku masih punya pintu yang lain walau pintu itu bukan pintu emas.

Ibu duduk bersandar pada sandaran samping kursi, Kemudian Ibu bangkit dan duduk tegap memandangku. Aku terseyum dan ibu membalasnya. Dia berdiri, menggandeng tanganku menuju ke dapur.

“makan dulu sayang… ucap Ibu dengan wajah sumringah”
“iya… ucapku walau dalam perut yang kenyang, kulahap habis secepatnya agar aku bisa langsung istirahat.”
“Sudah bu, arya mau istirahat dulu… ucapku”
“Tidak mau mengobrol sama Ibu? Ucapnya”
“Besok saja bu ucapku tersenyum kepadanya, ibu mengangguk dan tersenyum kepadaku”

Kunjungi Juga : www.ceritasexmesum.com

Kurebahkan tubuhku dikamarku. Tak ada pikiran dalam diriku untuk menuntaskan masalahku dengan Ayah. Sejenak hanya ingin beristirahat, terlalu lelah tubuh ini. aku kemudian bangkit dan mengganti pakaianku dengan kaos dan celana kolor. Segera aku rebah dan kutarik selimut. Kleeek… Kubuka sedikit mataku dan Ibu berjalan ke arahku.

“Oh… bu… ucapku bangkit”

Tidurlah, tak usah bangun kamu pasti lelah… ucap Ibu dengan kedua tangan mendorongku agar rebah kembali. Ibu kemudian masuk dalam selimutku dan membelakangiku, ditariknya tangaku untuk memeluknya

“Jika kamu ingin sayang… ucap Ibu sambil mengarahkan tanganku ke payudaranya”
“tidak bu, Ibu tenang saja… ucapku”
“Erlina ya? ucap Ibu”

“iya tapi bukan aku yang meminta, dia menemukanku di taman dan membawaku ke kosnya… ucap Ibu”
“Maafkan ibu, jika saja waktu itu tidak terjadi mungkin kamu akan bersamanya sekarang dan tak ada lagi perasaan bersalah dalam hatimu ucap Ibu”

“Arya sudah katakan sebelumnya, Ibu tenang saja… Arya akan menjalani sisa hidup ini dengan penuh keceriaan dan tentunya menyelesaikan apa yang arya sudah mulai… ucapku”

“Tapi… ucap Ibu”
“Ibu tenang saja, seandainya bukan dia yang menemani sisa hidupku aku akan menemukan yang lainnya dan kita bisa menghentikan ini semua… ucapku sambil memeluk erat tubuhnya”

“Percaya pada anakmu ini bu… ucapku”
“I Believe in you… ucap ibu lirih”
“Thanks… balasku”

Tangan ibu semakin mendekap tanganku dan aku semakin memeluknya erat. kami terdur bersama dan melewati malam ini bersama. Entah esok apa yang akan terjadi, entah….

Pagi hari menjelang, aku terbangun tanpa Ibu disampingku. Segera aku mandi dan bersih-bersih tampak ibu sedang mendendangkan lagu di dapur. Ku sapa dengan senyum dan dibalasnya dengan senyuman.

Makan pagi bersama Ibu tanpa Ayah sangat menyenangkan. Setelahnya aku pergi ke kampus untuk mencari informasi-informasi yan mungkin terlewatkan. Dari kejauhan ku lihat Bu Dian sedang berjalan dengan bu erna, segera aku menghindar agar tidak terjadi kontak dengannya. Kulihat wajahnya sedikit sayu dan kelelahan. Tak ada pancaran judes ataupun semangat, maafkan aku dian, maaf…

Setelah aku tahu tidak ada informasi, aku ambil motorku dan berjalan-jalan di sudut taman rektorat. Tempat yang adem dan enak buat nongkrong. Di tambah lagi, taman ini berada jauh dari jurusanku sehingga tidak memungkinkan bertemunya aku dengan bu dian. Taman ini berada di depan rektorat dan hari ini sangat sepi biasanya ramai tapi mungkin karena sudah memasuki minggu tenang. Hanya aku dan REVIA yang berada di tempat parkir belakang rektorat. Baru saja nongkrong, sudah pengen kebelakang. Segera aku berlari ke kamar mandi, sambil mendunhill aku BAB ha ha ha. Kamar mandi terletak dibelakang gedung rektorat, persisnya dekat tempat parkir. Lama aku berada didalam 2 batang dunhill melayang.

“Huft sial kenapa juga susah keluarnya keluhku.”

