VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Ngentot Anak Pejabat

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Bugil, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Ngentot Anak Pejabat – Semua pengalaman yang saya dapatkan (di lain sisi kehidupan real saya), saya dapatkan dari canggihnya teknologi informasi. Teknologi yang saya maksud adalah chatting.

Dari chatting inilah, aku banyak mengenal wanita di Surabaya ini. Dan dari sinilah aku punya banyak teman wanita, baik hanya untuk sekedar curhat masalah yang sedang dihadapi, masalah pribadi, masalah keluarga, diskusi tentang hidup atau bahkan dalam urusan sex yang berujung Making Love.

Cerita Mesum Ngentot Anak Pejabat

Cerita Sex ABG, Cerita Mesum ABG, Cerita Ngentot ABG, Ngesex Memek ABG, Ngentot ABG HOT

Suatu hari, aku online di salah satu channel chatting dengan seorang mahasiswi. Namanya Melly (20 tahun). Dia adalah anak seorang pejabat di salah satu BUMN di Jawa Timur dan sedang menjalani kuliah di salah satu universitas favorite di kota Malang. Perkenalan ini berawal dari seringnya aku online barsama Melly.

Singkat cerita, suatu hari aku ada tugas dinas ke kota Malang dan iseng-iseng aku hubungi dia melalui nomor HP yang sudah dia berikan sebelumnya. Dan dengan senang hati dia mau ketemuan, asal dengan syarat dia bawa teman. Walhasil, aku ketemu dia di salah satu cafe di daerah kampus yang berada di pinggir kota.

“Hey.. Kamu Melly” sapaku.

“Hey, Dandy ya.. ” sambil menjawab Melly mengulurkan tangannya.

“Kenalin ini temanku Dony,” sambil mengenalkan temanku.

“Oh ya, kenalin juga ini temanku Rida,” kata Melly mengenalkan temannya.

Sepintas terlihat, Melly adalah sosok seorang gadis model. Karena bentuk tubuhnya sangat semampai dengan ciri 167/45. Sehingga tonjolan di dada maupun di pantatnya tidak begitu nampak sebagaimana gadis-gadis yang aku kenal. Lamunanku buyar saat Melly menawarkan menu yang mau dipesan.

“Dy, kamu mau makan apa?” tanya Melly.

“Mmm, anu.. Terserah deh” jawabku gugup.

“Kenapa say.. Kok nervous gitu?” tanyanya manja.

Wah dadaku berdetak keras saat dia panggil aku dengan kata “say.. ” tetapi aku cepat menguasai keadaan dan bersikap seperti nggak ada rasa GR dengan panggilan yang aku kira sangat romantis banget.

“Tidak kok, tidak apa-apa, aku ngikut aja,” jawabku datar.

Dari pertama kita ketemu di chatting, aku terbuka saja dengan status aku yang sudah married. Dan ternyata diluar dugaanku, Melly bisa menerima hal itu karena memang dia menyukai cowok yang lebih dewasa.

2 jam lamanya kami berempat, ngobrol apa aja yang bisa dibMellyrakan. Baik tentang kuliahnya, masalahnya Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 21 kurang 1/4. Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantar balik ke kost-kostan.

“Melly, sudah malem nih, ayo aku anter balik” ajakku.

“Oke dah Mas Dandy,” jawab Melly singkat sambil bangkit dari duduknya.

Setelah aku bayar di kasir, aku bergegas menuju mobil starletku yang butut kedinginan diluar cafe.

“Dan, minggu depan aku mau ke Surabaya,” kata Melly.

“Oya, dalam rangka apa?” tanyaku.

“Mau ketemu kamu, kamu ada waktu kan?” jawabnya tersenyum.

Deg! jantungku terasa berhenti ketika Melly bilang seperti itu, aku langsung berusaha menguasai situasi.

“Ooo.. Pasti bisalah, asal kamu kabarin sehari sebelum datang,” pintaku.

“Oke deh, ntar aku hubungi kamu Mas” kata Melly.

