VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Keluarga Tante Dina Gila Sex I

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Bugil, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Keluarga Tante Dina Gila Sex I – Hari itu aku di aku di telepon Mbak Maya Aku disuruh datang kerumahnya, Katanya ada hal penting yang harus dibicarakan dan Aku langsung menyanggupinya. Tapi aku bilang kalau aku hanya bisa datang besok sore hari, karena aku sudah ada janji dengan adiknya si Rima pada hari ini.

Mbak Mayapun setuju dengan usulku itu. Aku lalu berangkat ke rumah Rima. Sesampainya aku di rumah Rima, aku langsung saja masuk kedalam rumah karena aku sudah terbiasa dengan keluarganya. Sesampainya aku di dalam rumah, aku tidak mendapati siapa-siapa. Aku langsung saja duduk di ruang tamu.

Cerita Mesum Keluarga Tante Dina Gila Sex

cerita sex tante, cerita hot tante, cerita tante hot, cerita sex threesome, cerita thresome abg

Tapi aku mendengar ada orang yang sedang mandi. Aku tidak tahu siapa yang sedang mandi itu, jadi aku hanya menunggu saja. Tidak berapa lama aku menunggu tiba-tiba Rima dan ibunya muncul dari pintu depan.

“Hai Yosep, udah lama kamu datang?” sapa ibu nya Rima yang biasa kupanggil Tante Dina.

“Iya tante barusan aku datang nih.. Tante dan Rima darimana?” aku balik bertanya.

“Kami dari mall Yosep.. Capek sekali nih” jawab si Rima duduk dekat ibu tirinya itu.

“O ya tadi aku mendengar ada orang yang sedang mandi.. siapa ya?” tanyaku.

“O.. pasti Mbak Nindy Yosep..” jawab Rima lagi.

Tak lama kami pun terdiam. Cukup lama kami terdiam. Diam-diam aku memperhatikan mereka berdua. Rima dan ibunya hanya tersenyum saja aku perhatikan seperti itu. Aku jadi mulai bernafsu memandangi mereka berdua. Aku lalu mendekati mereka. Setelah berdiri dekat mereka, aku langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang sudah mulai tegang.

“Ah.. Yosep, kamu sudah kepingin lagi ya..?” kata tante Dina dengan genitnya.

“Iya tante.. kita mulai lagi yuk..” kataku sambil meremas payudara tante Dina dari balik pakaiannya.

Sementara kepala Rima kudorong supaya dia memasukkan penisku kedalam mulutnya. Aku dan keluarga Rima memang sudah terbiasa melakukan seks bersama2. Karenanya aku langsungsaja memulainya. Rima langsung mengulum penisku dengan sangat bernafsu.

Aku sangat senang sekali melihat dia mengulum dan menghisappenisku. Sementara tanganku terus meremas-remas payudara tante Dina dan mulai membuka pakaiannya. Akhirnya tante Dina hanya memakai celana roknya saja.

Tanganku terus meremas-remas payudara tante Dina sementara Rima sibuk menghisap penisku. Kemudian kepala Rima kutarik perlahan dan gantian tante Dina yang memasukkan penisku kedalam mulutnya. Sungguh sangat enak sekali. Aku juga mulai melepaskan pakaian yang dikenakan Rima sambil meremas-remas payudaranya kiri dan kanan.

Akhirnya Rima juga hanya mengenakan rok nya saja, tanpa baju. Mereka berdua asyik menghisap penisku dengan sangat bernafsu dan bergantian dan mereka hanya hanya memakai pakaian bawahnya saja. Tanganku juga meremas-remas payudara mereka bergantian. Agak lama juga mereka menghisap penisku hingga warnanya kemerahan.

“Tuh Nindy sudah selesai mandi Yosep..” kata ibu si Rima.

Aku melihat Nindy keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya. Nampak jelas keindahan tubuh Nindy yang dililit handuk itu.

“Hai Yosep sudah lama datangnya?” tanya Nindy dengan riang padaku dan agak kaget dengan yang kami lakukan.

“Ohh.. kalian udah mulai duluan ya?” katanya sedikit kaget.

“Iya Mbak” jawabku sambil tersenyum.

Melihat pemandangan yang ada didepanku itu, aku jadi semakin bernafsu. Aku langsung menghampiri Nindy dengan penis yang tegang dan mengacung kearahnya. Rima dan Tante Dina hanya tersenyum saja melihatku.