Setelah operasi sesar di kamar mandi aku hendalk berjalan menuju taman kembali. Tapi ketika baru saja aku akan berbelok di sudut gedung, kulihat beberapa orang sudah berada di tempat nongkrongku. Segera aku memundurkan tubuhku dan mengintip. Tampak Anta yang terjatuh dengan sedikit luka, Rani menangis memegangi anta dan empat orang berbaju hitam dengan tubuh kekar yang tak dapat aku lihat jelas wajahnya karena membelakangiku. Satu lagi dibelakang empat orang berbaju hitam itu tampak lelaki tua yang sedang bersedekap tapi juga tidak terlihat wajahnya.

Tiba-tiba laki-laki itu menendang anta dan berteriak-teriak menyuruh anta untuk segera pergi. Anta kemudian diseret dan akhirnya pergi walau sebenarnya tampak sangat jelas dia tidak ingin meninggalkan rani. Tapi rani berteriak agar anta segera pergi, setelahnya lelaki tua itu menampar wajah rani dan memarahinya. Entah apa yang di katakan lelaki tua itu tidak begitu jelas, dan ketika mereka berbalik. Mataku terbuka lebar dan melotot kearah lelaki tersebut. Segera aku tarik tubuhku bersembunyi dibalik tembok.

itu… itu tukang, bagaimana dia bisa bersama rani dan anta bathinku, segera aku lepaskan jaketku dan kututupi wajahku, kulihat 3 mobil melaju melewati bagian belakang gedung. Setelah 3 mobil itu menghilang, aku bangkit dan kulihat rani masih menagis dan duduk di bangku. Aku mendekatinya…

“Ran… ucapku”
“Eh… dia terkejut akan kehadiranku dan menoleh ke arahku”
“Kamu ar… ucapnya, aku kemudian dudukdi sampingnya”
“iya…”

“Aku melihat semuanya dan maaf jika aku hanya diam… ucapku”
“Kamu lihat ya, hiks ucapnya sedikit parau dan tersengal”
“tolong bilang sama dia, agar tidak mendekatiku lagi… ucapnya”
“Apa karena bajingan tua tadi? ucapku sedikit emosi”

“Eh… kamu tidak tahu apa-apa ar, lebih baik kamu menjauhi sekarang atau kamu akan dihajarnya dan juga anta, segera menjauhiku atau bukan hanya dihajar mungkin kamu bisa dibunuhnya ucapnya”
“Aku sulit mati cu he he he ucapku dengan canda”

“Aku tidak main-main ar, segera pergi atau kalau dia menemukanmu bersamaku dia akan membunuhmu ucapnya”
“Ran… ucapku”

“Cepat pergi! bentaknya, aku hanya menoleh ke arahnya dan tersenyum”
“Aku tahu siapa dia? Aku tahu apa yang telah dia lakukan… ucapku sambil mengambil sebatang dunhill”

“Eh… siapa kamu sebenarnya ar! bentaknya yang semula dia sangat terkejut”
“Apa kamu juga bagian dari mereka?! Kamu juga akan menjadi pemain di dalamnya?! Kalau begitu bunuh aku sekarang! Lanjutnya”
“sssssttt… tenang ran… ucapku menenagkan dan tersenyum kepadanya”

Kamu bisa saja bilang tenang tapi kamu pasti bagian dari mereka untuk memata-mataiku kan selama di KKN sampai sekarang?! bentaknya dengan penuh emosi, dia berdiri dan memaki-maki diriku. aku langsung bangkit dan meraih tubuhnya, kupeluk erat tubuhnya

“tenanglah, aku bukan musuhmu… ucapku”
“hiks hiks hiks hiks aryaaaaaaaaaaaaa…… hiks hiks hiks… tolong aku tolong aku…. isak tangisnya sambil mendekapku erat”
“Sudah kamu tenang dulu ran, tenang, jika kamu tidak tenang bagaimana aku bisa menolongmu… ucapku”

“ikut aku, jika disini bisa saja mereka kembali… ucapku mengajak rani menuju tempat dimana tak ada orang yang bisa menemukan kami berdua.”
“kita mau kemana ar? Ucapnya”

Sudah ikut saja, aku ndak akan bunuh kamu kok, tenang ya cuuu…. ucapku sambil menarik tanganya, dan berjalan bersamanya menuju lantai 3 gedung kuliahku. Jelas sepi, mahasiswa tak ada yang berangkat. Aku memasuki salah satu kelas, dia duduk di bangku. Kutarik salah satu bangku dan duduk dihadapannya. Cerita Sex 2016, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Hot, Cerita Sex Pribadi, Cerita Sex Kiriman Pembaca, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Bokep, Cerita Porno, Cerita Ngentot ABG, Mahasiswa, Sedarah, SPG, Model, Bispak, Tante Girang, Artis, Guru, Sekertaris, Perawat, Bidan, Pramugari, Pegawai Bank, Penjaga Toko, Kasir Swalayan, Threesome, Perkosaan, Foto Hot Terkini, Foto Bugil Artis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.