“Terus, kamu mau dateng sama Rida atau sendirian?” tanyaku.

“Sendirilah Mas, masa iya sama temanku.. Kan nggak romantis?” jelas Melly.

Tanpa terasa sampailah di depan tempat kost Melly.

“Selamat malam,” kataku.

“Terima kasih ya Mas, sampai ketemu minggu depan,” Melly mengingatkan.

“Ok” jawabku singkat, dan setelah itu aku langsung tancap gas balik menuju ke Surabaya dengan perasaan yang masih bertanya-tanya dengan ucapan Melly yang sedikit romantis. Tetapi sebandel apapun aku, aku tetap memegang prinsip aku tentang virginitas seorang cewek. Buat aku jika seorang gadis itu masih perawan, aku tidak akan pernah mau Making Love karena sudah menjadi prinsip aku untuk tidak merusak masa depan seseorang.

6 hari sudah berselang setelah pertemuan pertama dengan Melly dan sesuai janji dia, Kamis siang Melly menelphone HP-ku. Ringtone dengan lagu dilema cellulerku berbunyi dan saat aku liat layarnya ternyata nomor Melly

“Mas Dandy besok aku berangkat sepulang kuliah, bisa jemput nggak?” tanya Melly.

“Oke bisa, jam berapa?” balas aku bertanya.

“Mmungkin dari Surabaya jam 18.00? jawab Melly.

“Lho emang kamu mau langsung balik?” selidik aku.

“Tidaklah Mas, aku kan ingin ditemanin Mas Dandy semalaman” jelasnya.

Alamak si Melly ini, bikin aku berpikir yang nggak-nggak.

“Oo gitu, oke sapa takut” tantang ku.

“Oke deh Mas, sampai besok” seiring kata itu HPnya langsung dimatikan.

Setelah telphone off, aku langsung hubungi salah satu hotel di Surabaya yang menjadi tempat favorite aku dan kebeetulan aku salah satu members di hotel tersebut. Sehingga setiap saat aku bisa booking room dengan posisi open.

Hari jum’at jam 18.00 tepat aku sudah nongkrong di jok mobilku. Diparkiran terminal Bungur Asih dan selang 5 menit cellulerku berbunyi, “Mas kamu dimana?” suara Melly.

“Aku sudah di parkiran terminal nih,” jelasku.

“Oke deh aku ke situ” jawab Melly.

Dengan perasaan deg-degan aku menunggu Melly nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan berlenggak-lenggok seperti di catwalk. Setan bertanduk, meniup pikiranku sepanjang Melly menuju mobilku.

“Hey Mas Dandy, gimana khabarnya?” tanya Melly.

“Baik Melly” jawabku singkat.

“Sudah lama ya Mas Dandy tunggunya,” ia membuka percakapan.

“Belum kok Melly” jawabku singkat.

Tanpa panjang lebar, aku langsung menuju hotel yang sehari sebelumnya aku sudah booking. Dan parfum dengan aroma melati sangat megganggu birahi kelaki-lakianku. Setan bertanduk semakin aktif mengetuk pikiran kotorku untuk langsung bercinta dengannya.

Sesampai di hotel aku langsung minta kunci dan menuju kamar lantai 2 nomor 222.

“Lho Mas kenapa kok booking yang 2 bed?” tanya Melly.

“Lho memangnya kenapa?” aku berlagak bengong.

“Melly pengennya yang satu bed, supaya bisa berduaan,” jawab Melly polos.

Walaupun setan sudah pada meringis diatas kepalaku dan bilang, yes! tetapi aku berusaha cool di depan Melly dan sedikit berkata bijak bagaikan orang tua.

“Melly, kita tidak untuk macam-macamkan di kamar ini?” balasku bertanya.

“Ya sudah deh Mas, aku mau mandi dulu ya” jawab Melly kesal.

15 menit lamanya Melly mandi, akhirnya pintu kamar mandi terbuka dan begitu kagetnya aku, ketika Melly hanya mengenakan daster yang tipis tanpa menggunakan BH dan CD, sehingga nampak jelas sekali puting yang kecil menonjol di balik daster tipisnya. Tanpa melihat gelagat Melly yang semakin membuat detak jantungku semakin cepat, aku langsung ambil handuk dan mandi.

