Cerita Sex Pasrah Melepas Keperawananku

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Pasrah Melepas Keperawananku – Kira-kira baru sebulan aku ditembak seorang pria yang dan aku dijadikan pacarnya, umur pria ini 28 tahun, aku sungguh bahagia sekali dengan hu bungan ini. Sosok pria ini adalah dodok pria yang aku impi-impikan, Kalau di film –film dia seperti Seorang Raja, dia mempunyai badan yang tinggi tegap atletis dan matanya yang sangat indah seklai menurutku.

Dia berama Ardi,dia adalah kekasih pertamaku. Ardi bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jogja. Dia sangat romantis, dia selalu memberikan rasa aman dan nyaman ketika aku didekatnya. Rayuan gombal yang selalu dikatakan padaku terdengar bagaikan puisi di hatiku.

Cerita Sex Pasrah Melepas Keperawananku

Cerita Sex Perawan, Cerita Mesum Perawan, Cerita Ngentot Perawan, Ngesex Memek Perawan, Ngentot Perawan HOT

Dalam kami menjalani hubungan sejauh ini kami masih biasa-biasa saja. Cara pacaran kami hanya melakukan Kissing-kissing lembut saja di dalam mobil atau saat berada di tempat sepi da nyaman, lebih dari itu kami belum pernah melakukanya.

Jujur saja, aku terkadang menginginkan lebih dari dirinya. Aku selalu membayangkan bila saja dia bisa membuatku masturbasi. Pada Hari ini tepat sebulan hari jadi kami. Ardi dan aku ingin merayakan hari jadi tersebut. Setelah diskusi panjang, akhirnya diputuskan weekend ini kita akan berlibur ke kaliurang untuk refreshing.

Akhirnya hari yang kutunggu datang juga, Ardi berjanji akan menjemputku pukul 08.00 WIB. Sampai- sampai aku semalam tidak bisa tidur karena sudah tidak sabar menunggu hari yang istimewa ini. Pakaian yang kukenakan juga pakaian yang palimg okey dari koleksiku. Aku mengenakan kaos tanpa lengan berwarna putih dan celana jeans berwarna biru ¾. Aku menata rambut panjangku dengan cara kujepit, tampak simple tapi menggairahkan.

Aku membawa sepasang baju ganti dan baju dalam. Tak lama kemudian Ardi datang dengan mobilnya. Sungguh dihari itu Ardi tampak menawan di mataku. Padahal dia hanya memakai kaos hitam dan celana jeans panjang gitu aja, tapi emang dasar akunya aja yang terlalu sayang sama dia.hhe.

“ Sayang, kanu udah siap belum buwat berangkat ?” tanpa menjawab akupun hanya mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil. Perjalanan tidak memakan waktu lama karena jalanan masih cukup sepi. Sekitar 50 menit kemudian kita sampai di tempat wisata. Sesampainya disana ternyata masih tutup pintu masuk dan loket wisatanya.
“ Yahhhh… masih tutup yank… gimana kalau kita jalan kemana dulu gitu Yank?” tanyaku,

“ Oke deh kalau gitu Yank, coba kita ke atas dulu aja, Siapa tau ada pemandangan bagus disana yank,” ujar Ardi.

Kemudian Ardi segera menancap gas mobilnya. Tidak begitu banyak pemandangan menarik disana, Begitu juga sekelilingnya tampak sepi dan biasa saja,

“ Emmmmm… Kita nunggu di sini aja ya Yank, Sambil nunggu lokas wisatanya buka, okey ?. “ ujarnya padaku.

“ Oke deh, Yank ” jawabku.

Kemudian Ardipun memanggilku,

“ Yank sini deh deket aku “ suruhnya,

“ Iya yank “ jawabku sembari jalan kerahnya.

Setelah aku mendekat Ardipun tersenyum, kemudian dengan lembut tangan kirinya membelai pipiku, menengadahkan daguku. Bisa kulihat matanya yang hitam memandangku, membuatku semakin bergetar. Aku berusaha mengatur nafasku agar nampak biasa saja. Tiba-tiba, ciuman Ardi mendarat di bibirku. Akupun membalas ciumannya.

