VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Target Pemuas Nafsuku

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Target Pemuas Nafsuku – Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri dulu, namaku Budi umurku 23 tahun, tinggi badanku 172 cm, berat badan 60 kg, dan aku mempunyai kulit yang lumayan putih . Mempunyai penis yang panjangnya sekitar 20 cm dengan diameter 7 cm adalah suatu kebanggan tersendiri untuku. aku kira sudah cukup gambaran tentang diriku, sekrang langsung saja yok kita ke cerita Sexsku.

Sebut saja wanita ini Ibu Nurul, menurutku dia adalah wanita yang cantik, meskipun dia berpakaian ala jilbab dia tetap kelihatan menggairahkan, dilihat dari wajahnya saja sudah sangat terawat sekali, apalagi tubuhnya pasti sangat mlus dan terawat sekali. Dibalik pakaian ala jilbab itu terdapat sebuah rahasia yang didambakan lelaki, vaginanya yang di hiasi oleh bulu bulu tipisnya dan toketnya yang kencang dan padat. Setiap kali aku melihat Dia, kemaluanku selalu dibuatnya berdiri dan tegang jika melihat tubuh Ibu Nurul.

Cerita Ngentot Target Pemuas Nafsuku

Cerita Sex Tante, Cerita Mesum Tante, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex HOT, Ngesex Tante Girang, Ngentot Memek Tante

Aku tinggal di rumah kost dan memiliki tetangga yang bernama Ibu Nurul, Dia berjilbab umurnya sekitar 34 tahun, anaknya sudah 2, yang paling besar masih sekolah kelas 4 SD, yang paling kecil umur 1 1/2 tahun, sedangkan suaminya bekerja di perusahaan kontraktor.

Setiap hari Ibu Nurul ini selalu memakai jilbab panjang sampai ke lengannya, boleh dikatakan aku melihatnya terlalu sempurna untuk ukuran seorang wanita yang sudah berumah tangga dan tentunya aku sangatlah segan dan hormat padanya. Ini dia awal mula ceritaku, suatu ketika suaminya sudah pergi ke kantor untuk bekerja dan aku sendiri masih di rumah, rencananya agak siangan baru aku ke kantor,

“ Budi ”, Ibu Nurul memanggil dari sebelah karena aku masih malas hari ini jadi aku tidak menyahut dan tetap tidur tiduran saja di tempat tidurku,

” Bud … Budi, Ibu minta tolong bisa nggak ?? ujar Ibu Nurul dari luar,

Aku sebenarnya sudah mendengar namun rasanya badanku lagi malas bangun karena mungkin aku yang di panggil tidak segera keluar, maka ibu Nurul Dengan hati-hati membuka pintu rumahku dan masuk pelan-pelan mencari aku, seketika itu juga aku pura pura tutup mataku dia mencari cari aku dan akhirnya dia melihat aku tidur di kamar,

“ Ohh, maaf…” Ujarnya spontan ketika dia masuk kekamarku,

Ibu Nurul kaget karena kebiasaan kalo aku tidur tidak pernah pake baju dan hanya celana dalam saja dan pagi itu penisku sebenarnya lagi tegang biasa penyakit di pagi hari. Seketika itu dia langsung balik melangkah dan menjauh dari kamarku.

Aku coba mengintip Dengan sebelah mataku dan dia sudah tidak ada, tapi kira kira tak lama kemudian dia balik lagi dan mengendap-ngendap mengintip kamarku sambil tersenyum penuh arti cukup lama dia perhatikan aku dan setelah itu ibu Nurul lngsung balik ke rumahnya.

Pada waktu itu di rumah Ibu Nurul sudah sepi, hanya tinggal Ibu Nurul dan anaknya yang paling kecil saja, anaknya yang paling kecilpun sudah tidur terlelap. Masih dengan mata sayup, aku mendengar di samping kamarku, sepertinya ada yang mencuci pakaian, kemudian akupun mengintip di belakang.

Oh… ternyata ibu Nurul sedang mencuci pakaian namun dia hanya memakai daster terusan panjang dan jilbab. Karena daster Ibu Nurul panjang, maka ketika mencuci dasternya basah sampai ke bagian paha. Ketika aku sedang asik mengintip, tiba-tiba ibu Nurul langsung berdiri dan mengangkat dasternya serta mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalian .

