Cerita Sex Pecah Perawan ABG Molek

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Pecah Perawan ABG Molek – Della memiliki wajah yang manis. Kulitnya sawo matang dengan senyum yang tersungging lebar ketika dia bahagia. tingginya 160cm dan saat ini usianya 20 tahun. Della juga punya tubuh yang montok. Payudaranya yang ranum dan segar benar-benar tampak menggoda dengan ukurannya yang 36c. Pantatnya juga tampak sangat sekal dan padat, benar-benar menantang untuk diremas.

Mata Della memancarkan cahaya keluguan. Dia orangnya pemalu dan tidak banyak omong. Sekilas tampak alim dengan kerudung dan pakaiannya yang serba tertutup. Namun begitu kau kenal dekat, ternyata dia penuh dengan gelora nafsu yang terpendam. Dia selalu berusaha keras menyembunyikan nafsu seksualnya setiap kali kami bermesraan. Aku sering kali menggoda Della dengan cara meremas-remas tangannya, lalu biasanya dia memberi respon baik dengan mendekap tanganku ke dadanya. Tapi selalu berlangsung sebentar karena dia langsung melepas tanganku seraya malu-malu karena tadi payudaranya tersentuh.

Cerita Mesum Pecah Perawan ABG Molek

Cerita Sex Perawan, Cerita Mesum Perawan, Cerita Ngentot Perawan, Ngesex Memek Perawan, Ngentot Perawan HOT

Aku tahu Della masih perawan dan berusaha keras menjaga kesuciannya itu. Namun nafsuku untuk menyetubuhinya selalu terbakar saat melihat lenggokan pinggul sekal nan padat itu ketika ia berjalan di depanku atau saat melihat payudaranya yang indah berguncang ketika ia berlari menghampiriku. Benar-benar menggiurkan.

Entah berapa puluh kali aku bermasturbasi membayangkan persetubuhanku dengannya. Selalu kubayangkan bagaimana aku meremas payudaranya seraya mendengarkan desahan nikmat persenggamaan dan bagaimana aku berhasil menembus liang keperawanannya yang masih sangat rapat sambil mendengar jeritannya.

Namun aku selalu tidak berani membawa fantasi itu menjadi nyata. aku selalu takut apa bila akhirnya dia menganggapku hidung belang. Fantasi-fantasi itu tetap menjadi fantasi sampai akhirnya aku melihat iklan di internet. iklan ramuan yang benar-benar dapat mewujudkan fantasiku menjadi nyata. Ramuan pembangkit gairah seksual diikuti dengan ramuan yang dapat membuat seseorang menjadi ketagihan untuk berhubungan seks dengan orang yang ia sebadani dalam 6 jam setelah meminum ramuan itu.

Benar-benar brilian, pikirku saat itu. tak pikir panjang, aku pun menghubungi CP yang tertera di iklan dan melakukan transaksi. Mahal juga, ternyata. aku terpaksa memakai uang tabunganku untuk itu. Wujud obatnya adalah serbuk bening seperti bubuk kaca, namun langsung larut tanpa warna dan tanpa rasa begitu dicampurkan dengan air. Sempurna sekali, pikirku.

Kemudian aku mencari waktu yang paling tepat buat melancarkan sergapan. Karena Della ngekos di rumah orang lain, maka aku harus benar-benar memastikan bahwa tidak ada orang lain di rumah itu selain kami berdua. Waktu yang dinanti-nantikan itu akhirnya tiba juga. Waktu itu adalah hari senin pukul 2 siang. Matahari sangat terik ketika kami sedang dalam perjalanan pulang kuliah. “Mas, panas. mampir dulu, yuk.” Della menawarkan dan segera aku iyakan. lalu masuklah kami ke rumah dan duduk berdua di ruang tamu.

pada jam segitu kedua orang tua kos Della memang pasti sedang tidak ada di rumah. Maka satu-satunya yang mesti aku pastikan adalah teman sekosannya. “Ta, Widya di kosan, ga?” tanyaku. “Lampu kamarnya mati, sih. kenapa?” Della bertanya balik. “Nggak apa-apa. biar enak aja mesra-mesraannya.” menanggapi itu, Della hanya tersenyum. memang sudah biasa bagi Della apabila aku bersandar di bahu mau pun di pahanya, juga apabila aku usap-usap punggungnya dan aku bekap tubuhnya. Namun, ya, cuma sebatas itu doang. Selebihnya, misalkan saja aku hendak memeluknya dari belakang atau apa bila aku hendak cium bibirnya, dia melawan sambil menegur, Maaaas.

