Cerita Seks Ohh Nikmatnya Ibu Mertuaku

sexcrit.com Menyediakan Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Sex Ngentot | Cerita Mesum HOT | Cerita Seks ABG | Cerita Bokep | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa | Foto Bugil Terupdate || Cerita Seks Ohh Nikmatnya Ibu Mertuaku

Namaku Bagas, usiaku sekarang ini 30th. Ini adalah pengalamanku yg benar-benar nyata dengan Ibu mertuaku. Usianya belum terlalu tua baru sekitar 50th. Dulunya baru usia 20th dia sudah kimpoi. Ibu mertuaku bentuk tubuhnya biasa-biasa saja malah boleh dikatakan langsing dan singset seperti perawan. Tak Gasan sebab hingga kini ia masih mengkonsumsi jamu untuk supaya selalu awet muda dan langsing.

Singkat cerita ketika istriku baru melahirkan anak pertama dan aku harus puasa selama sebulan lebih. Bisa dibaygkan sendiri bagaimana pusingnya aku. Hingga suatu saat aku mengantar Ibu mertuaku pulang dari menengok cucu pertamanya itu. Aku biasa mengantarnya dengan motorku. Namun kali itu turun hujan ditengah perjalanan. Karena sudah basah kuyup dan hari sudah menjelang tengah malam aku paksakan untuk menerobos hujan yg deras itu.

cerita sex Mertua, cerita mesum Mertua, cerita ngentot Mertua, ngesex memek Mertua, ngentot Mertua hot

Setiba dirumah aku ingin segera membersihkan badan lalu menghangatkan badan. Di rumah itu hanya ada aku dan Ibu mertuaku karena kakak iparku tinggal ditempat lain. Sedangkan adik iparku yg biasa menemani Ibu mertuaku dirumah itu untuk sementara tinggal dirumahku untuk menjaga istriku.

“Kamu mandi aja deh sana, Gas” Kata Ibu mertuaku menyuruhku mandi

“Ah.. nggak usah.. Ibu duluan deh” Kataku menolak dan menyuruhnya agar lebih dulu

“Udah.. Ibu disini aja” Kata Ibu mertuaku yg memilih tempat cuci baju dan cuci piring diluar kamar mandi. Karena disitu juga ada air keran.

“Yah.. udah deh” Kataku sambil mendahuluinya masuk ke kamar mandi.

Suasana waktu itu agak remang-remang karena lampu penerangannya hanya lampu bohlam 5 watt. Aku iseng ingin tahu bentuk tubuh Ibu mertuaku yg sebenarnya ketika ia telanjang bulat. Maka aku singkapkan sedikit pintu kamar mandi dan menontonnya melepas satu per satu bajunya yg sudah basah kuyup karena kehujanan. Dia tidak tahu aku menontonnya karena dia membelakangiku.

Aku perhatikania mencopot kaus T-shirt-nya ke atas melewati bahu dan lehernya. Lalu BH-nya dengan mencongkel sedikit pengaitnya lalu ia menarik tali BH-nya dan BH itupun terlepas. Adegan yg paling syur ialah ketika ia membuka celana panjang jeansnya. Sret.. celana jeans ketat itu ditariknya ke bawah sekaligus dengan celana dalamnya. Jreng..! Aku lihat kedua buah pantatnya yg kencang dan montok itu menantangku.

Aku yg sudah tak merasakan sex selama satu bulan lebih dan lagi dihadapkan dengan pemandangan seperti itu. Aku nekat untuk mendekatinya dan aku peluk dia dari belakang.

“Eh.. Gas.. ini apa-apaan.. Gas” hardik Ibu mertuaku.

“Bu.. tolongin saya dong, Bu” rayuku

“Ih.. apaan sih..?!” Katanya lagi

“Bu, udah dua bulan ini saya nggak dapet dari Dewi.. tolong dong, Bu” bujukku lagi

“Tp aku inikan ibumu” Kata Ibu mertuaku

“Bu.. tolong, Bu.. please banget” rayuku sambil tanganku mulai beraksi.

