Cerita Sex Pacar Adik Dan Yang Binal

SEXCRIT.COM situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Bugil, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Pacar Adik Dan Yang Binal – Yevta, 21 tahun, adalah mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi cukup ternama di Bandung. Sangat cantik, kulit putih, tinggi badan sekitar 165 cm mungkin lebih, buah dada tidak terlalu besar tapi terlihat kenyal dan menantang dibalik kaos atau kemeja ketat yang suka dia pakai.

Di kampus, Yevta berpacaran dengan seniornya, Edgar, 25 tahun. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Cantik dan ganteng. Usia hubungan mereka yang sudah cukup lama, juga karena gaya hidup mereka yang bisa dibilang bebas, mereka sudah sering melakukan hubungan badan.

Cerita Sex Ngentot Pacar Adik Dan Yang Binal

Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Mesum ABG, Cerita Ngentot ABG, Ngesex Memek ABG

“Yevta, aku pengen nih?” kata Edgar berbisik kepada telinga Yevta suatu saat di kantin kampus.

“Dasar.. Kamu kan sudah aku kasih semalam,” ujar Yevta sambil mencubit tangan Edgar.

“Tapi sekarang aku horny, nih…” ujar Edgar sambil mengusap selangkangannya.

“Ini kan masih di kampus.. Emangnya mau main di kantin sini?” tanya Yevta sambil menatap Edgar.

“Kita ke aula, yuk!” ajak Edgar sambil tersenyum.

“Kita tidak usah main, isepin saja punya aku, ya…” pinta Edgar.

Yevta tersenyum sambil bangkit. Setelah membayar jajanannya, mereka bergegas menuju aula yang memang selalu sepi kalau hari biasa. Mereka tidak langsung masuk, tapi sebentar melihat dulu situasi yang ada. Setelah dinilai aman, mereka segera masuk.

Lalu mereka langsung menuju balik panggung podium. Edgar menarik tangan Yevta agar mendekat. Lalu sambil mengecup bibir Yevta, Edgar membuka sabuk dan resleting celananya. Setelah itu diperosotkan celananya sampai lutut.

“Ayo dong, sayang.. cepat isep,” pinta Edgar tak sabar.

Terlihat celana dalam bagian depannya sudah menggembung. Yevta tersenyum lalu berjongkok.

“Tidak sabaran amat sih,” ujar Yevta sambil mengelus celana dalam Edgar yang menggembung.

Sejurus kemudian diperosotkan celana dalam Edgar sampai lutut. Penis Edgar yang sudah tegang dan tegak lalu dikocoknya perlahan sambil sesekali ujung lidah Yevta menjilat lubang penis Edgar.

“Uhh…” Edgar mendesah sambil menatap wajah Yevta.

Tak lama mulut Yevta sudah penuh mengulum penis Edgar yang besar. Jilatan dan hisapan serta kocokan tangan Yevta membuat Edgar terpejam dan memompa pelan penisnya di mulut Yevta.

“Ohh.. Terus sayangg.. Ohh…” desah Edgar.

Selang beberapa menit, tubuh Edgar mengejang. Didesakannya kepala Yevta ke selangkangannya. Penisnya agak ditekan dalam-dalam ke mulut Yevta. Lalu.. Crott! Crott! Crott! Air mani Edgar keluar di dalam mulut Yevta.

Yevta dengan mendongak menatap Edgar sambil menelan semua air mani Edgar di mulutnya. Sambil tersenyum Yevta bangkit berdiri lalu memeluk dan melumat bibir Edgar. Edgarpun dengan hangat membalasnya..

“Sudah puas?” tanya Yevta sambil merapikan pakaian Edgar.

Edgar tersenyum lalu mengecup bibir Yevta. Merekapun keluar aula..

Suatu hari selesai jam kuliah, Edgar mengantar Yevta pulang. Setiba di rumah, adik kandung Yevta, Tony, sedang menonton televisi.

“Kamu tidak sekolah, Ton?” tanya Yevta sambil duduk di depan adiknya itu.

“Males ah.. Aku bolos hari ini?” kata Tony santai sambil tiduran di kursi dan menaikkan satu kakinya ke sandaran kursi.

“Gila kamu!” hardik Yevta.

Tony tetap diam tak memberikan reaksi sambil terus menonton televisi.

“Yev, aku pulang dulu ya?” kata Edgar.

“Aku harus ketemu teman nih.. Sudah janji,” kata Edgar sambil bangkit lalu menghampiri Yevta.