Sementara Mbak Nindy hanya berdiri saja melihatku mendekatinya. Aku langsung menarik tangannya ke sofa di ruang tamu disamping Rima dan ibunya duduk. Sesampainya di sofa aku melepaskan handuk yang melilit tubuhnya yang putih mulus hingga tubuhnya yang putih tinggi semampai itupun polos bugil menampakkan keindahannya.

Sementara penisku berdiri tegak dengan warna yang kemerahan. Nindy hanya menjerit kecil dan tertawa saja. Dia membiarkan aku melepaskan handuk yang dipakainya. Aku langsung memeluk tubuhnya yang wangi. Aku segera menciumi payudaranya sambil memeluk tubuhnya dengan berdiri. Aku menghisap payudaranya kiri dan kanan.

Nindy hanya mendesah saja. Sementara itu Rima dan ibunya hanya memperhatikan saja dengan nafas yang mulai tidak teratur. Rima dan ibunya hanya memakai pakaian bawah saja. Sementara tangan Nindy mulai melepaskan bajuku, hingga aku juga telanjang bulat.

Aku masih asyik menghisap payudara Nindy kiri kanan dan ciumanku berlanjut kebawah. Aku berjongkok. Aku mengangkat kaki kanan Nindy ke pinggir sofa. Aku menjilati memeknya. Sungguh enak memek Nindy kalau dijilat. Sementara peniskupun sudah semakin tegang dan membesar dan makin panjang. Aku masih terus menjilati memek Nindy dengan sangat bernafsu.

Nindy masih saja merintih-rintih. Aku makin semangat mendengar rintihan Nindy. Tak lama Nindy menarikku keatas. Dan dia pun berjongkok. Lalu dia langsung memasukkan penisku kedalam mulutnya. Nindy menghisap penisku dalam-dalam dan menghisapnya dengan sangat bernafsu.

Sementara Rima dan ibunya makin semangat menonton kami. Mereka melihat sambil mendekati kami. Nindy masih terus menghisap penisku dengan sangat bernafsu. Aku sangat senang melihat Nindy seperti itu.

Agak lama aku membiarkan Nindy memasukkan dan mengeluarkan penisku kedalam mulutnya. Akhirnya akupun tidak tahan lagi. Aku segera menarik Nindy dan membaringkannya ke sofa, tepat disamping Rima. Aku lalu membuka paha Nindy dan mulai memasukkan penisku kedalam memeknya. Nindy menjerit tertahan begitu penisku masuk menerobos kedalam memeknya.

Ahh.. sungguh sangat enak sekali. Begitu penisku masuk, langsung memek Nindy memijit-mijit penisku. aku langsung memasukkan dan mengeluarkan penisku kedalam memeknya. Nindy hanya menjerit kecil dan mendesah saja. Aku langsung menggenjot dan mulai mempercepat gerakan pinggulku. Nindy hanya makin keras desahannya.

Akupun semakin bersemangat aja. Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku. Dan tak lama aku merasakan penisku jadi hangat. Rupanya Nindy sudah keluar. Tapi aku kayaknya masih lama untuk keluar. Kulihat Nindy nampak terengah-engah.

Aku langsung menghampiri ibu si Rima yaitu tante Dina. Aku langsung meremas payudara tante Dina yang putih dan montok. Aku langsung menciumi payudara tante Dina dan membuka BH nya. Aku menghisap payudara tante Dina bergantian. Tante Dina hanya mendesah saja aku perlakukan begitu. Sementara Rima menatapku dengan bernafsu.

“Sebentar ya Rima, sekarang aku menggarap ibumu dulu.” kataku pada Rima.

“Lakukan saja Yosep, aku senang dengan situasi seperti ini.” jawab Rima.

Aku terus menciumi payudara tante Dina dengan bersemangat. Ciumanku makin lama makin kebawah. Akhirnya ciumanku mengarah ke memek tante Dina. Aku menjilati memek tante Dina dan memasukkan lidah ku kedalam aginanya. Tante Dina menjerit senang.

“Ahh.. Yosep.. terus sayang..” katanya sambil mendesah.

