VIMAX ASLI
VIMAX
OBAT PEMBESAR PENIS
ezgif-com-resize-1
ezgif-com-resize
obatpembesarpenis

Cerita Sex Nilla Ayam Kampus Haus Seks

VIMAX ASLI

sexcrit.com Menyediakan Cerita Sex 2016 | Cerita Dewasa Terbaru | Cerita Sex Ngentot | Cerita Mesum HOT | Cerita Seks ABG | Cerita Bokep | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa | Foto Bugil Terupdate || Cerita Sex Nilla Ayam Kampus Haus Seks

Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Nilla tiba Plaza Tendean, tempat janjian ketemuannya dgn Roland. Ketika di sms Nilla bilang bahwa Nilla pengen ketemuan, Rolland langsung menelpon. Rolland sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Nilla minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan.

“Ok deh Nill, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan lumayan di tengah-tengah tuh” kata Rolland di telepon. Nilla mengiyakan. Lalu Rolland menambahkan “Tapi, gue mau lo berpakaian seperti ini…”. Nilla mendengarkan ucapan Rolland, lalu wajahnya memerah jengah. “Ih, gila lo ya Land” kata Nilla tersipu. “Mau nggak?” balas Rolland nakal. “Ya udah deh” jawab Nilla pasrah, timbang ga jadi ketemuan dgn Rolland.

Dan disinilah Nilla, menunggu Rolland yang masih dalam perjalanan. Orang-orang melihat seorang cewek cukup tinggi, berambut pendek warna brunette turun dari taxy, mengenakan kemeja terusan warna khaki. Belt coklat besar menghiasi pinggangnya, dan boot pendek yang sewarna dgn belt-nya menutup kakinya. Kemejanya yang tidak terkancing dua kancing atasnya menunjukkan belahan toked putih Nilla yang membusung.

Cerita Sex Bispak, Cerita Mesum Mahasiswa, Cerita Ngentot DaunMuda, Ngesex Mahasiswa HOT, Ngentot Memek Bispak

Nilla masuk ke café **** dan langsung pesan minuman, lalu duduk manis di pojok café. Para karyawan dan pengunjung café memandang cewek yang duduk di pojok begitu jutek dan dingin, sehingga tidak ada yang mengganggu. Padahal, situasi diri Nilla bertolak belakang dgn tampilan luarnya. Jantungnya berdebar kencang dan nafasnya agak tidak beraturan, akibat nafsu birahi yang menggelora sejak siang tadi. Mengapa si lonte ini belum-belum sudah horny habis seperti ini? Silakan baca runtutan peristiwa hari kemarinnya dan 2 jam sebelumnya di sini.

“Sialan Rolland lama banget sih. Gue jadi makin deg-degan jadinya. Aduuhh..mana vagina gue berkedut-kedut terus. Makin basah deh…” runtuk Nilla dalam hati tak berdaya mengekang nafsu birahinya. Padahal Rolland cuma terlambat sekitar 5 menitan. Nilla berupaya mengalihkan perhatiannya dgn mengecek status FBnya di HP.

Tiba-tiba ada seseorang sudah berada di samping Nilla dan langsung menyapa “Hai Nill. Sory agak telat ya” sapa Rolland. Agak kaget Nilla mendongak ke samping, dan dgn senangnya bangkit untuk memeluk dan mengecup ringan pipi cowok tersebut. “Ih tambah gemuk aja lo” ujar Nilla genit. Rolland memang berperawakan agak gemuk. Keliatannya, kerjaannya yang di belakang meja, memanjakan perut dan tubuhnya.

Mereka langsung beranjak pergi menuju tempat mobil Rolland di parkir. Rolland melirik ke arah Nilla yang menggelayut manja di lengannya. Karena Nilla sekepala lebih rendah dari Rolland, dgn mudah Rolland melihat ke belahan toked Nilla yang menantang. “Ehm, keliatannya lo ngikutin request gue nih” kata Rolland dgn seringai nakal.

“hu-uh.. Iya, gue ga pake BeHa” rajuk Nilla manja dan agak tersipu. Rolland terkekeh puas. Akibat tidak memakai BeHa pulalah, nafsu Nilla semakin tak tertahannkan. Rasa khawatir orang-orang bakal tahu kalo tokednya cuma ditutupi sehelai kain tipis kemejanya, dan gesekan halus bahan kemeja pada putingnya, membuat puting Nilla menegang horny.

Mobil Rolland di parkir di basement yang sepi. Tak ada petugas parkir yang berkeliaran seperti halnya di mall-mall besar. Begitu Nilla masuk dan duduk di sebelah Rolland, Rolland langsung meraih kepala Nilla, dan melumat bibir sensual Nilla dgn penuh nafsu. Nilla meladeni ciuman Rolland dgn nafsu yang tak kalah hebatnya. Hampir semenit kedua insan penuh birahi ini saling melumat bibir, memainkan lidah di mulut pasangannya dan diselingi gigitan kecil di bibir bawah.

Nafas Nilla semakin memburu dan jantungnya berdebar makin kencang, ketika tangan kanan Rolland dgn bebasnya masuk ke balik kemejanya dan merengkuh toked sebelah kirinya dgn ganas. “Uuuugggnnnnnnn…” desah Nilla refleks keluar begitu merasakan tokednya diremas-remas oleh Rolland. Tubuh Nilla jadi menggelinjang kecil ketika putingnya dijepit kuat oleh jari Rolland, dan dipilin-pilin.

Tidak peduli mereka sedang di tempat umum, Rolland membuka 2 kancing lagi dari kemeja Nilla dan menyibakkannya ke samping. Kedua buah melon segar berwarna putih muncul ke permukaan, menantang pandangan Rolland. Puting Nilla yang besar sudah mengacung tegak sebagai indikator empunya sedang dilanda libido tinggi.

