VIMAX ASLI
Casino Online
Bandar Q
 Poker Uang Asli
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Suami Suami Liarku

VIMAX ASLI Obat Kuat

SEXCRIT.COM situs yang menyediakan Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Sex Ngentot, Cerita Mesum HOT, Cerita Seks ABG, Cerita Bokep, Cerita Porn, Cerita Seks Dewasa, Foto Bugil, Foto Sex secara gratis dan selalu update || Cerita Sex Suami Suami Liarku – Anton (samaran 42 tahun) adalah teman sejak aku SMA yang kini menjadi suamiku. Kini setelah anak-anak kami sudah remaja (kini usiaku 38 tahun) hidup kurasakan tambah sepi apalagi aku tinggal berdua dengan suami saja, anak-anakku sudah kuliah di lain kota.

Suamiku adalah pria yang baik dan sukses sebagai karyawan PMA, meskipun jabatan tidak terlalu tinggi tapi kami hidup berkecukupan. Aku sendiri cukup waktu dan uang untuk merawat diri, sehingga meskipun aku tidak cantik namun orang bilang aku ini luwes tidak mboseni kalau dipandang suamiku bilang aku memang tidak cantik tapi”ayu”apalagi kalau lagi orgasme tinggiku cuma 160 cm dengan berat 56 kg agak gemuk orang bilang tapi dadaku montok sekali dengan puting yang merekah.

Cerita Sex Mesum Suami Suami Liarku

Cerita Sex Threesome, Cerita Sex Sensasi, Cerita Sex HOT, Cerita Ngentot Threesome, Cerita Mesum HOT

Suamiku senang olah raga tenis dan golf kalau badan tidak terlalu tinggi 165 cm tapi cukup atletis dengan berat badan 63 kg. Urusan diranjang sebenarnya aku cukup bahagia karena suamiku orangnya telaten dan sabar dia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme seteleh itu baru dia melakukan penetrasi sampai aku orgasme yang kedua.

Pengalaman ini terjadi karena rasa kesepianku di rumah sendiri akhirnya aku usul untuk menerima kost toh kamar anakku 2 kamar tidak ada yang nempati. Akhirnya suamiku sepakat dia yang cari dan kebetulan ada teman kenalannya seorang pengusaha yang biasa mondar-mandir Jakarta ke kotaku karena ada anak perusahaannya di kotaku.

Pertimbangannya dari pada ke hotel boros karena kadang harus sampai dua minggu. Namanya Eros (samaran) keturunan arab dengan cina orangnya tinggi (176 cm 76 kg) besar dengan kulit putih tapi wajah arab dengan bulu diseluruh tubuhnya, orangnya sangat santun.

Kami cepat akrab bahkan seperti keluarga sendiri karena makan malam kami selalu bersama bahkan pada waktu lapor Pak RT kami mengaku sebagai saudara. Oh iya aku panggilnya Dik karena usianya baru 38 tahun.

Bahkan jika suamiku dan Aku pergi berlibur ke Tawangmangu atau Bandungan dan pas ada di kotaku ia kami ajak. Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami Dik Eros juga membantu kalau ada kerepotan dirumah sehingga lingkungan taunya memang adik saya. Untuk sehari-hari setelah berjalan 3 bulan kami makin akrab saja bahkan suamiku suatu hari, ketika kami ngobrol habis makan malam.

“Ajaklah Isterimu jalan-jalan kemari Dik Eros,” celetuk suamiku, “Biar dia kenal mbakyumu” lanjutnya, Dik Eros hanya diam dan menghela napas panjang.

“Ada apa.. Ada yang salah?” lanjut Mas Anton melihat gelagat yang kurang enak.

“E.. Anu Mas Aku sebenarnya duda isteriku meninggal 3 tahun yang lalu diruamh cuma ada anak-anak dengan pembantu saja” jawabnya dengan mata berkaca-kaca.

Kami akhirnya tahu statusnya dan kami minta suatu ketika kalau liburan sekolah biar anak-anak diajak kebetulan anaknya 2 orang masih 7 tahun dan 4 tahun. Sejak itu keakraban kami tambah dekat bahkan suamiku sering membisiki aku kalau keturunan arab biasanya barangnya besar dan panjang.

Akupun merasa Dik Eros makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakan hadiah liontin permata yang cantik. Bahkan sehari-hari kami makin terbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dik Eros seolah mau memelukku dan bahkan sembunyi-sembunyi berani menciumi pipiku kalau mau pamit pulang Jakarta.