Lalu kulingkarkan kedua tanganku di lehernya. Kemudian kurasakan tangan kanan Ardi membelai rambutku dan tangan kirinya membelai lenganku. Tak berapa lama, ku rasakan ciuman kami berbeda, nampak ada gairah di sana. Sesekali Ardi mengigit bibirku dan itu membuat darahku mengalir dengan cepat,

“ Ssssssgghhhhh …. ahhhhhh…Sssssghhh.. ” Secara spontan aku memperat pelukanku,

Ketika aku memeluk erat berharap mendapat perlakuan lebih dari Ardi, justru dia malah mengakhirinya,

“ I love u so much, Yank “ ucapnya sepenuh hati padaku,

Lalu Ardi mengecup bibirku dengan cepat dan melepaskan pelukannya, sebenarnya terasa tanggung, tapi aku berusaha tersenyum dan bersikap biasa saja,

“ I love you too Sayank ”. balasku,

Jujur dalam hati aku benar-benar malu, karena aku tanpa sengaja mendesah ketika dia menciumku. Mungkin kalau aku tidak mendesah, ciuman itu akan berlanjut lebih, huffft…. Sunggu bodoh aku ini. Kemudian Ardi mengajaku kembali ke mobil dan menancap gaz mobilnya untuk kembali menuju ketempat wisata itu.

Kami bermain dari pagi hingga malam menjelang. Tak terasa sudah pukul 20.00 WIB. Sebelum kembali ke kota, kami makan malam dulu di salah satu restoran, selesai makan akupun melihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 22.00.

“ Aduhh Yank udah jam segini, Kos Nita pasti udah ditutup nih, aku lupa bilang pulang telat lagi sama ibu kos Yank, gimananih Yank? ” kataku padanya.

“ Yah, kamu nggk bilang dari tadi yank, gimana, ya, nggak mungkin juga kamu tidur di kos aku” jawabnya.

“ Aaaaah, gimana dong Yank ??”

“ Udah jangan cemas Yank, gimana kalau kita tidur di penginapan aja didaerah sini, kan banyak tuh penginapan, Gimana Yank ??” ucapnya.

“ Iya deh Yank… dari pada Nita tidur di luar … hhe ” jawabku,

tidak lama kemudia Ardi berhenti di sebuah penginapan kecil dengan harga murah. Tapi ternyata kamar sudah penuh karena ini malam minggu dan banyak yang menginap. Sampai ke penginapan kelima, akhirnya ada juga kamar kosong, dan itu tinggal satu-satunya yang kosong. Karena sudah hampir pukul 11.00 malam kami memutuskan mengambil kamar tersebut.

Sesaampainya di kamar, Ardi langsung berbaring di kasur yang ukurannya bisa dibilang single bed. Akupun bergegas untuk mandi karena badanku terasa lengket karena keringat. Selesai mandi, dalam hati dongkol juga. Kalau tau menginap satu kamar begini aku pasti bawa baju dalamku yang seksi dan pake baju yang seksi juga deh.

Selesai mandi, aku segera keluar kamar. Tampak Ardi sudah tidur. Sedih juga, liat dia udah tidur. kemudian Akupun naik ke atas kasur tanpa sengaja aku membuat Ardi terbangun.

“ Udah selesai mandinya ya Yank,” tanyanya padaku,

“ Iya nih Yank, kamu nggak mandi Yank ?” tanyaku,

“ Males Yank, lagian aku nggk bawa baju ganti sama handuk ” jawabnya,

“ Ih jorok ah, mandi sana, dikamar mandi ada handuk kok, kalau baju pake baju itu lagi aja Yank lagian bajunya juga nggk bau-bau bangetkan ” ujarku,

Mungkin Dia merasa gerah juga, diapun mengikuti saranku. Gantian aku yang merasa mengantuk. Segera ku tarik selimut dan memejamkan mata tanpa berpikit apa-apa. Baru beberapa saat aku terlelap, tiba-tib aku rasakan ada sentuhan dingin di pipiku dan ciuman di mataku.

Saat aku membuka mata, tampak Ardi telanjang dada. Hanya ada sehelai handuk membalut bagian bawah. Badannya yang atletis tampak begitu jelas,

“ Kog nggak pake baju Yank, Ngga dingin apa Yank ? ” Kataku dengan senyum penuh hasrat.

Tanpa menjawab Ardi dengan lembut dan cepat merengkuhnya kepalaku dan kami pun berciuman. Bukan ciuman lembut seperti biasanya. Tapi ciuman penuh gairah. Lebih dari yang tadi pagi kami lakukan.

