VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Gairah Membara

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Gairah Membara – Panggil saja Rista 26 tahun, aku seorang sarjana ìlmu pemerìntahan. Usai tamat kulìah, aku bekerja pada kantor pemerìntah daerah dì Solo. Kulìt tubuh putìh bersìh, tìnggì 163 cm dan berat 49 kg. ukuran bra 34b.

Suamì ku juga rupawan. Rìo. Usianya 3 tahun dìatasku atau 29 tahun. Bergelar ìnsìnyur, ìa berkerja pada perusahaan jasa konstruksì. Rìo orang yang pengertìan dan sabar.

Cerita Mesum Gairah Membara

Cerita Sex Gairah Membara

Soal hubungan kamì, terlebih yang berkaìtan ‘malam-malam dì ranjang’ juga tìdak ada masalah yang berartì. Memang tìdak setìap malam. Palìng tìdak 2 kalì sepekan, Rìo menunaìkan tugasnya sebagaì suamì.

Cuma saja , jìka hasratku sedang menìnggì ,dan Rìo menangkis dengan alasan lelah , ìtu cukup membuatku kecewa. Memang ku akuì kalau soal yang satu ìnì , aku lebìh agresìve .

Bìla Rìo sudah berkata, “Kìta tìdur ya,” maka aku pun membuat anggukan kepala meskì waktu ìtu mata aku masìh belum mengantuk.

Akìbatnya, tergolek dìsampìng tubuh suamì. ditengah mata yang masìh terang ìtu, aku serìng , menghayal. Menghayalkan banyak hal. Tentang jabatan dì kantor, tentang anak, tentang harì esok , sampaì tentang ranjang.

Sepertì cerìta Anì atau ìndah dì kantor, yang setìap pagì senantiasa punya cerìta menarìk tentang apa yang mereka perbuat kepada suamì mereka pada malamnya.

Kalau sudah begìnì , tanpa aku sadar , vagìnaku mulaì berlendìr . Untuk mengobatì kekecewaan suamì aku , aku melakukan mastubasì . Tak ada jalan laìn , entah apa kah aku seorang hypersex .

Suatu malam sepulang makan malam dì salah satu resto favorìt kamì, entah mengapa, mobìl yang dìsopìrì suamì aku menabrak sepeda motor. Untung tìdak terlalu parah. Prìa yang membawa sepedamotor ìtu cuma mengalamì lecet dì sìku tangannya.

Namun, prìa ìtu marah-marah. “Anda tìdak lìhat jalan atau bagaìmana. Masak menabrak motorku. Mana surat-surat mobìl Anda? Aku ìnì polìsì!” bentak prìa berkulìt hìtam , berperut buncìt ìtu pada suamì aku.

Kulìhat sorot matanya tajam memandang dìrìku . Ketìka mataku fokus atau berpandangan dengan matanya , aku menerìma sìnyal sìnyal , aneh . Matanya sepertì mengìrìm , sìnyal bìrahì ke otakku . Aku langsung menghìndar , memalìngkan mukaku.

Kemudìan dìcapaì kesepakatan, suamìku akan memperbaìkì seluruh biaya kerusakan motornya. Orang berperut buncìt ìtu , yang kemudìan kìta ketahuì mempunyai nama Umar , pun setuju .

Akhirnya kita melanjutkan , perjalanan dan tiba dirumah . Entah kenapa , sosok Umar membayangiKu , dan membuatKu agak birahi . Aku masuk ke kamar mandi, untuk mencuci muka , dan menganti pakaian .

Untuk mengoda suamiKu , aku mengenakan pakaian tidur tipis , tanpa bra . Lalu aku kembali ke kamar tidur . Aku memerima kekecewaan , suamiku terlihat sudah tertidur pulas .

Dengan membawa rasa kecewa , aku berbaring di sampingnya . mataku menerawang jauh . Tiba tiba ruangan tidurku menjadi gelap , tubuhku kehilangan gaya gravitasi , seakan tubuhku melayang .

Dan aku meresa sesak , tubuhku di himpit sosok bertubuh besar , aku berusaha sekuat tenaga mendorongnya . Sosok itu mundur beberapa langkah , saat itu juga ruang kamarku kembali terang .