“Iya deh.. Jangan nakal ya?” kata Yevta.

“Iya…” kata Edgar sambil mengecup pipi Yevta.

“Aku pulang dulu ya, Ton…” kata Edgar.

“O, iya…” kata Tony sambil tersenyum sementara kakinya tetap naik di sandaran kursi. Edgarpun segera pulang.

“Mama kemana sih,” tanya Yevta.

“Tadi sih bilangnya mau ke Mall beli sesuatu,” kata Tony.

Mereka terdiam sambil menonton acara di televisi. Tiba-tiba mata Yevta menoleh ke Tony ketika adiknya itu menggaruk pahanya karena gatal. Dan dengan santai, Tony menggaruk pahanya terus sampai ke pangkal paha. Celana pendeknya ikut naik seiring garukan tangan. Yevta sebetulnya merasa biasa saja melihat hal itu.

Tapi ketika tangan Tony agak lama menggaruk selangkangannya, mata Yevta melihat sebagian celana dalam Tony menyembul. Terutama bagian depan celananya yang jadi perhatian Yevta. Entah perasaan apa yang datang dalam hati Yevta, yang jelas mata Yevta terus tertuju ke arah selangkangan Tony walau Tony sendiri sudah selesai menggaruk dan merapikan celana pendeknya.

“Kenapa sih kamu melototin celana aku?” tanya Tony mengagetkan Yevta.

“Eh.. Ihh! Aku tidak lihat apa-apa kok,” kata Yevta sambil memalingkan wajahnya dan pura-pura menonton televisi lagi.

“Kamu tuh horny ya lihat aku garuk selangkangan?” kata Tony sambil tertawa.

“Yee..!!” teriak Yevta lalu tertawa sambil melempar Tony dengan bantal. Tony juga tertawa.

“Eh, kamu sudah pernah begini tidak dengan si Edgar?” tanya Tony sambil menyelipkan jempol tangannya diantara telunjuk dan jari tengah.

“Kamu nanya apaan sih? Tau ah!” kata Yevta sambil melotot.

“Aku kan cuma nanya…” kata Tony tenang.

Yevta bangkit lalu menghampiri Tony. Diambilnya bantal lalu dipukulkannya ke wajah Tony.

“Nakal kamu ya!” kata Yevta sambil tertawa dan terus memukulkan bantal.

Tonypun tertawa sambil mencoba merebut bantal. Ketika sudah terebut, ditariknya bantal tersebut sampai Yevta ikut terjatuh menimpa badan Tony di kursi. Sesaat Tubuh Yevta berada di atas tubuh Tony. Entah kenapa perasaan Yevta yang tadi datang tiba-tiba datang lagi ketika tubuhnya berada di atas tubuh Tony. Apalagi ketika wajah mereka sangat berdekatan hampir bersentuhan. Mereka saling bertatapan sambil diam.

Entah gairah seperti apa yang menuntun bibir Yevta mengecup dan melumat bibir Tony. Tonypun dengan hangat membalas ciuman kakaknya itu. Tangan Tony dengan lembut mengusap punggung Yevta lalu turun dan mulai meremas pantat Yevta. Mereka berdua terus menikmati ciuman demi ciuman dengan mata terpejam dan nafas mulai memburu.

“Pindah yuk?” bisik Yevta.

“Kamar siapa?” tanya Tony.

“Kamar kamu,” bisik Yevta lagi.

Mereka segera bangkit lalu menuju kamar Tony. Tony, waktu itu 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Wajah ganteng, malah mirip dengan Yevta. Sebagai pemuda yang mulai masuk pubertas, obsesinya terhadap seks sangat besar.

Mulai dari bacaan, majalah dan film porno banyak dia koleksi. Di kamarnyapun banyak tertempel poster-poster porno. Di dalam kamar, mereka kembali berciuman di atas ranjang. Elusan, rabaan, dan remasan pada tubuh masing-masing sudah mulai gencar dilakukan.

Tony yang baru pertama kali menyentuh wanita terlihat sangat agresif. Tangannya segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh Yevta. Kemudian Tony melepas pakaiannya sendiri.

“Ohh, Ton…” desah Yevta ketika lidah Tony menjilati puting susunya sambil tangannya yang satu meremas buah dadanya. Tony terus memainkan buah dada Yevta dengan lidah dan tangannya sementara penisnya yang sudah tegak digesek-gesekannya ke vagina Yevta.

“Uhh.. Sshh…” desah Yevta sambil terpejam ketika lidah Tony turun menuruni perut lalu mulai menyusuri dan menjilati selangkangannya.