Mata Rolland melotot demi melihat sepasang toked yang besar dan indah tersebut. “Gila, makin gede aja toked lo Nill. Cowok lo pasti rajin nggarap toked lo ya” ujar Rolland tersengal-sengal penuh nafsu. Nilla bersemu merah dan tidak sempat menyelesaikan jawaban karena kedua tangan Rolland langsung maju dan meremas kedua tokednya kuat-kuat.

“Gitu ddee…hmmppffffffff..sssshhhh..” desah Nilla lebih erotis lagi. Sambil jari-jarinya memutar-mutar bongkahan toked Nilla dan memilin-milin putingnya, Rolland berkata “Buka paha lo Nill, gue pengen lihat lo pegang janji ga”. Sambil tetap mendesah-desah menahan kenikmatan di dadanya, kedua tangan Nilla bergerak untuk melepaskan 2 kancing terbawah kemeja terusannya, kemudian menyibakkannya ke samping. Rolland dgn jelas melihat gundukan montok vagina Nilla yang berjembi tipis di puncak belahan vagina itu.

“Hehehe.. pasti lo horny habis disepanjang jalan karena ga pake BeHa dan CD ya Nill” kekeh Rolland penuh kemenangan. “Buka paha lo” perintah Rolland sambil tangannya membuka paha putih mulus Nilla. Jemari Rolland langsung meremas kedua bongkah bakpao montok tersebut.

“Aiieehhh…..Ahhhhh…” pekik Nilla kaget. Dari selangkangannya seolah ada kejutan listrik yang langsung bergerak menyebar ke seluruh tubuhnya. Apalagi Rolland tidak berhenti sampai meremas-remas saja, jari tengahnya langsung menyelusup masuk ke belahan bibir vagina Nilla dan langsung dikocok. “Ahhh.. ahhhh… sssshhhhhh…. “ Nilla menggeliat-geliat keenakan, karena vaginanya yang sudah gatal dari 2 jam yang lalu mendapat pemuasannya dgn garukan-garukan cepat jari Rolland.

“Busett.. udah banjir vagina lo Nill. Jiwa lonte lo jadi makin parah saja” seringai mesum Rolland menghiasi wajahnya. Jari tengah Rolland makin cepat mengocok vagina Nilla. Nilla meremas kuat bahu Rolland dan kepalanya menggeleng-geleng resah “Auhh.. ahhh.. Landd… chukup L..aannd… Jhang..jangan di sini dhonng…aahhhh…” rengek Nilla tengsin campur horny, karena takut ke-gap satpam. Rolland menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jari tengahnya dari vagina Nilla.

Sambil menjilati jari tengahnya yang basah oleh cairan vagina Nilla tersebut, Rolland berkata “Hehe gue setuju. Gue juga udah ga tahan ngenthotin lo Nill. Gue udah book kamar di hotel depan situ”. Rolland menghidupkan mesin dan mulai bergerak meninggalkan parkir Plaza, sementara Nilla memperbaiki kondisi pakaiannya yang terbuka dimana-mana.

Memasuki parkiran hotel M*******a, kedua nafsu manusia ini hampir tidak tertahankan. Ketika Rolland menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar, Nilla yang menunggu di sofa mendengar HPnya berdering. “”wah Angel. Gue angkat ga ya?” pikir Nilla. Tapi ada naluri yang memaksa Nilla untuk mengangkat telepon. Baru saja Nilla selesai bilang halo, suara panik Angel terdengar di ujung satunya “Nillnnnn.. lo kemana aja sihh…”.

“Ada apa emangnya Ngel” Nilla agak heran. “Lo lupa ya, hari ini kan kesempatan terakhir lo serahkan paper AB ke mr HB. Minggu lalu sudah diampuni sama die, masa lo lupa kalo batasnya hari ini lo harus serahin. Lo mau baru bisa ngulang setahun lagi?” cerocos Angel. “Astaga… gue betul-betul lupa” Nilla tersadar dan langsung panik. Paper itu berbobot 50% dari total penilaian mata kulian Mr.Sances (Lengkapnya ni dosen bernama David Hutabarat. Cuma anak-anak manggilnya mister HB). Ini mata kuliah wajib, yang jadi prasyarat beberapa mata kulian yang Nilla harus ambil semester depan.

Gawat kalo sampai ga lulus. “Mr.Sances bilang dia tunggu sampe jam 3 ni sore Nill. Mending lo sekarang cepet kemari. Bawa tugas ga bawa tugas ga penting. Yang penting lo ngadep dia dulu. Ok?” lanjut Angel cepat.

Buru-buru Nilla pamit cabut ke Rolland yang sudah menenteng kunci kamar. “Aduhh Rolland.. sory banget yaa… Gue harus ke kampus nih.. Darurat nine-one-one masalahnya. Udah ya, gue cabut dulu. Ga usah diantar deh…”cerocos Nilla. Setelah cium sekali pipi Rolland yang bengong, Nilla langsung lari ke pintu lobby dan masuk ke taxy yang memang ada di depan hotel. “Lho? Kok jadi gini?” Rolland terpana dan memandang sedih ke selangkangannya. Setelah tersadar, dia mulai menekan tombol HP-nya dan berbicara “Mia, bolos kantor yuk…”.

Di dalam taxi, otak Nilla mulai berpikir cepat menyusun bermacam skenario dan alasan agar bisa mendapat pengampunan dari Mr.Sances dan paling tidak tambahan sehari lagi untuk serahkan paper tersebut. Paper Nilla belum kelar. Biasanya butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke kampus Nilla dari area situ. Tapi, berkat desakan Nilla ke abang sopir taxy, tak sampai 45 menit mereka sudah sampai kampus.