Malam semakin larut dan hampir 3 jam aku di dalam kamar berdua dengan Melly, detak jantungku semakin kencang tatkala Melly sesekali sengaja menyentuhkan tangannya di pundakku. Adik kecilku berontak dengan keras ingin keluar dari celanaku.

“Mas, malam ini kamu manis banget sih,” kata Melly memuji.

“Ah kamu bisa aja” jawabku agak gugup.

Karena pertanyaan itu disampaikan hanya dengan jarak 20 centi dari mukaku sehingga bau harum di wajahnya begitu menggelitik syaraf kelaki-lakianku.

“Mmm bagaimana.. ” belum selesai aku tanyakan sesuatu tiba-tiba tubuh kecil Melly sudah berada dipangkuanku. Sehingga memudahkan dia untuk mencium bibirku. Sedangkan posisiku sendiri sangat tidak menguntungkan untuk membalas ciuman Melly, karena posisi tanganku menopang tubuhku.

“Mmm.. Mas.. Aku suka kamu,” kata Melly sambil melanjutkan ciuman mautnya.

Aku tidak bisa menjawab sepatah kata apapun karena memang serang bibir tipis Melly menggelontor bibirku bertubi-tubi. Perlahan tapi pasti, aku mulai merubah posisiku untuk terlentang di ranjang sehingga tubuh mungil Melly dengan mudah naik diatas tubuhku.

Aku rasakan perutku mulai basah dengan cairan yang mulai menetes dari vagina Melly. Karena dari tadi dia sudah tidak memakai celana dalam sehingga saat duduk diperutku, aku merasakan betapa halus bulu-bulu di selangkangan gadis ini. Tanganku mulai membelai punggung dan tengkuk Melly, sehingga hal itu membuat birahi Melly mulai terkoyak.

Dari mulutku Melly mulai merambat kebawah, menjilati puntingku hingga membuat darah aku berdesir dengan kencang.

“Melly.. Geli sayang.. ” aku merintih.

Melly sepertinya semakin bernafsu mendengar rintihan aku, dan semakin berani saja gadis ini memainkan lidahnya disekitar perutku. Tubuhnya semakin kebawah dan sampailah wajah nya di atas selangkanganku, dengan satu gerakan saja, celana adidas yang aku kenakan langsung tertanggal.

“Mas.. Aku suka penis kamu.. Gila besar sekali” puji Melly dan setelah itu langsung saja mulutnya yang tipis mulai mendarat di batang penisku.

“Oohh.. ” aku merintih dan mnggelinjang saat mulut Melly mulai melahap penisku yang sudah mulai mengencang. Sesekali tangan yang lentik mengocok batang penisku.

“Aaow.. Sakit sayang” jeritku saat giginya mengenai kepala penisku.

Aku hanya menikmati jilatan, hisapan dan kuluman bibir Melly yang tipis sembari aku menengok ke bawah melihat Melly yang lagi asyik mengoral penisku. Duh alamak, ini gadis kok jago banget oral sex nya. Awas ya aku balas nanti kalo gadis itu sudah puas menghisap penisku. Disaat aku membayangkan apa saja yang bakal aku lakukan dengan gadis kecil ini, tiba-tiba Melly bangkit dari selangkanganku dan berdiri.

“Mas. Melly sudah nggak tahan.. Aku masukin ya?” tanya Melly sambil melepas penisku dari mulutnya.

“Melly, Mas tidak mau, jika kamu masih virgin,” aku berusaha jelaskan masalah prinsipku tentang keperawanan seseorang.

“Mas, Melly ingin banget.. Melly sudah pernah lakukan kok sama pacarku” jelas Melly tidak mau kalah.
“Kamu serius..?’” tanyaku bingung.