“Ooww.. Mmhh…” desah Yevta makin keras ketika belahan vaginanya terasa hangat dan nikmat waktu lidah Tony menjilatinya. Tubuh Yevta agak melengkung merasakan nikmat ketika lidah Tony menjilati kelentitnya.

“Ohh.. Cepat masukkan, Ton.. Cepatlahh…” desah Yevta.

Tony menurut. Setelah mengelap mulutnya yang basah oleh cairan vagina Yevta, Tony segera mengangkangi tubuh Yevta. Diarahkan penisnya ke lubang vagina Yevta. Tangan Yevta segera memegang dan membimbing penis Tony agar bisa masuk ke vaginanya. Setelah Tony menekankan penisnya, bless.. cleb.. cleb.. Penis Tony sudah mulai keluar masuk vagina Yevta. Mata Tony terpejam sambil terus menyetubuhi Yevta.

“Mmhh…” desah Tony di sela-sela genjotannya.

“Ohh.. Teruss.. Teruss.. Mmhh…” desah Yevta sambil memeluk tubuh adiknya itu. Tony terus memompa.

“Mmhh.. Aku capek…” bisik Tony.

“Gantian…” bisiknya lagi.

Yevta mengangguk sambil tersenyum. Tony mencabut penisnya lalu merebahkan badannya. Yevta langsung bangkit lalu naik ke atas tubuh Tony dan mengarahkan lubang vaginanya ke kepala penis Tony. Kemudian dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh Tony, pinggul Yevta bergerak naik turun sesekali berputar dan menekankan vaginanya keras ke penis Tony.

Desahan-desahan kenikmatan memenuhi kamar Tony yang memang sudah terhias dengan poster-poster porno menambah suasana romantis adik kakak kandung tersebut. Tak lama gerakan Yevta makin cepat dan keras, tangannya mencengkram pundak Tony. Dengan mata terpejam terdengar desahan panjang dari mulut Yevta.

“Ohh.. Uuhh…” desah Yevta sambil mendesakkan vaginanya ke penis Tony lebih dalam. Kemudian tubuh Yevta lemas.

“Sudah?” tanya Tony.

Yevta mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari badan Tony. Tony segera menaiki lagi tubuh Yevta. Kembali penisnya keluar masuk vagina Yevta lebih hebat karena Tony ingin segera mendapat kepuasan. Semakin lama gerakan Tony semakin cepat, sampai akhirnya dengan cepat Tony mencabut penisnya dari vagina Yevta.

Kemudian disodorkan penisnya ke mulut Yevta. Setelah sedikit mengelap penis Tony yang basah, Yevta segera menghisap penis Tony sambil mengcocoknya. Tak lama kemudian Yevta merasakan penis Tony berdenyut dan terasa ada cairan hangat dan asin di lidahnya yang keluar dari penis Tony. Tony mengejang ketika air maninya menyembur di dalam mulut Yevta.

Yevta dengan tenang menelan semua air mani Tony, lalu menjilati sisa air mani yang ada di kepala penis Tony sampai bersih. Tony merebahkan tubuhnya di samping tubuh Yevta.

“Kamu hebat,” puji Yevta.

Tony tersenyum sambil mengecup pipi Yevta. Kemudian mereka bangkit lalu berpakaian.

*****

Sesuai dengan cerita dari Yevta, persetubuhan dengan Tony berlangsung sampai sekarang walau Yevta sudah menikah dengan Edgar dan dikaruniai 2 orang anak. Bahkan menurut Yevta juga, satu hari menjelang pesta pernikahan dengan Edgar, dia dan Tony sengaja menyempatkan diri pergi ke hotel dan menumpahkan semua kasih sayang disana selama beberapa jam sebagai tanda hadiah perkawinan. Tony juga sekarang sudah menikah, dikaruniai 1 orang anak. Cerita Sex Sedarah, Cerita Ngentot Kakak, Cerita Sex Adik Kandug, Cerita Sex Kakak HOT, Cerita Sex Kakak Binal, Cerita Sex ABG, Cerita Mesum ABG, Cerita Ngentot ABG, Ngesex Memek ABG, Ngentot ABG HOT, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa 2016, Cerita Mesum, Cerita Mesum HOT, Cerita Mesum terbaru, Cerita Mesum 2016, Cerita Ngentot, Cerita Sex Ngentot, Cerita HOT Ngentot, Cerita Sex HOT.

 

 

Baca Cerita Sex Linnya Juga : Tante Janda Haus Burung Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.