“Aku ambilin minum dulu, ya.” Della bergerak berdiri. “iya, sayaang.” kulihat bongkahan pantatnya yang masih dibungkus rok kuliah, gemulai meliak-liuk ketika berjalan. Kontolku langsung berdiri penuh nafsu, apa lagi ketika Della kembali dengan dua buah gelas. dia berjalan sambil melompat-lompat kecil kegirangan membuat dadanya sedikit berguncang. Pikiranku langsung berimajinasi bagaimana ketika payudara itu berguncang keras karena sodokan kontolku di liang keperawanannya. Cerita Sex

“Iiii, wajahnya berminyaak.” wajah Della benar-benar lugu menggemaskan. “sebentar, aku ambilkan tisu dulu.” akhirnyaaaa, batinku bersorak riang. Buru-buru aku keluarkan ramuan-ramuan tadi. Ada 4 sachet, 2 ramuan pembangkit nafsu, 2 ramuan sexual adictive. Saking buru-burunya, aku tak bisa membedakan kedua ramuan itu dan akhirnya memasukkan keempat sachetnya ke dalam gelas minum Della yang hanya setengah penuh. kemudian Della kembali ke ruang tamu sambil membawa satu tempat tissue beserta laptop dan chargernya. Dia lalu duduk disebelahku dan mengusap tissue ke wajahku. “iii, berminyaaak.” gaya bicaranya Della manja sekali.

“ayo, ta, minum.” aku mengambil gelasku yang penuh dan segera meminumnya habis. Melihat itu, Della juga meminum isi gelasnya sampai habis sehingga dia pun bisa berkata “aku isiin lagi, ya.” Maka pergilah dia ke belakang membawa dua gelas kosong itu. Yes! kena dia, batinku senang sekali. Menurut petunjuk pemakaian, reaksi ramuan itu sekitar 15 menit apa bila satu sachet yang dipakai. Aku duga reaksinya akan bekisar 7 menit karena aku memakai dua sachet pembangkit nafsu. Della kembali dengan kedua gelas penuh.

Kali ini nafasnya berat dan sedikit mendesah. Dadanya naik turun jelas sekali karena ia mengatur nafasnya. Tak lama kemudian gelasnya kosong kembali, “Haus banget?” aku menuangkan isi gelasku ke gelasnya. ah, reaksinya lebih cepat dari yang kuduga. Della kemudian meminum lagi isi gelasnya sampai habis. nafasnya mulai tenang walau masih terdengar berat. Wajahnya tampak tegang sekali. Matanya melotot dan mulutnya terbuka sedikit. “kenapa, ta? sakit?” aku rangkul pundaknya sambil meletakkan punggung tanganku ke jidatnya. “nggak.” Della menjawab pelan.

Matanya memandang ke arahku. Nafasnya masih berat. Kemudian dia mencengkram tanganku. Wah, sudah mulai, pikirku. Aku balas dengan memeluk tubuhnya melalui perut. Della tidak berontak. Biasanya dia menangkis tanganku dengan alasan geli. Melihat sinyalnya sangat terang, kemudian aku cium pipinya. Agak lama sampai akhirnya tangan Della datang membelai kepalaku. Aku langsung cium bibirnya. aku lumat bibirnya dengan penuh nafsu karena selama ini dia selalu menolak tiap kali aku coba kecup di bibir. Kali ini Della membalas lumatanku. Untuk pertama kalinya aku berciuman bibir dan kupikir Della juga sama. Cerita Sex Pecah Perawan ABG Molek

Tangan kananku yang dari tadi melingkar di perut Della aku arahkan naik ke arah payudara kirinya. Aku belai perlahan dan kemudian aku remas palan. “mmmhh..” Della mendesah pelan sambil tetap mencium bibirku penuh nafsu. Astagaa, lembut sekali payudara gadis ini. benar-benar masih perawan, pikirku. Kuremas-remas makin keras namun tetap peuh perasaan. Della kemudian melepas bibirnya dari bibirku dan bangkit berdiri sambil menarik tanganku. “Ayo, di kamar aja.” katanya sambil menuntunku ke pintu kamarnya. Della yang biasanya tak pernah membiarkanku melihat isi kamarnya, kali ini mengajakku bersenggama di sana.