Aku semakin bersemangat saja. Akhirnya aku duduk di sofa dan memberi isyarat pada tante Dina supaya berdiri membelakangiku. Tante Dina mengerti dan membelakangiku. Perlahan-lahan aku mendudukkan tante Dina di pangkuanku dan mengarahkan penisku ke memeknya dari belakang dan sambil duduk.

“Biar aku bantu memasukkan penismu kedalam memek ibuku Yosep..” kata Rima sambil menggenggam penisku dan mengarahkannya kedalam memek ibunya.

Perlahan-lahan penisku menerobos memek tante Dina. Tante Dina menjerit tertahan begitu penisku masuk ke memeknya.

“Ahhh.. Yosep enak sekali sayang..” kata tante Dina dengan desahan yang makin menaikkan nafsu seks ku.

Aku makin bersemangat saja. Perlahan-lahan tante Dina mulai menaik turunkan pantatnya diatas pangkuanku. Dan tanganku juga asyik meremas-remas payudaranya dari belakang. Sementara Rima dengan serius memperhatikan tepat di depan penisku yang sudah masuk kedalam memek ibunya.

Sekali-kali waktu tante Dina menaikkan pantatnya, Rima menjilati batang penisku. Begitu seterusnya. Gerakan pantat tante Dina mulai cepat. Dan makin lama makin cepat. Dan kelihatan kelincahan pantat tante Dina naik turun diatas pangkuanku. Kadang-kadang dia memutar2 pantatnya.

Sekali waktu penisku terlepas dari memek tante Dina. Waktu terlepas itu Rima segera menyambar penisku dan mengulum-ngulum nyadengan sangat bernafsu. Kemudian memasukkan kembali kedalam memek ibunya. Tanganku tetap tidak berhenti meremas-remas payudara tante Dina. Kadang-kadang aku menghisap payudara tante Dina dari belakang.

“Ahhh.. Yosep.. kamu pingin menghisap susuku ya..?” kata tante Dina.

“Kalau begitu aku ubah posisiku ya.. sayanghh..” kata tante Dina sambil melepaskan penisku dari memeknya dan berbalik menghadap ke depanku.

Kemudian dia kembali memasukkan penisku kedalam memeknya.

“Ayo sayang.. kita lanjutkan lagi..” katanya.

Kemudian kembali tante Dina menaik turunkan pantatnya diatas pangkuanku. Sementara aku dapat bebas menghisap payudaranya dan meremas-remas payudaranya bergantian.

Tante Dina merintih-rintih diatas pangkuanku. Pantatnya makin lama makin cepat turun naik sehingga penisku yang sudah masuk kedalam memeknya menimbulkan bunyi. Agak lama juga tante Dina menaik turunkan pantatnya hingga kemudian..

“Yosep.. aku sudah mau keluar.. sayanghh.. Kamu gimana..?” katanya.

“Keluarkan saja tante.. aku masih agak lama nih..” kataku sambil menciumi payudaranya dan menghisapnya bergantian.

Sementara tanganku tidak berhenti meremas-remas payudaranya yang putih montok. Tak lama kemudian tante Dina memeluk tubuhku dengan kencang. Kepalaku dibenamkannya dalam-dalam ke payudaranya.

“Ahhh.. Yosep.. sayanghhh.. aku sudah keluar..” katanya dengan tubuh yang melemah.

Sementara aku masih jauh untuk keluar. Memang aku tidak bisa cepat keluar kalau hanya main dengan satu orang wanita saja. Kemudian tante Dina mencabut penisku dari memeknya.

“Yosep.. sekarang giliran Rima yang kamu garap..” katanya sambil menghisap penisku yang masih tegang.

Aku kemud ian bergerak kearah Rima dan menyuruhnya untuk menungging. Rimapun mengerti dengan tujuanku. Dia menungging dengan posisi kaki tegak. Sementara tangannya memegang sandaran sofa. Tante Dina dan Mbak Nindy hanya duduk dengan nafas yang masih terengah-engah. Perlahan-lahan aku memasukkan penisku kedalam memek Rima dari belakang sambil berdiri.

“Ahhh.. enak Yosep..” kata Rima.

Kemudian setelah posisinya pas, aku memaju mundurkan pantatku sambil memegang pantat Rima dan meremas-remas nya. Makin lama gerakan ku makin cepat dan Rima merintih rintih dengan suaranya yang makin bikin aku bersemangat.

“Ah.. ahhh.. ahh.. Yosep.. enak sayang..” katanya.