Tanganku meremas-remas buah dadanya yg ukurannya sekitar 34b sambil jariku memelintir putting susunya. bibir dan lidahku menjilati tengkuk lehernya. Tanganku yg satu lagi memainkan klentit-nya dengan memelintir daging kecil itu dengan jariku.

Batang k0ntolku aku tekan dilubang pantatnya tp tidak aku masukkan. Ibu mertuaku mulai bereaksi. Tangannya yg tadi berusaha meronta dan menahanku kini sudah mengendor. Dia membiarkanku memulai dan memainkan ini semua. Nafasnya memburu dan mulai mendesah-desah.

“Dikamar aja yuk, Bu” bisikku

Aku papah Ibu mertuaku menuju kamarnya. Aku baringkan dia tempat tidur. Aku buka kedua kakinya lebar-lebar dan sepertinya Ibu mertuaku sudah siap dengan batang k0ntolku. Tp aku belum mau memulai semua itu.

“Tenang aja dulu, Bu. Rileks aja, Ok?” Kataku.

Aku mengarahkan mukaku ke liang mEmEknya dan aku mulai dengan sedikit jilatan dengan ujung lidahku pada klentitnya.

“Ough.. sshhtt.. ough.. hmpf.. hh.. ooghh” Ibu mertuaku mendesah dan mengerang menahan kenikmatan jilatan lidahku.

Dia sepertinya belum pernah merasakan oral sex dan baru kali ini saja ia merasakannya. Terlihat reaksi seperti kaget dengan kenikmatan yg satu ini.

“Enak kan, Bu..?” Kataku

“Hmh.. kamu.. sshtt.. kamu.. koq.. gak jijik.. sih, Gas?” Tanyanya ditengah-tengah desah dan deru nafasnya.

“Enggak, Bu.. enak koq.. gimana enak gak?”

“Hmh.. iyahh.. aduh.. sshhtt.. eenak.. banget.. Gas.. sshhtt” jawab Ibu mertuaku sambil terus merintih dan mendesah.

“Itu baru awalnya, Bu” Kataku.

Kali ini aku kulum-kulum klentitnya dengan bibirku dan memainkan klentit itu dengan lidahku. Aku lihat sekujur tubuh Ibu mertuaku seperti tersetrum dan mengejang. Ia lebih mengangkat lagi pinggulnya ketika aku hisap dalam-dalam klentitnya.

Tak sampai disitu aku terobos liang mEmEknya dengan ujung lidahku dan aku masukkan lidahku dalam-dalam ke liang mEmEknya itu lalu aku mainkan liukkan lidahku didalam liang mEmEknya. Seiring dengan liukanku pinggul Ibu mertuaku ikut juga bergoyg.

“Ough.. sshhtt.. ough.. sshhtt.. oughh.. hmh.. ough.. shhtt.. ough.. hmh.. oufghh.. sshhtt” suara itu terus keluar dari mulut Ibu mertuaku menikmati kenikmatan oral sex yg aku berikan.

Aku sudahi oral sex ku lalu aku bangun dan berlutut dihadapan liang mEmEknya. Baru aku arahkan batang k0ntolku ke liang mEmEknya tiba-tiba tangan halus Ibu mertuaku memegang batang k0ntolku dan meremas-remasnya.

“Auw.. diapain, Bu..?” Tanyaku

“Enggak.. ini supaya bisa lebih tahan lama” Kata Ibuku sambil mengurut batang k0ntolku.

Rasanya geli-geli nikmat bercamput sakit sedikit. Sepertinya hanya diremas-remas saja tetp tidak ternyata ujung-ujung jarinya mengurut urat-urat yg ada dibatang k0ntol untuk memperlancar aliran darah sehingga bisa lebih tegang dan kencang dan tahan lama.

“Guedhe.. juga.. punya kamu, Gas” Kata Ibu mertuaku sambil terus mengurut batang k0ntolku.
“Iya dong, Bu” Kataku.

Kali ini kedua tangan Ibu mertuaku beraksi mengurut batang k0ntolku. Tangan yg satunya lagi mengurut-urut buah pelirku dan yg satu lagi seperti mengocok namun tidak terlalu ditekan dengan jari jempol dan telunjuknya. Tak lama kemudian..

