Cerita Seks Kenikmatanku Saat Diperkosa

sexcrit.com Menyediakan Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Sex Ngentot | Cerita Mesum HOT | Cerita Seks ABG | Cerita Bokep | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa | Foto Bugil Terupdate || Cerita Seks Kenikmatanku Saat Diperkosa

Sampai saat ini sebenarnya saya sedikit bingung bagaimana memulai ceritanya. Tetapi perlu anda ketahui bahwa yg saya ceritakan ini benar-benar terjadi pada diri saya. Saat ini saya berumur 20 tahun dan sudah menikah. Saya sampai saat ini masih kuliah di sebuah perguruan tinggi di Depok Semester lima.

Saya menikah dgn suami saya Bang Rendi yg lebih tua 8 tahun dari saya karena dijodohkan oleh orangtua saya pada saat saya masih berumur 19th dan baru saja masuk kuliah. Namun saya sangat mencintai suami saya. Begitu pula suami saya terhadap saya (saya yakin itu benar).

Karena saya dilahirkan dari keluarga yg taat agama, maka saya pun seorang yg taat agama.Setelah pernikahan menginjak umur 1 tahun, suami saya oleh perusahaan ditugasi untuk bekerja di pabrik di daerah bogor. Sebagai fasilitas, kami diberikan sebuah rumah sederhana di komplek perusahaan.

Cerita Sex Perkosaan, Cerita Sex Gangbang, Cerita Sex Threesome

Sebagai seorang istri yg taat, saya menurutinya pindah ke tempat itu. Komplek tempat tinggal saya ternyata masih kosong, bahkan di blok tempat saya tinggal, baru ada rumah kami dan sebuah rumah lagi yg dihuni, itu pun cukup jauh letaknya dari rumah kami.

Karena rumah kami masih sangat asli kami belum memiliki dapur, sehingga jika kami mau memasak saya harus memasak di halaman belakang yg terbuka, ciri khas rumah sederhana. Akhirnya suami memutuskan untuk membangun dapur dan ruang makan di sisa tanah yg tersisa, kebetulan ada seorang tukang bangunan yg menawarkan jasanya. Karena kami tidak merasa memiliki barang berharga, kami mempercayai mereka mengerjakan dapur tersebut tanpa harus kami tunggui, suami tetap berangkat ke kantor sedangkan saya tetap kuliah.

Sampai suatu hari, saya sedang libur dan suami saya tetap ke kantor. Pagi itu setelah mengantar Bang Rendi sampai ke depan gerbang, saya pun masuk ke rumah. Sebenarnya perasaan saya sedikit tidak enak di rumah sendirian karena lingkungan kami yg sepi. Sampai ketika beberapa saat kemudian Pak Sastro dan dua orang temannya datang untuk meneruskan kerjanya. Dia tampak cukup terkejut melihat saya ada di rumah, karena saya tidak bilang sebelumnya bahwa saya libur.

“Eh, kok Neng Anggie nggak berangkat kuliah..?”

“Iya nih Pak Sastro, lagi libur..” jawab saya sambil membukakan pintu rumah.

“Kalo gitu saya mau nerusin kerja di belakang Neng..” katanya.

“Oh, silahkan..!” kata saya.

Tidak lama kemudian mereka masuk ke belakang, dan saya mengambil sebuah majalah untuk membaca di kamar tidur saya. Namun ketika baru saja saya mau menuju tempat tidur, saya lihat melalui jendela kamar Pak Bimo sedang mengganti pakaiannya dgn pakaian kotor yg biasa dikenakan saat bekerja. Dan alangkah terkejutnya saya menyaksikan bagaimana Pak Sastro tidak menggunakan pakaian dalam. Sehingga saya dapat melihat dgn jelas otot tubuhnya yg bagus dan yg paling penting k0ntolnya yg sangat besar jika dibandingkan milik suami saya.

Saya seketika terkesima sampai tidak sadar kalau Pak Bimo juga memandang saya.

“Eh, ada apa Neng..?” katanya sambil menatap ke arah saya yg masih dalam keadaan telanjang dan saya lihat k0ntol itu mengacung ke atas sehing terlihat lebih besar lagi.

Saya terkejut dan malu sehingga cepat-cepat menutup jendela sambil nafas jadi terengah-engah. Seketika diri saya diliputi perasaan aneh, belum pernah saya melihat laki-laki telanjang sebelumnya selain suami, bahkan jika sedang berhubungan sex dgn suami saya, suami masih menutupi tubuh kami dgn selimut, sehingga tidak terlihat seluruhnya tubuh kami.