“ Ssssgghhh… eummmm… Ssssgghhh… eummm…”

Kamipun mulai memainkan lidah, dan saling mengisap, Ku lingkarkan tanganku di punggungnya, kubelai punggungnya. Tangan kananku lalu membelau dadanya yang bidang, memainkan puting susu yang kecil. Gerakanku ternyata merangsang Ardi, di peluknya aku lebih erat, ku rasakan badannya tepat menindihku. Ardi mengalihkan ciumannya ke telingaku, tangannya menjelajahi badanku, menyentuh kedua gunung kembarku. Di belainya dengan lembut, membuatku mendesah tiada henti,

“ Aaaahhhh,eummmmm,, Yank,,,aaaaahhhh,,,” Desahku,

Badankupun menggeliat karena geli. Bisa ku rasakan memekku mulai basah karena tindakan tadi. Tangan Ardi, kemudian masuk ke dalam tank topku, menjelajahi punggungku. Seakan mengerti apa yang dicari Ardi, ku miringkan sedikit badanku dan ku lumat bibirnya penuh nafsu.

Ardi pun membalas dengan penuh nafsu dan tidak ada 1 detik kait BH lepas. Ku rasakan tangan nya langsung kembali ke badanku dan mmbelai langsung kedua payudaraku.

“ Sssgggghhhhh…. uhhhhhh,,, aaaaaaahhh… ” desahku,

“ Yank… tank topny dilepas, ya ” ujarnya dengan nafas tersengal karena penuh gairah.

Tanpa menunggu jawaban dariku, dia melepaslkan tank top dan juga BHku. Bagian atasku sudah tak berbusana. Ardi langsung menikmati kedua payudaraku. Di remasnya payudaraku, membuatku menggeliat, mendesah,

“ Ssssgghhh… aaahhhh… sssghh… Yan… aaahhh,,,,” desah nikmatku,

Desahan dari mulutku tampaknya membuat Ardi semakin bernafsu, dia kemudian mengulum dan mengisap pentil payudaraku,

“ Aaahhh… uuuhhh…eummmm… Enak Yank, terusin Yank… ” erangku lagi,

Tangan kiri Ardipun membelai perutku dengan tangan kanan dan mulut yang masih sibuk menikmati payudaraku yang mengeras. Ku rasakan tanga kiri Ardi cukup kesulitan membuka celana jeansku. Kunaikkan pinggulku dan kedua tanganku berusaha membukan kaitan celana jeans dengan gemetar. Susah payah celana jeans itu akhrinya terlepas juga. Tanga kiri Ardi tanpa membuang waktu langsung menyusup ke dalam celana dalamku, membelai memekku yang sudah basah,

“ Sssggghhhh…. Aaahhh… maass… aaahhhh… teruus Yank.. sssgghhhh ” desahku,

Kurasakan Ardi menekan klitorisku, membuatku semakin mendesah dan bergetar. Apalagi Ardi masih mengisap puting payudaraku. Tidak lama kemudian ku rasakan seluruh badanku terasa kencang, memekku mengalami kontraksi dan aku menggeliat hebat, sambil memegang pinggiran tempat tidur menyambut orgasme pertamaku.

Ardi tampak puas dapat membuatku merasakan orgasme. Belum selesai aku mengatur nafas, kepala Ardi berada di antara kedua pahaku, dijilatinya kedua payudaraku, turun ke bawah, menjilat kedua perutku. Membuatku merasa geli penuh nikmat, seakan tau apa yang ku inginkan, kedua tangan Ardi melepas celana dalamku.

Tampakalah memekku yang memerah dengan sedikit rambut halus di sekitarnya. Ardi kemudian memainkan lidahnya di memekku. Ardi menjilati, mengulum memekku, membuatku menggelinjang hebat dan ku rasakan kedua kalinya, adanya kontraksi,

“ Aaaaaahhhhhhhh….” Aku orgasme untuk kedua kalinya. Sensasi yang sangat menyenangakan.

Ardi belum puas dengan orgasmeku tadi. Setelah dia membersihkan memekku, bisa kurasakan lidah Ardi menerobos masuk dan menyerbu klitorisku. Nafasku semakin memburu dan dari bibirku a terus mengalir alunan desahan kenikmtan yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya.