Demikian pula sebaliknya Mas Anton seolah membiarkan kami bercengkarama kadang kadang bahkan ngompori, “Ooo mabkyumu itu biar STW tapi malah tambah punel (maksudnya memeknya) lho Dik Eros” kalau sudah begitu aku yang merah padam, tapi untungnya hanya kami bertiga.

Seperti kebiasan kami, pada hari libur Sabtu Minggu kami bertiga week end di kebun kami di Tawangmangu. Walaupun tidak terlalu luas namun kebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman untuk beristirahat. Entah apa sebabnya Mas Anton hari itu dengan manja tiduran berbantal pahaku di depan Dik Eros.

Setelah selesai makan malam sambil menonton TV dan ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Kulihat Mas Anton sangat atraktif mempertontonkan kemesraannya di depan di Eros. Aku sebenarnya agak kikuk tapi karena sudah seperti adik sendiri aku bisa mengatasi perasaanku, lagian Dik Eros sudah sering melihat kemesraan kami sehari-hari dirumah. Kulihat Dik Eros acuh saja melihat tingkah laku Mas Anton. Malah akhirnya Dik Eros mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk dihamparkan ke lantai.

Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Dik Eros bersandar didinding berjajar cuma berjarak setengah meter sedang Mas Anton tiduran di pahaku. Acara yang ditayangkan kebetulan agak menyerempet-nyerempet hubungan suami isteri.

Kulihat Dik Eros tidak bisa konsentrasi, ia lebih sering mencuri pandang ke arah dadaku yang saat itu hanya terbungkus daster, aku pura-pura nggak tahu tapi aku sempat melihat arah tengah celananya yang aku yakin sudah setengah ereksi.

Tiba-tiba Mas Anton memeluk pahaku sambil mengusap usap tonjolan payudara dari luar baju daster yang kukenakan, aku bingung.

“Mas malu ah masa ada Dik Eros,” protesku sambil melemparkan tangannya kasar.

“Ah nggak apa apa, wong Di Eros juga pernah merasakan koq.” sahut Mas Anton sambil senyum penuh arti ke Eros.

Eros tersenyum kecut Aku melengos sebel tapi jujur saja rabaan Mas Anton membuat aku on apalagi udara dingin Tawangmangu yang menusuk tulang. Sementara Mas Anton malah nekat dan kepalanya yang menindih pahaku digeser ke arah selangkanganku, sehingga tak terhindarkan baju dasterku yang memang pendek makin tersingkap sehingga Eros makin leluasa melahap pahaku yang terbuka lebar..

“Mbak.. Aku.. Jadi ingin nih..” Eros bicara padaku.

Gila batinku aku benar-benar kaya kepiting rebus mendengar kata-kata Eros hampir saja aku tampar. Tapi Mas Anton malah menimpali, “Nggak pa-pa, ya Mam? Kasihan khan Dik Eros sudah lama lho nggak merasakan” sahutnya.

“Pap!! apa-apaan sih ini” sahutku nggak kalah seru.

“Papa boleh kok mam, papa iklas please, ..!” pintanya sambil mengedip ke Dik Eros.

Rupanya Eros tanggap langsung saja dia miringkan badannya, karena jarak kami cuma sejengkal maka langsung direngkuhnya belakang kepalaku dan diciumnya mulutku dengan paksa. Aku ingin menolak tapi Mas Anton memegang tanganku dan meraba tengah CDku aku terombang-ambing antara nafsu dan nilai yang ada dalam diriku tapi aku makin terangsang, tanpa sadar malah kumiringkan tubuhku menghadap Dik Eros sehingga aku bisa berhadapan, melihat reaksiku tanpa segan Dik Eros menyelusupkan tangannya dibalik dasterku untuk meremas remas buah dadaku, sementara Mas Anton tangannya sudah masuk CD untuk mengelus elus klitorisku yang menjadi titik kelemahanku.

Mendapat seranngan dua orang sekaligus sensasiku melambung tinggi ada kenikmatan yang tiada tara. Kucoba memberanikan diri meraba perut Eros dan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran barangnya.

WAU.. luar biasa rupannya sudah berdiri keras dan tidak pakai CD lagi tanganku tak bisa memegang semuanya genggamanku penuh itupun baru separonya. Ketika itu Mas Anton melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti dasterku, Eros melepaskan pakainnya juga dan menggeser posisinya merapat ke arahku dari sebelah kiri kami berhadapan, sedangkan Mas Anton memiringkan tubuhnya yang bugil sebelah kanan (belakangku), sehingga dengan sendirinya penis Mas Anton yang sudah kencang menempel bokongku dan penis Eros yang luar biasa panjang dan besar menempel pahaku karena Eros tak mau melepaskan pelukannya padaku jadi Mas Anton hanya merogoh memekku dari belakang.