Della langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya begitu kami masuk. Belum sempat dia berbalik dari pintu, aku sudah langsung meremas kedua payudaranya dari belakang. “aah..” Della mendesah sambil sedikit terkejut, namun kemudian dia ikut menggenggam tanganku yang meremas-remas kedua bukit ranumnya. Kenyal bangeeet, pikirku. Aku remas dengan keras sepuas yang aku mau. “aaah.. ahh.. ahh..” desah Della juga semakin cepat.

Aku cium kembali bibirnya, kali ini dengan gaya french-kiss, Lidahku bergelut di lidahnya. Della tampaknya sangat menikmati. Dia dengan ligatnya ikut bergelut dengan lidahku. Aku semakin bernafsu. Kontolku sudah benar-benar berontak di dalam celana dalamku. Tanganku lalu merasakan pentilnya sudah sangat tegang. Lalu aku lepaskan kedua tangan dan mulutku dan kubalikkan tubuhnya. astagaa, wajahnya yang sedari tadi memancarkan cahaya kebahagiaan yang lugu, kini berubah menjadi binal. perlahan aku buka jilbabnya sehingga tampaklah rambut hitam legamnya yang yang sudah lewat sebahu. Terakhir kali aku lihat, rambutnya masih seleher.

Della benar-benar berkeringat. Aku ajak dia mengahadap ke arah cermin agar dia juga dapat melihat dirinya dicumbu. Perlahan aku lepaskan kancing baju kuliahnya satu per satu dari atas. Baju kuliah kami adalah seragam putih bersih berlengan panjang dengan rok atau celana hitam yang juga panjang sampai mata kaki. Setelah semua kancing bajunya terbuka, aku benar-benar terkesima melihat payudara Della yang masih dibungkus dengan BH berwarna putih bermotih renda bunga-bunga. Payudara yang benar-benar montok, masih mengkal, dan naik turun karena Della mengatur nafasnya.

Segera aku bimbing Della untuk membuka bajunya terlebih dahulu sebelum akhirnya aku lepaskan pengait BH-nya di belakang. Kini tampaklah di hadapanku pantulan dada telanjang perawan pujaanku, mengkilap karena keringat. dengan keras aku remas kembali keduanya penuh nafsu yang selama ini kutahan-tahan. Memang benar ternyata penti Della memang sudah menegang. Langsung kuiisap dengan beringas puting kanannya. Tubuh Della, walau berkeringat, tetap wangi. dadanya terasa gurih dan lembut di mulut. sambil menghisap puting kanannya, kedua tanganku tetap meremas-remas kedua gunung kembar itu.

“aaah, aaah. maa~ aas~.” Della mendesah lembut sambil memanggil-manggil. Tangannya ikut memegangi kedua tanganku. aku tidak menghirakannya. Kali ini tidak hanya pentilnya saja yang aku isap, tapi sebagian besar puncak payudaranya aku lumat seperti mau makan daging. “aaaaah.. jangan, maaaas. hhhh.” Della mendesah keras kali ini. Dia terkejut aku lumat payudaranya seperti itu. Tangannya mencengkram tanganku lebih keras lagi namun aku tidak menghiraukannya. Rasanya benar-benar luar biasa dimana kedua tanganku menggenggam sesuatu nyang kenyal dan lembut, sedangkan mulutku dipenuhi rasa gurih seperti susu.

“ah.. ah.. ah..” mulutku berpindah ke dada sebelah kirinya membuat desahan Della semakin cepat. Tangan kananku sekarang turun ke arah selangkangannya. Basah sekali. Rok bagian luarnya sampai jadi basah begitu. Della benar-benar sudah sangat bernafsu. Aku buka resleting roknya dari belakang sehingga tinggal celana dalam Della yang basah itu sajalah yang membungkus tubuhnya. Kulepas isapan dan perahanku dari tubuh Della lalu kubuka celana dalamnya. Astagaa, memeknya benar-benar bersih tanpa bulu. Aku dapat melihat dengan jelas liang keperawanannya yang berwarna merah muda. Basah. Segera aku arahkan dia ke tempat tidur.