Saya mencoba mengalihkan persaan saya dgn membaca, tetapi tetap saja tidak dapat hilang. Akhirnya saya putuskan untuk mandi dgn air dingin. Cepat-cepat saya masuk ke kamar mandi dan mandi. Setelah selesai, saya baru sadar saya tidak membawa handuk karena tadi terburu-buru, sedangkan pakaian yg saya kenakan sudah saya basahi dan penuh sabun karena saya rendam.

Saya bingung, namun akhirnya saya putuskan untuk berlari saja ke kamar tidur, toh jaraknya dekat dan para tukang bangunan ada di halaman belakang dan pintunya tertutup. Saya yakin mereka tidak akan melihat, dan saya pun mulai berlari ke arah kamar saya yg pintunya terbuka.

Namun baru saya akan masuk ke kamar, tubuh saya menabrak sesuatu hingga terjatuh. Dan alangkah terkejutnya, ternyata yg saya tabrak itu adalah Pak Sastro.

“Maaf Neng.., tadi saya cari Neng Anggie tapi Neng Anggie nggak ada di kamar. Baru saya mau keluar, eh Neng Anggi nabrak saya..” katanya dgn santai seolah tidak melihat kalau saya sedang telanjang bulat.

Perlu diketahui, saya memiliki kulit yg sangat putih mulus dan walau tidak terlalu tinggi bahkan sedikit mungil (152 cm), namun tubuh saya sangat proposional dgn dua buah payudara berukuran 34C yg sedikit kebesaran dibandingkan ukuran tubuh saya.

Saya begitu malu berusah bangkit sambil mentupi dada dan bagian bawah saya. Namun Pak Bimo segera menangkap tangan saya dan berkata,

“Nggak usah malu Neng.., tadi Neng juga udah ngeliat punya saya, saya nggak malu kok..”

“Jangan Pak..!” kata saya, namun pak Bimo malah mengangkat saya ke arah halaman belakang menuju dua orang temannya.

Saya berusaha memberontak dan berteriak, tapi Pak Sastro dgn santainya malah berkata, “Tenang aja Neng.., di sini sepi. Suara teriakan Neng nggak bakal ada yg denger..”

Melihat tubuh telanjang saya, kedua teman Pak Sastro segera bersorak kegirangan.

“Wah, bagus betul ni tetek..” kata yg satu sambil membetot dan meremas payudara saya sekeras-kerasnya.”Tolong jangan perkosa saya, saya nggak bakalan lapor siapa-siapa…” kata saya.

“Tenang aja deh kamu nikmati aja…” kata teman Pak Sastro yg badannya sedikit gendut sambil tangannya meraba bulu kemaluan saya, sedang Pak Bimo masih memegang kedua tangan saya dgn kencang.

Tidak berapa lama kemudian saya lihat ketiganya mulai melepas pakaian mereka. Saya melihat tubuh-tubuh mereka yg mengkilat karena keringat dan k0ntol mereka yg mengacung karena nafsunya. Dgn cepat mereka membaringkan tubuh saya di atas pasir. Kemudian Pak Sastro mulai menjilati kemaluan saya.

“Wah.., memeknya wangi loh..” katanya.

Saya segera berontak, namun kedua teman Pak Bimo segera memegangi kedua tangan dan kaki saya. Yg botak memegang kaki, sedangkan yg gendut memegang kedua tangan saya sambil menghisap puting susu saya.

Tidak berapa lama kemudian Pak Sastro mulai mengarahkan k0ntolnya yg besar ke lubang kemaluan saya. Dan ternyata, yg tidak saya duga sebelumnya, rasanya ternyata sangat nikmat. Benar-benar berbeda dgn suami saya.

Namun karena malu, saya terus berontak sampai Pak Sastro mulai mengoygkan k0ntolnya dgn gerakan yg kasar, tapi entah kenapa saya justru merasa kenikmatan yg luar biasa, sehingga tanpa sadar saya berhenti berontak dan mulai mengikuti irama goygnya.

Melihat itu kedua teman Pak Sastro tertawa dan mengendurkan pegangannya. Mendengar tawa mereka, saya sadar namun mau memberontak lagi saya merasa tanggung, sehingga yg terjadi adalah saya terlihat seperti sedang berpura-pura mau berontak namun walau dilepaskan saya tetap tidak berusaha melepaskan diri dari Pak Sastro.

Tidak lama kemudian Pak Sastro membalikkan tubuh saya dalam posisi doggie tanpa melepaskan miliknya dari kemaluan saya. Melihat itu, tanpa dikomando si gendut langsung memasukkan k0ntolnya ke mulut saya. Saya berusaha berontak, namun si gendut menjambak saya dgn keras, sehingga saya menurutinya.