Dengan sangat jelas secara otomatis aku melihat vaginanya dan pahanya yang putih di tumbuhi bulu-bulu halus, aku langsung berputar otak dong ketika itu, otakku ingin rasanya mencicipi vagina yang indah dari ibu Nurul yang berjilbab itu, kemudian aku mecoba mencari akal agar aku bisa mencicipi Vagina Ibu Nurul,

“ Maaf ibu Nurul, kemarin ada perlu apa ?“ tanyaku mengagetkan ibu Nurul,

Dengan reflek dia langsung merapikan dasternya yang tersingkap sampai ke paha tadi,

“ Iya nih mas Budi Ibu kemarin mau minta tolong pasangin lampu di kamar mandi Ibu nih“ katanya,

“ Kalo gitu sekarang aja bu, soalnya sebentar lagi saya mau kerja“ ujarku, sambil mataku melihat dasternya, membayangkan apa yang didalamnya,

“ Yaudah kalau gitu dek, yuk lewat sini saja” ujarnya,

Karena memang tipe rumah kost yang aku tempati di belakangnya cuma di palang kayu, secara otomatis kegiatan tetangga yang ada dibelakang kosku kelihatan,

“ Ini lampunya dan kursinya hati hati yah, jangan sampe ribut soalnya anaku lagi tidur” kata Ibu Nurul,

Kemudian akupun langsung memasang dan ibu Nurul melanjutkan mencuci. Singkat cerita setelah selesai memasang akupun ingin berpamitab kepada Ibu Sakia,

“ Bu sudah selesai, lampunya udah terpasang “ kataku,

Kemudian ibu Nurulpun berdiri, emang bener-bener rejekiku. Ketika Ibu Sakia menuju kearahk tiba-tiba dia terpeleset dan akan jatuh ke arahku, secara refleks seketika itu akupun menangkapnya, tanpa sengaja ketika itu tanganku mengenai payudaranya yang montok dan tanganku satu lagi mengenai lngsung pantatnya yang tidak pake celana dalam dan hanya ditutupi daster saja,

” Maaf Dik Budi ya, agak licin lantainya nih , makasih dek ya udah tangkep Ibu…hhe. Dek Budi jangan pulang dulu, tunggu sebentar yah ibu bikinin Teh dulu “ ujarnya,

Kemudian Ibu Sakiapun menuju ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya secara pelan-pelan. Ketika dia sedang membuat teh untukku, aku memberaikan diri untuk memeluknya dari belakang,

“ Budi apa-apaan ini???” sentak Ibu Nurul,

“ Maaf bu saya melihat ibu sangatlah cantik dan seksi” ujarku,

“ Jangan Budi aku udah punya suami ” tolaknya padaku,

Pada saat menolak, dia tetap tidak melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanya itu ,

“ Budi jangann lakukan ini” ujarnya lagi

Tanpa menjawabnya dengan cepat aku menciuminya dari belakang, dan,

“ Ookhh Budih mmm” ibu Nurul menggeliat langsung dia membalik badannya menghadapku,

“ Budi aku ….aaaaa… “

Bwlum sempat dia akan mengucapkan sesuatu langsung aku cium bibirnya, tanpa pikir panjang diapun langsung meresponku dengan langsung memeluk leherku,

“ Mmmmmh…eummm… ” bunyi mulutnya dan aku beradua,

Sembari menciumi bibirnya, kemudian kubuka jilbabnya sedikit saja sambil tanganku mencoba menggerayangi dadanya aku melihat dasternya memakai kancing 2 saja diatas dadanya aku membukanya dan tersembulah buah dadanya yang putih mulus, kujilat dan kuisap pentilnya,

“ Budi … ooohhh….ufhhh” lirihnya,

“ slurrpp…slurp … ” suara saat aku jilat pentilnya,

Sepertinya masih ada sedikit air susunya hmmmm tambah nikmatnya, Sambil menjilat dan menyedot susunya aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternya tapi tanganku tetap menarik dasternya keatas, karena dari tadi dia tidak pake celana dalam maka Dengan gampang itilnya ku usap-usap Dengan tanganku.

“ Ohhh …ohhhh… sssshhhh…. ” gumam ibu Nurul,

Setelah puas mengkulum bibirnya, Kemudian Akupun berpindah kearah Mememknya, dengan pelan-pelan kujilati itil dan vaginanya, kulihat kepalanya telah goyang ke kanan dan ke kiri pelan-pelan sambil lidahku bermain di vaginanya. Dengan cepat kubuka celana pendekku dan terpampanglah penisku yang telah tegang dan agak basah sedikit,

“ Mmmm… Ahhhh… Budi …. Ssss… Ahhhh… ” ujar ibu Nurul,

Setelah aku puas memainkan lidahku di Vagina Ibu Nurul, kemudian aku membawa dia ke atas meja makan dan kusandarkan ibu Nurul di pinggiran meja, aku kembali memainkan tanganku ke itil dan sekitaran vagina Ibu Nurul,