Aku duduk disana sedangkan dia aku suruh berjongkok. “ta, bukain resleting celanaku, dong.” pintaku. Tanpa tunggu instruksi kedua Della langsung melakukannya. Tak hanya itu, dia pun mengeluarkan kontolku dari balik celana dalam. Maka berdirilah dengan gagahnya sebuah batang daging sepanjang 15cm berdiameter 5cm di depan wajah pacarku yang masih lugu dan perawan. Della hanya tertegun. “dibeginiin, ya, ta.” aku arahkan tangannya agar mengocoki kontolku naik turun. Kontolku semakin menegang hebat ketika kulit tangan Della yang lembut menyentuhnya. Cerita Mesum

Baca Juga : Jebol Perawan Ditoilet Sekolah

Della cepat mengerti. Dia dengan lembut mengocoki kontolku hingga aku mendesah-desah nikmat. “Ooh, jadi begini rasanya kalau dikocoki perawan” pikirku. Kemudian Della melihat ke arah wajahku seakan bertanya apakah cuma begitu saja. “isap, laa, ta.” Aku tersenyum dengan wajah memelas memohon agar dia mau memasukkan batang kejantananku ke mulut manisnya yang sedari tadi sudah kulumat dengan bibirku. Sempat kulihat keraguan di wajahnya, namun dengan sedikit jijik, dia tetap memasukkan kontolku ke mulutnya.

“hueeek.” Della langsung melepas kontolku seakan mau muntah. “Nggak apa, taaa. itu cuma awalnya saja. nanti juga jadi enak, kook.” aku berusaha membujuknya. “ayo isap lagi, sayang. dinikmati aja. tapi jangan sampai kena gigi, ya.”

Perlahan kontolku kembali masuk ke mulutnya. Della berusaha dengan keras menahan rasa jijik. berkali-kali dia seperti ingin muntah namun tetap melumat batang kejantananku naik turun. “udah, ta, udah. ga usah dipaksain.” aku akhirnya kasihan juga. “sekarang tolong jepit kontolku pakai buah dada Della, ya.” Cerita Sex Pecah Perawan ABG Molek

Instruksi baru. “seperti ini?” Della cepat tanggap. Rasanya luar biasa ketika kulit payudara Della yang lembut bertemu dengan batang kejantananku. kontolku yang sudah menegang sangat keras kali ini terasa rileks sekali dijepit diantara dua bongkahan bukit yang ranum itu. “iya, ta, bener. uuuh, nikmatnyaa.” aku memuji pacarku yang manis itu. “sekarang coba Della naik-turunkan buah dada Della sambil tetap menjepit begitu, ya.” instruksi baru lagi. segera saja kontolku dimanja dengan kocokkan payudara perawan yang sedang renum-ranumnya.

“aaaah.. uuuh. nikmat, taaa. terus, sayang. aaah.” kali ini aku yang mendesah-desah keenakan. Della terlihat bersemangat sekali seraya menambah kecepatan naik-turun payudaranya mengocok kontolku. Rasa hangat yang diberikan kedua buah mengkal dada Della membuat kontolku berdeyut-denyut. “enak banget ya, nes?” kalimat Della barusan sangat menggoda. “iya, taaa. terus.. terus, sayaaang. aaah.” denyutanku semakin keras. Kurasakan sebentar lagi lahar panasku akan muncrat merasakan begitu kenyalnya kedua buah dada padat itu bergerak naik turun semakin cepat.

Crooot. wajah Della kemudian basah disembur air mani segar, begitu pula dengan payudaranya. segera dia melepaskan diri dari kontolku dan mengusap usap wajahnya dengan tangannya. “aaa. maaf, taa, jadi kotor begini.” aku mengambilkan handuk. “ga apa-apa, nes. aku senang kalau anes senang.” dia segera membersihkan wajah dan dadanya dengan handuk yang kuberikan. “makasih banyak, ta. kocokan buah dadamu tadi nikmat banget.” pujiku. Della kemudian melirik kontolku yang masih menegang. Aku pun melirik lantai yang didudukinya semakin basah karena air kewanitaannya. “kita lanjut, yuk.”

