Cerita Ngentot Tiara Si Gadis Imut

sexcrit.com Menyediakan Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Sex Ngentot | Cerita Mesum HOT | Cerita Seks ABG | Cerita Bokep | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa | Foto Bugil Terupdate || Cerita Ngentot Tiara Si Gadis Imut

Ceritaku kali ini bermula dari waktu aku masih berusia kurang lebih 13th. Persisnya aku sudah lupa. Waktu itu aku mempunyai teman bernama Rino. Rino tinggal dengan keluarganya tidak jauh dari tempat aku tinggal. Rino mempunyai seorang kakak perempuan bernama Tiara. Usianya 5 tahunan lebih tua dari kami, jadi waktu itu aku dan Rino masih SD kelas 6, sedangkan dia sudah SMA.

Tiara ini orangnya seksi sekali. Bukan berarti dia sering pakai baju seksi atau bicara yg nyerempet-nyerempet hal begituan, tp tidak tahu kenapa kalau aku sedang berada dalam satu ruangan dengan dia, selalu pikiran aku membaygkan hal-hal yg erotik tentang dia yg aku tidak pernah terpikirkan sama wanita lain.

Sex ABG HOT, Ngentot ABG Sange, Ngesex ABG Binal, Sex Birahi ABG, Sex Ngentot ABG

Tubuhnya sebetulnya biasa-biasa saja, tidak terlalu tinggi, tp proporsional. Dan kalau orang sekarang bilang, body-nya bahenol dan tetap jelas lekuk-lekuk tubuhnya tampak bila dia berpakaian. Rambutnya panjang sebahu dengan payudara yg sedikit lebih besar dari rata-rata, dan mengacung ke atas.

Suatu ketika aku sedang main ke rumah Rino, Ayah Tiara sedang membetulkan mobilnya di kebun depan rumah Tiara. Kami semua berada di situ melihat ke dalam mesin mobil tersebut. Aku berdiri persis kebetulan di sebelah Tiara. Dia berada di sebelah kanan aku. Pada waktu itu Tiara memakai baju jenis baju tidur, berbentuk celana pendek dan baju atasan. Warnanya biru muda sekali sampai hampir putih dengan gambar hiasan bunga-bunga kecil yg juga berwarna biru muda.

Lengan bajunya lengan buntung, dan pas di pinggir lengan bajunya di hiasi renda-renda berwarna putih manis. Bajunya karena itu pakaian tidur jadi bentuknya longgar dan lepas di bagian pinggangnya. Bagian bawahnya berupa celana pendek longgar juga, sewarna dengan bagian atasnya dengan bahan yg sama.

Semua melihat ke dalam mesin mobil sehingga tidak ada yg melihat ke arah aku. Pada saat itu lah aku melirik ke arah Tiara dan melihat payudara Tiara dari celah bawah ketiaknya. Perlu diingat bahwa tinggi badan aku pada usia itu persis sepayudara Tiara.

Dia tidak menggunakan BH waktu itu. Puting susunya yg coklat dan mengacung kelihatan dengan jelas dari celah itu karena potongan lengan bajunya yg kendor. Hampir seluruh payudara Tiara yg sebelah kiri dapat kelihatan seluruhnya. Tentu saja dia tidak sadar akan hal itu.

Suatu ketika ada juga saat dimana kami sedang bersama-sama melihat TV di ruang tamu. Aku duduk di sofa untuk satu orang yg menghadap langsung ke TV. Dan Tiara duduk di sofa panjang di bagian sebelah kiri dari TV di depan kiri aku. Aku dapat langsung melihat TV, tp untuk orang yg duduk di sofa panjang itu harus memutar badannya ke kiri untuk melihat TV, karena sofa panjang tersebut menghadap ke arah lain.

Tiara akhirnya memutuskan untuk berbaring telungkup sambil melihat TV karena dalam posisi tersebut lebih mudah. Dia memakai baju tidur berupa kain sejenis sutera putih yg bahannya sangat lemas, sehingga selalu mengikuti lekuk tubuhnya. Baju tidur ini begitu pendek sehingga hanya cukup untuk menutupi pantat Tiara. Bagian atasnya begitu kendor sehingga setiap kali tali bahunya selalu jatuh ke lengan Tiara dan dia harus berulang-ulang membetulkannya.