Kudapati Umar , dengan mimik muka , penuh nafsu menghapiriku . Tubuhku bagai kehilangan tenaga . Dia merambet baju tidurku , dan merobek begitu saja . Kemudian tangan tangannya yang kasar , meremas buah dadaku , aku merasa sakit sekali . “ lepaskan , tolong .. tolong… “ pekik panikKu .

Lidahnya yang terlihat kasar , menjulur keluar , dan mengenai putting susuku . Saat itu juga , getaran getaran birahi merasuk tubuhku . Aku mendesah kenikmatan . Lidahnya turus berputar , memberi sensasi nikmat di puting susuKu yang mulai membesar.

Tanpa kusadar , bagian bawah tubuhku mulai berlendir . Lidah Umar terus turun dan turun , pusar ku pun di gelitik oleh lidah kasarnya . Lidah kasar itu tak bisa berhenti , dan terus memberiku rasa yang sangat nikmat .

Makin kebawah , terus dan lidah itu mulai menjilati bagian paling pribadi di tubuhKu.

Aku mengerang , merasakan nikmat yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya . Lidah itu terus menjilati selangkangan celana dalamku . Tapi rasanya lidah itu bersentuhan langsung ke klitorisku .

Aku mendesah desah , dengan penuh nafsu . Pinggulku bergoyang seirama dengan jilatan Umar . Dan terus begitu , sampai tubuhku mengeram , kejang . Aku menjerit sekeras mungkin “ Aghhh aku aku keluarrr “ .

Tubuhku mengeliat , menikmati orgasme yang di berikan Umar . Sesaat kemudian Umar , hendak menarik turun celana dalamKu . Saat itu aku teringat suamiku tercinta . Segera Kakiku dengan kuat mendengan tubuhnya .

Umar hanya tersenyum , dan dia mengambil pentungannya . Pentungan yang selalu dibawanya . Pentungan hitam sepanjang 60 cm , di hantam keras ke perutku . Aku menjerit , menerima rasa sakitnya . Berkali kali Umar memukulku dengan pentungan itu . Sampai tubuhku terasa lemas .

Tak bisa kulawan lagi , saat dia menarik turun celana dalamku . Matanya jalang , menatap memekKu dengan bukit berbulu , yang berlendir itu . Dia segera membuka celananya dan aku bergidik .

Yang tegak mengantung itu adalah pentungan hitam yang di gunakan memukul tubuhku tadi . Aku menjerit jerit , ini monster , bukan manusia . Umar semakin mendekat , pentungan yang mengantung di selangkangannya itu terus mendekat ke liang memekku . “ tolong , hentikan tolong , tolong “ jaritKu .

Dan tiba , tiba aku merasakan sakit yang luar biasa di memekKu . Dan ruang kamarku menjadi terang benderang menyilaukan.

Aku terbangun dari mimpi yang aneh itu.

Peluh membasahi tubuhKu . Kulihat suamiku masih terlelap . Perlahan Aku beranjak dari ranjang , dan mengambil air minumku . Aku meminum segela air , untuk menghilangkan rasa kering di tenggorokanku.

Aku ke kamar mandi , membuka celana dalamku , dan duduk di kloset . Aku mendapati celana dalamku basah sekali , begitu juga memekku .

Jari jariku menyentuh klitorisku , dan kembali sinyal sinyal birahi , aktif di otakku . Jari jari ku terus bermain di klitorisku , tubuhku menerima rasa nikmat . Terus dan terus , sampai aku mengejang , mencapai puncak birahiKu di atas kloset itu.

Esoknya, setelah menjemput aku di kantor, Suamiku mengajak aku mampir ke rumah Umar . “ untuk apa , mas ? “ tanyaku . “ yah , kita silaturahmi saja , kan tak enak rasanya , aku telah menabraknya “ kata suamiKu .

Aku mengalah , sebenar aku tak mau ketemu Umar , apalagi sejak mimpiku yang aneh itu . Dan Aku tak pernah menceritakan mimpi itu pada siapa pun , tak terkecuali suamiKu sendiri .

kami pun pergi ke rumah Umar . Setelah berbasa basi dan minta maaf, Suamiku mengatakan kalau sepedamotor Pak Umar sudah diserahkan anak buahnya ke salah satu bengkel besar. Dan akan siap dalam dua atau tiga hari mendatang.