Eros menciumi diriku sambil mengelus payudara penuh nafsu, kulihat Eros yang penuh dengan gairah, aku ikut terhanyut. Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku, kunikmati apa yang dilakukan Eros padaku tanpa menghiraukan Mas Anton yang meremas-remas bokongku, dan mengelus memekku yang sudah basah.

Aku mendesis desis tak karuan karena keenakan dengan tangan kanannya Eros mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak memekku rupanya dia sudah nggak tahan ingin memasukkan penisnya ke memekku.

Dituntunnya penisnya ke arah lubang memekku, dan dalam tempo singkat aku sudah melayang kelangit ke tujuh menikmati penis Dik Eros yang panjang besar ada meskipun rasa perih dan penuh menyesak di memekku namun kenikmatan yang kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perih memekku. Otomatis jepitan lobang kemaluanku makin jadi dan denyutan-denyutan memekku yang selama ini dipuja oleh Mas Anton dirasakan oleh Eros.

“Oh Mbak memekmu luar biasa, benar-benar punel Mbak” bisik Eros sambil mulai memompa batang kemaluannya secara ritmis.

Sementara aku mengimbangi mengocoknya perlahan lahan, Eros mendesis desis keenakan, kini wajah Eros menghadap ke arahku dengan matanya yang terpejam sungguh tampan sekali apalagi desisanya membuatku benar-benar melayang.

Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrum listrik ribuan watt. Setelah hampir sepuluh menit Eros memompa memekku aku mulai kesetanan mau meledak tapi dia mulai mengendurkan pelukannya.

“Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yang punya (Mas Anton maksudnya) nggak kebagian” bisik Eros padaku.

Eros melepaskan penisnya dari memekku pelan-pelan terasa ada yang hilang dari selanggkanganku, Eros berdiri sambil membimbingku Mas Anton masih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku. Aku menoleh memandang suamiku penasaran ingin tahu reaksinya, tapi ternyata kulihat Mas Anton begitu bahagia bahkan dia tersenyum.

“Kita main bersamaan ya Mas?” ajak Eros pada suamiku.

Eros mengambil posisi duduk bersandar di sofa dengan paha mengangkang tampak penisnya yang besar panjang dan kokoh dengan topi baja yang mengkilat karena cairan memekku berdiri seperti prajurit siap serbu, kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dengan menumpangkan pahaku pada pahanya sambil membelakanginya.

Perlahan-lahan aku turunkan bokongku dan Eros membibing penisnya untuk memasuki memekku, bles, ahh.. Rasanya tambah nikmat dan sudah nggak perih lagi. Dengan posisi begitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yang sudah keras dan kencang, perlahan-lahan aku mulai memompa dengan menaik turunkan bokongku, melihat pemandangan seperti itu Mas Anton langsung duduk jongkok di depanku oh.. Ia menjilati klitorisku yang terbiar menantang.

Oh.. Luar biasa sensasi yang timbul seluruh tubuhku bergetar kurasakan memekku makin berdenyut keras, kuraih kepala Mas Anton kurapatkan ke selangkanganku sementara Eros terus menyodokku dari bawah.

“Ahh.. Aku mau meledak.. Mas.. Aku mau meladak..!!”

Eros menggeram karena penisnya kucengkeram dengan denyutan memekku yang makin kuat,. Dan dengan sambil meremas-remas payudarku kurasakan penis Eros dalam memekku berdenyut keras.. Ahh Mbak aku mau keluar..

Ditariknya putingku sambil menyodokku dari bawah kuat-kuat sementara Mas Anton melumat klitorisku aku benar-benar tidak bisa menggambarkan kenikmatan yang kudapat ketika penis Eros menyemburkan spermanya ke dalam memekku bersamaan orgasmeku dan hisapan-hisapan pada klitorisku.

Belum selesai sensasiku Mas Anton menarikku dan memintaku nungging ini kebiasaan Mas Anton dia mau memompaku kalau aku sudah orgasme katanya enak sekali keErosn-keErosn memekku kalau orgasme. Aku mengambil posisi nungging dengan bertumpu pada kedua paha Eros pas penisnya yang berlendir-lendir di mukaku langsung saja aku bersihkan.