Pukup 14.50. Nilla berlari kecil ke arah ruangan Mr.Sances di lantai 3. Setelah sampai kampus tepat waktu, perasaan Nilla sudah jauh lebih tenang. Nilla yakin bisa merayu Mr.Sances untuk memundurkan deadline sampai besok. Sudah rahasia umum kalau Mr.Sances yang mata keranjang pilih kasih dgn mahasiswi-mahasiswinya, timbang para mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswi yang cakep dan seksi. Nilla cukup berpakaian seksi di ujian lisan Mr.Sances, dan soal yang keluar lebih mudah bahkan dikasi petunjuk segala (disinggung di cerita pertama. Klik saja ini).

Nilla mengetuk tiga kali pintu ruangan Mr.Sances, sebelum mendengar suara bariton yang menyilakannya untuk masuk. Begitu kepala Nilla nongol, Mr.Sances langsung tersenyum “Ahh.. ini dia si Nilla yang cantik. Kemana saja kau Manis. Duduk, duduklah kau” ujar Mr.Sances bermulut manis mempersilakan Nilla duduk di depan meja kerjanya.

Begitu menghenyakkan pantatnya di kursi, Nilla langsung pasang tampang memelas “Pak.. minta tolong dong.. Tambah sehariii saja, pasti besok Saya sudah bisa serahin paper AB saya Pak” rayu Nilla dgn manisnya. “Wah, tidak bisa itu. Kau dan teman-teman kau sudah Bapak kasi kelonggaran sampai dua kali. Tidak ada lagi mundur-mundur deadline” tegas si Mr.Sances walau tetap dgn tersenyum. Sambil mencondongkan badannya kedepan sehingga agak membungkuk Nilla berkata “Pak, sudah 2 hari ini saya nungguin tante saya di Rumah Sakit. Baru pulang siang tadi.

Kalo nggak gitu, pasti paper sudah selesai Pak. Boleh ya Pak”. Mr.Sances menelan ludah, karena dari posisinya dia bisa melihat dgn jelas belahan toked Nilla yang menonjol. “Puas-puasin deh lo liat toked gue. Yang penting, mundurin deadline-nya sehari” batin Nilla penuh percaya diri.

“Wah, susah posisi Bapak kalo begini. Apa kata teman-temanmu kalau kau mendapatkan kelonggaran dari Bapak” Mr.Sances masih berusaha tegas, tapi matanya tetap melotot memandang lurus ke belahan gunung kembar di depannya. “Ayolah Pak, nggak ada yang bakal tahulah kalo Bapak ga cerita-cerita” desak Nilla terus.

Tiba-tiba si Mr.Sances bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sisi Nilla lalu duduk di atas meja tepat di samping Nilla “Boleh saja. Tapi ada syaratnya” kata si Mr.Sances sambil tetap memandangi belahan dada Nilla. “Syarat apaan Pak?” tanya Nilla sudah mulai khawatir melihat perilaku Mr.Sances. “Kubari kau waktu sehari lagi untuk kumpul itu paper, asal kau ijinkan aku meremas-remas kau punya susu itu hehe” ujar Mr.Sances sambil menyeringai mesum.

“HEHH..” kaget Nilla mendengar penawaran mesum Mr.Sances dan reflek menutup dadanya dgn kedua tangannya. “Terserah kau Nilla. Bapak cuma tawarkan solusi yang win-win buat kau. Bapak senang, kau pun senang” ujar Mr.Sances dgn lagak tidak butuh. “Aduhh.. gue kasi ga ya? Kalo ntar dia nglunjak gimana? Tapi gue juga ga mau ngulang lagi tahun depan” Nilla menimbang-nimbang penawaran tersebut dalam hati.

Nilla tidak sadar kalau tangannya turun dan tidak lagi menutupi tokednya ketika sedang berpikir untuk terima atau tidak tawaran Mr.Sances tersebut. Tapi Mr.Sances menganggap diamnya Nilla dan fakta bahwa Nilla tidak lagi melindungi tokednya, sebagai tanda bahwa Nilla menerima tawarannya tersebut.

“AAHH…” Nilla memekik kaget ketika dua tangan muncul dari balik punggungnya dan langsung meremas kuat-kuat kedua bongkah tokednya. “Lho.. Bapak ngapain sihh.. Kan saya blumm..Aakkkhhh… ahhh… hmmppfffffffhhhhh..” protes Nilla terpotong desahannya karena mendadak gelombang listrik dan kenikmatan melonjak dari kedua putingnya.

“Kau ternyata tidak pake BeHa Nilla… kenyal sekali toked kau ini” ujar Mr.BH di samping telinga Nilla sambil memilin-milin puting Nilla dari balik kain kemejanya. Rangsangan pada tokednya yang tiba-tiba ini, seolah mengingatkan tubuh Nilla bahwa ada libido yang terpendam dan menuntut untuk dipuaskan sejak siang tadi.

Serangan tangan Mr.Sances semakin gencar. Kedua tanganya sudah menyelusup ke balik kemeja Nilla, dan dgn leluasa meremas-remas melon putih dan kenyal tersebut. “Hahhhh…haahhh… aammmhhhhhffffff…” desah Nilla keenakan, apalagi lidah Mr.Sances menjilati leher jenjang Nilla dgn liarnya. Mr.Sances kini pindah berlutut di samping Nilla. Beliau sudah tidak tahan untuk mencaplok toked Nilla yang menggiurkan tersebut.