Sepanjang Anjar bercerita, Pak Umar tampak cuek saja. Ia menaikkan satu kaki ke atas kursi. Sesekali ia menyeruput secangkir kopi yang ada di atas meja.

Yang aku tahu matanya terus jelalatan menatap tubuhku . Dan tiap kali matanya , bertemu mataku , ada getaran aneh yang kurasakan . Tapi aku tak tahu apa itu . Yang jelas , aku sepertinya manjadi birahi.

Kalau Memandang tubuh Umar, aku bergidik juga. Badannya besar meski ia juga tidak terlalu tinggi. Lengan tangannya tampak kokoh berisi. Sementara perutnya membusung. Dari balik kaosnya yang sudah kusam itu tampak dadanya yang berbulu. Jari tangannya seperti besi yang bengkok-bengkok, kasar.

Setelah suamiku ngobrol cukup lama , akhirnya kita pamitan . Suamiku segera menjalankan mobilnya dan pulang kerumah . Malam itu aku berencana mengajak suamiku bercinta , tapi begitu dia masuk kamar dia langsung berkata “ ayo kita bobo yuk , aku lelah sekali hari ini , banyak tugas ..”

Aku tersenyum dalam kekecewaan . Dan ikut berbaring bersama suamiku .

Di kantor ,esok harinya aku tak semangat bekerja . Jam makan siang aku gunakan untuk pergi ke Mall . Tapi apes , di perempatan lampu merah , aku kecopetan . Dompetku di gondol pencopet itu . Aku tak terlalu memikirkan uang di dompet itu.

Tapi KTP dan SIM , mau tak mau aku harus lapor polisi.

Setelah proses verbal selesai , aku pamit . Ketika berjalan di koridor kantor polisi itu aku berpapasan dengan Umar. “ Bu Rista, ngapain kesini “ kata Umar . “ oh enggak , cuma , lapor , aku habis kecopetan “ jawabku . Dan terus berjalan , mencoba menghindari dirinya.

“ Eh , Bu Rista , kebenaran kemari , ayo kita makan di kantin sana “ ajak Umar . Matanya yang tajam menatap wajahku . Aku diam sesaat , berpikir , namanya juga polisi , pasti minta di bayarin makan . “ baik ,lah pak , tapi aku gak bisa lama lama yah “ kataKu .

Setelah memilih tempat duduk , aku memesan air jeruk . Umar memesan nasi goreng. Sambil makan ia bercerita. Tentang istri yang minta cerai, tentang dirinya yang disebut orang-orang suka mengganggu istri orang. Aku hanya diam mendengarkan ceritanya.

Kadang Umar juga bercerita , tentang hal hal kehidupan sexnya . Aku mendengarkan, rasa birahi mulai timbul , dan rasanya tubuhku mulai , menyukai Umar . Setelah itu dia menanyakan bagai mana kehidupan sex aku .

Aku hanya bisa menjawab “ ah , biasa aja Pak Umar , namanya juga suami istri “ . Pak Umar tersenyum , “ iyah maksud aku , bagaimana suami kamu di ranjang apa hot kayak aku engak ? “ . Aku hanya diam , aku berpikir , Umar mulai kurang ajar , di lain pihak aku sepertinya tertarik bicara sama dia .

Aku berusaha mengalihkan arah pembicaraan . “ suamiku dan aku sedang ikut program , kami ingin punya anak , jadi kita main pakai aturan . “ . Dan ini mendapat perhatian besar Pak Umar. Ia antusias sekali. Matanya tampak berkilau.

“Oh ya. kalau yang itu mungkin aku bisa bantu,” katanya . “Bagaimana caranya?” tanya aku bingung.

“Mudah-mudahan aku bisa bantu. Kalau mau kita kerumah aku . Aku beri obat,” kata Pak Umar pula. Aku berpikir , dan melirik jam tanganku , baru pukul 3.00 sore . “ Naik apa kita “ tanyaku .

Setelah motor yang aku tumpangi berhenti di rumah Umar , dia segera mengajakku masuk kerumahnya . Tanpa bisa menolak , dia memegang tangan dan membawaku masuk kerumahnya.