“Egh.. yah.sudah.. pelan-pelan.. yah sayg” Kata Ibu mertuaku sambil menyudahi pijatan-pijatan kecilnya itu dan mewanti-wantiku supaya tidak terlalu terburu-buru menerobos liang mEmEknya.

Aku angkat kedua kaki Ibu mertuaku dan aku letakkan dikedua bahuku sambil mencoba menerobos liang mEmEknya dengan batang k0ntolku yg sedari tadi sudah keras dan kencang.

“Ouh.. hgh.. ogh.. pelan-pelan, Gas” Kata Ibu mertuaku ditengah-tengah deru nafasnya.

“Iya, Bu.. sayg.. egh.. aku pelan-pelan koq” Kataku sambil perlahan-lahan mendorong k0ntolku masuk ke liang mEmEknya.

“Ih.. punya kamu guedhe banget, sayg.. ini sih.. gak normal”Katanya

“Kan tadi udah diurut, Bu” Kataku.

Aku teruskan aksiku penetrasiku menerobos liang mEmEknya yg kering. Aku tidak merasa istimewa dengan batang k0ntolku yg panjangnya hanya 15cm dengan diameter sekitar 3 cm.

Dengan sedikit usaha.. tiba-tiba.. SLEB-SLEB-BLESSS! Batang k0ntolku sudah masuk semua dengan perkasanya kedalam liang mEmEk Ibu mertuaku.

“Ough.. egh.. iya.. sshh.. pelan-pelan aja yah, sayg” Kata Ibu mertuaku yg mewantiku supaya aku tidak terlalu terburu-buru.

Aku mulai meliukkan pinggulku sambil naik turun dan pinggul Ibu mertuaku berputar-putar seperti penyanyi dang-dut.

“Ough.. gilaa, Bu.. asyik.. banget..!” Kataku sambil merasakan nikmatnya batang k0ntolku diputar oleh pinggulnya.

“Ough.. sshtt.. egh.. sshh.. hmh.. ffhh.. sshhtt.. ough.. sshhtt.. oughh” Ibu mertuaku tidak menjawab hanya memejamkan mata sambil mulutnya terus mendesah dan merintih menikmati kenikmatan sexual.

Baru sekitar 30 menit aku sudah bosan dengan posisi ini dan ingin berganti posisi. Ketika itu kami masih dalam posisi konvensional. Aku mau menawarkan variasi lain pada Ibu mertuaku..

“Eh.. Ibu yg di atas deh” Kataku.

“Kenapa, sayg.. kamu capek.. yah..?” Tanyanya.

“Gak” jawabku singkat.

“Mo keluar yah.. hi.. hi.. hi..?” Godanya sambil mencubit pantatku.

“Gak.. ih.. aku gak bakalan keluar duluan deh” Kataku sesumbar.

“Awas.. yah.. kalo keluar duluan” Goda Ibu mertuaku sambil meremas-remas buah pantatku.

“Enggak.. deh.. Ibu yg bakalan kalah sama aku”Kataku sombong sambil balas mencubit buah dadanya
“Auw.. hi.. hi.. hi” Ibu mertuaku memekik kecil sambil tertawa kecil yg membuatku semakin horny.

Dengan berguling ke samping kini Ibu mertuaku sudah berada di atas tubuhku. Sambil menyesuaikan posisi sebentar ia lalu duduk di atas pinggulku. Aku bisa melihat keindahan tubuhnya perutnya yg rata dan ramping. Tak ada seonggok lemakpun yg menumpuk diperutnya. Buah dadanya juga masih kencang dengan putting susu yg mengacung ke atas menantangku.

Cerita Sex TOP : Ooohhh…Nikmatnya Tusukan Pamanku

Aku juga duduk dan meraih putting susu itu lalu ku jilat dan ku kulum. Ibu mertuaku mendorongku dan menyuruhku tetap berbaring seolah-olah kali ini cukup ia yg pegan kendali. Ibu mertuaku kembali meliuk-liukkan pinggulnya memutar-mutar seperti Inul Daratista.