Aku gotong tubuh Della ke atas tempat tidur. Kali ini dia kubaringkan terlentang tanpa busana sedikit pun. Della berbaring dengan tangan di sisi kanan dan kiri tubuhnya, tidak berusaha melindungi apa pun. kaki kanannya terangkat sedikit keatas namun tetap menututup rapat liang keperawanannya. benar-benar pemandangan indah, tubuh seorang perawan yang sedang ranum-ranumnya sekarang tergeletak pasrah tanpa benang sehelai pun, siap untuk dibelah duren. Kontolku semakin tegak berdiri penuh nafsu untuk segera menggagahi si gadis impian.

Kubuka seluruh pakaianku hingga kami berdua benar-benar bugil. Della terlihat begitu gugup, dadanya masih naik turun mengatur nafasnya yang semakin berat. Aku mulai foreplay di ranjang asmara pertama kami dengan ciuman di keningnya. Kuarahkan kontolku ke arah liang senggama Della yang belum pernah ditembus batang kejantanan siapa pun. “maaas.” kemudian Della memanggilku lembut. “ada apa, sayang?” sejenak aku rasakan kalut pada wajahnya. Wajah yang pasrah dan membuatku iba. “pelan-pelan, ya.”

Aku mengangguk mantap. kata-kata itu semakin membulatkan tekadku untuk menggagahi Della. Maka aku buka lebar, lah, kedua kakinya dan mulai kudekatkan kontolku ke liang keperawanannya. “Oh, Dellaku yang malang, sebentar lagi kesucianmu akan menjadi milikku.” pikirku. “aaaaaauuu. hhhh” Della menjerit. Kepala kontolku sudah masuk sebagian. Kucoba dorong sedikit demi sedikit. “aaaaah. aaaah. maaaaaaas.” jeritan Della semakin keras. Kuberhentikan dulu pergerakan kontolku sebentar, memberi waktu bagi Della untuk menyesuaikan diri terhadap penetrasi dariku. “Bilang kalau udah enakan, ya, sayang.” aku mesti bersabar.

Maklum saja, kontolku tergolong sangat besar di antara ukuran kontol penduduk Indonesia rata-rata, apa lagi apa bila dihadapkan liang memek yang masih perawan. “teruskan, mas. jangan berhenti.” Della tampaknya benar-benar bertekat untuk dibelah duren olehku. Maka aku lanjutkan penetrasi tadi, kali ini sampai kontolku masuk setengahnya. Della menjerit menjadi-jadinya, matanya mengeluarkan air. Dia menangis. kulihat selangkangannya mengeluarkan darah. Impianku selama ini akhirnya pun terkabul. Aku telah merengut keperawanan Della. kini pacarku yang lugu ini akan menjadi binal dan haus akan seks dariku akibat ramuan yang kuberikan tadi. “ooh, Dellaaa. kau sekarang milikku sepenuhnyaa.” pikirku liar.

“Sakit, maaaas. haah.. haah.. haah..” Della menangis seraya terengah-engah. Aku biarkan dahulu kontolku disana, menunggu Della siap kembali untuk lanjutkan. kakinya menegang kaku. aku elus-elus pahanya hingga ia merasa nyaman. “bilang kalau udah bisa lanjut, ya, sayang. ga usah dipaksakan, yang paling penting kita puas bareng-bareng.” Aku berusaha menenangkan kekasihku yang baru saja kehilangan kesuciannya itu. Della masih saja menangis.

Kucabut sejenak kontolku dari liang senggama Della agar aku bisa membekapnya dengan lembut. Di saat-saat seperti ini yang dibutuhkan oleh wanita adalah kepastian suatu hubungan. Mereka yang kehilangan keperawanannya sebelum menikah selalu dirundung rasa cemas kalau-kalau hubungannya dengan sang kekasih tiba-tiba menghilang. Maka aku mencoba memberikan rasa aman padanya.