“Sekarang saja kita mulai pengobatannya,” ujarnya seraya membawa aku masuk kamarnya. Kamarnya kecil dan pengab. Jendela kecil disamping ranjang tidak terbuka. Sementara ranjang kayu hanya berasalan kasur yang sudah menipis.

Aku masih berdiri , rasanya tubuhku kaku . “ loh koq bengong , ini minyak khusus untuk pengobatan , supaya cepat hamil “ katanya sambil memperlihat botol kecil berwarna hitam . “ Ayo , buka baju kamu ..” katanya lagi .

Entah apa yang terjadi pada diriku , aku seperti kehilangan akal sehat . Perlahan kancing bajuku aku buka satu persatu . Kemudian , aku membuka rok ku sendiri . Kini tubuhku hanya memaki Bra dan celana dalam hitamku saja . berdiri terpaku di depan orang yang pantas manjadi ayahku .

“ Oh , Rista , BH nya juga harus di buka dong “ kata Umar lagi . Tanganku seperti di gerakan oleh pikirannya . Dengan gemetar , tanganku melepas kait BH ku . Dan kini dia bisa melihat jelas buah dadaku yang mengantung bebas , besar dan montok

“ Oh , Rista , suami kamu berutung bisa , memperoleh istri secantik kamu . “ guman pak Umar , lalu memintaku berbaring terlentang di ranjangnya.

Setelah aku berbaring , dia mengolesi tanganya dengan minyak yang ada di botol kecil itu , sebagian minyak itu di tuang di atas tubuhku . Perlahan tangan kasarnya mulai menyentuh tubuhku . Tangannya bergerak mengurut perutku .

Tanganya sepertinya bukan mengurut , melainkan mengelus elus perutku . Makin lama gerakkan tanganya makin keatas ,gairahsex.com dan tangan itu kini memainkan buah dadaku Aku tak kuasa menolaknya . Aku memejamkan mata , merasakan nikmat sentuhan tangan kasarnya.

Aku merasakan bibir memek aku pun sudah mulai basah. Aku mulai merasakan birahiku meningkat. Jari jari itu terus mamainkan buah dada aku , tak ketinggalan putting susu aku di sentuh lembut oleh jarinya.

Sambil mengigit bibir aku , berusaha untuk tidak mengeluarkan desahan aku . Umar terus memainkan buah dada aku. Perlahan tanganya turun kebawah , dan terus turun , jari jarinya menyentuh selangkangan celana dalam aku .

Aku tak kuasa , tubuhku bagai terkena segatan listrik “ ohh Umar , apa yang kamu lakukan ..” . Jari jarinya terus menekan nekan selangkangan celana dalam aku , yang otomasis , menyentuh klitoris aku , yang berada di balik celana dalam aku.

Lendir nikmat aku merembes ke celana dalam aku , terus dan terus membasahi selangkangan celana dalam aku. Jari jari Umar pun , terus bergetar di selangkangan celana dalam aku . “ oh , Umar aku tak tahan .. aku tak kuat.. “.

“ oh , ayo, lepaskan nafsumu , lepaskan jangan di tahan “ katanya lembut , membuat tubuhku tak bisa lagi bertahan . Saat jarinya bergerak semakin liar , tubuhku mengejang hebat , pantatku terangkat , “ Umar , a aku keluarrr “ .

Pantatku kembali terhempas di kasur lusuhnya , tubuhku lunglai . Aku merasakan sensasi nikmat , hampir sama dengan mimpi anehku beberapa hari yang lalu.

“ Rista , itu baru jari aku bermain di celana dalam kamu , kamu bisa bayangkan kalau kamu , buka celana dalam kamu , dan rasakan lidah aku menjilati memek kamu “ bisik Umar di telingaku .

Tangan Umar memegang celan dalam aku , berusaha membukanya , tapi tanganku segera menghalanginya “ jangan Umar , aku malu .. jangan “ .

Tapi Umar terus memaksa , dan lepaslah celana dalam aku , dia orang kedu yang melihat memek aku . Aku sungguh merasa bersalah sama Anjar , tapi tubuhku , pikiran aku sudah di kuasi nafsu birahi yang tak bisa aku tolak .

Saat jari jarinya , membuka bibir memek aku , dan lidahnya menjulur , menjilati kitoris aku tubuhku , mangejang , merasakan nikmat sekali .