“ Ssssgghhh… Aaahhh… Ynnk… aaahhhh… uuuhhh… nikmattt Yank…” desahku,

Aku sangat menikmati oral yang diberikan Ardi. Kurasakan dorongan lidah Ardi lebih dalam lagi ke dalam memekku, membuat cairan dari dalam memekku terus mengalir tanpa henti. membuat Desahan yang keluar dari mulutku semakin kencang. Semakin lama Ardi memberikan rangsangan di dalam memekku, membuatku menggeliat dan mengerang semakin kuat.

Kurasakan lagi memekku berkontraksi, dan aku pun orgasme. Setelah orgasmeku reda, Ardi dengan wajahnya yang basah dan penuh gairah menindih badanku yang sudah telanjang bulat. Ardi mengulum bibir dan lidahku. Tangan kiriku kemudian menarik handuk yang masih menutupi bagian bawahnya.

Membuatku merasakan kontolnya menusuk perutku, membuatku semakin bergairah. Ciuman kami semakin basah. Mulut kami terbuka lebar, bibir saling beradu. Lidah Ardi dengan lincah menelusuri bagian luar dari mulut dan daguku. aku pun membalas kelincahannya. Lidahku membasahi mulut dan dagunya. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kulitku, kurasakan api hasrat liarku makin membesar.

Lidah kami akhirnya bertemu. Aku makin bertambah semangat dan terus mendesah nikmat. Tanganku menelusuri seluruh bagian dari punggungku. Ardi membelai kepalaku dan tangan kirinya meremas-remas pantatku yang bulat. Ardi tiba-tiba menghentikan cumbuannya dan berkata,

“ Sayang… Love U So Much, aku pingin memiliki kamu seutuhnya” ucapnya sembari mencium lembut bibirku yang sudah basah.

Aku sudah terlalu dipenuhi gairah karena segala tindakan Ardi. Hingga rasanya bicara aku sulit. Kulingkarkan kedua lengaku di leher Ardi dan kuhisap kedua bibirnya dalam-dalam sebagai jawabanku. Aku ingin segera menanggalkan keperawananku dalam pelukan Ardi. Dia mengalihkan ciuman bibirnya keleherku yang putih, menciuminya, menjilatinya, membuatku semakin terangsang.

Kurasakan kontol Ardi mengusap memekku, membuatku semakin bergairah, apalagi kedua payudaraku yang sudah sangat mengeras dimainkan oleh Ardi. Jilatan Ardi dari leherku terus kebawah hingga lidahnya menyentuh ujung puting susuku yang makin membuat aku mengerang tak karuan,

“ Ssssghhh… aaahhh… oohh…. Eummm…ssssghhh…”

Kemudian tangannya terus kebawah payudaraku dan terus hingga akhirnya menyentuh permukaan memekku. Tak lama kemudian kurasakan kontol Ardi tenggelam di dalam memekku setelah susah payah karena memekku yang sempit.

“ Ssshhhhhggg… auw… ” Jerit kecilku merasakan nyeri hingga menangis.

“ Sakit ya, sayang… sabar, ya.. Ntar juga hilang kok” uajr Ardi menenangkanku.

Sambil mencium mataku yang mengeluarkan air mata. Setelah kurasakan memekku mulai terbiasa dengan kehadiran kontol Ardi, Ardi kemudian menggerakkan kontolnya perlahan, keluar-masuk memekku. Semakin lama gerakannya semakin cepat dan membuatku mendesah nikmat.

Makin lama makin cepat, kembali aku hilang dalam orgasmenya yang kuat dan panjang. Tapi Ardi yang tampaknya nyaris tidak dapat bertahan, semakin mempercepat gerakannya. Aku yang baru saja orgasme merasakan memekku yang sudah terlalu sensitif berkontraksi lagi.

“ Ssshhhhh… Yank aku sudah mau keluar nih, keluarin di dalem apa luar Yank?” tanyanya sambil terus menggoyangkan pinggulnya.

“ Ssssshhhh… ahhhh… dalam aja Yank,” ujarku,

Lagian aku juga dalam masa tidak subur. jadi buat apa dikeluarin di luar, pikirku. Tak lama kemudian aku segera mengalami orgasme bersamaan dengan Ardi. Kurasakan semburan di dalam liang memekku yang memberikan kenikmatan tiada tara. Ardi kemudian merebahkan diri di sampingku dan memeluk erat tubuhku. Tubuh mungilku segera tenggelam dalam pelukannya. Tangan Ardi dengan lembut membelai rambut panjangku,

“ Sayang… kita harus selamanya bersama ya Yank.” Ujarnya sembari menciuman lembut di bibirku.