“Egh.. sshhtt.. ough.. sshhtt.. ough.. egh.. hmf” desah Ibu mertuaku.

“Gila, Bu.. enak banget..!”

“Ough.. sshhtt.. ough.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku mendesah dan merintih sambil terus meliuk-liukkan pinggulnya memainkan batang k0ntolku yg berada didalam liang mEmEknya.

Tanganku meremas buah dadanya yg tak terlalu besar tp pas dengan telapak tangan. Tanganku yg satunya lagi meremas buah pantatnya. Batang k0ntolku yg kencang dan keras terasa lebih keras dan kencang lagi. Ini berkat pijatan dari Ibu mertuaku tadi itu. Bisa dibaygkan jika tidak aku sudah lama orgasme dari tadi.

“Ough.. sshtt.. emh.. enagh.. egh.. sshhtt.. ough.. iyaahh.. eeghh.. enak.. ough” liukan pinggul Ibu mertuaku yg tadinya teratur kini berubah semakin liar naik turun maju mundur tak karuan.

“Ough.. iiyyaahh.. egghh.. eghmmhhff.. sshhtt.. ough.. aku udah mo nyampe” Kata Ibu mertuaku.

“Bu.. aku juga pengen, Bu.. egh” Kataku sambil ikut menggoyg naik turun pinggulku.

“Egh.. iyah.. bagusshh.. saygg.. ough.. sshhtt.. ough.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku merespons gerakanku untuk membantunya orgasme.

Aku mempercepat goyganku karena seperti ada yg mendesak dibatang k0ntolku untuk keluar juga.
“Hmfh.. terusshh.. iyah.. ough.. oughh.. AAAUGHH.. OUGH.. OUGH.. OUGH” Ibu mertuaku telah sampai pada orgasmenya.

Pada batang k0ntolku terasa seperti ada cairan hangat mengucur deras membasahi batang k0ntolku. Ibu mertuaku menggelepar dan diakhiri dengan menggelinjang liar dan nafasnya yg tersengal. Ibu mertuaku telah berhenti melakukan liukan pinggulnya. Hanya denyutan-denyutan kencang didalam liang mEmEknya. Aku merasakan denyutan-denyutan itu seperti menyedot-nyedot batang k0ntolku Dan..

“CROT.. CROTT.. CROTTT..!” muncrat semua air maniku diliang mEmEk Ibu mertuaku.

“Bu, kerasa nggak air mani saya muncratnya..?” Tanyaku

“Eh.. iya, Bagas sayang.. Ibu udah lama pengen beginian” Kata Ibu mertuaku

“Iya.. sekarang kan udah, Bu” Kataku sambil mengecup keningnya

“Oh.. kamu.. hebat banget deh, Gas” Kata Ibu mertuaku sambil membelai-belai rambutku.

“Itu semua kan karena Ibu” Kataku memujinya

“Ih.. bisa aja.. kamu” sahut Ibu mertuaku sambil mencubit pinggulku.

Ibu mertuaku masih di atas tubuhku ketika HP-ku berbunyi ternyata dari istriku yg menyuruhku supaya menginap saja dirumah Ibu mertuaku. Setelah telepon di tutup aku memekik kegirangan. Setelah itu kami melakukan pemanasan lagi dan melakukannya sepanjang malam hingga menjelang subuh kami sama-sama kelelahan dan tidur. Entah sudah berapa kali kami bersenggama dalam berbagai posisi. Pagi harinya kami masih melakukannya lagi dikamar mandi untuk yg terakhir lalu setelah itu aku sarapan dan pulang.

Cerita Sex Selingkuh, Cerita Sex Mertua, Cerita Mesum Mertua, Cerita Ngentot Mertua, Ngesex Memek Mertua, Ngentot Mertua HOT, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum 2016, Cerita HOT Ngentot, Cerita Seks Lucah, Cerita Seks Remaja, Cerita Dewasa Populer, Cerita Sex Janda, Cerita Seks Tante, Foto Telanjang ABG, Foto Sex Model, Foto Bugil Terupdate “Cerita Seks Ohh Nikmatnya Ibu Mertuaku” HOT 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.