“ Umar ahhh , itilku, ohh itilkugatel sekali .. “ desahku yang tak lagi menghiraukan rasa malu . Lidah lidahnya terus menjilati klitoris aku . Membuat tubuhku mengejang tak karuan . “ Umar ohh .. enak enak ..” .

Lidah Umar juga tak ke tinggalan menjulur julur seperti memasuki liang senggamaku. Berputar di dalam liang senggamaku . Tubuhku terasa ringan , seluruh kulitku sensitif Saat , Umar kembali menjilati Klitorisku yang membesar , karena birahi , Aku tak tahan lagi “ ahh , gatel gatel banget , Umar ..ahh…” .

Klitorisku rasanya mau pecah . Tubuh terhentak , aku menjejang , mengejet beberapa kali . Aku mengalami orgasme yang , hebat .

Umar membiarkan aku , dia menatap tubuh bugil ku , yang sesekali masih mengejet Matanya yang jalang , tak melepaskan satu inci pun bagian tubuhKu.

Puas menatap tubuh bugilku Umar melepas pakaiannya . Aku bergidik , jika mengingat mimpiku . Apa iya , kontol Umar sebesar pentungan. Setelah kontol hitamnya mencuat keluar aku baru tenang . Kontol tak sebesar tongkat , tapi lebih besar dari milik suamiku .

Dia mendekat . Aku merapatkan kakiku .” tolong , jangan yang satu ini Umar, tolong..” . Umar tersenyum “ Rista , aku sudah memberikan kamu nikmat , apa salahnya ganti kamu yang memberiku nikmat , “ .

“ jangan , tolong Umar , aku masih punya suami , tolong lah “ pintaku . “ Hemm , oke deh , aku mengerti , kalo gitu pakai mulut kamu saja “ katanya .

“ oh , aku tidak pernah , jangan ..” kataku , dan kontol Umar terus mendekati wajahKu . “ masa sih , kamu gak pernah ngisep kontol suami kamu “ tanya Umar . Aku mengangguk “ Sumpah Umar , aku tak pernah “ .

“ Apa suami kamu pernah jilatin memek kamu ? “ tanya Umar lagi . Aku kembali mengeleng . “ gila , mana enak sih , jadi kalian , langsung aja buka baju , terus ngentot.” katanya . Aku diam saja .

Tapi seakan Umar tak peduli , kontol hitamnya terus di dekatkan ke wajah ku. Seakan tak mampu menolak , aku memejamkan mataku . Yang aku rasakan pipiku terasa hangat , dia menekan nekan kontolnya di pipiku .

Kontol itu bergerak terus ke bibirku , dan berusaha masuk ke mulutku . Perlahan aku membuka mulutku . dan kontolnya mulai masuk ke mulutku . Kontol itu bergerak ,gairahsex.com Umar seperti menzinai mulutku. Keluar masuk mulutku . KepalaKu di pegangnya.

Umar mendengus kenikmatan , dan terus bergerak . Lama kelaman aku pun merasa terbiasa. Dan rasanya aku mulai suka permainan ini . Umar terus memainkan kontolnya di mulutku , sampai dia mengeram , dan spermanya keluar di mulutku .

Aku segera memuntahkan spermanya . Baru kali ini Aku merasakan sperma . Rasanya aku ingin muntah . Umar tampak terduduk lemas. Saat itu aku segera memakai pakaianku kembali . Aku segera meninggalkan ruamahnya , tanpa permisi.

Hari sudah gelap saat aku keluar dari rumahnya . Dengan menyetop taksi Aku segera pulang kerumahKu . Aku melihat Opel Blazer suamiku sudah terpakir dengan rapi .

Sial Aku ke duluannya. Jantung berdegup , aku takut suamiku curiga , otakku segera berpikir , mencari alasan yang tepat jika suamiku menayakan hal ini .

Perlahan Aku membuka pintu , dan memasuki rumah ku . Tiba tiba suamiku memelukku dari belakang . Aku terkejut “ Ah .. mas bikin kaget aja ..” kataKu .

“ ha ha ha , Aku gembira , jabatanku di naikan , yang berarti gajiku juga di naik kan .. “ kata suamiku . Dia ingin menciumku . Tapi aku menghindar , mulutku kotor , aku malu terhadap diriku sendiri. “ Mas , yang benar ah , jangan bercanda “ kataKu untuk menhidari ciumannya .