“Percaya sama Melly Mas, aku sudah tidak virgin kok,” sambil berkata seperti itu, Melly langsung berdiri diatas tubuhku. Tangannya yang lentik memegang penisku yang berdiri kencang untuk diarahkan ke lubang vaginanya.

Bless.., suara penisku mengoyak vagina Melly.

“Ughh, Mas..” kepala penisku langsung membuka lubang sempit di selangkangan Melly.

“Gila, enak sekali punya Mas.. aakkh” Melly menggerinjang sembari mulai berusaha memasukkan seluruh batang penisku.

Aku merasakan lubang vagina milik Melly sangat sempit sekali, sehingga aku merasakan sesuatu yang menjepit batang penisku.

“Mas.. mentok nih, gila banget.. padahal belum masuk semua..” rintih Melly.

“Gila Mas punya kamu panjang.. Eenaak Mas” rintih Melly.

Beberapa kali Melly menggerakkan tubuhnya naik turun, tiba-tiba Melly mulai mempercepat pergerakkannya diatas tubuhku yang naik turun.

“Mass.. Mellya.. Mau.. Daapett.. Maass..” rintih Melly.

Karena memang penisku tidak bisa masuk seluruhnya (hanya menyisakan 2 cm saja), sambil bergerak naik turun tangan Melly berusaha menahan tubuhnya dia tas dadaku.

“Mas.. Aaampunn.. Akuu nggak tahan lagi..” rintih Melly.

“Mas.. Dandy.. Melly kee.. luuaarr..” bersamaan dengan rintihan panjang Melly sesuatu aku rasakan menyiram batang penisku.

Sssurr.., cairan lendir kental yang terasa banyak membasahi selangkangan aku.

Tubuh Melly langsung terkulai lemas dengan permainan tadi sehingga dia terlentang sambil menutup mata, merasakan sisa-sisa kenikmatan yang sudah diraihnya. Tanpa memberi nafas sedikitpun, aku mulai membungkuk di atas dada gadis yang masih belia ini.

Dengan sentuhan yang penuh perasaan, lidahku mulai memainkan putingnya yang masih mengencang besar dan berwarna merah kecoklatan itu. Aku berusaha membangkitkan gairah Melly yang sudah mulai terkulai lemas.

“Mas.. Kamu hebat.. Ughh,” pujian Melly tidak sampai selesai karena gigiku yang nakal mulai menggigit puting Melly dengan mesra. Aku membiarkan kedua tangannya menggapai kepalaku yang sedang asyik menikmati putingnya yang kencang. Maklum, Melly tergolong cewek yang tidak mempunyai payudara sehingga putingnya lebih dominan.

Semakin lama, mulutku yang liar mulai membalas perlakukan Melly saat mencumbui aku sebelumnya. Sesekali tubuhnya yang kurus menggelinjang hebat saat aku mainkan pusar perutnya dengan lidahku, hal ini membuat kedua pahanya terbuka lebar dan tampak liang vaginanya yang merekah merah dan dikelilingi rambut-rambut jembut keriting berwarna hitam yang tumbuh dengan suburnya.

Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, wajahku langsung menangkap bongkahan daging dengan rambut-rambut jembut yang begitu halus. Dengan satu kali gerakan, kedua tanganku sudah bisa mengunci kedua pahanya di atas pundakku.

“Mmas.. Gelii.. Ampun.. Ooohh,” Melly hanya bisa merintih saat itilnya aku mainkan dengan lidahku.

Sesekali aku mencium bau wangi bekas cairan lendir birahi Melly yang sudah keluar saat permainan pertama. Dan hal itu menambah birahiku untuk melumat habis seluruh cairan lendir yang mulai meleleh kembali dari lubang vaginanya. Sesekali pinggul Melly yang mungil ikut terangkat keatas, mengikuti hisapan mulutku di selangkangannya. Beberapa saat kemudian..

“Mas.. Ammpun.. Aku mau keluar laagi.. Mmass” kedua tangan Melly membenamkan wajahku dalam-dalam diantara kedua pahanya.