Dalam posisi telungkup begitu baju tidurnya pun tersingkap sedikit ke atas dan menampakkan mEmEk Tiara dari belakang. Kebetulan aku duduk di bagian yg lebih ke belakang dari pada Tiara, jadi aku dapat melihat langsung dengan bebasnya. Semakin dia bergerak, semakin bajunya tersingkap ke atas pinggulnya. Tiara pada saat itu tidak memakai pakaian dalam sama sekali, karena kebetulan rumah sedang sepi dan sebetulnya itu waktu tidur siang.

Kadang-kadang pahanya merenggang dan mEmEknya lebih jelas kelihatan lagi. Tiara agaknya tidak perduli kalau saat itu aku sedang berada di situ juga. Sesekali dia bangun untuk ke dapur mengambil minum, dan sekali ini tali bajunya turun lagi ke lengannya dan menampakkan sebagian payudara kiri Tiara. Kali ini dia tidak membetulkannya dan berjalan terus ke arah dapur.

Karena banyak bergerak dan membungkuk untuk mengambil sesuatu di dapur, akhirnya payudara kirinya betul-betul tumpah keluar dan betul-betul kelihatan seluruhnya. Sambil berjalan balik dari dapur, Tiara tidak kelihatan perduli dan membiarkan payudara kirinya tetap tergantung bebas.

Cerita Sex TOP : Ketagihan Digoyang ABG Bispak

Sesekali dia betulkan, tp karena memang baju tidurnya yg belahan dadanya terlalu rendah, akhirnya turun lagi dan turun lagi. Dan setiap kali payudaranya selalu meledak keluar dari balik bajunya, kalau tidak yg sebelah kanan yg sebelah kiri. Tiara tetap kelihatan seperti tidak terjadi apa-apa, walaupun satu payudara terbuka bebas seperti itu.

Tiara kembali berbaring telungkup di sofa panjang melihat ke arah TV. Sekarang payudara kanannya yg tergantung bebas tanpa penutup. Setelah beberapa lama dan menggeser-geser posisinya di atas sofa, sekarang baju tidurnya sudah tidak rapi dan terangkat sampai ke pinggulnya lagi. Karena posisi pahanya yg sekarang tertutup, aku hanya dapat melihat sebagian bawah pantat Tiara yg mulus dan sexy.

Tiara menggeser posisinya lagi, dan sekarang tali baju yg sebelah kiri turun. Sekarang kedua payudaranya bebas menggantung di tempatnya tanpa penutup. Dari posisi aku tentunya hanya dapat melihat yg bagian kanannya karena aku duduk di bagian kanan. Tiara balik lagi ke dapur untuk yg kesekian kalinya mengambil minum dan tetap membiarkan payudaranya terbuka dengan bebas. Dan balik lagi telungkup melihat TV.

Aku mencoba mengajaknya mengobrol dalam posisi itu. Tentu saja tidak mungkin karena dia menghadap ke arah TV. Pertama-tama dia ketahuan sedang malas diajak ngobrol dan hanya terlihat ingin melihat TV. Karena aku tetap bertanya-tanya ini itu ke dia, akhirnya dia pun mulai menanggapi aku.

Suatu ketika karena dia harus menghadap aku tetp malas duduk, akhirnya dia membalikkan diri ke arah kanan untuk menghadap ke aku. Pada saat itu lah mEmEknya terlihat dengan sempurna terpajang menghadap aku. Perlu diketahui, payudara Tiara masih tetap tergantung bebas dan padat tanpa penutup karena dia tidak repot-repot lagi membetulkan letak tali bajunya.

Baju tidur Tiara terangkat lagi sampai ke pinggul. Dan dia tetap ngobrol seperti seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Cukup lama juga kami ngobrol dengan posisi dia seperti itu. Kadang-kadang malah kakinya mengangkang menampakkan mEmEknya. Dan dia tetap bersikap seakan-akan tidak ada apa-apa dan tetap berbicara biasa.

Akhirnya aku tidak kuat lagi. Suatu saat, pada saat dia mengambil makanan dari atas meja dan posisinya membelakangi aku, mEmEk Tiara mengintip dari celah pahanya dari belakang tepat 1-2 meter di depan wajah aku. Aku buka retslueting aku yg dari tadi sudah berisi k0ntol yg sudah keras tidak kepalang tanggung, dan mengeluarkannya dari celana dalam aku.