“ Iya, Yank, aku juga ngin bersamu selamanya…” jawabku,

ku cium bibirnya lambat tapi sesaat. kemudian ku rapatkan badanku ke badannya. Ku lihat jam di kamar menunjukkan pukul 01.00, mataku pun sudah lelah dan kami pun tidur dengan pulas. Tibalah pagi menjelang, sinar matahari masuk ke dalam kamar melalu jendela dan membangunkanku.

Ada sedikit rasa terkejut melihat wajah Ardi karena baru pertama aku tidur dengan laki-laki. Tapi teringat kejadian semalam membuatku kembali terangsang. Perlahan, kucium bibir Ardi yang sedikit terbuka. Ternyata ciumanku membangunkan Ardi yang kemudian membalas ciumanku dengan lebih bergairah,

“ Selamat pagi wanita tersayangku,” ucapnya dengan sepenuh hati,

“ Selamat pagi juga Pria tersayangku ” jawabku sembari mencium bibirnya.

“ Sayang, aku mandi dulu yahh…” ucapku,

Belum sempat aku berdiri, baru duduk, Ardi menarik perutku, menciuminya dengan lembut. Membuatku menahan keinginan untuk meninggalkan tempat tidur.

“ Ihhh sayang aku, nanti aja sih….”

Kemudian dengan lembut Ardi menciumiku dari perut naik menuju leherku, dan menjilatinya, sehingga akupun dibuatnya mendesah nikmat,

“ Sssshhhhh… Ahhhhhh….. sssshhhhh…. “ desahku,

Ardi menjilati leherku dari belakang. Tangan kanannya meremas-remas payudaraku dan tangan kirinya menekan memekku. Ku rasakan jarinya masuk menyusuri liang memekku, memainkan klitorisku. Tak lama badanku pun menggeliat, pinggulku terangkat, dan orgasme pertama pagi itu datang. Dengan lembut Ardi memangkuku. Diletakannya aku di atas kedua pahanya.

Kakiku melingkar di punggungnya. Kami pun berciuman dan Ardi perlahan memasukkan kontolnya ke dalam memekku. Ardi kemudian memompa kontolnya, membuatku menggelinjang penuh nikmat. Sambil memainkan kontolnya, Ardi menikmati kedua payudaraku yang mengeras.

“ Sssssshhhh….. ahhhhhhh… Enak sayang lebih cepat yah …. Sshhhhhhh… ahhhh… “ pintaku pada Ardi,

Tanpa menjawab kemudian Ardipun menggerakkan pinggulnya dengan cepat, dan aku merasakan memekku kembali berkontraksi. Ku peluk kepala Ardi dengan erat dan aku mengerang nikmat karena orgasme, begitu juga dengan Ardi,

“ Aaaaaaahhhh…. Yank….. enak Yank…. Ssshhh… ahhhh… aku mau keluar Yank, ahhhh” ucapku,

“ Iya yank …. Aku juga mau keluar … ssshhhh…. Ahhh…. “ ucap Ardi dengan nafas yang terseggal- senggal .

“ Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……….. Crotttt…. Crotttt…. Crotttt…. Crotttt…. “

Akhirnya kami dapatkan orgasme secara bersaaman, kemudian Ardi,

“ I’m very…very… love u so much Yank… emuuuachhhh.. “ ucap Ardi sepenuh hati sembar menciumku,

“ Love u too Sayang, emuuachhhh “ balasku sembari mencium bibirnya,

Setelah kami selasai bercumbu, kami kemudian bergegas untuk mandi bersama. Singkat cerita setelah kami selesai mandi merapihkan diri.

Kemudian kamipun bergegas pulang ke kota meninggalkan sprei kamar yang basah karena lendir kawin kami serta bercak darahkku yang bertanda keperawananku telah hilang oleh Ardi kekasih Tersayangku. Sampailah aku dikosanku dan Ardipun pulang kekosanya. Cerita sex 2016, cerita sex dewasa, cerita dewasa, cerita abg dewasa, cerita abg ngentot, cerita tante sex, cerita sex ngentot, cerita dewasa umum, sex ditempat umum, cerita sex anak, cerita sex hot, cerita hot, cerita sex ibu, cerita sex sedarah, cerita sex terbaru, cerita hot dewasa, cerita dewasa tante, cerita dewasa panas, cerita sex mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.