Aku bekap tubuh Della yang telanjang itu dengan penuh kasih. “tenang, sayang. aku akan tetap setia sama Della.” aku usap air matanya dengan tanganku. Kulihat sprei tempat tidurnya kini jadi ternoda darah. “ta.. setelah ini kita rencanakan pernikahan kita, ya.” akhirnya kata-kata itu keluar juga. Dengan penuh haru, Della mengangguk cepat. nangisnya semakin kencang seraya dia juga membekap tubuhku yang juga telanjang. “sudah, sudah, sayang. apa yang perlu ditangisi? kita lanjut dulu, yuk.” Dia mengangguk memberi ijin. Aku kembali ke posisi senggamaku. Kubuka kembali kakinya dan kucoba memasukkan lagi kontolku ke liang yang masih sangat sempit itu. Kupegang erat pinggang Della seraya mendorongkan pinggulku ke depan.

“aaaaah.. aaaaah.. aaah… maaaas.. sakiiiiit” Della kembali menjerit. Kumasukkan kontolku lebih dalam lagi. Kali ini Della meronta-ronta kesakitan. Tangannya mencengkram erat kain sprei tempat tidurnya. Kakinya cuma bisa tergantung kaku. Sedikit demi sedikit kontolku pun maju menelusuri rapatnya memek pacarku yang manis ini. Kunikmati setiap gesekan lembut liang senggama Della yang berdenyut-denyut. Kontolku pun balas berkedut manja keenakan. Perlahan tapi pasti, akhirnya seluruh kontolku berhasil masuk ke dalam liang senggama yang baru saja kehilangan keperawanannya itu.

Perlahan tangisan Della pun mereda digantikan dengan desah kerasnya. Aku biarkan dahulu posisi tersebut agar kami berdua dapat saling meresapi rasanya.

“aaah.. ahhh.. ahhh..” Della mendesah-desah berat. Dadanya yang montok naik turun menggairahkan. mulai kugerakkan pinggulku maju mundur perlahan sambil memerahi payudara gadis manis itu. keringat yang membasahi sekujur tubuhnya membuatku semakin bernafsu untuk melepas peju sebanyak-banyaknya. Semakin lama gerakan pinggulku semakin cepat, begitu pula dengan remasan tanganku di payudaranya.

“hahh.. hah. hah… maas.. aah..” desah binal Della mengikuti irama genjotan kontolku. Luar biasa nikmat yang kurasakan, liang senggama Della seakan mencengkram erat kontolku. Rasanya batang kejantananku akan meleleh setiap kali kudorong maju dan terasa amat rileks ketika kutarik mundur. Liang senggama yang basah itu semakin membuat mulus laju kontolku merajainya. Kunaikkan kecepatan pinggulku, sodokannya juga kuarahkan semakin dalam. Della mulai menjerit-jerit kecil sambil merem melek, Kurasa dia mulai menikmati persetubuhan kami. “enak, ta?” aku coba bertanya.

“aah.. ahh.. maaas.. enak. maas..” jawaban binal itu membuat nafsuku semakin menjadi-jadi. Kupompa pinggulku semakin cepat dan dalam, sampai mentok mencapai ujung liang senggamanya. ujung kontolku berulang kali membentur-bentur dinding rahim di ujung liang memek Della. “aaaah… aaaaah… aaaaah… ampuuuun, neeeeess.. aaah..” Della menjerit-jerit sambil memegangi tanganku yang masih meremas-remas buah ranum payudaranya. “sedikit lagi, ya, sayaaang. sedikiiit lagi.”

kurasakan kontolku mulai berdenyut-denyut kencang, siap menyemburkan lahar panas peju sekali lagi. sekarang aku bergumul mengenai dimana aku mengeluarkannya. “ta.. aku keluarin di dalam, boleh?” entah mengapa aku malah meminta ijin. “terserah mas ajaa.. haah.. ahhh.” Della menjawab ditengah jeritan-jeritannya. Maka semakin mantap lah aku pompa pinggulku. Kurasakan memek Della juga mulai berdenyut keras. Cerita Ngentot Perawan

Aku ubah sedikit posisiku yang sedari tadi duduk sambil memerah buah dada Della, sekarang tiduran menimpa tubuhnya sambil membekap erat punggungnya. Kucium bibir Della sekali lagi, Terasa lebih manis karena air liurnya yang mengental. Dengan posisi begitu, Genjotanku bisa semakin dalam dan keras. “mmmmmhhh.. mhhhh..” teriakan Della tertahan oleh bibirku. Aku tahu dia merasakan bedanya posisi ini. Kurasakan memeknya semakin berdenyut-denyut enak mengurut-urut kontolku yang maju mundur dengan cepat. Della kemudian juga membekap tubuhku dengan tangannya. Nafsuku semakin bergelora, semakin kuisap keras bibirnya yang manis itu.