Dari belakang aku menghampiri Tiara perlahan. Pada saat ini dia masih belum tahu dan masih tetap memilih-milih makanan, sampai terasa ada tangan yg memegang kedua payudaranya dari belakang dan merasakan ada benda panjang, besar dan hangat menyentuh-nyentuh di sela-sela paha dan belahan pantatnya.

Tiara terkejut. Aku tetap meremas dan memainkan kedua payudara Tiara dengan kedua tangan aku dan mulai perlahan-lahan menyelipkan k0ntol aku ke dalam mEmEknya. MEmEk Tiara selalu basah dari pertama karena dia dapat menjaga situasi dirinya sehingga tetap basah walaupun pada saat-saat dia tidak nafsu untuk bermain sex. K0ntol aku masuk ke dalam MEmEk Tiara dari belakang. Tiara melenguh tanpa dapat berbuat apa-apa karena semuanya berlangsung begitu cepat. Tangannya bertumpu ke atas meja makan.

Mungkin dia bertanya-tanya juga dalam hati, ini anak SD tp nafsunya sudah seperti orang dewasa. Aku mulai membuat gerakan maju mundur sambil tangan aku masih meremas-remas payudaranya. Tiara terdorong-dorong ke meja makan di depannya, payudaranya bergoyg-goyg seirama dengan dorongan k0ntol aku ke dalam mEmEknya. Kaki Tiara dalam posisi berdiri mengangkang membelakangi aku.

Akhirnya aku klimaks. Sperma demi sperma menyemprot dengan kuatnya ke dalam mEmEk Tiara, sebagian meleleh keluar dari dalam mEmEk ke bagian paha dalam Tiara yg masih berdiri mengangkang membelakangi aku. Setelah semprotan terakhir di dalam mEmEk Tiara, kami masih berdiri lemas tanpa merubah posisi. Kepala aku lunglai ke depan, kepala Tiara juga, napas kami terengah-engah, dan keringat banjir membasahi tubuh kami.

Akhirnya aku menarik k0ntol aku keluar dari mEmEk Tiara, dan kembali memasukkannya ke dalam celana dalam dan menarik kembali retslueting ke atas. Tiara masih terengah-engah dalam posisi yg belum berubah bertumpu dengan kedua tangan ke atas meja makan. MEmEk dan belahan pantatnya masih terpajang bebas bergerak seirama dengan desah napasnya.

Aku kembali duduk di depan TV, dan Tiara kembali ke sofa panjang tempat tadi dia berbaring, tp sekarang dia tidak telungkup, melainkan duduk tanpa membetulkan letak dan posisi bajunya atau membersihkan bekas-bekas sperma dan keringat yg ada di sekujur tubuhnya.

Tiara duduk bersandar rileks dan mEmEknya terlihat terpajang dengan jelas karena posisi duduknya yg terbuka lumayan lebar. Matanya setengah terpejam tergolek di atas sandaran sofa. Tangannya lunglai di samping badannya. Napasnya masih terengah-engah. Dia melirik sedikit ke arah aku dan tersenyum. Aku pun tersenyum nakal padanya bagaikan normalnya anak usia 13 tahun. Dan dia berdiri berjalan masuk menuju ke kamar tidurnya.

Tiara ini kalau lagi merasa sendirian di rumah memang betul-betul cuek. Pada saat lain dimana aku sedang main ke rumah Rino tp Rinonya belum pulang sekolah, Tiara kerap kali memakai baju semaunya dan sangat minim tanpa repot-repot pakai pakaian dalam.

Kadang-kadang hanya memakai T-shirt sebatas pantat yg kebesaran dan longgar tanpa pakai apa-apa lagi, dan sudah kebiasaan Tiara kalau duduk posisinya tidak rapi, sehingga pinggul dan selangkangannya seringkali merenggang dan menampakkan mEmEknya yg segar dan basah.

Kadang-kadang dia hanya memakai gaun tidur putih ‘backless’ tipisnya yg mini dengan belahan dada rendah sebatas puting, sehingga puting susunya seringkali nampak mengintip keluar. Atau mondar-mandir hanya memakai kimono handuk hijau mudanya sebatas paha.