Bersamaan dengan itu pula cairan putih kental meleleh dengan deras dari ujung lubang vaginanya. Dengan sedikit liar, aku minum semua cairan lendir yang keluar dan aku jilatin sampai bersih kembali tanpa ada cairan yang tersisa sedikitpun.

“Capek sayang.. ” tanyaku.

“Kamu benar-benar gila Mas.. Hebat banget kamu,” puji Melly.

Belum selesai dia memeujiku, aku langsung mengangkat tubuhnya yang langsing dan sedikit kurus. Sekali angkat tubuhnya langsung berhadapan dengan tubuhku, dengan cekatan penisku aku tancapkan ke lubang vagina Melly,

“Mmas.. Aduh.. Kamuu benar-benar nakal..,” kata Melly manja.

Kedua tangan Melly menggelayut dileherku sedangkan kedua kakinya mengunci pinggulku, sehingga hal ini memudahkan penisku menerobos masuk di lubang vaginanya.

“Slep.. Slep.. Slep.. ” terdengar penisku bergerak keluar masuk lubang vagina Melly. Kedua tanganku menahan bongkahan pantat Melly yang tidak begitu besar, untuk memudahkan pergerakan keluar masuk penisku. Karena tubuh Melly yang ringan memudahkan aku untuk bersetubuh sambil menggendong Melly.

Posisi ini aku pertahankan sampai, Melly orgasme yang ketiga kalinya.

“Mass.. Aku.. Keluar lagi.. ” sambil berkata demikian Melly berusaha mendekap tubuhku erat-erat sedangkan tubuhnya tidak bisa mendekat tubuhku karena memang terganjal penisku yang panjang.

Disaat tubuh Melly turun dari gendonganku, aku sedikit mendorong tubuhnya untuk menghadap ke dinding. Sambil aku bisikan kata yang mesra di telinganya

“Akan kuberikan semua kenikmatan malam ini” rayuku.

“Mass..” desah Melly.

Kaki Melly aku buka lebar, sehingga memudahkan aku untuk penetrasi melalui belakang.

Bless.., batang penisku kembali menghunjam lubang vagina Melly yang masih terengah-engah. Kedua tanganku memegang pinggul Melly dari balakang, sehingga memudahkan aku untuk bergerak maju mundur. Kedua tangan Melly menahan tubuhnya di dinding kamar.

“Mas.. Eennakk sekali.. ” rintih Melly.

“Kamu memang.. Jagonya Mas.. Uuuhh,” berkali-kali Melly merintah tetapi hal itu tidak menghentikan permainan aku yang semakin gila saja.

Setelah puas dengan posisi seperti itu, dengan memeringkan tubuh Melly yang masih berdiri, aku angkat kakinya satu sehingga aku bisa memasukkan penisku dengan leluasa.

Crek.. Crek.. Crekk.., suara penisku yang sudah mulai dibasahi oleh cairan kenikmatan Melly yang begitu banyak meleleh, sampai menetes di pahaku.

“Mas.. Kamu.. Pandai sekali membuatku melayang.. Aaahh.. Uuuhh”

“Sayaang.. Aku.. Nggaa.. Tahann..” untuk yang kesekian kalinya lubang vagina Melly mengucurkan cairan putih pekat dibatang penisku.

Setelah aku puas, akhirnya aku membopong tubuh Melly dan meletakkan di pinggir ranjang. Kali ini aku melakuakn doggie style, aku semakin bergairah untuk bermain dengan beberapa variasi dalam bersetubuh.

“Hekk..” muka Melly dimasukan dalam-dalam diatas bantal ketika penisku menghujam kesekian kalinya.

“Oohh.. Melly.. Punya kamu asyik banget..” puji aku.

Sambil menggerakkan maju mundur tubuhku dibelakang tubuh Melly, aku melihat jelas kucuran keringat dari tubuh kami berdua. Sampai akhirnya Melly menjerit panjang dibarengi kedua tanganya meremas sprey hotel dengan kencang.

“Mass.. Aaammppunn..” gigi Melly menggigit bantal dengan kencang.