Mr.Sances membuka mulutnya lebar-lebar, dan menelan ¼ toked Nilla dari ujung putingnya. Kemudian Mr.Sances menghisap kuat-kuat puting Nilla yang sudah menegang keras sampai keluar suara yang keras. Sluuuurrppp.. Slurrrppppp… Terang saja Nilla semakin belingsatan tokednya diperlakukan seperti itu, karena tokednya sensitif banget.

“Aaaahhhhaaaahhhh…. Haahhhhhh…SShhhhhhhhh.. Enak banget Pakk…” erang Nilla tak tertahankan lagi. Menyadari muridnya makin terangsang, perlakuan Mr.Sances pada toked Nilla semakin menjadi-jadi. Cupangan memerah menyebar di sekujur bulatan toked Nilla yang putih.

Gelinjang tubuh Nilla pun menjadi-jadi, sehingga bagian bawah kemejanya tersingkap dan membuat Mr.Sances terhenyak. “Kau juga tak pakai celana dalam Nilla.. Wah wah.. kau memang sudah siap untuk dienthot ternyata” ujar Mr.Sances penuh sukacita sambil memasukkan jari tengahnya ke sela-sela vagina Nilla yang sudah basah kuyup.

Begitu jari tengah Mr.Sances melesak sepenuhnya ke dalam lubang vaginanya, tubuh Nilla langsung melengkung dan lenguh kenikmatannya terdengar “Ouuhhhh….hhhuuuuhhh… iyhaa.. iyhaa… disitu Pak.. benar disitu Pak.. kocok yang kenceng Phak…” pinta Nilla penuh nafsu. Dgn senang hati Mr.Sances memenuhi permintaan anak didiknya itu. Jari tengahnya keluar masuk vagina Nilla, dan diselingi gerakan mengobel-ngobel yang agak kacau, sehingga bunyi kecipakan becek terdengar.

Tak sampai semenit Nilla mulai merasakan bahwa rasa gatal yang menggerayangi sekujur vaginanya terasa semakin menghebat. Semakin kencang dikocok, rasa gatal tersebut semakin memuncak dan meruncing ke bibir-bibir vaginanya. Dan tanpa dapat ditahan lagi, orgasme pertama Nilla di hari itu meledak juga.

“OAAAAAAHHHHH….. AGGHHHHH….HHAAAHHHHHHH..” lenguh Nilla panjang sampai punggungnya ikut melengkung akibat terpaan gelombang orgasme yang sudah dinanti-nantinya. Mr.Sances sempat terpana demi menyaksikan betapa hebatnya reaksi orgasme Nilla. Sedetik kemudian ia tersadar, dan cepat-cepat bangun untuk melepas celananya.

Ketika Nilla mendapatkan kembali kesadarannya 30 detik kemudian, Mr.Sances sudah hendak melepaskan celana dalamnya. Cepat-cepat Nilla berdiri dan berkata “Ehh.. Bapak mau ngapain? Perjanjiannya kan cuma remas-remas susu. Ini kan sudah lebih dari remas-remas” ujar Nilla ketus.“ Sambil tetap melorotkan celana dalamnya Mr.Sances berkata “Sudahlah Nilla, Bapak tau kau juga lagi horny. Kuberi kau poin A kalau kau mau Bapak enthot sekarang. Ya?” Mr.Sances mencoba tawar menawar. “Hah? A? Bener ya Pak” tanya Nilla. “Kalau gitu Bapak tulis dulu di kertas evaluasi Bapak, bahwa nilai Saya A, baru kita lanjut” ujar Nilla licik. “Mana bisa begitu Nilla. Kertas evaluasi kan baru Bapak bisa isi kalo sudah UAS” Mr.Sances semakin desperate.

Sambil berlagak mengancingkan kemeja bagian atasnya, Nilla berkata “Ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu besok ya Pak”. Susah payah bergerak karena celana dalamnya masih melingkar di mata kaki Mr.Sances cepat-cepat berkata “Eh.. eh. Iya..iya.. Bapak nilai sekarang. Kau duduk saja manis di sofa sana ya”. Setelah itu cepat-cepat Mr.Sances menaikkan CDnya dan membongkar-bongkar mejanya. Lalu setelah menulis singkat diatas sebuah map, Mr.Sances mendekati Nilla di sofa dan menyorongkan map tersebut. Di Form Valuasi, terlihat jelas cuma nama Nilla yang sudah mendapat nilai A.

Sambil tersenyum puas Nilla berkata “Gitu dong Pak, kan gamp…Eeeiiihhhhh….Hmmppffh!!” Belum selesai Nilla menyelesaikan ucapannya, Mr.Sances sudah menerkam dan menindih tubuh Nilla di sofa, lalu dgn buas melumat bibir Nilla. Sambil menjilati leher Nilla, tangan Mr.Sances dgn cepat melepaskan belt yang melingkari perut Nilla, lalu mengangkat kemeja terusannya tinggi-tinggi sampai seperut. Sehingga selangkangan Nilla yang minim jembi terpampang dgn jelas.

“Eh. Pak..Pak.. sabar Pak. Sabar Pak” Nilla agak menyesali omongan asalnya tadi dan berusaha menutupi selangkangannya. Tapi Mr.Sances yang sudah dikuasai nafsu birahi, dgn mudahnya menyingkirkan kedua tangan Nilla hanya dgn tangan kirinya. Lalu tangan kanannya dgn cepat meremas gundukan vagina Nilla. “Pak jang…Aaahhhhhh….. Auhhhhhh…” ucapan Nilla berganti lenguhan terkejut bernuansa nikmat. Cukup dgn beberapa kocokan saja, vaginanya sudah banjir kembali. “Haahhh.. haahhhhh…. Oohhhhhh.. hmmmppffff….” desah Nilla blingsatan karena vaginanya kini dikocok dgn dua jari, yang kadang menggesek klitorisnya.

