VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Garap Meki Legit Istri Bos

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Garap Meki Legit Istri Bos – Namaku Eko ( kali ini nama asli). Aku tinggal di kota Mataram Lombok. Ceritaku ini terjadi pada tahun 2007 silam. Pada waktu itu aku kuliah di sebuah di salah satu Perguruan Tingi Swasta di Lombok. Aku ambil cuti kuliah untuk bekerja di sebuah radio swasta yang sudah terkenal di kota itu.

Waktu itu aku bekerja sebagai kru produksi. Pekerjaannya sangat sederhana yaitu merekam lagu, membuat iklan radio, dan mempersiapkan segala hal yang sifatnya off-air. Pemilik radio itu namanya Bapak Wirata! Dia mempunyai istri yang sangat cantik. Aku biasa menyebutnya dengan Ibu Risty, .Ibu Risty tingginya kira-kira 175cm, bahkan lebih tinggi dari suaminya. Ibu Risty bekerja di sebuah perusahaan swasta di Lombok.

Cerita Ngentot Garap Meki Legit Istri Bos

Cerita Sex Tante, Cerita Mesum Tante, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex HOT, Ngesex Tante Girang, Ngentot Memek Tante

Sejak pertama kali bekerja di radio itu, aku udah jatuh cinta ama Ibu Risty untuk pertama kalinya. Ibu Risty ini sangat cantik, mungkin sensual. Tinggi kira-kira 170cm, Payudaranya tidak besar, sama sekali tidak besar. Tapi justru payudaranya yang kecil itu yang membuatku sangat penasaran. Aku selalu terobsesi dengan payudara yang kecil!hihihii..

Suatu ketika ibu Risty menyuruh aku ke rumahnya untuk memperbaiki komputernya yang rusak. Sesampai di dalam rumah aku tidak menemukan siapa pun. Dimana Mbak Risty, pikirku. Kulangkahkan kakiku ke ruang tengah. Kosong juga. Wah, di mana nih. Perlahan aku berjalan ke dapur sambil berharap ketemu dengan sang idola. Kalo udah pada tidur ya aku pulang aja. Sampai aku dikejuntukan oleh sepasang tangan yang melingkar dipinggangku dari belakang.

“malam ini temenin Mbak ya”, terdengar bisikan di telingaku.

Tanpa basa-basi aku segera memutar tubuhku dan di depanku telah berdiri Mbak Risty dengan paras yang sangat cantik. Wajah Mbak Risty persis di depanku. Hidungku nyaris bersentuhan dengan hidung Mbak Risty. Terasa hangat di wajahku ketika Mbak Risty menghembuskan nafas.

Aku benar-benar dibuat terpesona. Mbak Risty sudah berganti pakaian dengan kimono warna pink. Matanya sayu menatapku. Entah keberanian dari mana yang mendorong wajahku sehingga bibirku mengecup lembut bibir Mbak Risty. Tidak ada perlawanan dari Mbak Risty. Bibirku terus bermain di bibir Mbak Risty beberapa lama. Kurasakan tangan Mbak Risty membuka lembut kemejaku.

Aku mencoba melingkarkan tanganku di punggung Mbak Risty. Kuusap perlahan punggungnya sambil terus memainkan bibirku. Lidahku mulai menerobos masuk ke dalam mulut Mbak Risty. Bibir Mbak Risty lembut sekali, wangi dan itu membuatku semakin bernapsu.

Lidahku semakin liar bermain. Kuciumi lagi bibirnya, hidungnya, matanya, keningnya, pipinya, dagunya. Dan semuanya terasa lembut. Napas Mbak Risty semakin memburu. Tanganku bergerak ke bawah mencari2 tali kimono.

Setelah ketemu, kubuka talinya pelan. Ketika berhasil kulepaskan, kimono tersebut merosot jatuh ke lantai, Kumundurkan tubuhku dan nampaklah pemandangan yang sangat indah yang sering kubayangkan selama ini. Mbak sudah tidak memakai bra dan CD. Payudara yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku kini terpampang jelas di hadapanku.

Tampak puting yang kecil berwarna coklat dan merah muda pada ujungnya. Bener-bener sesuai ama selera dan harapaku. Payudaranya kecil, mungkin ukuran 34a. Tapi aku suka banget ama yang segitu.

“Eko Kenapa berhenti?”, ucapnya lirih seraya matanya yang sayu memandangku. Tanpa pikir panjang kuhampiri Mbak Risty dan berlutut di depannya. Aku membungkuk dan mencium lembut jari kaki sebelah kirinya sementara tangan kananku membelai lembut betis kanan Mbak Risty.

Yang kudengar saat itu hanya lenguhan nikmat dari Mbak Risty. Kudongakkan kepalaku menatap Mbak Risty. Mbak Risty hanya menatapku sayu dengan nafas yang memburu. Kuarahkan perhatianku lagi ke bawah. Kuciumi lagi kaki kiri dan kanan berganti sementara tanganku mengusap lembut betisnya. Mbak Risty terus mendesis sampai suatu saat Mbak Risty hampir terduduk karena menahan kenikmatan dari ciuman dan belaian di betisnya.

