Cerita Sex Dinas Kantor Plus-Plus

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Bugil, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Dinas Kantor Plus-Plus – Aku menjabat Kepala Cabang perusahaan asing ternama disalah satu kota di Sumatra. Dalam pekerjaan ku, salah satu team ku sebagai asisten ku,bernama Melly sudah bersama ku selama 3 tahun lebih.

Melly sangat menarik, dandanannya cukup simple, namun suka pakai rok mini. Dalam pekerjaan sehari-hari aku dan Melly selalu membicarakan tugas, tidak pernah melenceng ke hal-hal sex, meskipun aku sering mencuri-curi ke arah pahanya yang mulus, yang tidak ter”cover” oleh rok-nya yang mini.

Cerita Seks Dinas Kantor Plus-Plus

Cerita Sex Selingkuh, Cerita Mesum HOT, Cerita Sex HOT, Cerita Ngentot 2016, Cerita Dewasa Selingkuh

Sering aku menghampiri meja kerjanya untuk membicarakan tugas, dan Melly dengan santainya membicarakan serius tanpa gaya merayu atau apapun. Paha yang terlihat pun tidak ada usaha untuk menutupinya ataupun. Pokoknya hubungan ku “straight” sebatas pekerjaan.

Adalah hal rutin untuk saya berkunjung ke kantor pusat Jakarta untuk urusan rapat dll. Namun kejadian minggu lalu adalah hal yang benar2 berbeda.

Undangan rapat pun tiba dan kantor pusat memanggil kami untuk rapat membicarakan krisis, karena cukup penting maka kantor pusat memanggil beberapa staff cabangku termasuk Melly.

Sengaja aku sampaMellyn ke Melly bahwa dia aku utuskan untuk hadir di Jakarta, namun dibalik itu aku memang rencanakan untuk hadir, aku booking tiket pesawat secara terpisah.

Pada hari H, aku langsung check in di counter Garuda, saat boarding sengaja aku masuk pesawat paling akhir, sambil jalan di gang aku lihat penumpang dan terlihatlat Melly yang sudah duduk dikursi jendela. Belum selesai dia terkaget akan kehadiranku, aku sudah langsung bilang bahwa aku putuskan untuk ikut rapat. Dalam perjalanan hampir dua jam lebih aku hanya bisa melihat Melly dari belakang, karena aku dapat kursi paling belakang sedangkan Melly ada ditengah.

Saat mendarat di Jakarta, langsung aku menghampirinya dan aku jelaskan lagi bahwa aku putuskan untuk ikut karena pentingnya rapat ini, dan Melly pun hanya mengangguk sembari menjawab “Ya Pak” dengan nada pelan, sambil dalam hati kebingungan (mungkin).

Dari Airport Jakarta langsung kami menuju ke Hotel Mulia tempat kami meeting dan menuju ke salah satu Ballroom untuk mengikuti meeting. Karena waktu yang mepet sekali, kami langsung menuju ke Ballroom tsb tanpa check in kamar terlebih dahulu. Rapat pun berjalan serius dan berakhir sore hari.

Saya langsung suruh Melly untuk check in ke reception, sempat Melly menanyakan apakah saya mau check in kamar juga. Saya jawab nanti saya susul setelah saya menemui atasan saya di Ball room itu.

Selesai berbicara dengan atasan saya, saya menuju ke reception, dari jauh aku melihat Melly dari belakang dengan rok mininya serta terlihat pahanya yang mulus yang sudah aku hafal benar…

Ku dekati Melly dan langsung Melly nanya, Bapak mau check in juga? Aku hanya bilang kamu check in saja dulu, aku nanti nyusul.

Selesai check in Melly menuju lift untuk kekamar, aku ikuti sambil membicarakan topic rapat tadi, Melly pun masuk lift dan memasukkan kartu kamarnya dan menekan tombol lantai 17. Didalam lift aku jelaskan bahwa kamar hanya pesan satu, dan aku tanya Melly apakah dia keberatan kalau aku gabung dikamar dia, plus aku tambahkan sekalian menghemat anggaran kantor cabangku, toh cuman untuk tidur saja.

Melly terlihat bingung namun juga tidak bilang keberatan atau tidak keberatan, sambil jalan ke kamar yang dituju. Sesampainya dikamar aku langsung aja menaruh koper kecilku, dan Melly sempat menanyakan apakah aku serius mau sekamar dengannya.

Aku tegaskan lagi bahwa kalau hanya untuk tidur semalam gak ada masalah. Akhirnya sambil terheran-heran, Melly meng-iya-kan, tanpa menyebut syarat-syarat.

Kami pun mulai melepaskan baju kantor kami, aku lepas dikamar dan Melly masuk ke kamar mandi untuk ganti baju sekaligus membersihkan diri.

Aku hanya bilang sehrian capek kita gak usah keluar makan, kita order room service saja, Melly pun langsung setuju.

Sambil menunggu makanan room service aku pun mandi, namun dalam otak ku hanya terbayang tubuh Melly yang mulus.

Setelah kami makan, Melly pun kembali ke kamar mandi (aku pun tidak tahu apa yang dia perbuat), aku santai sambil nonton Star Sport dikamar, duduk di soaf yang nyaman. Interior hotel yang indah membuat suasana sangat romantis, ditambha sinar lampu yang pas.

Melly pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan daster warna kuning muda, sambil berbaring di ranjang dan ikut menonton Star Sport, Melly menanyakan mengenai posisi tidur, karena ranjang yang kami dapat adalah King Size Bed, aku hanya bilang aku biasa di sebelah kanan, maka Melly pun langsung ke sebelah kiri.