“Mmmh.. mhhhhh…” Della tiba-tiba mengejang-ngejang. dia mencapai puncak kepuasannya. Mendadak liang senggamanya menjadi sangat licin dan sangat rapat. Aku pun semakin bersemangat untuk mencapai puncakku, kunaikkan kecepatan genjotanku seraya melepas bibirku dari bibirnya agar dia bisa leluasa bernafas. “haaaah.. haaaah.. maaas.. udaaah.. udaaaah..” Della sepertinya sudah sangat kelelahan, aku dapat merasakan degup jantungnya yg sangat keras. “sedikit lagi, sayang. sedikiiit lagi.” kurasakan puncak kepuasanku akan tiba sesaat lagi. “aku keluarin di dalam, ya, sayang.”

Kunjungi Juga : www.ceritasexmesum.com

crooot crooot crooot. spermaku keluar banyak sekali, lebih banyak dari pada ketika aku bermasturbasi dan dari pada sewaktu dikocok oleh Della tadi. Saking banyaknya, spermaku sampai merembes ke luar dan tumpah ke tempat tidur. “haaaah.. haaaah..” aku mendesah puas sambil tetap memeluk tubuh montok gadis manis yang sedang harum-harumnya itu. Kubiarkan dulu kontolku tetap ditempat sambil menikmati kedutan liang senggama Della.

“ahhh.. ahhh.. ah..” Della kembali pada desahan lembutnya. Tampak sekali pada wajahnya ekspresi kepuasan ragawi. Dadanya masih naik turun jelas, tapi sekarang sudah sangat rileks. Kutarik mundur perlahan kontolku yang sudah lemas itu dari liang senggama Della. Kini aku pun rebah di sisinya, puaaas sekali. kulihat sekali lagi wajah Della yang manis itu. Sambil tersenyum dia pun berkata “makasih banyak, ya, mas.”

“Aku lah yang seharusnya berterima kasih, ta. Della udah puaskan hasratku.” aku balas senyumnya. “kan kita sama-sama puas.” walau wajahnya terlihat lelah, senyumnya masih saja manis sekai. Aku peluk lagi tubuhnya dari samping. “ta.. maafkan aku, ya..” aku merasa bersalah juga karena telah merengut kesuciannya yang selama ini selalu ia jaga. Belum lagi rasa bersalah karena aku mengeluarkan peju di dalam. “nggak apa, mas. aku nggak keberatan, kok, karena mas e yang melakukannya.” jawaban Della itu menenangkanku. Cerita Sex Pecah Perawan ABG Molek

Aku pun langsung teringat betapa nantinya hari-hariku akan penuh warna-warna kepuasan akibat efek dari ramuan sexual addictive yang tadi kuberikan. pikiran nakalku pun mulai berseliweran membayangkan beragam rencana dan posisi persetubuhan berikutnya. Della kemudian mengecup keningku. “aku sayang mas.” Cerita Sex Pribadi, Cerita Sex Kiriman Pembaca, Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Bokep, Cerita Porno, Cerita Ngentot ABG, Cerita Sex Mahasiswa, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex SPG, Cerita Sex Model, Cerita Sex Bispak, Cerita Sex Tante Girang, Cerita Sex Artis, Cerita Sex Guru, Cerita Sex Sekertaris, Cerita Sex Perawat, Cerita Sex Bidan, Cerita Sex Pramugari, Cerita Sex Pegawai Bank, Cerita Sex Penjaga Toko, Cerita Sex Kasir Swalayan, Cerita Sex Threesome, Cerita Sex Perkosaan, Foto Hot Terkini, Foto Bugil Artis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.