Saya benar-benar mengalami sensasi yg luar biasa, sehingga beberapa saat kemudian saya mengalami orgasme yg luar biasa yg belum pernah saya alami sebelumnya. Tubuh saya menjadi lemas dan jatuh tertelungkup. Namun tampaknya Pak Bimo belum selesai, sehingga genjotannya dipercepat sampai kemudian dia mencapai kelimaks dan memuntahkan spermanya ke dalam rahim saya.

Begitu Pak Sastro mencabutnya, si botak langsung memasukkan kemaluannya ke dalam milik saya tanpa memberi waktu untuk istirahat. Tidak lama kemudian si gendut mencapai kelimaks, dia menekan kemaluannya ke dalam mulut saya dan tanpa aba- aba, langsung menembakkan spermanya ke dalam mulut saya. Banyak sekali spermanya yg saya rasakan di mulut saya, namun ketika saya hendak membuang sperma itu, Pak Sastro yg saya lihat sedang duduk beristirahat berkata.

“Jangan dibuang dulu, cepet kamu kumur-kumur mani itu yg lama… pasti nikmat… ha.. ha.. ha..”
Dan seperti seekor kerbau yg bodoh, saya menurutinya berkumur dgn seperma itu.

Sementara si botak terus mengocok k0ntolnya di dalam kemaluan saya, saya melihat Pak Sastro masuk ke dalam rumah saya dan keluar kembali dgn membawa sebuah terong besar yg saya beli tadi pagi untuk saya masak serta sebuah kalung mutiara imitasi milik saya. Tidak berapa lama kemudian si botak mencapai kelimaks dan saya pun terjatuh lemas di atas pasir tersebut. Melihat temannya sudah selesai, Pak Bimo menghampiri saya sambil memaksa saya kembali ke posisi merangkak.

“Sambil menunggu tenaga kita kembali pulih, mari kita lihat hiburan ini..” katanya sambil memasukkan terong ungu yg sangat besar itu ke dalam memek saya.

Tentu saja saya terkejut dan berusaha memberontak, tetapi kedua temannya segera memegangi saya.
Dan tidak lama kemudian, “Bless..!” terong itu masuk 3/4-nya ke dalam memek saya.
Rasa sakitnya benar-benar luar biasa, sehingga saya menggoyg-goygkan pantat saya ke kiri dan kanan.

“Lihat anjing ini.. ekornya aneh.. ha… ha… ha…” kata si botak.

“Sekarang kamu merangkak keliling halaman belakang ini, ayo cepat..!” kata si gendut.

Dgn perlahan saya merangkak, dan ternyata rasanya benar-benar nikmat.

Karena rasa geli-geli nikmat itu, sedikit-sedikit saya berhenti, tetapi setiap saya berhenti dgn segera mereka mencambuk pantat saya. Tidak berapa lama saya mencapai kelimaks, melihat itu mereka tertawa. Pak Sastro kemudian menghampiri saya, lalu mulai memasukkan kalung mutiara imitasi yg sebesar kelereng tadi satu persatu ke dalam lubang anus saya.

Saya kembali menjerit, tetapi dgn tenang dia berkata, “Tahan dikit ya.., nanti enak kok..!”

Sampai akhirnya, kemudian kalung itu tinggal seperempatnya yg terlihat, lalu sambil menggenggam sisa kalung tersebut dia berkata.

“Sekarang kamu maju pelan-pelan..”

Dan ketika saya bergerak, kembali kalung itu tercabut pelan-pelan dari anus saya sampai habis. Begitulah mereka mempermainkan saya sampai kemudian mereka siap memperkosa saya lagi berulang-ulang sampai sore hari, dan anehnya setiap mereka kelimaks saya pun turut orgasme dgn arti saya menikmati diperkosa.

Dan anehnya lagi, malam harinya ketika suami saya pulang, saya sama sekali tidak melaporkan kejadian tersebut kepadanya, sehingga pemerkosaan tersebut terus terjadi berulang-ulang setiap saya sedang tidak kuliah. Dan setiap memperkosa, mereka selalu menyelingi dgn mengerjai saya dgn cara yg aneh-aneh, dan itu berlangsung sampai dapur saya selesai dibangun.

 

Cerita Sex Perkosaan, Cerita Sex Gangbang, Cerita Sex Threesome, Cerita Sex HOT, Cerita Mesum HOT, Cerita HOT Ngentot, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum 2016, Cerita HOT Ngentot, Cerita Seks Lucah, Cerita Seks Remaja, Cerita Dewasa Populer, Cerita Sex Janda, Cerita Seks Tante, Foto Telanjang ABG, Foto Sex Model, Foto Bugil Terupdate “Cerita Seks Kenikmatanku Saat Diperkosa” HOT 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.