“Sudah kuduga kau suka Nilla hehehe..” tawa kemenangan Mr.Sances terdengar. Tangan kirinya yang sudah tidak perlu memegangi Nilla, cepat-cepat melorotkan CDnya. PEnis Mr.Sances yang hitam pekat langsung tampil mengacung tegak. Mr.Sances yang konaknya sudah di ubun-ubun, langsung mengangkangkan lebar-lebar paha Nilla. Sambil mengocok-ngocok pelan pEnisnya, Mr.Sances mulai mengarahkan palkon-nya ke bibir vagina Nilla.

Nilla tidak hanya pasrah, tapi juga sudah berharap agar pEnis tersebut menghujam vaginanya. “[i]Ah… kontolnya si tua ini kecil. Tapi tak ada rotan, akarpun jadi[i]” batin Nilla. Tanpa cek medan dan kedalaman, Mr.Sances langsung membenamkan dalam-dalam kontol ukuran 11cm-nya ke dalam lobang kenikmatan Nilla. Membuat Nilla agak tersedak dan melenguh pendek “Heeggghhh..umhh..”. Mr.Sances langsung menyeringai puas “Aggghh.. rapat sekali meqi kau ini Nilla..hahhhh”.

Mr.Sances langsung menggenjot Nilla dgn kecepatan tinggi. Lenguhan kenikmatan Mr.Sances mengalahkan desahan erotis Nilla yang mulai menikmati pompaan pEnis Mr.Sances di liang vaginanya. “Hmmm…ahahhh.. ahhh.. iya Pak.. betul gitu Pak.. lebih cepat Pak.. ahhhh..” ceracau Nilla keenakan. Mendengar ceracau Nilla yang mesum itu, Mr.Sances semakin kehilangan kontrol. Tangannya mencengkram toked Nilla kuat-kuat, dan genjotan pinggulanya semakin tidak beraturan. Tiba-tiba, “AAAAHHHHHH…. AKU KELUARR..” lenguh Mr.Sances kuat. Peju Mr.Sances menyemprot-nyemprot di dalam vagina Nilla. Nilla terpana. Baru 3 menit ngeseks, Mr.Sances sudah ngecret.

Sambil masih tersengal-sengal, Mr.Sances jatuh di atas tubuh Nilla. “Hebat sekali kau Nilla. Belum pernah Bapak ngrasakan meqi senikmat kau punya” puji Mr.Sances sambil beranjak bangkit karena dilihatnya Nilla kesusahan bernapas. Dgn mudahnya pEnis Mr.Sances terlepas dari vagina Nilla, dgn diikuti leleran pejunya yang banyak mengalir di bibir vagina Nilla. Nilla gondok setengah mati. “Kupret! Baru juga gue naik. Ini mah bukannya terpuaskan, malah makin horny gue jadinya” batin Nilla kesal sambil memperbaiki pakaiannya.

“Ya udah Pak. Saya pamit kalo gitu. Ingat ya, cuma sekali ini Bapak bisa nikmatin tubuh Saya. Kalau Bapak mencoba lagi, Saya laporkan ke Dekan kalau Bapak menyalahgunakan kekuasaan sebagai Dosen” sambil berkata seperti itu, Nilla memphoto Mr.Sances yang bugil dan langsung keluar ruangan dgn judesnya. Mr.Sances cuma bisa bengong, dan lemes (tapi puas hehehe). Nilla cepet-cepet keluar sebenarnya karena tidak ingin ketahuan si dosen mesum itu kalau dia masih konak habis. Nilla cuma ingin cepat-cepat ke toilet untuk membersihkan vaginanya dari sisa peju, kemudian langsung masturbasi. Sudah ga tahan bo’!

Toilet yang berjarak hanya 10 meter dari ruangan Mr.Sances serasa berkilometer bagi Nilla yang nafsunya meledak-ledak. Jantungnya berdebar keras, nafas Nilla memburu dan vaginanya berkedut-kedut protes minta dikocok. Toilet cewek yang terletak bersebelahan dgn toilet cowok, tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Maklumlah, sudah sore jadi banyak mahasiswa dan dosen yang sudah pulang. Nilla langsung masuk ke bilik paling dekat pintu, dan membuka pahanya lebar-lebar agar mudah disemprot dgn air.

Semprotan keras air terasa sangat nikmat di vaginanya. Tidak berlama-lama membersihkan, Nilla langsung duduk di atas toilet yang telah ditutup atasnya. Dibukanya pahanya, jari telunjuk dan tengahnya bergerak membelai bibir vaginanya, lalu masuk ke dalam vaginanya yang sudah banjir lagi.

“Hmmmmmmppfffff….sshhhhhhh… ouuhhh… enaknyaa..” desah Nilla perlahan, berusaha agar suaranya tidak terlalu keras. Tapi, setelah semenit, Nilla sudah lupa situasi, sehingga kocokan dan suaranya makin menjadi-jadi mengiringi nafsunya yang menggelora. “Aahhhhhhhh…. Hahhhhhh… Ouggggghhhhhhh……” lenguh Nilla dalam kungkungan birahi. “Ini dia.. ini dia.. aduuhh vagina gue makin gatelllll…..shhhhhh..” batin Nilla yang titik orgasmenya semakin mendekat.