Aku tidak peduli dengan suara Rima malah makin mempercepat gerakan pantatku. Aku lalu meraih payudara Rima sehingga dia berada pada posisi membelakangiku sambil berdiri. Kaki kirinya kunaikkan keatas pinggir sofa.

Kemudian kembali aku menggenjotnya dari belakang sambil tanganku tidak berhenti meremas-remas payudaranya yang montok. Rima hanya merintih-rintih saja. Sekitar sepuluh menit, aku mulai merasakan tanda-tanda akan keluar.

“Rima.. aku sudah mau keluar nih.. kamu bagaimana sayang..?” kataku sambil terus menggenjot pantatnya.

“Aku juga hampir keluar Yosep.. kalau kamu mau keluar diluar memekku saja ya sayang.. karena aku belum minum pil KB nih..” katanya.

Tapi ternyata tubuh Rima sudah mulai menegang.

“Ahh.. Yosep.. aku keluar duluan aghh..” katanya dan ternyata kakinya tidak mampu untuk berdiri sehingga dia terduduk dan penisku tercabut dari memeknya.

“Aku juga sudah mau keluar ahh.. aku sudah mau keluar juga..” kataku.

Tante Dina dan Mbak Nindy yang dari tadi hanya melihat saja buru-buru mendekat dan mengarahkan kepalanya kepenisku. Rima juga mendekatkan kepalanya kepenisku. Akhirnya aku keluar juga. Sambil memegang penisku, aku mengarahkan air maniku kemulut tante Dina, Mbak Nindy dan Rima yang sudah berjongkok didepan penisku.

Mereka membuka mulutnya lebar-lebar hingga air maniku masuk kedalam mulut ketiganya. Lumayan banyak juga air maniku keluar hari itu. Mereka kelihatan senang melihat air maniku banyak keluar dan mereka menelan spermaku, kemudian mereka bergantian mengulum penisku sekaligus membersihkan sisa sperma yang masih menempel di penisku.

“Ahhh.. enak sekkali..” kataku sambil duduk diatas sofa.

Tante Dina duduk disebelah kiriku dan Mbak Nindy duduk di sebelah kananku sementara Rima duduk di pangkuanku. Kami sama -sama menarik nafas panjang.

“Ahhh.. seru sekali ya..” kata Mbak Nindy.

“Iya Yosep memang luar biasa ..” kata tante Dina.

Sementara Rima hanya menggenggam penisku yang walaupun sudah keluar tapi masih tetap tegang.

“Iya.. aku lemas nih..” jawabku.

Mereka bertiga hanya tersenyum saja. Lama kami terdiam.

“Tadi pagi aku ditelpon Mbak Maya.. ada apa ya..?dia menyuruhku untuk datang kerumahnya.” kataku memberitahukan tentang telepon dari Mbak Maya.

“Kapan kamu disuruh kesana Yosep..?” tanya Rima

“Aku bilang kalau aku bisa datang besok sore.” jawabku.

“Ya udah datang aja besok. Mungkin Mbak Maya kangen sama kamu” jawab Rima lagi.

Aku tersenyum saja mendengarnya.

“Oya tadi ibu sama Rima beli makanan. Kita makan aja yuk. Lapar nih.” kata ibu Rima.

Akhirnya kami berempat berjalan menuju keruang makan dengan telanjang bulat. Penisku sudah tidak tegang lagi berayun-ayun kekiri dan kanan waktu melangkah. Tante Dina, Mbak Nindy dan Rima hanya tersenyum saja melihat penisku. Kami berempat makan diruang makan dengan telanjang bulat.

Setelah makan kami duduk-duduk santai di meja makan. Hari itu seperti biasa aku tidak diperbolehkan pulang tapi harus menginap disana. Setelah makan kami meneruskan lagi permainan kami di kamar tante Dina yang agak luas.

Aku terus mengentot Rima, ibunya dan Mbak Nindy bergantian dan bermacam gaya. Akhirnya karena kecapekan kami tertidur di kamar tante Dina. Malamnya kami teruskan lagi permainan kami hingga kami kembali tertidur dan bangun pagi hari. Cerita dewasa, cerita sex 2016, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis, cerita sex artis, cerita porno artis, cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan, cerita bokep, cerita ngentot.

BERSAMBUNG….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.