Aku bangkit dan kusandarkan tubuh Mbak Risty di tembok dapur dengan posisi tubuh berdiri. Aku berlutut lagi dan kini yang menjadi sasaranku adalah pahanya. Kuciumi pelan paha kanan Mbak Risty. Tangan kanan Mbak Risty mencengkeram tembok. Kuciumi terus mulai dr atas lutut sampai mendekati pangkal pahanya. Tercium aroma yang membuatku semakin mabuk asmara ketika menciumi sekitar pangkal paha.

Mbak Risty berusaha mengatupkan pahanya tapi aku menahannya dengan kedua tangan supaya tetap terbuka. Ciumanku pindah ke paha yang kiri sementara tangan kananku bergerak ke atas ke wilayah perut dan mengusap pelan dengan ujung jariku. Mbak Risty semakin mendesis tidak karuan.

“Oh… Eko… Shh… sh…”

Ciumanku terus naik mendekati pangkal pahanya. Dengan gerakan sedikit menyentak kurenggangkan lagi paha Mbak Risty.

Oughhh… Mbak Risty melenguh panjang menerima perlakuanku yang tiba2. Kupandangi sejenak gundukan di depanku. Jembutnya lebat sekali dan baunya wangi. Sambil tetap memegangi kedua lutut Mbak Risty, kujulurkan hidungku menyapu jembutnya. Tubuh Mbak Risty bergetar menerima sapuan hidungku. Tampak samar belahan daging dan kucoba menjilat pelan membelah hutan jembut yang lebat itu.

“Ouhh… Eko…”, tangannya meraih rambuntuku dan menjambak pelan. Lidahku terus menjilat mencari-cari daging nikmat. Kurasakan ada cairan menempel dilidahku. Gurih terasa di muluntuku. Muluntuku pun mulai menghisap gundukan indah Mbak Risty.

“oh… Sshh… Sshh… Eko… enak banget kooooo…”, desah Mbak Risty. Desahan itu membuatku semakin ganas. Penisku sudah tegang dari tadi tapi aku ingin bermain dengan Mbak Risty. Hisapanku di vagina Mbak Risty semakin liar. Sementara Mbak Risty meliuk-liuk menerima serangan di vaginanya.

“Eko.. Kamu kok pinter banget sih…”, kata Mbak Risty manja. Aku hanya tersenyum aja mendengarnya.

Perlahan ciumanku naik ke perut Mbak Risty. Tidak lama di situ aku berniat untuk langsung menyerbu payudara Mbak Risty. Aku segera bangkit. Kupandangi sejenak payudara Mbak Risty yang sedari tadi belum kusentuh sama sekali.

Lalu kupandangi wajah Mbak Risty, titik2 keringat bermunculan di keningnya. Kumajukan wajahku ke arah payudara Mbak Risty, tanpa mengalihkan pandangan dari matanya. Sampai di payudara yang sebelah kiri kukecup pelan putingnya. Mbak Risty mendongakkan wajahnya menerima sensasi kecil di putingnya. Kukulum puting payudara kiri Mbak Risty. Terasa hangat di dalam muluntuku. Mbak mulai mendesis lagi.

“terusin kooooooo… terusin”,

Aku semakin gencar mengulum puting payudara Mbak Risty. Sesekali kusedot dengan keras.

“Ahh.!” Mbak Risty berteriak kecil.

Aku melirik ke payudara yang sebelah kanan. Segera kuarahkan bibirku ke puting kanan. Perlakuanku beda kali ini. Aku menyerbu payudara kanan Mbak Risty dengan sangat liar sementara tangan kananku memegang dengan kuat payudara yang kiri.

Menerima perlakuanku yang berubah drastis, Mbak Risty berteriak keras dengan menggoyangkan kepalanya kiri kanan. Keliaranku itu bertahan selama 10 menitan sementara penisku sengaja kugesek-gesekkan ke vagina Mbak Risty.

Mbak Risty terus menerus meracau. Tidak jelas apa yang diucapkan. Aku sudah tidak tahan lagi. Segera kubalik tubuh Mbak Risty kupaksa untuk menungging. Mbak Risty menahan tubuhnya dengan tangan di tembok. Kuarahkan penisku ke vagina Mbak Risty. Pelan aku coba menerobos liang vagina Mbak Risty. Agak susah juga mencari posisi lubang vagini Mbak Risty.

Setelah beberapa saat akhirnya penisku sudah berada dalam jepitan vagina Mbak Risty.