Tiba-tiba pintu bilik Nilla terbuka lebar dan seseorang berdiri tegak di hadapannya. Nilla nyaris tersedak karena kagetnya, plus dia hampir saja mencapai klimaksnya. “Oh elu Nill. Gue pikir kuntilanak lagi indehoy” kata orang tersebut sambil cengar-cengir. Nilla yang terkesima sampai lupa mengangkat tangannya dari selangkangannya, cuma bisa berkata tergagap “Oh..ehh.. Rangga.. Kok lo disini?” tanya Nilla salah tingkah. Ditengah rasa shocknya akibat ke gap lagi masturbasi oleh Rangga, Nilla setengah tidak sadar kalau Rangga berjalan mendekat dan mengangkat tubuhnya ke pelukan Rangga.

Nilla baru sadar ketika mukanya sudah dekat sekali ke muka Rangga, yang berkata “Kalo lo lagi horny, napa ga call gue aja. Gue selalu siap kok kalo buat elo” ujar Rangga. Belum sempat Nilla membalas ucapan itu, bibirnya sudah dilumat oleh Rangga. Nilla gelagepan tapi tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Rangga yang kuat. Tidak butuh lama, nafsu Nilla sudah menguasai akal sehatnya. Ciuman Rangga diimbangi oleh french kiss Nilla yang basah dan panas.

Tangan Rangga dgn aktifnya meremas-remas pantat Nilla yang sekal dan menonjol. Tiba-tiba Rangga melepaskan ciumannya “Nill, kita pindah tempat yuk. Gue tau tempat yang lebih nyaman” kata Rangga agak tersengal-sengal. Tidak menunggu reaksi Nilla, Rangga langsung menyeret tangan Nilla keluar dari toilet.

Rangga sebenarnya tidak sengaja masuk toilet cewek, hanya karena toilet cowok airnya tidak ngalir. Tapi, begitu masuk suara lenguhan cewek terdengar bergema. Story selanjutnya, sudah Anda baca di atas. Nilla blingsatan memperbaiki pakaiannya karena Rangga menarik Nilla di sepanjang koridor, naik menuju ke lantai 4.

Walaupun Nilla sebenarnya tidak perlu kuatir, karena koridor bangunan itu kosong. Ternyata Rangga mengajaknya menuju ruangan sekretariat forum mahasiswa manajemen, yang entah bagaimana Rangga punya kuncinya. Setelah masuk ruangan, Rangga mengunci pintu lalu berdiri menghadap Nilla “Buka baju lo Nill” perintah Rangga.

Seperti dihipnotis, Nilla langsung menurutinya. Pertama-tama belt besarnya dilepaskan, lalu satu persatu kancing kemejanya diloloskan, maka kemeja terusan Nilla pun jatuh tergeletak di lantai. Nilla berdiri menantang tanpa sehelaipun benang menutupi, hanya bot coklat berhak semi tinggi yang tetap terpakai, yang malah membuat penampilannya semakin slutty.

Rangga pada saat yang sama juga sedang melepaskan celana dalamnya, untuk kemudian berdiri bugil dgn pEnis setengah tegak. “Sepong pEnis gue Nill” perintah Rangga. “Uhh.. haruskah?” rajuk Nilla, tapi tetap mendekat ke arah Rangga.

Nilla berjongkok di depan Rangga, dan langsung menggenggam pEnis hitam Rangga dgn tangan kanannya, lalu mulai mengocok. Kemudian tanpa ragu-ragu, Nilla membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan pEnis Rangga sampai setengahnya dan mulai mengemutnya. “Ssshhh… gila.. enak Nill..” desis Rangga keenakan sambil memegang kepala Nilla dan menggerakannya maju mundur.

PEnis Rangga semakin membesar di dalam mulut Nilla, dan membuatnya agak kerepotan melakukan blowjob pada pEnis selebar 5cm tersebut. Aroma pEnis Rangga membuat libido Nilla kembali naik ke level tinggi. Sambil melumat-lumat pEnis, jari tengah tangan kirinya dgn aktif mengobel-ngobel vaginanya sendiri. Keasikan masturbasi dgn vaginanya, Nilla malah lupa memblow job Rangga. PEnis Rangga cuma dipegang kuat-kuat, sedang Nilla melenguh-lenguh keenakan.

Rangga yang kesal, langsung menyuruh Nilla mengambil posisi doggy di atas kasur gulung yang ditebar oleh Rangga. “Nungging Nill, gue pengen nyodok lo dari belakang” perintah Rangga. Nilla melakukannya dgn patuh. Kedua tangan menahan body depan, kaki tertekuk, paha terbuka selebar mungkin, dan pantat ditunggingkan.

“Wow.. lo emang napsuin Nill” ujar Rangga senang sambil menampar pantat Nilla yang sekal dan bundar itu. “Ahhh.. “ Nilla cuma mengerang pelan karena tamparan Rangga. Tanpa berlama-lama, Rangga langsung memasukkan palkonnya ke sela-sela bibir vagina Nilla yang sudah basah kuyup. Sambil memegang erat pinggul Nilla, Rangga mulai menekan pinggulnya dalam-dalam.

“Heeppp… shit.. masih sempit aja ni vagina” maki Rangga senang, sambil menekan agak keras sehingga setengah batang pEnisnya amblas, SLEPP… “Akkhhhhhh…. “ erang Nilla agak keras, setengah kaget karena tiba-tiba vaginanya disesaki oleh benda asing yang sangat tebal.

Sambil berusaha menoleh ke belakang, Nilla memohon “Ayo Than, langsung dikocok.. Vagina gue udah gatel banget nihh..” rengek Nilla manja plus horny. Rangga semakin bersemangat untuk menggenjot Nilla dari belakang. Pantat Rangga dgn aktif mulai maju mundur, menghajar vagina Nilla dgn hujaman-hujaman pEnisnya yang besar.