“ benar , benar , kita harus rayakan “ kata suamiku . “ oh , rayakan di mana mas “ tanyaKu . “ karena sudah malam , kita rayakan di ranjang saja yah, “ kata suamiku . Dan tangannya segera mengangkat rok ku , dan menyetuh selangkanganKu .

Aku berusaha mengindar lagi , ih mas masa di sini , nanti kelihatan orang dong di kamar saja “ kataKu . “ loh , di rumah ini kan cuma kita berdua ..” kata suamiku . Yang jarinya segera meraba selangkangan ku . Jarinya menyelinap di balik celana dalamKu .

Aku takut , suamiku curiga , karena Memekku basah , akibat di buat Umar tadi .

“ , koq memek kamu sudah basah benar sih , kamu horny yah “ kata suami ku . “ ih mas bisa aja , tadi aku habis pipis , di rumah bu Ani “ kataku berbohong . “ oh , kamu di rumah Ani , toh “ kata suamiku .

“ aku mandi dulu yah “ kataku langsung lari ke kamar mandi . Aku segar membasuh mulutku , mencuci bersih memekku . Aku merasa sangat menyesal telah melakukan hal ini terhadap suamiku. Walaupun selama setahun menikah dengannya tak pernah sekalipun aku merasa begitu nikmat dalam bercinta.

Aku membutuhkan kenikmatan itu , tapi aku juga membutuhkan suamiku . Aku tak habis pikir , pikiranku menolak Umar , tapi tubuhku sangat menginginkan Umar .

“ , cepat dong ..” terdengar suara mesra suamiku .

Malam itu kami bercinta . ada rasa hambur disitu . Aku mencintai suamiku , tapi rasanya sexku tak terpuaskan . Sekarang aku makin bisa membedakan . Benar kata Umar , Aku seperti tempolong , suamiku hanya mempergunakan memekku untuk mengeluarkan spermanya , tanpa bisa memuaskan diriku.

Tapi biar bagaimanapun , Anjar adalah pilihanKu , aku harus konsekuen . Aku mencintainya apa adanya. Aku lebih baik mengekang nafsu birahi . Aku memutuskan untuk tak menemui Umar lagi .

“ Rista , mas besok harus ke Jakarta , menemui dereksi darti kantor pusat “ kata Anjar tiga hari setelah kenaikan jabatannya .

“ ha , berapa hari mas , aku boleh ikut ? kataku.Gairahsex

“ Ah cuma sehari koq , “ kata Anjar . “ tapi mas , aku takut di rumah sendiran “ kata ku , dengan harapan suamiku mau mengajakku ke Jakarta . Tapi jawabannya , berbeda dengan yang kuharapkan .

“ aku sudah minta Pak Umar unutk mengawasi rumah kita , dia akan mengirim anak buahnya , untuk jaga di sini , kamu tenang aja deh “ kata suamiku. Jantung berdugup keras , Umar lagi ..

Pagi itu suamiku di jemput mobil dari kantornya , dan mobil itu segera membawa suamiku ke airport . Dangan melambaikan tanganku melepas suami ku ke Jakarta.

Belum sempat aku menutup pintu rumahku , sosok tubuh besar itu sudah berada di depan pintu rumahku . “ Umar , mau apa pagi pagi begini ke rumah orang “ kataku ku buat ketus.

“ loh , suami mu minta , aku menjaga rumah mu , juga menjaga dirimu he he he “ kata Umar , yang terus masuk ke rumahku tanpa di persilakan.

“ Umar , tolong jangan ganggu aku , “ kataKu . Umar menatapku , bola matanya bagaikan bersinar , yang menerobos ke mataku . “ Rista , ayo katakan dengan nurani kamu , kamu tak membutuhkan diriku “ kata Umar .

“ Aku , aku , aku “ lidahku seperti terkunci . Tangan Umar segera mengandeng tubuhku , membawaku masuk ke kamarku.

“ , aku tak bermaksud jahat sama kamu , aku cuma mau memberi kamu kenikmatan . kita sama sama butuh itu “ kata Umar .

Perlahan Umar melepas daster tidurku , yang di balik daster itu aku tak memakai bra . Dan buah dadaku langsung terpampang di hadapannya . Perlahan lidahnya menjilat puting susuku . “ ahh .. “ desahku.