Melly tidak menyukai tayangan sport di TV, dan dia bilang mau tidur. Sepuluh menit kemudian aku pun ke tempat tidur, lampu aku redupkan, dengan hati yang berdebar.

Lima menit, sepuluh menit waktu berlalu aku [pun tidak bisa langsung tidur lelap. Ku lihat Melly pun beberapa kali pendah posisi, yang pasti Melly belum bisa tidur juga.

Setengah jam pun berlalu, kondisi masih sama, kami berdua masih gelisah dalam hati, sampai pada akhirnya aku usap daster Melly warna kuning muda yang sedang bertolak muka dengan aku. Dengan pelan namun pasti, Melly membalikkan badan dan kontan tangannya membalas usapanku.

Aku langsung mendekat dan memeluk tanpa tolakan sedikitpun dari Melly, malah Melly pun memulai gerakan erotisnya. Aku aba pahanya yang sering aku tatap dikantor kini ada di genggamanku. Tangan jahil ku pun mulai meraba hingga ke arah Miss. V nya.

Tak sabar aku langsung perlahan melepas dastenya yang lembut, dan sekali lagi Melly pun tidak menolaknya, bahkan wajahnya dibuat manja, sehingga aku tak tahan untuk menciuminya. Lepaslah sudah datser kuning muda itu, dan dari wajah aku turun menciumi leher, pundak, dan akhirnya menuju ke ketiaknya yang bersih tanpa bulu, Melly pun mulai mengerang-ngerang nikmat.

Puas mencium kedua ketiaknya, aku menuju toked-nya yang kencang pertanda birahi. Beberapa saat kemudian aku menelusuri perut hingga tiba di Memek nya yang masih tertutup celana dalam. Kunikmati celana dalamnya nya yang halus di remang-remang kamar Hotel Mulia yang romantis.

Melly mengenakan celana dalam biasa (bukan lingerie) warna krem dengan gambar kecil panda lucu. Ku sadari bahwa Melly tidak menyangka kalau malam itu dia ada acara “honeymoon” dengan aku.

Perlahan sambil menikmati celana dalamnya yang biasa, aku melepaskan nya melihat Memek nya yang ditumbuhi rabut yang natural. Foreplay pun dimulai dengan berbagai posisi dan bertaburan kecupan dari masing-masing insan. Aku sadar bahwa Melly pun sudah siap setelah meraba Memek nya yang sudah licin sekali.

Aku pun melepas busana secepat kilat dan langsung menancapkan secara perlahan tapi pasti Penis ku ke Memek nya. Wow, beberapa kali goyangan di Memek yang licin sempat membuat Penis ku muntah, tapi aku pakai teknik untuk mengurangi sensitivitas.

Beberapa posisi aku coba sampai pada saatnya Melly yang sedang berada diatasku tiba2 mengerang sambil kurasakan Memek nya makin menghimpit Penis ku, saat itulah Melly mengalami orgasme yang hebat. Tak kuasa aku melihat sambil merasakan memeknya yang lagi action, aku pun mencapai puncaknya, namun aku langsung sadarbahwa aku belum pernah membicarakan soal kontrasepsi yang dia pakai (gak tahu pakai atau tidak), dengan berat hati aku langsung angkat sedikit tubuh Melly agak Penis ku keluar segera dai Memek nya, dan muntah sperma ku di tubuhku sendiri, sedikit mengenai perut Melly.

Tanpa ijin Melly aku langsung tarik daster kuning mudanya untuk mengelap sperma yang berceceran, Melly pun tidak sempat komplain karena dia lemas dan penuh kepuasan….

Dalam hitungan menit, kami pun berdua tertidur lelap tanpa busana, hanya berselimutkan selimut putih tebal yang lembut…

Ketika matahari pagi mulai bersinar, korden Hotel Mulia yang tidak rapat tertutup menembuskan sinar matahari pagi yang mebangunkan kami. Tak tersadarkan aku bangun sambil memeluk perut Melly yang ramping dan mulus. Aku pun mulai mengusap kelembutan kulitnya, kuciumi bibirnya dan Melly pun terbangun.

Beberapa pelukan pun terjadi yang membuat Penis ku memanjang lagi, tanpa basa basi yang panjang aku pun terlibat dalam permainan yang tidak kalah serunya, kali ini to the point karena semuanya sudah terbuka. Beberapa kalai kami berganti posisi bagai pegulat profesional, hingga akhirnya posisiku diatas dan terus menggenjot Memek nya yang licin.

Lebih lama dari pergulatan semalam, aku mampu menahan klimaks, Melly pun terlihat sudah mencapai orgasme, dan aku pustuskan untuk memuntahkan sperma ku, sekali lagi diluar Memek nya, rambut kemaluannya pun terlihat berceceran sperma ku. Sempat kuatir kalau kalau ada sperma yang masuk ke Memek nya, ceritanya bisa panjang nantinya….

Setelah berpelukan yang bermesraan ala romantic, kami pun segera mandi bersama, mengingat waktu yang harus kami kejar untuk rapat hari kedua, kami pun hanya mandi bersama plus sedikit saling mengusap dengan sabun.

Rapat hari kedua pun dimulai seperti biasa, dan sorenya kami pun kembali ke kota kami. Tidak banyak yang kita bicarakan “About Last night” yang jelas aku menuggu kesempatan untuk “honeymoon” berikutnya. Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa 2016, Cerita Mesum, Cerita Mesum HOT, Cerita Mesum terbaru, Cerita Mesum 2016, Cerita Ngentot, Cerita Sex Ngentot, Cerita HOT Ngentot, Cerita Sex HOT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.