“Aaaahhhh.. haaahhhh… ouugggghhhh.. “ lenguh Nilla. “Hmmppff.. buseet… gatel di dinding vagina gue rasanya digaruk-garuk enak banget… Gede banget pEnis si Rangga.. Gillaaaa….Mau tereak aja rasanya… aahhhhh..” batin Nilla yang semakin terbuai nafsu birahi. Akibat pompaan Rangga, tubuh Nilla terguncang-guncang maju mundur dgn kuatnya. Tokednya yang 36C tanpa ampun bergoyang-goyang heboh tak tentu arah. Rangga yang tidak puas cuma meremas-remas pantat Nilla, menggapaikan tangannya untuk meraih toked Nilla yang bergoyang bebas.

Sambil meremas-remas sepasang daging kenyal bundar dada Nilla, Rangga menceracau keenakan “Gillaa.. toked lo besar banget Nill… Lo demen kan gue remes-remes gini..”. Rangga tak perlu jawaban langsung, karena lenguhan Nilla yang semakin keras sudah menunjukkan betapa Nilla juga menikmati setiap remasan di tokednya. Tidak sampai 5 menit digempur dgn doggy style, tubuh Nilla sudah menegang.

Lenguhannya semakin keras “Ahhh.. ouuuggghhhh.. yahh.. yahh.. cepetin Than.. cepetin ngocoknya..Ahh..ahhh..” Nilla mencerocos di sela-sela erangannya. Memenuhi request Nilla, Rangga meningkatkan RPMnya. Dan…….”OUUUUUUGGGGHHHHHH……. GUE KELUAR.. GUE KELUAR….AAAHHH…” jerit Nilla sambil mengejan-ngejan. Rangga merasakan ada semprotan pelan di pEnisnya. Diturunkan kecepatan kocokannya, untuk membiarkan Nilla cooling down dan ambil nafas dulu.

“Hah.. hah…hah… gila.. enak banget.Than..” ujar Nilla yang nafasnya masih tersengal-sengal. Rangga pelan-pelan mencabut pEnisnya. Walaupun sudah pelan-pelan, tetap saja Nilla terpekik kecil ketika pEnis itu dicabut. “Auh.. kok dicabut?” tanya Nilla kaget. Rangga tidak berkata apa-apa, tapi langsung membalikkan tubuh Nilla sehingga terlentang. Toked Nilla yang menggunung indah menjadi sasaran lumatan bibir Rangga.

Sambil meremas-remas dgn kuat, puting Nilla dijilat-jilat dan dipermainkan dgn lidah oleh Rangga. Libido Nilla langsung naik lagi. Bahkan rasa gatal di vaginanya kembali dgn lebih hebat. “SShhhhhh… hhmmppfffff… “ desis Nilla keenakan karena tokednya sekarang sedang dikenyot dan dihisap kuat-kuat oleh Rangga.

“Haahh.. hahh… Than, gue mau diatas ya” pinta Nilla. “Hehe gue emang pengen ngerasain goyangan lo Nill” akur Rangga dgn usul Nilla. Rangga terlentang dan Nilla mengangkang di atasnya, mulai mengarahkan pEnis Rangga ke lubang vaginanya. Tanpa kesulitan batang pEnis tersebut amblas langsung 3/4nya. “Heekkhhhhhh… uuuuhhhh… gede banget sihhh…” runtuk Nilla yang matanya sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang gemuk tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding vaginanya yang licin.

Nilla langsung mulai menggoyang pinggulnya dgn gerakan naik turun, sambil tangannya bertelekan di perut sixpack Rangga. Slepp.. slepp.. sleppp… bunyi gesekan pEnis dgn dinding becek vagina Nilla. “HHHhhhmmm… hhaahhhhh…. Sshhhhhh…” desah Nilla menikmati setiap sentuhan. Karena Nilla diatas, dgn mudah dia mengarahkan sentuhan-sentuhan pEnis Rangga ke titik-titik yang Nilla suka.

Sekarang pEnis Rangga amblas seluruhnya, dan Nilla mulai melakukan gerakan maju mundur, dan diselingi oleh gerakan pinggulnya yang memutar-mutar. Sensasinya? Luarr biasaaa… Rangga merasakan pEnisnya dipilin-pilin, dan diremas-remas dgn enaknya oleh cengkraman dinding-dinding licin yang panas vagina Nilla. “Ahhh.. hhaaahhh… gillaa vagina lo enak bener Nillnn….” erang Rangga yang sampai merem melek saking enaknya.

Lebih cepat dari ronde pertama, Nilla sudah hampir mencapai orgasmenya lagi. PEnis Rangga menggesek-gesek tepat di titik g-spot Nilla. Rasa gatal yang sangat hebat terasa mengumpul disekujur selangkangan Nilla, membuat Nilla semakin blingsatan goyangannya berusaha menggaruk setiap titik gatal tersebut. Rangga yang tau Nilla akan mencapai orgasmenya lagi, mempercepatnya dgn meremas tokednya yang tergantung bebas sambil memilin-milin putingnya. Betul saja, detik berikutnya Nilla merasakan ledakan kenikmatan muncrat di lubang senggamanya,

“OOOAAHHHHHH……. AAAAAUUHHHH…. OUHH… Ouuhhhh…. hmmmmppffffff…” jerit Nilla penuh kepuasan. Tubuh Nilla bergetar dgn hebatnya, dialiri sengatan listrik orgasme yang bersumber dari vaginanya dan menyebar ke seluruh tubuh. 15 detik setelah gelombang klimaksnya berlalu, Nilla menjatuhkan diri di atas tubuh Rangga. Nafasnya masih tersengal-sengal.