Pikiranku kosong melopong , aku lupa suamiku . aku hanya ingat kenikmat yang kudapat dari Umar . Lidahnya terus bermain di putingku . Jari jarinya hinggap di selangkangan celana dalam merahku . “ ohh Umar .. sudah tolong jangan bikin aku nafsu ” .

Jari jari itu bergerak , dan memekku mulai mengeluarkan lendir birahi . Mulutnya pun terus menyedot nyedot buah dadaku . Jarinya terus menari nari di selangkangan celana dalamku yang makin membasah .

“ Ohh , Umar kamu jahat ooh itilku jadi gatel .. “ desah aku . Umar terus menaikkan birahiku dengan permainannya. Aku sudah tak tahan , aku mendesah kenikmatan “ Umar , aku mau keluar “ . Saat itu , Umar dengan sekuat tenaga , meremas buah dada aku .

Aku menjerit kesakitan , otomatis , birahiku menurun , orgasme aku menghilang . Tapi Umar perlahan menjilati lagi putting susu aku . mengelitik . Membuat birahiku berangsur naik kembali . Kembali aku mendesah kenikmatan .

Saat aku hampir menuju puncak kenikmatan aku , Umar mengigit putting susu aku , memberi aku rasa sakit . kembali aku gagal orgasme.

Tapi Umar segera menaikan birahiku lagi ,dengan memainkan selangkangan aku “ Umar tolonglah , aku mau orgasme buat aku orgasme . ” aku memohon orgasme pada dirinya setelah dia mengagalkan orgasme aku yang ke tiga kali .

“ tenang , aku pasti kasih kamu orgasme yang ternikmat yang pernah kamu rasakan “ . Sambil dia mendorong tubuhku dan aku terduduk di pinggir ranjang.

Celana dalan aku , sudah terlepas dari tubuhku . dangan dua jarinya bibir memek aku di buka . Lidahnya menjulur menjilati klitoris aku . Aku mengerang “ ohh , iyah terus buat aku orgasme , aku mau keluar …Umar ..” .

Lidahnya dengan cepat , terus merangsang klitoris aku yang semakin membesar ,

“ oh.. Umar , gatel , enak sekali teruss “ . Lidah itu terus menjilati klitoris aku .

Aku sudah dekat , dan seperti nya Umar tahu , Dia sengaja , segera klitoris aku di sedotnya dengan kuat , aku merasakan sakit sekali , yang membuat orgasme aku pergi menjauh .

“ Umar , kamu jahat , kamu jahat , tolong aku mau keluarr “ kata aku mengiba , rasanya aku ingin menangis . Mengiba minta orgasme , dari orang seperti Umar , sangat merendah kan diri aku. Tapi apa boleh buat , aku tengah di amuk birahi .

“ Rista , tenang kamu pesti mendapatkan orgasme “ katanya . Lidahnya kembali menjilati klitoris aku dengan lembut. Tiga buah jarinya di gunakan menekan perut aku di bawah pusar . Ini membuat aku merasa ingin pipis . Aku mencoba mengeser tanganya . Tapi aku seperti tak bertenaga.

Lidahnya terus memberi kenikmatan di klitoris aku , sebentar saja , rasa ingin orgasme telah mendera tubuhku . “ Ohh , Umar , aku , oh i-t-i-l nya ..oh gatel sekali , aku tak kuatt .. oh kebelet.. mau pipis “ . Aku merasakan seperti nya sulit menahan rasa ingin pipis , tapi aku juga mau orgasme.

“ Yah , lepaskan Rista , ayo keluarkan nafsu birahi kamu ..” kata Umar . Tubuhku mengejang “ OOHHHH .. Umar .. ahh gatell gatell aku tak tahan“ jeritku tak karuan .

Tubuhku mengerang nikmat , dan Aku menyemburkan pipiku dengan kuat . Aku merasa kan setiap tetes air seniku , mengalir memberi sensasi kenikmatan , berbarengan orgasmeKu .

Aku orgasme dangan begitu fantastik , tak aku perdulikan kamarku yang basah dengan air pipisku . Tubuhku sepertinya rontok , tulangku seperti lepas , aku terbaring dengan lemas.