Sementara Mas Anton mulai memasukkan penisnya yang meskipun tidak panjang tapi kepalanya sangat leber sehingga seperti klep pompa. Kurasakan sensasi yang lebih hebat lagi ketika Mas Anton mulai memompaku dari belakang. Hampir saja kugigit penis Eros kalau saja Eros tidak berteriak, mengaduh.

Entah aku merasa tidak kuat lagi menahan ledakankanku yang berikutnya dan segara saat penis Mas Anton mulai berkedut-kedut akan menyemburkan spermanya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi. Dan aahh dengan teriakan panjang Mas Anton menyemprotkan spermanya ke dalam memekku.

Aku segera berbalik untuk membersihkan penis Mas Anton, rasa sperma dua orang laki-laki yang bercampur membuat lidah merasa aneh dan asing. Kami terkulai lemas tapi aku merasa lapar dengan tetap bugil aku kedapur untuk masak kulihat dua orang laki-laki itu berpelukan saling menepuk punggung.

“Gimana dik?” lamat lamat kudengan suara Mas Anton menanyakan kesannya pada Eros.

“Wah luar biasa Mas, aku nggak nyangka kalau Mbak Rin.. Begitu hebat, pantas Mas Anton tidak pernah jajan,” timpal Eros.

“Begini aja dik, Dik Eros nggak usah sungkan lagi sekarang ini mbakyumu ya isterimu, tapi janji Dik Eros nggak boleh jajan, aku jijik kalau mbayangkan Dik Eros jajan,” sambung Mas Anton.

“Sumpah Mas aku nggak pernah jajan sepeninggal isteriku, pernah pembantuku aku pakai itupun cuma sekali selebihnya aku pake alat,” lanjut Eros.

“Jadi janji betulan lho dik, dan kita nggak boleh cemburu, satu sama lain..”

“Eh.. Enak aja ngomongin nasib orang nggak ngajak yang diomongin” aku langsung protes nglendot di pangkuan Mas Anton.

“Tapi Mama setujukann..” lanjut suamiku.

“Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmm” sengaja kubuat-buat jawabanku aku ingin melihat reaksi Eros.

“Maaf Mbak, kalau Mbak nggak setuju aku nggak pa-pa kok Mbak” Eros memelas.

“Habis.. Habis..” jawabku nggak kulanjutkan.

“Habis apa Mbak?” Eros panasaran.

“Habis.. E n a a k hi.. Hi.. Hi” jawabku sambil cekikikan.

Eros langsung menubrukku yang masih dipangkuan Mas Anton, tanpa sungkan lagi diciumnya bibirku diremasnya dadaku kulihat penisnya sudah ngacung.

“Eh.. Makan duluu.. Ah aku lapar nih.. Nasi goreng sudah masak tuh di meja” pintaku.

Eros menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambil memangkuku dia menghadapi meja makan sementara Mas Anton mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi. Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yang berhimpitan satu berbulu yang satu agak licin. Mereka dengan sabar bergantian menyuapi aku. Aku benar-benar bahagia mereka berdua sekarang suamiku, yang siap memuaskanku.

Selesai makan kusiapkan sikat gigi dan odol buat mereka, aku mendahului membersihkan diriku di kamar mandi sperma yang kering berleleran di pahaku terasa lengket. Setelah itu aku kekamar utama menyisir rambut ku di depan cermin.

Tak lama kemudian kulihat mereka berdua mengendap-endap beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat. Kurasakan elusan lembut sebuah tangan dengan bulu-bulu halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian mengarah keselangkangan dan mengelus memekku.

Aku sudah bisa menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Eros lah yang sedang mengelus belahan memekku, dan Mas Anton mengelus batang penisnya, sambil mulutnya menciumi dadaku.

Sambil berubah posisi dengan setengah duduk di depanku Mas Anton siap dengan selangkanganku yang terbuka lebar memperlihatkan memek merah basah yang sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluanya, sementara Eros tidak tinggal diam buah dadaku yang menggantung diremas remas dan diciumi dari belakang.

Eros merubah posisinya dengan duduk di meja rias dengan penis siap dimuka mulutku. Sekarang aku baru bisa mengukur panjangnya penis Eros yang ternyata ada dua kepalan tanganku dengan kepala agak meruncing dan diameter kepala bajanya lebih kecil dari punya Mas Anton. Langsung kugenggam dan ku jilati dan kukocok-kocok.

Begitu kulakukan sampai hampir setengah jam dan dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan Eros tak terkendali, bahkan ia membalas menekan kepala Mas Anton yang sedang mengenyot klitorisku dibawah meja pada saat itulah Eros menghentak hentakkan pinggul dan menyorong-nyorongkan penisnya dimulutku dan..