“ ahhhhhh…. Budi… ibu udah nggak kuaat lagi nih, cepat masukin Penis kamu ke Vagina Ibu … Ahhhh… ” ujar Ibu Nurul,

Karena Ibu Nurul sudah mengomando dan akupun sudah tidak sabar untuk merasakan Vagina Ibu Nurul, kemudian dengan pelan pelan kupegang penisku, dan kuarahkan ke vaginanya yang sudah basah dan licin itu, dan

“ bleeesssssssssshh …. Ohhhhh…. ”

“ Ohhhhh…. enaak… bud… ” teriak Ibu Nurul,

Penisku ku diamkan sebentar didalam Vagina Ibu Nurul, spontan diapun melihat ke arah wajahku. kemudian kududukkan dia di atas meja makan dan kuangkat kakinya, mulailah aku memompa kemaluanku,

“ Ohhh… Sss.. Ahhh… vagina ibu sangat enak… Ahhh… ”, bisikku,

“Ohhh… penismu juga sangat enak sekali bud … Ssss… ahhhh…” , balasnya padaku,

Ibu Nurulpun sudah tidak memikirkan lagi norma-norma, yang ada hanyalah nafsu birahinya yang harus dituntaskan. Berulang-ulang ku pompa vaginanya Dengan penisku,

“ Oohh akhh Budi … ”, ku balikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran meja, kutusuk vaginanya dari belakang, “bleesssssssss “

“ Ohhhhh….” teriak Ibu Nurul kuhujam sekeras-kerasnya penisku, tanganku meremas remas susunya,

Aku liat dari belakang, sangat bagus sekali body ibu Nurul ini dalam posisi nungging, tanpa melepas daster dan jilbabnya kutusuk terus. Hingga kurang lebih setengah jam ibu Nurul bilang

“Bud, iibu udah nggak tahan lagi … ohhh… ” ujarnya,

“ Sabar bu bentar lagi saya juga keluar ” Ujarku,

“ Ohohhhh…umpghhh.. Bud ibu mau keluarrrr … achhhh …. ” desah nikmat Ibu Nurul , Kurasakan semakin kencang dan terasa vaginanya menjepit penisku dan kurasakan ada semacam cairan panas yang menyirami penisku di dalam vaginanya. Akupun semakin mempercepat gerakan Penisku,

“ ohhh… ahhhh… Ibu aku juga dah mau keluar nih …. Ahhhh … ohhhh… ” ujar nikmatku,

“ cepat keluarkan Bud, ibu bantu… ohouhhhhh …. ” ujar Ibu Nurul ,

Kemudian Ibu Nurul menggoyangku dengan lihainya, tak lama akhirnya aku merasa akan keluar, dan

“ Ibu aku mau keluararrrrr…oooohhhh ”

“ Crot…. Crot…. Crot…. Crot…. “

Akhirnya cairan mani ku menyirami seluruh vaginanya. Setelah hening sejenak, kemudian aku mencabut penisku dan kupakai celana pendekku. Setelah itu ibu Nurul merapikan Daster dan jilbabnya langsung aku minta maaf kepadanya,

“ Bu saya mohon maaf ya bu, Budi khilaf … ” kataku,

“ Tidak apa-apa kok Bud, ibu juga yang salah yang menggoda Bud i“ ujarnya,

Singkat cerita akupun langsung berpamitan kembali untuk kembali ke kosku untuk mandi dan membersihkan diri. Setelah mandi kulihat ibu Nurul sedang menjemur pakaian tapi jelas didalam daster ibu Nurul tidak memakai celana dalam karena terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai menSaskati jam 10 pagi.

Sebelum aku pergi ku sempatkan pamitan ke ibu Nurul dan dia tersenyum, tidak tau apakah ada artinya atau tidak senyuman Ibu Nurul itu. Dari kejadian itu sampai sekarangpun kami masih berhubungan dan sering melakukan hubungan Sex, bahkan kami semakin menjadi jadi saja. Entah, ini sebuah nikmat atau sebuah dosa bagi kami. cerita sex terbaru, cerita dewasa terbaru, cerita mesum terbaru, cerita hot terbaru, cerita ngentot terbaru, cerita bokep terbaru, cerita mesum, cerita bokep, cerita ngentot, cerita sex, cerita dewasa, cerita sex 2016, cerita dewasa 2016, cerita mesum 2016, cerita bokep 2016, cerita ngentot 2016, sex hot 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.