Rangga yang sudah merasa tanggung, tidak lagi menunggu Nilla siap. Tangan Rangga menggapai pantat Nilla dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dgn selangkangan Nilla. Rangga mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, karena pEnisnya masih menancap dalam di vagina Nilla. Rangga mengocok dgn cepat. Plak..plak.. plak.. slep..slepp. sleppp.. bunyi benturan kontol Rangga dgn vagina Nilla, ditingkahi oleh kecipak becek cairan vagina Nilla. “Ahh.. ahh. Thann.. tung… tunggu… jangan dikocok lagi.. ngiluu..” rengek Nilla lemas. Tapi, Rangga malah mempercepat kocokannya. Tapi, ternyata akibat kocokan ini, rasa ngilu di vagina Nilla cuma tarasa sebentar. Sekarang malah rasa gatal itu kembali dgn lebih hebat lagi. Tanpa diduga, gelombang orgasme yang lebih dahsyat dari sebelumnya meledak di selangkangan Nilla.

“HIAAHHHHHH…..AAAAHHHHH… OUUFFFHHHHHH…. GUE KELUAR LAGI THANNNN” pekik Nilla yang mencapai orgasmenya lagi dgn mata terpejam kuat dan tangan meremas pundak Rangga kencang-kencang. “Hahh.. hah…. Gila.. gila… gue keluar lagii…” desah Nilla lemas.

Rangga bergerak menggulingkan tubuhnya, sehingga sekarang Nilla yang ditindih. “Than.. time out.. time out..Gue nyaris pingsan nih..” Nilla memohon dgn suara lemas. “Sorry Nill, gue udah nanggung banget nih. Tahanin bentar lagi ya. Gue udah mo keluar juga kok” kata Rangga dgn nafas memburu karena birahinya sudah diubun-ubun kepala.

Tanpa menuggu persetujuan Nilla, Rangga langsung tancap torsi tinggi dalam posisi misionaris. PEnis Rangga menghujam vagina Nilla tanpa belas kasihan. Keluar masuk dgn cepat, berputar-putar, mengobel-ngobel dinding vagina yang sempit dan semakin banjir itu. Tanpa bisa ditahan, Nilla mengalami orgasmenya yang entah untuk keberapa kali. “RANGGANN… GUE YANG KLUARR NEEHHHH… EEHHHHHHHHMMMMM..” teriak Nilla kesal tapi penuh kenikmatan, sambil kelonjotan di bawah tubuh Rangga.

Rangga mencabut pEnisnya, diiringi lelehan banjir peju dan cairan vagina Nilla. Rangga langsung mengambil posisi di atas perut Nilla, dan menjepitkan pEnisnya di sela-sela toked biadab Nilla. Kedua telapak tangan Rangga merangkum kedua bongkah susu ranum tersebut, dan menjepitkannya kuat-kuat ke pEnisnya yang sudah hampir meledakkan peju. PEnis Rangga dikocok dgn cepat di sela-sela toked Nilla “Ouuh.. I lovee tits fuck..” lenguh Rangga kenikmatan.

Tak sampai setengah menit, Rangga merasakan ada gerakan aliran dari pangkal batang pEnisnya menuju ke palkonnya. Rasa gatal di palkonnya pun semakin menghebat. Dan ledakan orgasme Ranggapun terjadi juga “OOOOOHHHH… SHIIITTTTT……” lenguh Rangga keras. Semprotan peju langsung menembak. Lelehannya memenuhi toked dan wajah Nilla. Selama beberapa saat Rangga menikmati kenikmatan di klimaksnya tersebut, sambil pelan-pelan membersihkan pEnisnya di belahan toked Nilla. Kemudian Ranggapun langsung terbaring lemas di samping Nilla.

Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Rangga memiringkan badannya dan langsung menatap Nilla. “Gue pikir lo udah ga mau lagi ngenthot sama gue Nill” ujar Rangga sambil nyengir nakal. Muka Nilla bersemu merah, tapi masih berusaha menjawab dgn ketus “Gue kepepet. Lagi horny habis, ga ada partnernya”.

Rangga masih keras kepala “Udah deh. Akuin aja.. si Albert juga ga bisa muasin kaya gue kan?” ujar Rangga dgn PeDenya. Walaupun itu benar, Nilla gengsi mengakuinya “Huu.. siapa bilang”. Tapi, ucapan Rangga berikutnya mengejutkan Nilla “Lo mau ga jadi fuck buddy gue?” “Hah? Maksud lo?” tanya Nilla.

“Iya.. fuck buddy. Kalo lo butuh seks, lo bisa ajak gue. Begitu juga sebaliknya. Tapi cuma sebatas seks. No other commitment. Jadi cowok lo tetep Albert. Ok ga?” terang Rangga. Nilla agak bimbang menjawabnya. Kalau mengikuti kata hati (dan kata vagina), Nilla jelas maulah. Cuma gengsi kalo langsung mengiyakan.

Tiba-tiba Rangga menyosor bibir Nilla dan melumatnya. “Gue anggap diem lo itu tanda setuju”. Sambil membalas lumatan bibir Rangga, fantasi Nilla mulai membayangkan petualangan seks macam apa lagi yang akan dialaminya bersama Rangga.

Kumpulan Cerita Sex 2016 Terbaru dan Terupdate diantaranya ada Cerita Dewasa, Cerita Tante-Tante Hot, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Janda, Cerita Sex Jilbab, Cerita Sex Mahasiswi, Cerita Sex Perawan, Cerita Sex Pembantu, Cerita Sex Pelajar, Cerita Sex Threesome, Cerita Sex Selingkuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

.