“Aku juga mau keluar sayang.. Melly..?” aku mendesah kenikmatan

“Ooo Melly.. Mau dikeluarin dimana.. aakhh,” aku bergerak semakin cepat memasukkan penisku.

“Di dalam aja sayang.. ” pinta Melly.

“Jangan aku nggak mau.. Cepet sayang aku sudah mau keluar nih..” desahku.

“Mellya.. Aaakhh” aku segera melepas penisku dari lubang vagina Melly dan dengan seketika membalikkan badannya hingga mulutnya pas didepan penisku.

Bagaikan di film-film BF yang pernah aku lihat, Melly langssung melumat habis penisku.

Crutt.. Crut.. Crut.., entah berapa kali semburan pejuku dalam mulut Melly, aku hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Semburan demi semburan, Melly seperti tidak mempedulikan lagi. Gadis itu tetap mengocok, mengulum dan menghisap dalam-dalam penisku. Terlihat jelas pejuku menetes kelaur dicelah bibirnya yang mungil dan belum sampai jatuh, lidahnya berusaha menjilat kembali.

“Mmm.. Aku suka sekali sperma kamu Mas..” kata Melly sambil menelan seluruh pejuku yang sudah keluar.

Sambil menjilati sisa-sisa peju yang masih menempel di batang penisku,

“Ma kasih Mas.. Kamu memberikan apa yang selama ini aku impikan” kata Melly.

“Selama ini pacarku tidak pernah memberikan ini semua, asal dia sudah keluar ya sudah tanpa harus mikirin aku” jelas Melly.

Malam itu kami tidur berpelukkan sampai pagi dengan keadaan telanjang bulat, aku sudah tidak ingat lagi berapa kali memberikan kepuasan terhadap Melly. Akan tetapi yang membuat diriku bangga adalah, aku bisa memberikan kepuasan kepada pasanganku. Karena buat aku sex bukan milik pria seorang tetapi milik kedua pasangan yang melakukkannya.

Paginya Melly membangunkan aku tepat pukul 06.00

“Mas.. anter aku ke terminal ya, aku harus balik nih,” pinta Melly.

“Oke, yuk kita segera bersiap-siap” ajakku.

“Mas, kamu janji ya berikan aku seperti ini setiap aku mau,” kata Melly.

“Iya sayang, selama kamu mau.. Aku akan berikan” jawabku penuh harap.

Sambil berkata demikian kita berdua menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Dan di kamar mandi, untuk sekali lagi kita melakukan hubungan sex yang sangat fantastis di bawah guyuran shower. Dan entah berapa kali Melly mereguk kenikmatan saat itu. Yang pasti hari itu begitu hebat permainan yang aku lakukan denagn Melly.

Setelah siap, aku check out dan meluncur kearah terminal Bungurasih.

“Kamu hati-hati Melly” sambil aku kecup keningnya.

“Terima kasih Mas buat permainan semalam dan tadi pagi” kata Melly berterima kasih.

“Kamu memang luar biasa Mas” puji Melly.

Akhirnya tubuh Melly yang semampai bergegas meninggalkan mobilku untuk menuju ke antrean bus menuju kota Malang. Lambaian tangannya berkali-kjali melambai seiring dengan tubuhnya yang hilang ditelan keramaian terminal.

Hari ini menyisakan cerita yang maha dahsyat karena permainan sex aku yang bisa diterima oleh pasangan aku. Setelah hari itu, kita berdua sering saling calling, saling perhatian, saling share dan sering juga janjian untuk sekedar melepas kangen dan diakhiri dengan permainan sex.

Melly, salah satu teman chating aku yang sekarang entah kemana perginya. Semoga kamu bisa mengenang masa-masa indah kita saat berdua. Dan aku masih berharap kamu kembali datang di hari-hariku untuk mereguk kenikmatan bersetubuh bersama. Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa 2016, Cerita Mesum, Cerita Mesum HOT, Cerita Mesum terbaru, Cerita Mesum 2016, Cerita Ngentot, Cerita Sex Ngentot, Cerita HOT Ngentot, Cerita Sex HOT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.