Umar hanya melihatku dengan tersenyum . Dan membiarkan diriku beristirahat.

Setelah itu tubuh Umar yang bugil merangkang menaikki tubuhku , aku berusaha mendorong tubuhnya “ Umar jangan , aku pakai mulutku saja “ kataKu , tak rela kontolnya memasuki tubuhku .

“ aku sudah pernah merasakan mulut kamu , sekarang aku mau coba memek kamu “ kata Umar . Tubuh terasa lemas , seperti tak bertulang , Umar dengan mudah membuka lebar kaki ku , kepala kontolnya mulai menyetuh liang memekku .

Air mataku meleleh di pipiku saat itu aku teringat suamiku Anjar . Aku memejamkan mata . Saat kurasa , kontolnya mulai memasuki tubuhku .

Getar getar nikmat mulai berkecamuk di diriku . Aku merasakan sentuhan kontolnya yang menikmatkan. Tak pernah Sekalipun aku menemukan rasa ini pada kontol Anjar .

Tat kala batang kontol hitamnya bergerak keluar masuk , aku mulai merakan nikmat yang luar biasa , Umar yang terus mengocok memekku dengan kontolnya mendengus “ memek kamu luar biasa nikmatnya “ katanya .

Dalam hati aku pun berkata yang sama . “ Ahh Umar .. ahhh “ desahku Goyangannya yang lembut, tapi mantap segera membawaku ke puncak orgasme . Tapi seperti sebelumnya Umar menahannya . Dia membenamkan kontol besar di dalam , memekku , dan dia diam tak bergerak .

“ Umar , ayo goyang dong ..” pintaKu . Umar tersenyum “ loh , tadi gak mau , koq sekarang minta “ . Wajahku sepertinya panas , birahiku melorot .

Kembali Umar mengoyang , dan membawaku kepuncak orgasmeku . Aku sudah tak tahan , aku harus mendapatkan orgasmeku . Dan lagi lagi Umar dengan sengaja membatalkan orgasmeku . Kontolnya di hentak keras ke dalam memekku , rasanya kepala kontolnya memukul rahimku .

Aku mengerang sakit . “ Umar , kamu jahat sekali ..” kataku . Umar tersenyum . “ kalau mau ninta orgasme dari aku yah , kamu harus minta dengan mesra dan nafsu dong “ katanya.

Aku seperti seorang cewek murahan tak bisa berpikir jernih . langsung aku berkata “ Ayo , mas Umar e-n-t-o-tin Rista ,yah , Rista minta orgasme , ayo mas tolong “.

Umar tersenyum , dan dia mulai mengoyang batang kontolnya. Kontol itu membuat aku gila . Sebentar saja , rasa gatel di memekku , membuat tubuhku mengerang dan menjerit “ ahhh , enak….aku keluarrr “.

Aku lemas , Umar menahan gerakan kontolnya sebentar , merasakan otot otot memekku meremas batang kontolnya , dan kemudian bergerak lagi . Sebentar saja , aku mencapai orgasme lagi .

Entah hari itu berapa kali tubuhku , mengejang di buat orgasme oleh batang kontol Umar . Yang jelas aku sangat menikmati permainannya . Aku lupa siapa diriku , aku lupa siapa suamiku.

Sejak saat itu, aku pun ketagihan dengan permainan Pak Umar. Kami masih sering melakukannya. Kalau tidak di rumahnya, kami juga nginap di Tawangmangu. Meski, kemudian Pak Umar juga sering minta duit, aku tidak merasa membeli kepuasan sahwat kepadanya.

Semua itu aku lakukan, tanpa setahu Anjar. Dan aku yakin Anjar juga tidak tahu sama sekali. Aku merasa berdosa padanya. Tapi, entah mengapa, aku juga butuh belaian keras Umar itu. Entah sampai kapan. Cerita sex 2016, cerita sex dewasa, cerita dewasa, cerita abg dewasa, cerita abg ngentot, cerita tante sex, cerita sex ngentot, cerita dewasa umum, sex ditempat umum, cerita sex anak, cerita sex hot, cerita hot, cerita sex ibu, cerita sex sedarah, cerita sex terbaru, cerita hot dewasa, cerita dewasa tante, cerita dewasa panas, cerita sex mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.