Dan kalau pakai kimono begitu dibiarkannya tali pinggangnya tidak diikat hingga bagian depannya tubuhnya terbuka. Jalan ke dapur atau duduk nonton TV di sofa tanpa membenarkan letak kimononya, atau makan siang setengah telanjang. Dan Tiara sudah biasa begitu jika merasa tidak ada orang di rumah. MEmEknya selalu bebas tanpa penutup.

Ada kalanya dimana dia baru pulang sekolah dan masih berbaju SMA putih abu-abu. Semasuknya di rumah yg pertama dilepas adalah celana dalam dan BH-nya dulu. Dan itu dilakukannya dengan ekspresi seperti dia sedang melepas sepatu dan kaos kakinya, yaitu di ruang tamu, dan di depan mata aku.

Pernah celana dalam dan BH-nya dilempar ke arah wajah aku sambil dia tertawa bercanda, atau biasanya dilemparkan saja semaunya di lantai. Terus biasanya dia kemudian makan siang sambil nonton TV dengan baju OSIS SMA-nya ditambah payudaranya yg montok padat berisi dan terkocok-kocok jika Tiara bergerak dengan puting susunya yg tercetak jelas. Biasanya k0ntol aku perlahan-lahan mengeras.

Kalau lagi tidak tahan, tanpa basa basi aku buka retslueting celana, keluarkan k0ntol, angkat rok SMA-nya sampai ke pinggang, tidak perduli dia sedang melakukan apa dan memasukkan k0ntol aku tanpa minta ijin dia dulu. Biasanya sih dia kaget, tp tidak berkata apa-apa sambil mulai menikmati gerakan k0ntol aku mengaduk-ngaduk mEmEknya.

Setelah sperma aku tumpah di dalam, dia pun kembali meneruskan apapun aktivitasnya yg sempat terhenti oleh sodokan k0ntol aku. Malah seringkali sepertinya aktivitas Tiara tidak terganggu dengan adanya gesekan k0ntol tegang dalam mEmEknya. Karena pernah suatu waktu dia masak di dapur dengan telanjang bulat karena mungkin pikirnya tidak ada orang di rumah.

Selagi dia masih menghadap ke arah kompor, pelan-pelan dari belakang aku menghampiri dengan k0ntol teracung. Perlahan-lahan aku selipkan k0ntol berat aku yg sudah keras di antara celahselangkangannya dari belakang. Dia kaget dan menengok sebentar, dengan suaranya yg khas dan nada cuek biasanya dia hanya bilang, “Eh kamu..!”

Kemudian secara refleks dia melebarkan posisi antara kedua kakinya, sedikit menunggingkan pantatnya dan membiarkan aku bermain dengan payudaranya dan melanjutkan memasukkan k0ntol aku dari belakang dan menyantapnya sampai selesai.

Cerita Sex Popular : Ranjang Tante Dona Bikin Greng

Memang karena badan aku yg masih setinggi bahunya, setiap kali aku harus naik ke kursi agar dapat memasukkan k0ntol aku ke dalam mEmEk Tiara. Dan itu aku lakukan ‘anytime-anywhere’ di rumahnya selama hanya ada Tiara sendiri di rumah.

Sepertinya Tiara begitu merangsang karena pakaiannya dan cara dia menempatkan posisi tubuhnya yg seakan-akan selalu menyediakan mEmEknya yg segar, bersih, sehat, basah dan berlendir itu 24 jam buat limpahan sperma dari k0ntol aku yg bersih, besar, berat dan panjang (walaupun waktu itu aku masih di bawah usia) ini di dalamnya. Mungkin ini yg membedakan dia dengan remaja-remaja perempuan lainnya.

Cerita Sex ABG, Cerita Sex Perawan, Cerita Mesum ABG, Cerita Sex ABG, Cerita Ngentot ABG, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Ngesex Perawan, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum 2016, Cerita HOT Ngentot, Cerita Seks Lucah, Cerita Seks Remaja, Cerita Dewasa Populer, Cerita Sex Janda, Cerita Seks Tante, Foto Telanjang ABG, Foto Sex Model, Foto Bugil Terupdate “Cerita Ngentot Tiara Si Gadis Imut” HOT 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.