Croot.. Croot.. Croot..

Sperma Eros memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalu cepat, padahal aku merasa masih belum apa-apa. Eros terus turun membopongku ke ranjang dan Mas Anton sekarang menindihku semetara Eros mempermainkan ku dari bawah ah rupanya mereka telah kompak untuk kerja sama memuaskan diriku. Mas Anton sudah terlengkup ditubuhku, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batangnya yang sudah melesak ditelan liang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.

Aku mulai on lagi dan otot-otot memekku mulai berdenyut-denyut tapi tiba-tiba Mas Anton menghentikan kocokannya, dan mencabut penisnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tidak ingin selesai sekarang, aku masih berharap Eros bangkit lagi setelah istirahat.

Aku ingin Eros memompaku dulu baru Mas Anton yang mengakhiri puncaknya. Tapi Mas Anton minta aku dan Eros melakukan 69 dengan posisi Eros dibawah begitu aku posisi enam sembilan Mas Anton menusukku dari belakang dan Eros ganti yang ngenyot klitorisku. Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambil memekku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yang menyerbu lubang memekku.

Denyutan-denyutan mencengkeram makin keras dan ini yang paling disukai Mas Anton, kemudian kurasakan Mas Anton mulai mencengkeram bokongku dan melenguh seperti sapi di sembelih sambil mempercepat goyangannya, semetara mulut Eros tak henti menciumi klitorisku dan lidahnya menerobos kadang masuk ke memekku disela penis Mas Anton. Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme.

Tanpa menunggu waktu lagi Mas Anton mempercepat kocokannya, dan kemaluankupun sudah berdenyut denyut kencang, akan segera akan keluar. Mas Anton merengkuh bokonku, makin kencang, sambil dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia semprotkan spermanya..

Crot.. Crot.. Crot tapi aku belum orgasme.

Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot didalam memekku Pada saat yang sama, aku tak tahan menahan orgasmeku, kugenggam penis Eros kuat-kuat dan kuhisap sampai batangnya sambil mengejan menikmati orgasmeku bersama Mas Anton mendapat perlakuan begitu Eros juga orgasme kembali dan menyemburkan maninya ke mulutku untuk yang kedua kali. Kenikmatan yang luar biasa. Walaupun permainan sudah berakhir tetapi Mas Anton tidak mau mencopot kemaluanku dari memekku, aku paham betul dia paling suka menikmati denyutan memekku.

“Pah.. Aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. Eghh.. Eegghh capek nih kasian Eros kita tindih”

Malam ini adalah malam pertama aku merasakan penis orang lain selain punya Mas Anton apalagi penisnya lebih panjang, sebuah pengalaman yang sangat memuaskanku.

*****

Pembaca terhormat masih banyak pengalaman nikmat yang kualami bersama ke dua suamiku namun sementara sampai disini dulu, bila ada kesempatan akan aku ceritakan lainnya. Sejak kejadian itu Eros minta jatahnya padaku setiap ada dikotaku bahkan anak-anaknya sering diajak untuk bersama tinggal dikotaku saat libur agar tidak bolak-balik.

Saat Eros ada hampir tiap hari sekali aku mendapat giliran dari Mas Anton dan Eros kadang kami lakukan threesome kadang hanya berdua saja dengan salah sat dari mereka, dan kami sepakat hanya dilakukan bertiga saja.

Pembaca yang terhormat kalau anda wanita disayangi 2 orang pria percayalah mereka bisa akur sabar tidak ada rasa cemburu dan yang hebat anda akan dimanja seperti diriku. Nggak percaya cobalah. Pengalaman ini benar-benar nyata kami telah 5 tahun bersama tapi kasih sayang mereka sangat tulus padaku. Aku jadi rajin jamu dan senam untuk kepuasanku dan kepuasan mereka bagi yang ingin tanya silahkan kirim email pasti dijawab. Mau coba aku punya caranya. Cerita Sex Threesome, Cerita Sex HOT, Cerita Mesum HOT, Cerita HOT Ngentot, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Sensasi, Cerita Sex Binal, Cerita Sex Birahi, Cerita Sex Sange, Cerita Sex Horni, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex 2016, Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa 2016, Cerita Mesum, Cerita Mesum HOT, Cerita Mesum terbaru, Cerita Mesum 2016, Cerita Ngentot, Cerita Sex Ngentot, Cerita HOT Ngentot, Cerita Sex HOT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.