“Mbak…” aku menahan sebentar penisku. Mbak Risty melenguh panjang.
“ouhh…hss…koooooooooo…”

aku segera menarik penisku pelan sampai tersisa kepalanya dalam vaginanya. Lalu kutusuk lagi dengan gerakan cepat. Mbak Risty lagi-lagi melenguh panjang. Kulakukan berulang kali sampai 15 menit. Tanpa berganti posisi aku percepat gerakanku. Tanganku kubiarkan bebas menggantung. Penisku terus kupacu di dalam vagina Mbak Risty.

Sampai suatu ketika tubuh Mbak Risty mengejang hebat dan Mbak Risty melolong hebat merasakan orgasme pertamanya. Tubuh Mbak Risty bergetar beberapa saat. Aku harus menahan tubuhnya karena seperti mau terjatuh ke lantai. Sebenarnya aku juga sudah hampir sampai tapi sekuat tenaga aku bertahan. Aku tidak mau permainan ini cepat selesai.

Kudiamkan sebentar penisku di dalam vagina Mbak Risty dan membiarkan Mbak Risty mengatur napasnya, menikmati orgasmenya.

Beberapa saat kemudian, aku melanjuntukan lagi serbuanku ke vagina Mbak Risty.

“Oh…uh…oh…uh”, suara Mbak Risty keenakan.

“Ko, enak banget”, tambahnya lagi. Tangan kirinya meraih tangan kiriku dan meletakkannya di payudaranya. Sensasi di dua wilayah sensitifnya membuatnya buk Risty ga semakin ga karuan. Sodokanku di vaginanya kupercepat sementara tanganku semakin kuat di payudaranya.

Akhirnya, aku mengeluarkan senjataku yang terakhir. Tangan kananku yang bebas kuarahkan ke lubang anusnya. Kuludahi anusnya dan kuusap keras bagian anus Mbak Risty. Sekarang 3 bagian sensitifnya habis aku garap. Mbak Risty semakin menikmati permainanku. Kepalanya terayun-ayun menambah keseksiannya. Badannya terus terguncang-guncang menerima sodokan penisku. Aku pun mulai kacau merasakan sensasi di penisku.

“Mbak, enak banget Mbak”, kataku?
“heh…uh… terusin ko. Ahh…”

Jariku mencoba menerobos ke liang anus Mbak Risty. Aku tidak berani terlalu dalam. Takut menyakiti Mbak Risty. Penisku terus menghunjam di vagina Mbak Risty. Sampai akhirnya aku merasakan gelombang sangat kuat yang siap menerobos keluar dari penisku.

“Mbak… Aku dah mo keluar Mbak… Mphhh…”
Iiiiyyaaaa ko… mbak juga… aaayooo koooo…”

Kupercepat gerakanku. Penisku terus menerobos vagina sampai akau tidak kuat lagi menahan gejolakku…

Croot…croot…croot… Ah… Ah… Ah…

Gerakan penisku kuhentikan di dalam vagina Mbak Risty. Dan tubuh Mbak Risty pun bergetar sangat hebat. Tangan kirinya mencengkeram tangan kiriku yang bermain di payudaranya dengan sangat kuat.

“AHHH…ekooooo”, teriaknya memenuhi ruangan dapur.

Kujatuhkan kepalaku ke punggung Mbak Risty. Kutarik penisku pelan-pelan, dan kuhunjamkan lagi ke dalam vagina Mbak Risty tapi dengan gerakan yang sangat pelan. kedua tanganku memegang lembut payudara Mbak Risty. Nikmat banget. Sumpah nikmat banget. Kuciumi pelan punggung Mbak Risty sementara Mbak Risty ga tahan menerima orgasmenya.

Setelah beberapa saat, aku tetap membiarkan penisku bertahan di dalam vagina Mbak Risty. Lalu, pelan-pelan kutarik penisku. Mbak Risty melenguh merasakan gesekan pelan di vaginanya.

“Mbak… Nikmat banget. Mbak cantik sekali”, bisikku pelan.

“Eko… Kamu hebat. Hhh…mbak nggak ngira kamu mau ama mbak”, katanya sambil membalikkan tubuhnya dan kini duduk terkulai lemas di lantai.

Aku tersenyum aja mendengarnya.

“Kapan-kapan, kalo mbak pengen, Eko mau ya nemenin Mbak lagi?”
“Mmmmm… Siap Mbak! Apapun buat Mbak!”, jawabku sambil tersenyum manis.

this is the fisrt my sex story with Tante Risty, istri bosku. Setelah hari itu, selama empat hari aku nemenin Mbak Risty tiap malam. Ga jadi nyesel deh, Pak Wir banyak ijinnya. Ijin terus aja Pak wirrrrr… Setiap bosku keluar kota aku selalu menemani Mbak Risty dan memberinya kepuasan.

Demikian juga Mbak Risty memberiku pengalaman, dan sensasi sex luar biasa kepadaku. Sex hot 2016, cerita dewasa terbaru, cerita mesum hot, cerita sex ngentot, cerita bokep, cerita porn, foto sex.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.